THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Bab 1

Bandara Internasional Soekarno-Hatta sore itu tampak padat seperti biasa. Riuh suara pengumuman penerbangan bercampur dengan derap langkah kaki ratusan orang yang baru saja mendarat. Di antara kerumunan itu, seorang laki-laki berjalan dengan langkah santai namun pasti.

Ia mengenakan jaket penyamaran hitam sederhana dan kacamata hitam yang membingkai wajah tegasnya. Garis wajahnya yang blasteran Arab Saudi, hidung mancung dengan rahang kokoh yang bersih, beberapa kali mencuri perhatian orang-orang yang berpapasan dengannya. Namun, tatapan matanya yang dingin membuat siapapun enggan untuk menatap terlalu lama karena takut.

Faas Abrari. Nama yang singkat, sesingkat jejak yang ia tinggalkan di Amerika. Setelah bertahun-tahun hidup di bawah radar sebagai agen rahasia Sektor 7, hari ini ia resmi menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya, Jakarta untuk selamanya,bukan untuk singgah ataupun misi kenegaraan,ia benar-benar menjadi warga sipil biasa.

Ia meraba saku jaketnya, mengeluarkan sebuah ponsel yang terenkripsi khusus. Di layarnya, sebuah pesan singkat dari nomor yang sudah sangat ia kenal muncul di grup Wa-nya.

Maudi\= "Gimana Jakarta? Panas? Selamat datang di kehidupan normal, Faas. Kalau butuh tempat singgah sebelum urusanmu selesai, pintu rumahku selalu terbuka."

Amer\= Aku akan kembali saat kau Akan menikah 😂.

Faas hanya menyunggingkan senyum tipis, hampir tak terlihat. Tiga tahun lalu, Maudi, rekan satu timnya di Sektor 7, memilih jalur ini lebih dulu. Menyerahkan lencana, pulang ke Jakarta, dan menikah. Faas dan Amer pun ikut kembali ke jakarta hanya sebentar untuk menemani Maudi menata kehidupan nya kembali, setelah memastikan Maudi yang mereka anggap sebagai adik, mereka memutuskan kembali ke Amerika karena masih harus menyelesaikan sebuah misi.

Kini, giliran Faas yang mencari ketenangannya sendiri. Atau lebih tepatnya, membangun wilayah barunya.

Faas memasukkan kembali ponselnya. Ia tidak langsung memesan taksi menuju rumah utama keluarga besar Husen Abrari , tempat di mana ia dan saudara kembarnya, Yolanda, pernah didepak secara halus sepuluh tahun lalu setelah lulus SMA. Baginya, tempat itu bukan lagi rumah.

Bagi Husen dan dunia luar, Faas adalah anak sulung yang gagal, si pendiam yang dianggap tidak punya masa depan di dunia bisnis properti, tidak seperti Gavin yang selalu diagung-agungkan semenjak kecil , Gavin mudah di didik untuk mengurus perusahaan. Mereka mengira Faas menggelandang atau sekadar menjadi buruh biasa di luar negeri atau hanya hidup berfoya-foya menghasilkan uang yang ayahnya kirim setiap bulannya.

Mereka tidak pernah tahu, di balik sifat pendiam yang mereka anggap sebagai kelemahan, Faas adalah sosok yang mematikan. Dan yang lebih penting, mereka tidak tahu bahwa sebuah perusahaan teknologi raksasa yang berbasis di Silicon Valley dan kini mulai merambah ke Jakarta, Apex Core, adalah miliknya yang ia bangun dengan keringat sendiri selama tujuh tahun terakhir. Identitasnya sebagai pemilik utama tertutup rapat di balik berlapis-lapis protokol keamanan Sektor 7. Hanya Maudi dan Amer yang tahu siapa Faas sebenarnya.

"Taksi, Pak?" tawar seorang pengemudi di area penjemputan.

Faas mengangguk pelan. "Ke daerah Sudirman," jawabnya dengan suara berat dan tenang.... Faas memilih untuk melihat perusahaannya sendiri dengan penyamaran yang pasti... Ia memakai kacamata serta rambut yang terlihat sedikit beruban, tak lupa kumisnya yang tebal, sangat kontras dengan wajah tampannya, kini Faas menjelma menjadi pria berumur 40 an.

Di dalam taksi yang mulai membelah kemacetan Jakarta, Faas menyandarkan kepalanya ke kursi. Pikirannya melayang pada Yolanda. Adik kembarnya itu untungnya memiliki ambisi yang kuat. Yolanda berhasil membuktikan dirinya, lulus sebagai dokter kandungan terbaik di Amerika, dan setahun lalu menikah dengan Kevin. Setidaknya, Yolanda tidak perlu menghadapi dinginnya tatapan meremehkan dari sang ayah sedari dulu.

Ponsel biasa milik Faas, bukan ponsel agennya tiba-tiba bergetar. Sebuah notifikasi berita bisnis lokal muncul di layar.

Gavin Ariszan Husen Abrari (26), Direktur Utama Baru Abrari Property Group, Targetkan Lonjakan Aset 200% di Kuartal Ini.

Faas menatap foto Gavin yang tersenyum arogan di artikel tersebut. Di bawahnya, ada juga foto adik perempuannya dari ibu yang berbeda, Jenita, yang tampak berpose mewah di sebuah kafe mahal.

Dunia mengira keluarga Abrari sedang berada di puncak kejayaan dengan anak-anaknya yang berkuasa. Mereka lupa, atau sengaja melupakan, bahwa ada seorang anak sulung yang sedang memperhatikan mereka dari balik bayang-bayang yang selama ini di sembunyikan. Husen mengatakan pada pihak umum kalau Faas mengurus perusahaan anak cabang yang berada di Amerika untuk menutupi rasa malunya bahwa kenyataannya Faas tidak bisa berbuat apa-apa.

Faas mematikan layar ponselnya. Matanya kembali menatap keluar jendela, menembus rintik hujan yang mulai membasahi Jakarta.

"Permainan baru saja dimulai, tapi mari kita mainkan dengan tempo yang lambat", batin Faas tenang.

Setelah Faas singgah sebentar di perusahaan nya, kini ia memutuskan untuk kembali ke rumah masa kecilnya, rumah di mana ia tidak di perdulikan sedari kecil, hanya ibunya serta Yolanda yang selalu memperhatikan dirinya meski Faas lebih banyak diamnya.

Mobil yang membawa Faas berhenti di depan sebuah gerbang besi tinggi menjulang di kawasan perumahan elite Jakarta. Rumah besar bergaya klasik modern itu masih sama seperti beberapa tahun lalu, megah di luar, namun terasa mencekik di dalam.

Faas turun sambil membawa satu koper kecil. Langkah kakinya terdengar konstan saat melewati halaman luas menuju pintu utama. Begitu melangkah masuk, keheningan rumah itu pecah oleh suara roda yang berputar di atas lantai marmer.

"Faas...?"

Suara itu lirih, bergetar menahan kerinduan. Faas langsung menoleh. Di ujung koridor, seorang wanita paruh baya dengan jilbab instan duduk di atas kursi roda. Diana. Ibunya. Wanita yang puluhan tahun harus kehilangan fungsi kakinya demi melahirkan Faas dan Yolanda ke dunia.

Faas yang biasanya dingin dan tak tersentuh, seketika melunakkan pandangannya. Ia melangkah cepat, lalu berlutut di hadapan kursi roda ibunya. Ia menggenggam kedua tangan Diana yang terasa kurus dan hangat.

"Assalamualaikum....Faas pulang, Ibu," ucap Faas lembut, sangat berbeda dengan suaranya yang biasa.

Air mata Diana luruh. Ia membelai wajah blasteran anak sulungnya dengan tangan gemetar. "Waalaikumsalam....Kamu kurus sekali, Nak... sepuluh tahun kamu di sana, Ibu selalu berdoa kamu baik-baik saja. Meski kamu sering pulang,tapi ibu selalu merindukan mu nak, Maafkan Ibu yang tidak bisa melindungimu dari keputusan ayahmu, ku mohon, jangan pergi lagi nak, saudara mu pulang hanya sebentar lalu memutuskan untuk menikah dan sekarang sudah hidup bahagia bersama suaminya, ."

"Faas baik-baik saja, Bu. Sangat baik," bisik Faas, menenangkan. Lalu mengangguk " mulai sekarang, Faas akan tetap di sini, Faas tidak akan pergi jauh lagi" .

Di rumah ini, hanya Diana yang tulus menyayanginya. Yolanda, adik kembarnya, kini sudah tinggal terpisah bersama Kevin setelah pernikahan mereka setahun lalu, mencoba membangun hidupnya sendiri yang ambisius sebagai dokter.

"Oh, si anak hilang ternyata tahu jalan pulang lagi, apa sudah bosan menjadi gelandangan di sana."

Sebuah suara bernada sarkastik memotong momen hangat itu. Jihan, istri kedua Husen, berjalan anggun menuruni tangga melingkar. Di belakangnya, menyusul Jenita yang sibuk memainkan ponsel mahal di tangannya.

"Aku kira kamu sudah betah jadi buruh cuci piring di Amerika, Faas," sindir Jihan dengan senyum meremehkan, lalu menghampiri Diana dengan gestur seolah peduli. "Mbak Diana, jangan terlalu lelah. Nanti tensinya naik lagi cuma karena menyambut anak yang... ya, kamu tahu sendiri."

Faas tidak membalas. Ia berdiri tegak, wajahnya kembali datar tanpa ekspresi, seolah sindiran Jihan hanyalah angin lalu. Karakter diamnya inilah yang sejak dulu membuat keluarganya menganggapnya lemah dan tidak punya taring.

Terpopuler

Comments

suti markonah

suti markonah

masih nyimak thor..berarti faas saudara kembarnya yolanda thor??..trs punya saudara lg bernama gavin dan jenita ya klo tidak salah

2026-06-12

2

Ara putri

Ara putri

nyimak tor. Jika berkenan mampir juga keceritaku ya. TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!

2026-06-12

2

Nie

Nie

Owalahhhh...Faas sodara kembarnya Yolanda tooohhh,duh Husein tega banget sih...udh mah poligami eh istri²nya tinggal satu atap 🤦‍♀️

2026-06-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 Bab 32
33 bab 33
34 Bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 Bab 38
39 bab 39
40 Bab 40
41 Ban 41
42 Bab 42
43 bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 bab 86
87 Bab 87
88 bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 bab 107
108 bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 bab 115
116 bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 bab 123
124 Bab 124
125 bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127....
128 bab 128
129 bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 bab 133
134 bab 134
135 bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 TAMAT
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
Bab 32
33
bab 33
34
Bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
Bab 38
39
bab 39
40
Bab 40
41
Ban 41
42
Bab 42
43
bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
bab 86
87
Bab 87
88
bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
bab 107
108
bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
bab 115
116
bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
bab 123
124
Bab 124
125
bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127....
128
bab 128
129
bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
bab 133
134
bab 134
135
bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!