NovelToon NovelToon
Ascending The Goddess Peak

Ascending The Goddess Peak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: nona cacha

[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]

----------

Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.

Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...

----------

[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma #01

Udara di puncak gunung menderu cukup kencang, menciptakan pusaran angin yang menerpa lembut kulit wajah Lingxi yang seputih salju. Surai putihnya yang panjang bak jalinan sutra dari Kota Baili berayun-ayun indah, helai demi helai menari di udara seolah-olah alam sendiri sedang merayakan momen hening yang tercipta di antara dua insan tersebut.

Shen Zhengtian berdiri mematung, sejenak kehilangan kata-kata. Matanya terkunci pada sepasang bola mata berlian milik Lingxi yang berkilau indah di bawah bias cahaya senja. Paras putri tunggal Patriark Sekte Naga Giok itu benar-benar menawan, mengingatkan Shen Zhengtian pada legenda Dewi Pencakar Bulan Keabadian dari Abad Kekosongan.

Dengan postur tubuh proporsional dan lengkukan tubuh yang elegan—pesona Lingxi semakin tersebar luas. Ditambah dengan hanfu yang dikenakan oleh Lingxi mendominasi warna azure yang menenangkan, dipadukan dengan aksen sakura pink dan putih salju. Gradasi pada roknya memberikan efek kedalaman seolah-olah terbuat dari kristal cair.

Ukiran manusia ciptaan Dewa Pencipta tak pernah gagal. Apa yang diciptakan selalu sempurna tanpa kecacatan, gumamnya dengan tatapan melunak ke arah Lingxi yang tampak tengah menyisihkan helai surai putihnya ke punggung telinga dengan telaten.

Namun, di tengah tatapan penuh pesona itu, suasana tiba-tiba berubah dingin. Lingxi tidak lagi terhanyut dalam suasana. Pupil matanya yang berwarna biru berlian itu sedikit mengecil, berubah menjadi tatapan waspada. Lingxi memutar sedikit kepalanya, mengabaikan tatapan Shen Zhengtian. Sorot matanya menghujam lurus ke arah semak belukar lebat yang berjarak sepuluh meter dari posisi mereka berdiri. Ada hawa membunuh yang disembunyikan dengan sangat rapi, namun terasa amis dan menyesakkan.

Shen Zhengtian, yang awalnya terpesona, mulai merasakan perubahan suhu spiritual di sekitar mereka. Ia menyadari raut wajah Lingxi yang mendadak kaku dan tangannya yang mulai membentuk posisi segel secara samar di balik lengan baju hanfunya.

"Nona Yu? Ada apa? Anda terlihat seperti baru saja melihat hantu." Alis Shen Zhengtian terangkat satu.

Lingxi tidak segera menjawab. Ia terus memaku, pandangannya selalu mengarah ke semak-semak itu. "Jangan bergerak terlalu mencolok, Zhengtian. Fokuskan indramu ke rimbunnya semak belukar itu." Lingxi berbisik tanpa menoleh.

Shen Zhengtian perlahan memutar tubuhnya, mengikuti arah pandang Lingxi. Ia menyipitkan mata, mencoba menembus kegelapan di balik semak belukar.

Tangan Shen Zhengtian mulai bergeser ke arah hulu pedangnya. "Apa yang Anda lihat?" tanyanya cemas. Apakah sisa-sisa dari pasukan Kera Kemelut Guntur?"

"Bukan ... ini lebih buruk." Lingxi menyahuti dengan nada penuh kewaspadaan.

Dedaunan di semak belukar tersebut tiba-tiba berhenti bergoyang meskipun angin bertiup kencang—sebuah tanda bahwa ada entitas yang sedang menahan gerakan di sana. Lingxi merendahkan kuda-kudanya sedikit, membuat hanfu azure nya yang indah mengembang di atas rumput.

"Tetap di belakang saya, Nona Yu. Biar saya yang memancingnya keluar." Shen Zhengtian bersiap-siap menggenggam pedal pedangnya dengan mantap.

"Jangan konyol. Dengan level kultivasiku yang sekarang, aku bisa melindungi diriku sendiri!" Lingxi menjawab tegas.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

Di tengah desau angin yang semakin liar, Lingxi mengambil satu langkah maju dengan keanggunan. Ia memejamkan matanya sejenak, menarik napas dalam untuk memfokuskan aliran Qi di Dantiannya. Saat matanya terbuka, kilatan biru berliannya tampak lebih intens.

Lingxi merentangkan telapak tangannya ke samping. Dari pusat nadinya, cahaya kebiruan langit yang murni mulai berpendar, menyelimuti jemarinya seperti kunang-kunang. Energi itu bergetar hebat, siap diledakkan kapan saja sebagai jebakan untuk memberi delay siapa pun yang bersembunyi di balik semak. Dan dugaan Lingxi terbukti dalam sekejap mata.

Syuut—WUUZ!

Sebuah kunai hitam legam melesat dari balik semak belukar dengan kecepatan yang membelah udara. Senjata itu diselimuti aura gelap yang membuatnya nyaris tak terlihat di bawah bayangan sore. Kecepatannya tidak dapat diprediksi—terlalu cepat untuk dihindari oleh kultivator dengan ranah Jiwa Baru Tahap Prima Level 6 seperti dirinya.

Namun, sebelum kunai itu menyentuh sehelai pun rambut putihnya, sebuah kekuatan besar menariknya. Shen Zhengtian bergerak lebih cepat dari penglihatan. Dalam satu gerakan, ia melangkah maju dan melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping Lingxi. Tarikan yang kuat menarik tubuh mungil gadis itu hingga merapat sempurna ke dadanya yang bidang.

STABB!!

Kunai itu menancap dalam di batang pohon jeruk tepat di posisi kepala Lingxi berada sedetik yang lalu.

Waktu seolah melambat bagi Lingxi. Di dalam dekapan Shen Zhengtian, ia bisa merasakan detak jantung pemuda itu. Aroma pinus dan dinginnya logam dari hanfu Shen Zhengtian menyeruak masuk ke indranya. Refleks ini benar-benar menghancurkan pertahanan mental Lingxi.

Pipi putihnya yang semula seputih salju, kini berubah warna menjadi merah merona, semerah kepiting rebus yang siap disajikan. Panas menjalar dari leher hingga ke telinganya, ia merasakan seluruh tubuhnya akan terbakar karena kedekatan yang begitu intim ini.

Terkejut dan malu yang bercampur aduk membuat Lingxi segera tersentak sadar. Dengan sedikit gugup, ia mendorong dada Shen Zhengtian agar tercipta jarak, meskipun tangannya sedikit gemetar.

"A-aku bisa mengatasinya sendiri, tahu! Tapi ... t-terima kasih atas bantuannya," suaranya agak meninggi karena malu, lalu memutar balik tubuhnya dengan cepat.

Ia segera memunggungi Shen Zhengtian agar pemuda itu tidak melihat wajahnya yang masih terbakar. Lingxi menghentakkan kakinya sedikit, mencoba membuang rasa canggung, lalu kembali memfokuskan energi kebiruan di tangannya ke arah sumber serangan.

Shen Zhengtian terkekeh geli melihat betapa tersipu-nya gadis di depannya ini. Pelan-pelan ia mendekatkan wajahnya ke belakang telinga Lingxi, lalu berbisik, "simpan rasa malumu untuk nanti. Lawan ki—"

Lingxi menggertakkan gigi, ia kembali ke posisi tempur yang sempurna. "Diam kau! Fokus saja pada musuhnya, atau aku akan meledakkanmu juga bersama mereka!" tukas Lingxi sembari menyoroti tajam ke bola mata rubi milik Shen Zhengtian.

Cepat-cepat ia memasang posisi tempur. Dengan suara lantang, ia langsung berlari bagai kilat lalu merapalkan teknik, "Teknik Ketiga, Teleportasi Void diaktifkan!"

Blink! Blink! Blink!

Dalam sekejap, tubuh Lingxi menjadi bayangan yang tidak menentu. Ia muncul di sisi kanan, menghilang dalam kedipan mata, lalu muncul kembali di sisi kiri dengan jarak beberapa meter lebih dekat ke arah semak. Pergerakan ini menciptakan ilusi optik yang mustahil diikuti oleh mata biasa—bermaksud untuk menguras fokus sosok misterius tersebut.

Tepat saat ia berada di titik buta semak belukar, Lingxi muncul dengan posisi menukik. Ia berhasil menciduk sosok itu. Penguntit itu adalah seorang pria dengan setelan ketat berwarna hitam pekat yang menyerap cahaya. Wajahnya tertutup topeng wanita dengan make-up tebal. Hanya menyisakan kuncir kuda yang mencuat di belakang kepalanya.

Lingxi memasang seringai tajam. "Ketemu kau, Tikus Lembah!" Lingxi berseru puas.

Tanpa memberikan ruang napas, Lingxi langsung meledakkan energi kebiruannya. Lalu merapalkan teknik lainnya dengan lantang, "Teknik Kedua, Delapan Belas Pukulan Penghancur Rembulan!"

Pertama, dua pukulan pembuka. Ia menghantamkan tinjunya ke arah ulu hati dan tulang rusuk lawan untuk memecah pertahanan awal. Kedua, di sela pukulan, ia menjentikkan jari tengahnya ke arah pangkal tenggorokan lawan, melepaskan jarum Qi kecil yang mematikan. Ketiga, Lingxi memutar tubuhnya 360 derajat, memberi tendangan tumit ke arah pelipis topeng lawan. Keempat, ia menghujani bahu dan persendian lengan lawan dengan sikutan bertubi-tubi, bermaksud melumpuhkan tangan yang memegang senjata. Kelima, memasuki hitungan ke-delapan belas, Lingxi memusatkan seluruh sisa energinya pada tinju kanan dan siap meluncurkan aksinya.

"Hancurlah menjadi abu!" Tepat saat tinju Lingxi hampir menghancurkan topeng berbentuk wanita, tubuh sosok berbaju hitam itu tiba-tiba mengabur, seperti tinta yang larut dalam air. Ia menghilang tepat sebelum kontak fisik terjadi.

BRUKKKK!!!

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

Tinju Lingxi yang kehilangan target menghantam tanah dengan kekuatan penuh. Ledakan energi kebiruan meledak ke segala arah. Saat debu mulai menipis, terlihat sebuah retakan raksasa yang menganga di permukaan tanah, berbentuk seperti kawah kecil dengan diameter dua meter. Retakan itu menjalar seperti jaring laba-laba, menghancurkan bebatuan di sekitarnya hingga menjadi bubuk.

Lingxi tersengal-sengal, menatap tanah yang hancur dengan gusar. "Sial! Teknik pelarian macam apa itu? Dia menghilang begitu saja di bawah pengawasanku!"

Shen Zhengtian berlari tergesa-gesa mendekati Lingxi dengan pedang terhunus. Sepasang matanya menyapu sekeliling. "Jangan lengah, Nona Yu. Dia tidak lari jauh dari sini."

"Aku tau itu," ketus Lingxi ikut memandang awas ke sekitar.

Keheningan pasca ledakan serangan Lingxi tidak bertahan lama. Di tengah kabut debu yang mulai memudar, sebuah bayangan melesat naik dengan ringan. Pria misterius itu muncul kembali, berdiri tegap di atas dahan tertinggi sebuah pohon pinus kuno yang menjulang setinggi dua puluh meter dari permukaan tanah.

Dari ketinggian tersebut, ia bersedekap dada dengan angkuh—memandang rendah ke arah Lingxi dan Shen Zhengtian. Meski wajahnya tertutup topeng, sorot matanya yang keji memancar kuat, memberikan tekanan mental yang menusuk tulang.

Shen Zhengtian adalah yang pertama bereaksi. Ia menghunuskan pedangnya. Ujung bilah logam yang berkilau itu menodong tepat ke arah pria di atas pohon. "Turun dari sana. Katakan, apa tujuanmu mengintai kami, atau aku sendiri yang akan merubuhkan pohon itu bersama nyawamu!"

Pria misterius itu terkekeh rendah, suara yang keluar dari balik topeng besi itu terdengar serak. "Tujuanku? Sederhana. Aku menginginkan gadis di sampingmu itu ..."

Mendengar namanya disebut dengan nada penuh nafsu membunuh, Lingxi melangkah maju melewati Shen Zhengtian. Ia mendongak, menatap musuh di ketinggian itu dengan berani. "Siapa kau?! Siapa yang mengirimmu untuk mencariku?!" Lingxi bersuara lantang.

Tanpa menjawab secara lisan, pria itu merogoh kantung celananya. Dengan jentikan pergelangan tangan yang kuat, ia melemparkan sebuah benda kecil ke bawah.

TINGGG!

Sebuah plat besi hitam mendarat dan menancap di tanah, tepat di depan kaki Lingxi. Di atas plat tersebut, terukir sebuah simbol sekte kuno—Tanduk Petir yang Melilit Tengkorak.

"Simpan itu sebagai peringatan, Gadis Kecil. Untuk saat ini, kepalamu masih diizinkan berada di atas bahumu," suaranya menggema hingga sedikit menggetarkan pepohonan pinus.

"Tapi ingat kata-kataku ..." Ia menarik napas panjang, dan aura di sekitarnya mendadak menjadi sangat dingin. "Pada pertemuan kita selanjutnya, aku tidak akan lagi mengenal belas kasih."

Dalam satu tarikan napas, sebelum Shen Zhengtian sempat meluncurkan serangan jarak jauh, tubuh pria menghilang seketika dari pandangan, meninggalkan dahan pohon yang bergoyang pelan.

Lingxi memungut plat besi dingin itu, jemarinya mengusap ukiran tanduk petir dengan perasaan berkecamuk. Shen Zhengtian menurunkan pedangnya, namun matanya tetap waspada menatap langit-langit hutan yang kini terasa jauh lebih mengancam.

"Simbol Tanduk Petir ... Nona Yu, simbol in—" Belum sempat melanjutkan kalimat, Shen Zhengtian langsung mengunci mulutnya rapat-rapat.

Tatapan Lingxi tampak bergetar hebat dengan sedikit kemerahan di keputihan matanya—membuat Shen Zhengtian merasakan merinding menjalar dari pucuk kepala hingga mata kaki. Di satu sisi, Lingxi memandang lama simbol besi yang sudah berkarat itu. Genggamannya begitu kuat, sampai sedikit bergetar.

"Sekte Iblis Guntur ... Dai X-Xingluo?!"

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

INFORMATION:

Dewi Pencakar Bulan Keabadian adalah Dewi dari buku sejarah kuno berjudul, "Dewi Turun dari Surga" karya Cai Na'na. Terkenal dengan paras cantik yang dapat meruntuhkan empat benua.

Dewa Pencipta adalah dewa yang mengatur alam semesta. Dari segi hukum, tata letak, dan takdir, semua itu telah direncakan olehnya. Ia dapat berwujud berupa gunung, aliran sungai, langit, bahkan lembah. Intinya, semua yang ada di alam semesta sudah diciptakan olehnya untuk memperlihatkan beberapa sifat manusia fana di bumi.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

...…To Be Continued…...

1
T28J
banyak kali monsternya kak, gak terlalu OP apa tuh
T28J
semangat kak ✍️
Noona
Semangat berkarya thor /Curse//Curse//Curse/
Manusia Ikan 🫪
kasiaaan
Elsa Sefia
semangat kak 😊
钙Chaa: thankyouu udh mampirrr kakaa~ /Smile//Smile/ kakaaa jg semangatt yyaaa /Kiss//Rose/
total 1 replies
Dinorawr
Sejauh ini ceritanya lumayan menarik dengan nyelipin bumbu romance + action. But harapan aku kedepannya adegan fight diperbanyak ya kak/bang
钙Chaa: thank you for ur 5 stars, maniss. aku usahain ceritanya bagus yya, nantikan aja chapter selanjutnya /Smirk//Coffee/
total 1 replies
Fitri Zee
/Sob/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
钙Chaa: thankyou udh mampirrr /Smile/
total 1 replies
zoedrazit212
mantap banget ceritanya👍, suka banget ini
钙Chaa: thankyouuu udh mampirrr~ /Smile//Rose/
total 1 replies
Chen Wuji
kak mau nanya buat art novelnya dimana yak?😁😄
Manusia Ikan 🫪: kalau mau bagus coba pake APK "PixAI" tapi harus di pelajari dulu sih makenya
total 1 replies
cloudia
aw cantik banget 😍😍
钙Chaa: tentuu ajaa hruss tampil cntiii and mempesonaa sisss biar ditaksirr /Chuckle/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bro ingin, baru bab 1 udah tragis banget ya/Hammer/
钙Chaa: wajibbbb, biar kuattt /Tongue/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
muka nya
Marie
Visualnya mantep banget!/Drool//Good/
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/
钙Chaa: hayyieee kakkk, thankyou udh mampirr and meninggalkan 5 bintang nya /Smile//Smile/
total 1 replies
Marie
Next dong kakak, minimal sehari up 5 chapter lah /Tongue/
钙Chaa: otakkk authorr nda mampuu kakaaa /Sweat/
total 1 replies
Marie
Wkwk yang sabar ya neng Lingxi /Sweat//Sweat/
Marie
MAKAN RIBUAN ORANG? ITU BANYAK LOH, JAHAD BANGET 😭
Manusia Ikan 🫪: 🧐lebih tepatnya dua ribu dua ratus empat puluh delapan
total 1 replies
Marie
Baru juga awal udah disuguhkan kematian dua karakter 😭
钙Chaa: derita jdi mc di tangankuu yya gni takdirnya /Sneer/
total 1 replies
Marie
Detail banget mendeskripsikan fisik karakternya, bakal betah banget sih bacanya 🤭🤭
钙Chaa: aww thankyouuu bebbb~ harap' ceritanya pas di kamu yyaaa /Smile/
total 1 replies
Anone
makin di panasin ma si Xingluo /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!