NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Lelah

Arash memang tidak punya hati nurani, memperlakukan istrinya dengan buruk, Shafiya berusaha untuk mempertahankan harga dirinya agar tidak diperlakukan sebab kita oleh Arash.

Arash merasa tertantang dengan sikap Shafiya. Jadi menurut Arash harus memberi pelajaran kepada Shafiya.

Tangannya benar-benar lancang ingin melepaskan kancing baju Shafiya. Shafiya hanya menggelengkan kepala memohon untuk tidak melakukan hal seperti itu, namanya juga sudah iblis dan tidak akan mendengarkan apapun yang dikatakan Shafiya.

"Kamu di kamar Shafiya?" Arash menghentikan tindakannya ketika mendengar suara pintu kamar di ketuk.

Suara itu sangat jelas dari Umi Laina. Arash melihat ke arah pintu dengan wajah tampak kaget. Shafiya baru saja ingin berteriak memanggil uminya tetapi mulutnya sudah sempat ditutup oleh Arash.

"Hmpt, hmpt, hmpt,...."

"Berteriaklah dan kacaukan semuanya, kau pikir semua akan baik-baik saja. Shafiya kau sangat mengenal siapa diriku dan kau akan tahu apa yang aku lakukan setelah ini," ucap Arash.

"Shafiya...." Umi terus saja memanggilnya dan tidak ada sahutan sama sekali.

"Mungkin memang sudah ke bawah ," gumam Laina tidak melanjutkan mengetuk pintu dan memilih untuk meninggalkan pintu kamar tersebut.

"Aaaaaa!" Arash melepas tangannya dari Shafiya ketika dengan lancang Shafiya menggigit tangan tersebut membuat Arash menggoyang-goyangkan tangannya.

"Shafiya kau....." Arash semakin emosi.

"Bajingan!" umpat Shafiya tidak henti-hentinya mengeluarkan makian pada suaminya itu.

Arash sudah cukup menahan diri dan mengambil salah satu pashmina lagi yang saat ini menutup mata Shafiya.

"Apa yang kau lakukan lepaskan aku!"

Shafiya terus memberontak ketika dirinya sudah tidak bisa melihat apapun lagi. Arash benar-benar sangat jahat yang ingin menggauli istrinya dengan cara menyakitkan.

Arash semakin tertantang dengan Shafiya yang terus memberontak dan ingin mencium bibir Shafiya.

Tetapi seketika hal itu tidak jadi, saat Arash melihat bagaimana wajah itu terus saja menolak dirinya.

Air mata yang tidak berhenti keluar dari mata yang sudah tertutup itu. Entah apa yang membuat Arash akhirnya tidak melanjutkan aksinya dan memilih untuk pergi, keluar dari kamar tanpa melepas Ika Shafiya.

Di depan pintu kamar Arash tampak frustasi dengan mengusap wajahnya kasar, nafasnya sejak tadi tidak berhenti naik turun. Pakaiannya masih terlihat berantakan.

"Sial, wanita itu benar-benar membuatku murka," umpat Arash berusaha untuk mengendalikan diri.

"Arash...." Arash kaget mendengar suara itu dengan tiba-tiba saja Kanaya ia sudah mencuri hadapannya.

Kanaya melihat bagaimana penampilan Arash tampak berantakan dengan kancing baju terbuka. Arash menyadari hal itu dan menutup buru-buru kancing baju tersebut dengan merapikan pakaiannya.

"Aku sejak tadi mencari kamu dan ternyata kamu di sini," ucap Kanaya.

"Oh, iya, aku ketiduran di kamar, acaranya sedikit membosankan," jawab Arash.

"Hmmmm, mau aku buatkan minuman yang segar?" tawar Kanaya.

"Tidak usah," jawab Arash langsung berlalu dari hadapan Kanaya.

Kanaya melihat kepergian Arash dengan wajahnya tampak bingung.

"Dia benar-benar tampan dan penuh kharismatik, tubuhnya tampak berotot," ucap Kanaya tiba-tiba saja memberi pujian kepada Arash.

Kanaya sepertinya sudah terjebak rayuan muslihat yang diberikan Arash kepadanya, terbukti bagaimana saat ini Kanaya memiliki ketertarikan dengan iparnya itu. Senyum di wajah Kanaya juga memberikan maksud sesuatu.

*****

Acara syukuran sudah selesai. Arash saat ini berada di dalam kamar Shafiya. Ikatan di tangannya sudah terlepas. Shafiya duduk di lantai memeluk tubuhnya dengan air matanya tidak berhenti jatuh, luka pada pergelangan tangan itu cukup parah.

Sementara Arash berada di kamar mandi membersihkan diri. Shafiya tidak menyangka jika laki-laki kejam itu sungguh bisa melakukan hal seperti itu kepadanya, untung saja Arash masih bisa menahan diri dan tidak memperkosa dirinya.

Ternyata semakin Shafiya melawan dan semakin Arash menjadi-jadi. Tidak ada ampunan dan belas kasihan kepadanya. Arash bisa melakukan apapun yang dia mau.

Ceklek.

Jantung Shafiya berdebar dengan kencang, seketika takut ketika pria itu kembali muncul di hadapannya. Arash baru saja mandi dengan menggunakan jubah mandi.

"Jadikan semua ini sebagai pelajaran. Jika sekali lagi aku melihatmu bertemu dengan laki-laki itu dan bahkan satu huruf saja keluar dari mulutmu, maka hari ini akan terulang lagi dan akan semakin parah!" tegas Arash.

Shafiya tidak merespon dan bahkan tidak melihat laki-laki di hadapannya itu, seketika dia berubah menjadi takut, mendengar suaranya saja sudah membuatnya ingin lari, lelah dan benar-benar ingin mengakhiri pernikahan yang menyakitkan itu.

"Aku sudah mengingatkan jangan bermain-main dan menantang ku," umpat Arash terlalu dari ha Shafiya.

******

Hari sudah berlalu, Shafiya saat ini sudah kembali ke Arash. Shafiya tidak berani mencari gara-gara. Arash memang tidak akan marah dan tidak akan menegurnya jika dia tidak berusaha untuk menjadi istri.

Shafiya hanya menjalankan pernikahannya begitu saja dan tidak ingin berusaha untuk mencampuri Arash apalagi harus mengungkit masa lalu Arash.

"Shafiya...." panggil Nenek.

"Nenek," sahut Shafiya terlihat begitu sibuk di dapur.

"Kamu sedang membuat makanan?" tanya Nenek.

"Iya, Shafiya lapar malam-malam seperti ini. Jadi membuat nasi goreng untuk Shafiya," jawabnya.

"Sungguh tidak enak sekali jika kita lapar dan harus kita sendiri yang membuatnya, kamu jangan khawatir asisten rumah tangga pengganti akan datang besok pagi, jadi tidak perlu repot-repot seperti ini lagi," ucap Nenek.

"Tidak apa-apa Nek, dulu saat berada di London, Shafiya jika sering memasak sendiri, jadi sekarang terbiasa," jawabnya.

"Ya sudah kalau begitu kamu lanjutkan saja," ucap Nenek.

Shafiya menganggukkan kepala dan kemudian Nenek langsung pergi meninggalkan dapur.

Masakan Shafiya sudah jadi dan sudah memindahkan ke dalam piring. Perutnya semakin keroncongan melihat makanan yang sangat nikmat itu sudah tidak sabar untuk dia santap.

"Bi buatkan saya makanan!" Arash berteriak menghampiri dapur.

Shafiya mendengar suara itu tetapi mengabaikannya dan mengambil garnis untuk sebagai hiasan di atas nasi goreng yang dia buat.

Karena tidak ada sahutan dari Bibi membuat Arash bergerak sendiri ke dapur.

"Bi...." panggilnya lagi dan suaranya semakin kencang.

Shafiya tidak peduli dan menganggap saja tidak ada suara apa-apa di dapur itu.

"Kemana semua pelayan di rumah ini, apa tuli dan tidak punya mulut untuk menjawab," oceh Arash marah-marah dan bahkan istrinya dihadapannya itu tidak ingin memberi jawaban apapun.

"Bibi!" teriak Arash dengan suara itu semakin menggema.

"Arash, kamu apa-apaan sih teriak-teriak malam-malam seperti ini?" Amelia sampai keluar dari kamar karena suara Arash yang keras.

"Aku sejak tadi memanggil pelayan di rumah ini dan tidak satupun muncul," jawab Arash.

"Bi Ismi sedang pulang kampung dan dua pelayan yang lainnya juga sedang ada urusan keluarga, jadi besok pagi baru ada pelayan pengganti," jawab Amelia.

"Jadi rumah sebesar ini tidak ada pelayan sama sekali?" tanyanya tampak begitu kesal.

"Arash, saat ini sangat sulit untuk mencari asisten rumah tangga sebagai pengganti, jadi kamu sabar saja dan jika membutuhkan sesuatu kamu sebaiknya ambil sendiri," jawab Amelia.

Sejak tadi dua orang itu berbicara, Shafiya tetap fokus pada makanan yang dihias di atas meja. Mata Amelia melihat bagaimana kesi Shafiya.

"Kamu kenapa diam saja? Apa kamu tidak mendengar jika sejak Arash berteriak-teriak di rumah ini?" tanya Amelia.

Shafiya mengangkat kepala melihat Amelia dan juga melihat ke arah Arash, tidak ada yang dia katakan, mengangkat piringnya dan segelas air minum kemudian pergi dari dapur.

"Hey....." Amelia merasa tersinggung dengan sikap Shafiya.

Arash berkacak pinggang dengan menghela nafas.

"Tante saya minta tolong untuk membuatkan makanan yang simpel untuk saya, perut saya benar-benar lapar," pinta Arash.

"Arash, sejak kapan Tante bisa memasak, kamu jangan mengejek Tante. Jika ingin makan, kamu bisa memesan di zaman sekarang ini sudah tidak sulit lagi," ucap Amelia.

Langkah Shafiya terhenti ketika mendengar pembicaraan kedua orang itu, terlihat senyum tipis di Shafiya bagaimana mereka kelihatan kesulitan tanpa ada asisten rumah tangga di rumah itu dan apalagi Arash saat ini membutuhkan matang tetapi ternyata tidak mendapatkan karena Amelia yang diminta tolong nih tidak bisa memberikan.

"Tante mau lanjutkan untuk tidur dulu, kamu jangan berteriak-teriak tidak jelas seperti ini. Nanti Nenek kamu bangun dan yang adanya marah-marah," ucap Amelia memberi saran dan kemudian langsung pergi.

"Sial!" umpat Arash terlihat begitu kesal dan bahkan sampai melihat ke arah Shafiya yang baru saja kembali melanjutkan langkahnya.

"Wanita itu juga, diam tanpa bersuara. Apa sekarang dia memang bisu," Arash semakin kesal dengan sikap dingin Shafiya yang semenjak pulang dari kediaman kedua orang tuanya tidak pernah berbicara sama sekali.

Bersambung.....

...Hay para pembaca setia saya, jangan lupa untuk mampir ke karya terbalik saya dan terus ikuti karya-karya saya, sedikit banyaknya yang kalian berikan kepada saya akan menambah semangat untuk saya terus berkarya. ...

...Jangan lupa untuk dibaca dari bab 1 sampai akhir, terima kasih para pembaca setiaku, salam cinta dari saya........

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!