Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Malam semakin larut , suara binatang malam terdengar begitu jelas dan ramai , beberapa suara burung hantu terdengar begitu sendu, entah apa yang telah di selesainya, apakah itu tikus atau lahan sawah yang sudah tampak kering kerontang.
Di beberapa semak semak yang cukup tinggi , terlihat sesosok hitam yang tampak diam , menatap ke arah sebuah perkampungan besar yang tampak menyala dengan berbagai macam lentera ataupun obor api yang ada di setiap sudut kampung .
" Hong Bin , jangan buru buru , kita menunggu instruksi dari tuan !" Bisik seorang pria berpakaian hitam sama dengan pria yang terus menatap ke arah perkampungan yang begitu besar.
" tentu , tenang saja , aku paham .. !" Kata Hong Bin sedikit menguap , matanya terus menatap ke arah bangunan yang ada di dekat , tepat dan jelas dalam pandangannya.
" saudara Bin , saudara Pojun , bagaimana keadaannya ?"
Di belakang, seorang pria berwajah muda datang mendekat ke arah dua pria yang sedang mengintai itu .
" aman , para penjaga tampak malas dan tidak terjaga dalam tugasnya , " kata Li Pojun menjawab tanpa menoleh ke belakang.
" bagus , karena bulan sudah ada di atas kepala kita , ayo bergerak sekarang... !" Kata Cai Mu dengan menghunus golok tajam di tangannya .
Hong Bin mempersiapkan busur panah dan sekeranjang anak panah , sedangkan Li Pojun tidak mempersiapkan apapun, karena dirinya dan anggotanya mendapat tugas untuk mengeluarkan dan menggiring para budak ke dalam hutan , guna untuk menjauh dari desa Zhaojia.
Walaupun begitu , ia tetap membawa senjata , berupa tongkat bambu dengan ujungnya di buat runcing , terlihat begitu remeh, dan terkesan main main, namun bila di teliti lebih jauh , akan terlihat warna biru di ujung bambu yang tajam itu .
Racun pelumpuh ... !"
Segera , sebanyak seratus lima puluh orang menyebar dan melaksanakan tugas masing masing .
Cai Mu dengan gesit membawa anggotanya menyerang pos pertama yang ada di dekatnya, sedangkan Hong Bin dan anggotanya menembak siapa saja yang berteriak .
Shuthh
Shuthh
Tap
Tap
Tanpa berteriak, Cai Mu menebaskan goloknya ke arah seorang penjaga pos yang tampak bersandar santai di tiang kayu pos .
Tebas...
Clakhh
Para penjaga pos yang ada di dekatnya tidak sempat bereaksi, mereka satu persatu tumbang tanpa bisa melawan atau melarikan diri , dalam sekejap , sebanyak dua puluh orang penjaga pos pertama tewas dalam keadaan mengenaskan.
Setelah selesai menyerang pos pertama , Cai Mu bergegas ke pos kedua , sama seperti di pos pertama , penjagaan terlihat begitu longgar, bahkan mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka semua sudah mati , betapa lemahnya sistem penjagaan yang ada di pos kedua .
Cai Mu dengan cepat dan waspada berlari ke arah pos ketiga , ia tidak menyerang pos ketiga , melainkan meletakan bom bunuh diri di belakang pos ketiga , dan di belakangnya Hong Bin serta anggotanya bersiap menembak siapa saja yang berhasil lolos dari ledakan.
Karena waktunya sangat terbatas, Cai Mu membagi beberapa anggotanya untuk dengan cepat meletakan bom bunuh diri di pos selanjutnya dan dalam hitungan menit , semuanya sudah selesai, menunggu waktu saat bom tersebut meledak.
Duarrrrhhh...
Duarrrrhhh...
Duarrrrhhh
Secara bersamaan, pos ketiga , pos keempat dan lainnya meledak , menimbulkan guncangan cukup keras , hingga seluruh penghuni rumah mulai keluar satu persatu , mereka menatap ngeri ke arah kobaran api yang membakar seluruh pos, menyisakan pos pertama dan kedua .
Terlihat beberapa penjaga berteriak panik , mata mereka memerah karena merasa ngeri dengan terjadinya ledakan keras secara tiba tiba, namun saat mereka berusaha menyelamatkan diri , beberapa anak panah dari kegelapan menembus leher dan jantung para penjaga yang melarikan diri .
Shuuuthh
Shuuuthh...
Jleb
Jleb.
Di sisi lain , Li Pojun dan anggotanya, menangkap sekitar lima belas ribu budak dari berbagai usia , dengan banyaknya wanita serta remaja , sedangkan orang tua hanya berjumlah seribu orang saja , ia menatap tajam ke semua budak yang di tangkapnya, dan para anggotanya juga mengacungkan senjata ke arah para budak , guna untuk menakuti budak budak yang berteriak .
" diam , kalian semua telah menjadi milik kami , ikuti saya ... atau aku akan membunuh kalian semua , lihat anggota kami menghancurkan rumah rumah orang sombong itu , apakah kalian ingin sama seperti mereka.. !"
Wajah para budak begitu pucat , mereka dengan cepat mengangguk dan berjalan pelan di sertai isakan tangis tertahan, para budak yang di tangkap berjalan ke arah hutan yang gelap , mereka semua hanya pasrah dan tidak berani untuk melawan, terutama dengan kuatnya orang orang berpakaian hitam yang menangkap mereka .
Li Pojun dengan berpura-pura galak dan brutal memukul seorang pemuda kurus hingga pemuda tersebut terjerembab.
" jalan yang benar, kamu laki laki atau banci ... cepat jalan .. !"
Cetar
Cetar
Cambuk di tangannya menari nari di udara, menimbulkan suara menakutkan bagi para budak di depannya, mereka dengan bergegas berjalan ke depan , terus lurus tanpa berani belok atau berhenti sedikitpun .
Ledakan ledakan terdengar hingga sampai ke tengah desa , beberapa puluh orang keluar dari dalam rumah masing masing, namun saat mereka akan bergerak beberapa langkah, puluhan anak panah dari kegelapan datang menyambutnya, hingga hampir seluruhnya tewas seketika.
" serangan... serangan ... !"
Teriakan yang keras tiba tiba itu membangunkan para prajurit yang menjaga di desa Zhaojia itu , mereka dengan cepat mengambil senjata, mengenakan seragam serta zirah kulit , tidak lupa mengambil perisai kayu yang tidak pernah jauh dari tempatnya.
" Kapten Fang Zhuan , siapa yang menyerang desa Zhaojia kita !!" Seorang pria tua dengan zirah besi hitam bertanya berat .
" salam wakil jenderal Fu , saya baru keluar dan tidak melihat musuh yang menyerang.. !!" Kata pria berzirah kulit tebal itu Menjawab.
Sang wakil jenderal tua itu kemudian memerintahkan beberapa ribu pasukan untuk bersiap berperang dan juga ia memerintahkan ajudan pribadinya untuk pergi ke kota Jalan Jushan, melaporkan kejadian penyerahan tengah malam yang sedang terjadi.
Dalam sekejap , desa Zhaojia menjadi begitu ramai, puluhan ribu budak yang masih ada di desa terlihat panik, terutama dengan hilangnya rekan mereka yang entah kemana perginya .
Yan Qin dengan nafas tenang menatap ke arah rumah terbesar di desa , ia melihat samar bahwa ada ribuan tentara sudah bergerak dan bersiap untuk menyerang balik , ia hanya bisa menghela nafas pelan , namun ia merasa puas, karena rencananya telah selesai dan juga mendapatkan beberapa keuntungan dari serangan operasi yang dilakukannya.
Tanpa ragu , ia memukul bambu sebanyak tiga kali , pertanda untuk mundur dan ia sendiri mulai berbalik untuk kembali ke perkemahan.
Tok
Tok
Tok
Cai Mu yang sudah berhasil menyelesaikan misinya, menyeringai tipis , dan memerintahkan para anggotanya untuk kembali dengan cepat .
Semua gerakan dan tindakan tidak ada cela , mereka semua mundur secara teratur dan juga tidak meninggalkan jejak sedikitpun .
Bersamaan dengan itu , suara kokok ayam hutan terdengar bersahutan, menandakan waktu pagi sudah tiba .
Kukuruyuk... !!"