NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Selesai ketegangan yang mencekam di pinggir jalan raya itu, Juna akhirnya mengajak Kayla pulang. Sepanjang perjalanan di atas motor sport hitam, suasana terasa begitu hening. Angin malam berembus dingin membelah jalanan kota yang mulai sepi, namun pikiran keduanya jauh lebih kalut. Kayla yang biasanya tidak bisa diam dan selalu punya bahan untuk mengomel, kali ini memilih untuk mengunci mulutnya rapat-rapat. Dia tahu, situasi Juna saat ini sedang tidak baik-baik saja dan cowok itu butuh ketenangan.

Begitu mereka tiba di area parkir kosan Bu Arin, Juna mematikan mesin motornya. Suasana mendadak senyap, hanya menyisakan suara sisa knalpot yang mendingin. Sebelum turun dari motor, cowok SMA itu membalikkan badannya sedikit, menatap Kayla yang masih duduk di jok belakang.

"Kay, gue minta maaf ya gara-gara kejadian tadi," ucap Juna. Suaranya terdengar sangat tulus, jauh dari nada tengil yang biasa dia pakai.

Kayla yang baru saja turun dari motor langsung mengibaskan kedua tangannya di udara, berusaha mencairkan atmosfer yang terasa kaku. "Aduh, santai aja kali, Jun! Lagian telinga gue udah kebal kok kalau cuma dengar orang teriak-teriak begitu. Lu belum tahu aja kalau Bu Arin lagi nagih uang kosan sambil bawa panci ronteng, beuh, suaranya lebih mirip audisi rock metal tahu nggak!"

Mendengar celetukan asal Kayla, sudut bibir Juna akhirnya sedikit terangkat. Beban di bahunya seolah berkurang satu persen karena kelakuan cewek di depannya ini.

Namun, rasa penasaran di dalam dada Kayla tidak bisa ditahan lagi. Ia menatap pipi kiri Juna yang masih menyisakan bekas kemerahan tipis. "Tapi... lo beneran nggak apa-apa, kan? Pipi lo nggak geser, kan?" Kayla meringis kecil, lalu melanjutkan dengan agak ragu. "Maaf ya kalau gue lancang, Jun... tapi lo sebenarnya ada masalah apa sih sama bokap lo? Kok sampai segitunya banget."

Juna mendadak terdiam. Senyum tipisnya lenyap dalam sekejap. Sorot matanya kembali meredup, seolah langsung mengunci rapat-rapat rahasia yang tidak ingin ia bagi dengan siapa pun.

Melihat reaksi Juna yang mendadak menutup diri dan mematung, Kayla langsung merutuki mulutnya sendiri. Dia merasa bersalah karena telah bertanya di waktu yang sangat tidak tepat. Suasana di antara mereka seketika berubah menjadi sangat kikuk.

"Eh... maaf, maaf! Gue nggak bermaksud kepo kok, sumpah!" ucap Kayla panik sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Yaudah, kalau gitu... gue balik ke kamar duluan ya. Lo... jangan lupa langsung tidur, bersihin badan dulu!"

Tanpa menunggu jawaban dari Juna, Kayla langsung memutar tubuhnya dan melesat masuk ke koridor kamarnya sendiri, meninggalkan Juna yang masih berdiri diam di samping motor hitamnya.

Keesokan harinya, matahari hari Minggu sudah bersinar terang menembus celah-celah gorden. Di dalam kamarnya yang berukuran minimalis, Kayla baru saja selesai sarapan. Ia sedang duduk santai di atas kasurnya, bersandar pada dinding sambil menonton episode pertama drama korea yang baru saja rilis bulan ini di laptopnya.

Namun, fokusnya berkali-kali pecah. Pikirannya sama sekali tidak sinkron dengan jalan cerita di layar laptop. Bayangan wajah dingin Juna dan tamparan keras semalam terus berputar-putar di kepalanya. Rasa khawatir yang sejak semalam ia tepis, kini malah merayap makin kuat di dadanya.

"Ih, kenapa gue jadi mikirin si bocil SMA itu terus sih?! Mengganggu kedamaian hari Minggu gue aja!" gerutu Kayla kesal pada diri sendiri, meskipun tangannya bergerak menutup laptop.

Karena rasa khawatirnya menang telak, Kayla akhirnya menyerah. Ia beranjak berdiri, mengambil dua bungkus roti sobek rasa cokelat, sekotak susu putih instan, dan satu bungkus sereal miliknya yang masih utuh. Ia memasukkan semua itu ke dalam kantong plastik kecil, lalu memantapkan niatnya untuk melangkah keluar kamar.

Tantangan pertamanya pun dimulai. Kayla harus berjalan pelan-pelan menyusuri koridor area kos cowok yang terletak di lantai atas. Jalannya sudah mirip agen rahasia yang sedang menjalankan misi berbahaya; badannya membungkuk sedikit dan matanya waspada melirik ke kanan dan ke kiri. Soalnya, kalau sampai ketahuan Bu Arin ada anak gadis berkeliaran di kos cowok pagi-pagi begini, mampuslah dia! Bisa-bisa dia disidang dan dicoret dari kartu warga kosan hari itu juga.

Setelah berhasil melewati tangga dan tikungan koridor dengan selamat, Kayla akhirnya sampai di depan kamar Juna yang berada di pojok ujung.

Tok... Tok... Tok...

Kayla mengetuk pelan dengan ujung jarinya. "Jun? Juna? Ini gue, Kayla," panggilnya setengah berbisik di depan celah pintu.

Hening. Tidak ada sahutan atau suara langkah kaki dari dalam.

Kayla mengembuskan napas panjang, lalu mengetuk lagi dengan kekuatan normal. Tok! Tok! Tok!

"Jun! Bocil! Bangun lo! Udah siang, dicariin Ibu kos nih mau ditagih duit sampah!"

Tetap tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Rasa kesal Kayla mulai naik ke ubun-ubun. Pegal di kakinya karena mengendap-endap tadi membuat kesabarannya habis. Tangannya yang bebas langsung menggedor pintu kayu itu dengan bar-bar, membuat suaranya menggema keras di sepanjang lorong koridor. DUBRAK! DUBRAK! DUBRAK!

"WOI JUNA! BANGUN LO ANAK SMA! LO PINGSAN APA LAGI MATI SURI DI DALEM?! INI GUE BAWAIN MAKANAN, KALAU KAGAK GUA DOBRAK NI—"

Karena terlanjur emosi, Kayla refleks memutar gagang pintu kamar tersebut dengan sentakan kasar.

KLIK.

Pintunya bergerak terbuka. Ternyata tidak dikunci sama sekali!

Kayla mengerjapkan matanya, menatap gagang pintu di tangannya dengan ekspresi bodoh. "Lah... ngga dikunci? Tahu gitu dari tadi gue langsung masuk aja, nggak usah pakai acara konser gedor pintu bikin tenggorokan kering!" gumamnya kesal.

Dengan gerakan perlahan dan hati-hati, Kayla mendorong pintu itu lalu melangkah masuk ke dalam. Namun, begitu kedua kakinya menginjak bagian dalam kamar, Kayla langsung melongo sempurna. Matanya berputar menatap sekeliling ruangan dengan rasa tidak percaya.

Kamarnya luas sekali! Bahkan mungkin dua kali lipat lebih besar dari ukuran kamar tidurnya yang sempit di lantai bawah. Lantainya menggunakan parket kayu yang rapi dan bersih. Di sudut ruangan, terdapat sebuah televisi layar datar berukuran besar yang terpasang rapi di dinding, lengkap dengan peralatan bermain gim yang kelihatan sangat mahal.

"Astaga... ini mah bukan kamar kosan biasa, ini mah apartemen mini! Curang banget, fasilitas kamar gue mah nggak ada seujung kukunya ini," bisik Kayla takjub, mendadak merasakan kesenjangan sosial yang sangat nyata.

Puas mengagumi kemewahan kamar itu, pandangan Kayla akhirnya jatuh pada sebuah ranjang besar di tengah ruangan. Di atas kasur itu, sosok Juna tampak sedang berbaring telentang. Selimut tebal membungkus tubuhnya sampai ke batas dada, dan posisinya sama sekali tidak berubah sejak Kayla membuat keributan di depan pintu tadi.

Kayla mengernyitkan dahi, melangkah mendekati ranjang. "Jun? Lo beneran masih tidur jam segini? Telinga lo budek ya gue gedor-gedor?"

Tidak ada sahutan. Kayla berdiri tepat di samping ranjang, lalu menundukkan kepalanya untuk memastikan keadaan Juna. Detik itu juga, Kayla terkesit kaget.

Kedua mata Juna terpejam sangat rapat. Wajah cowok itu tampak sangat pucat, namun kedua pipinya memancarkan rona kemerahan yang tidak wajar.

Kayla memberanikan diri mengulurkan tangannya, lalu menempelkan punggung tangannya pada dahi Juna.

"Ya ampun, Jun! Badan lo panas banget!" pekik Kayla spontan saat merasakan suhu tubuh Juna yang sangat tinggi. Dahinya seperti ketempelan handuk yang baru direbus.

Melihat kondisi Juna yang mengenaskan begitu, rasa kesal Kayla langsung menguap, digantikan oleh rasa iba. Ia meletakkan kantong plastik bawaannya di atas meja kecil di dekat ranjang, lalu bergegas mencari fasilitas dapur mini atau dispenser yang ada di dalam kamar mewah Juna. Beruntung, tebakan Kayla benar, kamar sekelas ini tentu punya teko listrik pemanas air sendiri di sudut ruangan.

Kayla langsung bergerak cepat namun tetap berusaha tidak menimbulkan suara bising. Ia mengisi teko listrik itu dengan air bersih, lalu menekankan tombol untuk memasaknya. Sembari menunggu airnya mendidih, Kayla membuka bungkusan sereal dan roti sobek yang dibawanya tadi. Ia menata roti itu di atas piring kecil yang ia temukan di rak, lalu menuangkan bubuk sereal ke dalam mangkuk yang sudah tersedia di sana.

KLIK.

Suara teko listrik menandakan air sudah matang sempurna. Kayla dengan hati-hati menuangkan air panas itu ke dalam gelas berisi susu bubuk putih, lalu mengaduknya perlahan menggunakan sendok hingga aromanya yang manis dan hangat menguar memenuhi ruangan. Setelah siap, ia membawa nampan berisi susu panas, sereal, dan roti itu ke dekat ranjang Juna, bersiap untuk membangunkan cowok itu agar mengisi perutnya yang pasti kosong.

"K-kayla?"

Gadis itu terkesiap, terkejut melihat Juna yang kini sudah bangun dari tidurnya dan kini sedang menyandarkan punggung pada dinding.

"Lo ngapain di kamar gua?" tanya Juna heran.

"Dugem!" jawab Kayla asal.

Juna hendak berdiri dari posisinya, namun tiba-tiba kepalanya berdenyut kencang. Ia merasa pandangannya mulai memudar.

"EH JUNA?!"

1
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!