NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Langkah kaki Saka terdengar sangat pelan saat dia memasuki bagian paling gelap dari toko barang antik tersebut. Udara di sudut ruangan ini terasa jauh lebih dingin dan membuat bulu kuduk merinding tanpa alasan yang jelas.

Di atas sebuah rak kayu yang dipenuhi sarang laba-laba tergeletak cermin perunggu berbentuk bundar. Cermin itu dipenuhi ukiran aneh di bagian belakangnya dan permukaannya sudah sangat buram tertutup karat kehijauan.

Saka tidak langsung mengambil cermin incaran utamanya itu agar tidak terlihat terlalu antusias. Dia justru mengambil sebuah patung naga kayu yang ujung tanduknya sudah patah dari rak di sebelahnya.

"Pak, patung naga patah ini harganya berapa." Teriak Saka dari sudut ruangan sambil menimbang-nimbang patung itu.

Pria botak pemilik toko langsung berlari kecil menghampiri Saka dengan senyum licik yang mengembang di wajahnya. "Wah anak muda, selera kamu bagus juga milih patung peninggalan keraton itu."

"Meski tanduknya patah sedikit tapi nilai sejarahnya sangat tinggi lho." Lanjut pedagang itu mulai mengeluarkan jurus membual andalannya.

"Harganya cuma lima juta rupiah saja khusus buat pembeli pertama hari ini." Ucap pria botak itu menepuk pundak Saka dengan sok akrab.

Saka langsung tertawa renyah mendengar kebohongan murahan yang baru saja diucapkan oleh pedagang tersebut. Dia membalikkan patung kayu itu dan menunjuk sebuah tulisan kecil di bagian bawahnya yang tercetak sangat jelas.

"Peninggalan keraton dari mana Pak, ini kan jelas-jelas ada tulisan buatan pabrik mebel Jepara tahun dua ribu dua puluh." Balas Saka dengan nada santai namun sangat telak.

Wajah pedagang botak itu langsung memerah karena malu kebohongannya terbongkar dengan sangat memalukan. Dia buru-buru merampas patung kayu itu dari tangan Saka dan menyembunyikannya di belakang punggung.

"Ya namanya juga usaha anak muda, siapa tahu kamu kurang teliti kan." Jawab pedagang itu sambil tertawa garing mencoba menutupi rasa malunya.

"Kalau memang kamu pintar coba pilih sendiri barang mana yang menurutmu asli." Tantang pria botak itu dengan nada suara yang sedikit kesal.

Saka mengedikkan bahunya dengan gaya acuh tak acuh lalu pandangannya beralih ke cermin perunggu buram tersebut.

Sret.

Dia mengambil cermin itu dengan tangan kirinya dan sengaja memegangnya dengan cara yang sangat sembrono.

"Kalau cermin butut ini berapa harganya, kayaknya cocok buat ganjal pintu kamar mandi saya yang rusak." Tanya Saka memasang wajah polos andalannya.

Pedagang itu memicingkan matanya menatap cermin perunggu yang ada di tangan Saka. "Oh kalau yang itu cermin tua dari Tiongkok, harganya satu juta rupiah pas tidak boleh kurang."

Saka menggelengkan kepalanya pelan sambil menghela napas panjang yang terdengar sangat meyakinkan. "Bapak yakin mau jual cermin ini satu juta, pantas saja toko Bapak sepi dan Bapak sering sakit punggung akhir-akhir ini."

Perkataan Saka barusan sukses membuat pria botak itu tersentak kaget bukan main. "Loh kok kamu tahu kalau punggung saya sering sakit berhari-hari ini." Tanya pedagang itu dengan wajah kebingungan.

"Tentu saja saya tahu Pak, saya ini sedikit mengerti soal ilmu Fengshui dasar dari mendiang kakek saya." Jawab Saka merangkai kebohongan yang sangat natural.

"Cermin perunggu ini bentuknya memantulkan energi Yin yang sangat gelap dan letaknya di sudut yang salah." Jelas Saka sambil menunjuk posisi rak kayu tadi.

"Barang ini terus-terusan menyedot rezeki toko Bapak dan membawa kesialan berupa penyakit ke tubuh Bapak sendiri." Lanjut Saka menakut-nakuti pedagang itu dengan nada suara yang sengaja dibuat berat.

Wajah pedagang botak itu seketika berubah menjadi pucat pasi membayangkan kesialan yang menimpanya belakangan ini. Memang benar sejak cermin itu dia beli dari seorang pemulung tokonya mendadak sepi dan badannya sering pegal linu.

"Jadi cermin itu beneran bawa sial ya anak muda, aduh pantas saja dagangan saya tidak laku-laku." Keluh pria itu mulai termakan oleh trik psikologis Saka.

"Iya Pak, makanya saya mau beli buat ganjal pintu saja biar energi negatifnya terinjak-injak setiap hari." Ucap Saka memberikan solusi yang terdengar sangat masuk akal bagi pedagang bodoh itu.

"Yaudah kalau gitu kamu ambil saja cermin itu, bawa jauh-jauh dari toko saya sekarang juga." Perintah pria botak itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya mengusir barang tersebut.

"Biar saya ganti rugi lima puluh ribu ya Pak buat beli kopi siang ini." Saka menyodorkan selembar uang biru ke meja kasir dengan cepat.

"Iya iya terserah, yang penting barang sialan itu keluar dari toko saya." Jawab pedagang itu buru-buru mengambil uang tersebut tanpa banyak protes lagi.

Saka tersenyum sangat lebar dan langsung melangkah keluar dari toko gelap itu dengan perasaan menang. Trik psikologis sederhana ini selalu berhasil memanipulasi pedagang serakah yang otaknya dipenuhi oleh rasa takut akan kemiskinan.

Begitu Saka melangkah keluar dari toko sinar matahari langsung menyinari permukaan cermin perunggu di tangannya.

Ting.

Layar transparan sistem langsung muncul berkedip-kedip memberikan peringatan kepada Saka.

[Benda pusaka berada dalam jangkauan aman untuk proses penyerapan.]

[Apakah Master ingin menyerap seratus poin energi Qi dari Cermin Perunggu Pemakan Jiwa sekarang.]

"Lakukan sekarang juga sistem, jangan sisakan energi negatifnya sedikitpun." Perintah Saka di dalam hatinya dengan sangat antusias.

Wusss.

Sebuah aliran udara dingin yang tidak kasat mata tiba-tiba mengalir deras dari cermin perunggu itu ke telapak tangan Saka.

Rasa dingin itu merayap masuk melalui pori-pori kulitnya dan menjalar lurus menuju pusat dadanya. Namun anehnya rasa dingin itu perlahan berubah menjadi kehangatan yang luar biasa menenangkan saat masuk ke dalam tubuhnya.

[Penyerapan energi Qi berhasil dilakukan sepenuhnya.]

[Progres Misi Utama Tahap Dua: 100 dari 1000 Poin Qi.]

[Cermin Perunggu Pemakan Jiwa kini telah kehilangan energi magisnya dan berubah menjadi cermin antik biasa.]

Saka menatap cermin di tangannya yang kini kilau birunya telah menghilang tanpa bekas. Barang ini sekarang tidak lebih dari sekadar rongsokan sejarah yang bisa dia jual kembali ke kolektor barang antik biasa.

"Lumayan juga prosesnya sangat cepat dan tubuhku terasa jauh lebih bugar dari sebelumnya." Gumam Saka sambil meregangkan otot-otot lehernya yang terasa sangat rileks.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!