Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GEJOLAK DI KOTA SUCI
Lembah Ratapan telah berubah menjadi monumen kematian yang sunyi. Seratus ribu pasukan Aliansi Tiga Kerajaan Besar kini tidak lebih dari sekadar fosil es yang tertimbun di bawah kawah kristal kelabu.
Di tengah keheningan abadi itu, sembilan Frost Wraith Rider memacu kuda bayangan mereka, menyeret tubuh Sir Leon yang hancur melintasi perbatasan utara menuju tanah manusia. Mereka melepaskan sang ksatria di gerbang luar pos penjagaan Kekaisaran Suci, tepat sebelum hawa matahari pagi menyentuh zhirah hantu mereka.
Dua hari kemudian, kepanikan massal melanda Kota Suci Luminaria.
Gerbang Katedral Agung yang biasanya dipenuhi oleh peziarah kini dijaga ketat oleh ribuan Ksatria Suci cadangan. Di dalam Aula Kepausan, suasananya jauh lebih mencekam daripada saat menerima berita kematian Uskup Agung Malakai.
Nona Valerica sang Pemburu Bayangan berlutut di tengah ruangan dengan kondisi yang membuat para kardinal tinggi memalingkan wajah. Lengan kirinya terputus hingga ke bahu, dibalut kain putih yang masih meremboskan darah hitam akibat korosi hawa dingin. Di sampingnya, Sir Leon terbaring di atas tandu sihir, tubuhnya terus kejang-kejang saat pecahan kristal Glacial Judgment di dadanya terus memancarkan uap es kelabu yang mengikis mana cahaya miliknya secara perlahan.
"Paus Agung..." Valerica berbisik dengan bibir gemetar, matanya yang biasa tajam kini dipenuhi oleh trauma mendalam. "Itu... itu bukan manusia. Dia menjatuhkan langit es... Reinhardt hancur dalam sekali hantaman. Seratus ribu pasukan kita... lenyap menjadi debu."
Paus Benediktus berdiri di depan singgasananya, mencengkeram tongkat emasnya begitu kuat hingga kristal matahari di ujungnya bergetar. Wajahnya yang keriput tampak pucat pasi.
"Lingkaran 9... Apakah kau mengatakan gadis buangan dari Silversnow itu telah menyentuh ranah Dewa?"
"Hamba tidak tahu, Yang Mulia," ratap Valerica, menundukkan kepalanya ke lantai marmer. "Tapi jika dia memutuskan untuk keluar dari Frozen Abyss, tidak ada satu pun kerajaan di benua ini yang bisa menahan badai miliknya."
Ughhh... Arghhh!
Leon memutus kalimat Valerica. Kristal es di dadanya tiba-tiba memancarkan kilauan perak yang intens. Sebelum para penyihir penyembuh sempat merapal mantra cahaya, es tersebut merambat cepat ke seluruh kepala Leon, mengunci ekspresi penderitaannya dalam balok es murni sebelum akhirnya meledak menjadi debu halus yang menyebar ke seluruh ruangan.
Seorang ksatria Lingkaran 8 kembali tewas di hadapan sang Paus, meninggalkan pesan teror terakhir dari Elena.
"Sialan!" Sir Leon, Ksatria Bintang Sembilan terakhir yang berada di ruangan itu, menghantamkan tinjunya ke pilar marmer hingga retak. "Yang Mulia Paus, kita tidak bisa membiarkan ini! Jika berita ini menyebar ke rakyat, Kekaisaran Suci akan kehilangan otoritasnya!"
Paus Benediktus memejamkan matanya, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan fluktuasi mana Lingkaran miliknya sendiri. "Kirim merpati sihir raksasa ke Menara Sihir Hitam di barat dan Kekaisaran Tirani Kaisar Magnus di timur.
Katakan pada dua Penyihir Agung Lingkaran 8 lainnya bahwa Bencana Benua telah bangkit di utara. Jika mereka tidak menyatukan kekuatan bersama kita sekarang, benua ini akan membeku selamanya."
--------------
Sementara konspirasi dan ketakutan mulai merajut jaringnya di dunia manusia, kedalaman Frozen Abyss berada dalam kondisi pengasingan total.
Di halaman tengah Istana Es Dewa Fase 3, Frost yang tubuhnya dipenuhi luka bakar akibat Solar Flare musuh berbaring lesu di samping Kolam Pemurnian Mana Es. Napas naga kuno itu berat, mengeluarkan uap dingin yang membekukan lantai istana. Matanya yang vertikal terus mengawasi bagian tengah kolam.
Di dalam cairan mana biru pekat yang memancarkan uap membekukan itu, tubuh Elena von Silversnow melayang perlahan. Namun, dia tidak lagi terlihat seperti manusia biasa. Cairan kolam tersebut telah mengkristal di sekelilingnya, membentuk sebuah kepompong es transparan berdiameter tiga meter dengan rune kuno dewa es yang berputar lambat di permukaannya.
Di dalam kesadaran Elena yang gelap, layar virtual sistem terus berkedip dengan barisan teks emas yang beresonansi langsung dengan jiwanya.
[Sistem: Memulai Mode Hibernasi dan Rekonstruksi Tubuh Darurat.]
* [Mengonsumsi 1.200.000 Poin Sistem yang Diperoleh dari Pemusnahan Aliansi.]
* [Proses Pemulihan Inti Mana yang Retak: 45%... 60%... 85%...]
* [Membuka Kunci Fisik Es Dewa: Menuju 80%. (Efek: Menghapus seluruh kelemahan fisik manusia, mengonversi struktur tulang menjadi Sumsum Es Dewa).]
Rasa sakit yang luar biasa namun mati rasa melanda setiap jengkal kesadaran Elena. Proses pembongkaran dan pembangunan kembali tubuhnya oleh sistem terasa seperti jiwanya sedang ditempa di atas paron es purba. Namun, setiap kali rasa sakit itu memuncak, bayangan pengkhianatan Julian, tawa licik Alicia, dan jeritan pasukannya yang terbakar oleh api suci kembali terlintas, memperkuat tekadnya.
'Manusia mengira mereka bisa menghancurkanku dengan api dan cahaya mereka,' suara batin Elena bergema di dalam kepompong es, dipenuhi oleh kebencian yang telah mengkristal sempurna. 'Saat aku terbangun nanti... aku akan menjadi perwujutan dari kiamat itu sendiri.'
[Sistem: Sinkronisasi Energi Selesai.]
[Memulai Proses Terobosan Ranah Penyihir Agung.]
* [Membongkar Lingkaran 7 Emas Keperakan...]
* [Membentuk Lingkaran 8: Lingkaran Es Dewa Absolut.]
* [Estimasi Waktu Bangkit: 15 Hari.]
Di luar kolam, dua Golem Es Kuno bertubuh berlian hitam melangkah mendekat, berdiri tegap di kanan-kiri kolam seperti penjaga abadi. Tiga puluh Frost Specter dan sisa ksatria hantu melayang di udara, membentuk barikade perlindungan yang tidak akan bisa ditembus oleh siapa pun selama sang Ratu tidur.
Frost menutup matanya perlahan, mempercayakan pemulihan mereka pada keajaiban sistem. "Tidurlah, Elena. Ketika kau membuka matamu kembali, benua ini akan gemetar di bawah kakimu."