Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
다섯 번째 장
"Ayah....suamiku...." teriak ibu dan anak itu. Mereka terkejut dengan apa yang dilakukan Tuan Ye.
"Diam..... bawa ibu dan adik mu kembali ke kediaman kita, ayah harus kembali membereskan toko sebentar. Jangan biarkan mereka berdua pergi keluar dari kediaman kita" ucap tegas Tuan Ye. putra pertama nya pun mengangguk, mana berani dia melawan ucapan ayahnya. ayahnya yang sedang emosi seperti itu. dia pun sebenarnya malu dengan apa yang dilakukan oleh adiknya itu. tapi semua sudah dilakukan oleh ayahnya, dia juga sebenarnya sudah mewanti-wanti kepada adik dan ibunya agar tidak membuat malu keluarga mereka di hadapan keluarga utama Permaisuri Ming.
"Dan kalian... kalau sampai keluar, aku pastikan kalian keluar selamanya dari kediamanku... dan tanpa membawa apa pun" ucap dingin Tuan Ye.
GLEK
Ibu dan anak itu menelan saliva mereka, bukan kah mereka akan menjadi gembel bila keluar dari kediaman Ye.
"Apa kenapa sampai seperti itu? Aku hanya berusaha untuk mengambil hati Kaisar Ming, harusnya Ayah mendukung keinginanku? bukan malah marah seperti ini" ucap kesal Nona Ye. nyonya Ye pun mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh putrinya itu, tuan Ye menatap tajam ke arah putrinya.
PLAK
"Apa kau gila? apa disaat berduka ini, kau berpikiran untuk menggoda suami dari saudaramu? di mana otakmu sebenarnya ha.... ya dewa aku tidak tahu Kau mengambil sifat dari siapa sebenarnya, Aku sampai berpikir? kau itu sebenarnya putriku atau bukan?" ucap marah Tuan Ye.
DEG
Jantung nyonya Ye berdetak kencang saat mendengar ucapan suami nya.
"Apa maksud mu? tentu saja dia Putrimu... kenapa kau berbicara seperti itu suamiku? Apa kau pikir kalau aku ini mengkhianatimu? Mana mungkin aku sampai tega menghianati rumah tangga kita yang sudah berpuluh tahun ini" ucap gugup Nyonya Ye. tuan Ye tersenyum remeh, dia menatap wajah istri nya dengan tatapan remeh.
"Oya? bagaimana dengan sembilan belas tahun lalu? kau tidak melupakan itu bukan? Jangan pernah membahas kesetiaan tentang pernikahan di hadapanku" ucap Tuan Ye. dan langsung pergi dari hadapan istri dan ketiga anaknya itu, sedangkan kedua putranya saling tetap seolah ingin mengetahui apa yang terjadi dengan sembilan belas tahun yang lalu.
Nyonya Ye gugup saat kedua putranya menatap penuh selidik arahnya, dan dia pun langsung buru-buru menyuruh kusir untuk membawa dia kembali ke kediaman keluarga Ye.
"Apa maksud ayah kakak? apa yang terjadi di saat sembilan belas tahun yang lalu?" tanya putra kedua tuan Ye. sedangkan putra pertama hanya bisa mengangkat kedua bahunya, dia juga sebenarnya penasaran Apa maksud ucapan dari ayahnya karena selama ini Ayahnya selalu diam tanpa berbicara apapun.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ibu? kenapa Aku baru merasa kalau ayah sudah tak seperti dulu? bahkan Ayah memilih tidur di ruang kerjanya daripada di kamar utama, seperti nya aku harus mencari tahu apa yang terjadi kepada kedua orang tuaku?" gumam hati putra pertama tuan Ye. dan dia pun langsung mengajak adiknya untuk kembali ke kediamannya,
...----------------...
Sedangkan Kaisar Ming. dia tidak mengetahui kejadian itu, dia lebih memilih untuk kembali ke kediamannya. dan bertemu dengan Putri tercintanya itu, saat dia masuk kedalam kamar pribadi nya. Kaisar Ming tersenyum melihat putrinya yang sedang memainkan tangan nya.
"Putri ayah sudah cantik... aduh sayang jangan masukkan tangan mu ke mulut, itu jorok" ucap Kaisar Ming. sambil memegang tangan putrinya agar tidak memasukkan tangannya kembali ke dalam mulut.
Kaisar Ming mengendong putrinya dengan lembut,Mei Hui Ming yang melihat senyum ayah nya pun langsung terpesona.
"Hei... Jangan senyum, aku ini putrimu, kalau aku naksir bagaimana? bahaya naksir bapak sendiri itu tau..." ucap Mei Hui Ming. Kaisar Ming yang melihat putri seperti sedang ngambek pun langsung menimang-nimang dengan lembut.
"Pasti Hui'er rindu ayah ya? maaf ya sayang... tadi ayah baru selesai me kremasi ibu dulu, jadi ayah lama kembalinya" ucap Kaisar Ming. Mei Hui Ming yang mendengar itu pun langsung mengangguk, mata Kaisar Ming membulat lebar saat melihat putri mengangguk seperti itu.
"Hui'er mengerti ucapan Ayah?" tanya Kaisar Ming. Mei Hui Ming pun mengangguk lagi, mata Kaisar Ming semakin membulat sempurna.
"Hui'er... kalau Kamu mengerti ucapan ayah tolong kedip kan mata mu ya" ucapnya lagi. dia masih penasaran, Apa benar putri bisa benar-benar mengerti ucapan dirinya. Mei Hui Ming pun pun mengedipkan sebelah matanya, Kaisar Ming berteriak.
"Oh.... sayang kau bukan bayi jadi-jadian kan?" teriak Kaisar Ming. Mei Hui Ming, yang mendengar ucapan itu pun langsung cemberut. Kaisar Ming melihat wajah Putri nya yang cemberut pun, langsung tergelak lebar.
"Hahaha.... maafkan ayah ya sayang, Ayah hanya terkejut saat melihat putri ayah yang cantik ini, bisa berinteraksi langsung seperti ini. iya iya... Hui'er putri ayah satu-satunya. Jangan ngambek lagi ya" ucap Kaisar Ming. sambil tersenyum miring, dia melihat wajah Putri nya ini seperti sang istri bila sedang ngambek pada nya.
Kaisar Ming pun menimang-nimang Mei Hui Ming di depan taman kamarnya, banyak prajurit yang melihat Kaisar Ming begitu lembut. mereka tahu Kaisar Ming itu akan lembut pada Permaisuri dan keenam pangeran, dan sekarang ditambah putri mahkota mereka.
...----------------...
Chyen Ming yang melihat itu pun membalikkan tubuhnya, niat nya dia ingin melihat adik perempuan kesayangan nya. tapi dia tidak tahu bila ayahnya sudah lebih dulu menemani mei mei nya, Chyen Ming tanpa berniat untuk menemui ayahnya pun langsung berbalik. tapi sayang Kaisar Ming melihat kehadiran putra pertama nya.
"Chyen'er...... kenapa kau kembali lagi nak? apa kau tak ingin menyapa adik perempuan mu? dia terlihat merindukan para Gege nya" ucap Kaisar Ming. Chyen Ming mendengar ucapan sang ayah pun berdiam sejenak, dia pun berbalik melihat ayah nya yang tersenyum lembut.
"Lihat Mei mei mu menatap mu Chyen'er.... mungkin dia ingin digendong oleh Gegenya" ucap Kaisar Ming.Chyen Ming mengepalkan tangannya, dia pun melangkah mendekati ayah dan adiknya.
"Aku hanya ingin melihat mei mei ku... kalau ayah sudah disini lebih baik aku kembali kekediaman ku, biar mei mei bisa istirahat" ucap Chyen Ming. dia dengan gengsinya yang setinggi langit itu, memberikan jarak dua meter dari sang ayah. Kaisar Ming tersenyum kecut, putranya ini memiliki sifat dan sikap yang sama dengan nya. bila sudah kena cubit sedikit pasti akan sulit untuk membuat dia lembut lagi, tapi Kaisar Ming memiliki putri cantik nya. dia Mei Hui Ming yang menjadi jalan ninja nya.
Kaisar Ming pun memberikan Mei Hui Ming kepada putranya "Ayah titip mei mei mu dulu... ayah harus melihat kerjaan dulu, kalau kau tidak keberatan tolong bantu ayah sebentar untuk mengasuh mei mei mu ya" ucap Kaisar Ming. Chyen Ming hanya bisa mengangguk pasrah, dia pun menunduk melihat Mei Hui Ming dengan penuh kasih sayang. Mei Hui Ming yang di tatap lembut Gegenya pun tersemu merah.
"Jangan menatapku seperti itu... aku terpesona hei...." ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming tersenyum saat melihat wajah adiknya yang tersemu lucu.
"Mei mei nya Gege dingin ya? lihat pipi mu yang bulat seperti bakpao ini memerah" ucap Chyen Ming. Kaisar Ming yang ditinggalkan oleh putra pertama nya pun hanya bisa melongo.
"Eh.... Aku ini Kaisar Ming loh ya? di tinggalkan begitu saja?" gumam Kaisar Ming. dia melihat sekeliling, para prajurit menunduk dan melipatkan bibir mereka.
"Aduh.... kasihan sekali seorang Kaisar Ming, di Campakkan oleh putra dan putri nya, hahahaha.... kau baik-baik saja?" tanya seorang lelaki tampan yang baru saja tiba.
Kaisar Ming menyipitkan matanya dan menatap tajam kearah lelaki yang meledek nya itu.
"Kenapa kau disini?" tanya kesal Kaisar Ming.
"Eh.... sambutan macam apa itu?
BERSAMBUNG.......
dan tu tasyih phote untut mu 😁