NovelToon NovelToon
Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:75.4k
Nilai: 5
Nama Author: Itsme AnH

Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.



Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.



Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku, Chu Mohan

Masih di kedai makan pinggir jalan yang sepi berkat Pangeran Chu, Song Zhiwan menyilangkan tangan di dada, matanya menyipit penuh kesombongan. "Aku seorang putri, sedangkan dia hanyalah anak haram dari keluarga bangsawan yang tidak pantas mendapat balasanku," ucapnya lirih, kata-katanya membuat udara di sekitar terasa lebih berat.

Dia menundukkan kepala sejenak, lalu kembali mengangkat dagu untuk menatap Pangeran Chu dengan penuh percaya diri. "Alasan aku ingin menikahi Pangeran Chu ... tentu karena Istana Chu dan Istana Qin setara. Kita ditakdirkan bersama."

Meski terkesan dingin, Pangeran Chu tidak dapat menahan senyum tipis yang berusaha ia sembunyikan. Hanya saja, suaranya tetap tegas dan sarat dengan penolakan. "Setara dan ditakdirkan bersama? Kenapa kamu yakin aku mau menikahimu?"

Dengan tatapan yang tajam, dia berpaling sedikit dan menambahkan, "Ayahku dan Kaisar saudara seibu, tapi kamu? Pangeran Qin hanyalah pangeran dari marga lain, tak ada yang setara denganmu, apalagi ditakdirkan bersamamu."

Kata-kata Pangeran Chu seolah menggema di seluruh kedai, menyibak keheningan yang tegang.

Song Zhiwan merasakan serpihan kepercayaan diri yang menghilang. Dia mengalihkan pandangannya, berusaha menyembunyikan guncangan dalam suaranya. "Maafkan kelancangan saya. Pernikahan ini ... mungkin saya yang terlalu berharap." Suaranya hampir tak terdengar, tenggelam dalam ketegangan yang menyelimuti kedai.

Pangeran Chu mengamati perubahan dalam sikap Song Zhiwan, yang kini layu seperti bunga yang kehilangan sinar matahari.

Meskipun wajahnya tetap beku, Pangeran Chu merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya—sebuah canggung yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Di sampingnya, Donghai berdiri dan menatapnya dengan memutar bola mata, ekspresinya penuh ejekan. ‘Huh, Pangeran, kamu memang keras kepala dan sombong. Sekarang baru menyesal, kan?’

Pangeran Chu berdehem pelan, berusaha memulihkan kendali atas dirinya. Matanya mengerling tajam, kembali pada nada datar yang biasa. "Sudahlah. Mengingatmu ... demi harga diriku, aku bisa dengan enggan menyetujui pernikahan ini."

Sekilas, Song Zhiwan merasa ada sedikit kelembutan di balik sikap angkuh Pangeran Chu. Hati kecilnya mengembang senang, dia pun bergumam dalam hati. ‘Chu Mohan memang keras kepala, tapi hatinya sepertinya lembut juga.’

Pangeran Chu melirik ke arah Song Zhiwan yang tak bersuara, lalu berdiri dengan langkah berat hendak pergi.

Namun, Song Zhiwan tiba-tiba memanggilnya dengan suara tegas. "Tunggu!"

Pangeran Chu terhenti dan berdiri tegap tepat di depan Song Zhiwan, menunggu apa yang akan dikatakan.

“Pangeran Chu ....” Suara Song Zhiwan menggema lembut, dia meraup sebuah kantong kecil berwarna hijau tua dari lengan bajunya. Matanya berbinar penuh arti saat tangannya mengelus lembut bordiran halus dengan nama 'Chu'. “Lihat ini.”

Pangeran Chu mengernyit, bingung sekaligus tertarik. “Kantongku? Kenapa ini ada padamu?”

Song Zhiwan menghela napas, matanya menatap dalam ke mata Pangeran Chu seolah mencoba menyampaikan sesuatu yang lebih dari kata-kata. "Saat kuda hitam itu tiba-tiba panik, kalau bukan karena Pangeran menyelamatkanku tepat waktu, mungkin aku sudah ...."

Dia menunduk dan menggigit bibirnya pelan seolah berjuang menahan gejolak dalam dadanya. "Sejak saat itu, aku langsung jatuh cinta pada Pangeran. Jadi, aku selalu menyimpan kantong ini," ucapnya dengan suara serak, tangan kecilnya masih mengelus permukaan dompet.

Sebenarnya, dompet itu jatuh dan ditemukan oleh pelayan Song Zhiwan, lalu diserahkan kepadanya begitu saja. Dan di balik kata-kata manisnya, dia tak pernah menaruh rasa pada Pangeran Chu, bahkan sampai sekarang.

Keputusannya menikahi Pangeran Chu bukan karena hati, melainkan bayangan pria itu menangis di depan jasadnya dalam mimpi masa depan yang menghantuinya.

Dia yakin, dengan bantuan Pangeran Chu, rencananya akan lebih mudah tercapai. Maka dari itu, dia bersikap manis dan berusaha mengambil hati Pangeran demi kepentingan pribadinya.

Pangeran Chu menahan napas, senyum tipis tiba-tiba merekah di sudut bibirnya. Matanya bersinar, penuh harap saat menatap Song Zhiwan. "Kamu ... padaku?" Suaranya bergetar, menunggu jawaban yang diimpikan. 

Namun, sebelum harapan itu sempat tumbuh, Song Zhiwan memotong dengan memasang ekspresi menyedihkan. "Kalau Pangeran benar-benar menganggap aku tak pantas, aku akan pulang dan memohon pada ayahku untuk membatalkan pernikahan ini."

Keheningan mendadak merayap, menggantung di udara seperti badai sebelum hujan, menimbang antara mimpi yang ingin mereka raih dan kenyataan yang kejam.

Pangeran Chu buru-buru membalas dengan sedikit terbata, berusaha menutupi kegelisahannya. "Sudahlah. Aku, Pangeran Chu, baru saja menyetujui pernikahan ini. Kalau aku mundur sekarang, bukankah terlihat picik?"

Wajah Pangeran Chu tampak terpaksa, tetapi dari matanya tetap terpancar kebahagiaan yang tulus menerima takdir bersama Song Zhiwan. 

Dalam sekejap, tangannya melesat merengkuh kantong kecil dari genggaman Song Zhiwan, disusul suara dingin nan penuh tekad yang menghentak udara. "Tunggu tiga hari lagi. Aku, Pangeran Chu, pasti datang melamar dengan sepenuh hati."

Detik itu, janji mengikat keduanya di ujung harapan dan keberanian yang menyala.

Song Zhiwan menyunggingkan senyum tipis, matanya berkilat penuh arti. "Baik. Aku akan segera memerintahkan orang mendekorasi rumah Pangeran Qin, menanti kedatanganmu."

Namun, dia terhenti sejenak, bibirnya menipis penuh kekhawatiran sebelum berbisik pelan, "Tapi ... rumor tentangku yang akan menjadi biarawati demi Xie Zhan sudah menyebar luas di jalan dan gang."

Cepat-cepat dia menambahkan dengan suara bergetar halus seperti takut disalahpahami. "Aku sendiri tak peduli, tapi aku khawatir nama baik Pangeran bisa tercoreng."

Tatapan Pangeran Chu tiba-tiba menusuk, mengoyak udara ke arah Donghae yang berdiri di belakangnya. Suaranya menggelegar, bagai petir yang menjatuhkan vonis. "Selidiki siapa yang menyebarkan fitnah ini! Aku akan menghukumnya dengan berat!"

Donghae menarik napas dalam, langkahnya berat tapi mantap saat maju ke depan. "Pangeran, aku dengar dari beberapa pelanggan Kedai Makan Fufan ... orang yang menyebarkan rumor ini ternyata adalah istri Xie Zhan, Guan Shiqing." 

Pangeran Chu mengatupkan bibirnya rapat, matanya menatap tajam ke arah Song Zhiwan yang tetap diam tanpa sepatah kata pun.

Dalam keheningan yang membeku, tatapan Song Zhiwan bergetar halus, seulas senyum tipis terlukis di bibirnya, senyum yang menyembunyikan rahasia kelam dan tekad membara.

“Aku akan mengurus semuanya. Jangan pernah khawatir,” ujar Pangeran Chu dengan suara dingin membekukan dan ketegasan tanpa cela, bak es yang siap membekukan siapa pun yang berani melawannya.

Song Zhiwan membalas dengan anggukan perlahan, senyum lembut mengembang di wajahnya, tapi senyuman itu bagaikan bayangan licik yang menyembunyikan rencana raksasa tak terungkap.

'Guan Shiqing, selamat bersenang-senang,' gumam Song Zhiwan di dalam hatinya, berusaha menyembunyikan senyum licik yang hampir menghiasi wajah cantiknya.

Dia memang sengaja meminjam tangan Pangeran Chu untuk menangani Guan Shiqing, ingin melihat sampai sejauh mana kekejaman sang pangeran akan meluluhlantakkan musuhnya. 

Saat Pangeran Chu melangkah pergi bersama Donghae, Song Zhiwan tetap berdiri di sana dengan tatapan matanya yang dalam dan berat.

“Maafkan aku, Chu Mohan,” bisik Song Zhiwan lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh hening malam.

“Untuk membalikkan nasib buruk yang akan datang dalam sepuluh tahun, aku terpaksa menipumu ... dengan cara sekelam ini.”

Bayangan kesalahan dan penyesalan merayap di wajahnya, membungkusnya dalam selubung kelam penuh rasa bersalah yang membebani setiap langkah hatinya.

1
Henda Wini
bagus pangeran .....
Andira
👍
chataleya
memang kekuasaan adalah segalanya. paling tidak harus bisa menguasai diri sendiri. yang penting tidak tamak dan tidak merasa paling berkuasa. 😄
Julia thaleb
wanita bercadar itu Guan shiqing.
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
Julia thaleb
Thor..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
Wulan Sari
wah kayaknya Wan wan hamil ya semoga sj biyar bahagia lanjut Thor semangat 💪👍 salam ❤️🙏
sahabat pena
hamidun ya itu putri agung
sahabat pena
huhuhu akhir yg bahagia 😍😍😍😍ada intrik lagi tdk kak?
sahabat pena: iya hrs bahagia selalu
total 2 replies
Murni Dewita
👣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ulufi Dewi
pinteran penjahat nya daripada sistem momo
Itsme AnH: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulufi Dewi
kemana pergi nya sistem momo❓🤔
Itsme AnH: adaaaa
total 1 replies
Ulufi Dewi
sungguh menyedihkan..... buat apa nangis.....
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
Itsme AnH: Ada kak hehe😄
total 1 replies
RiNdaNi Poetrie
dah lah Thor jangan di buat plinplan cerita nya. dah menang nanti kalah lagi. dah naik ujung-ujungnya di jatuhin lagi mc nya
Itsme AnH: hehehe maaf yaaa
total 1 replies
sahabat pena
kak, aku kok seperti nonton sinetron sih? ini fungsi nya e
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 3 replies
Fitria Arifianto
laaah bwt apa merubah takdir kalo ujung2 nya jatuh juga🤭
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
Itsme AnH: hehehe kan gak semudah itu bisa merubah takdir, Kak.
total 1 replies
sasa adzka
jangan pesona aja Thor... klo kagak bisa beladiri wahhh dunia persilatan zaman kuno hukum rimba berlaku itu Thor...
semangat nulisnya😍😍😍
Itsme AnH: hehe iya makasih sarannya kak sehat selalu yaaa
total 1 replies
Alan Banghadi
Greget bacanya ada sistem tapi ngak bisa bantu hubungan Chi Mohan dan Song zhiwan
Itsme AnH: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alan Banghadi
Thorr ngak guna ada sistem kalo tidak bisa membuat Song Zhiwan tau kalo Pangeran Chu sedang dalam tekanan gara2 perang
Itsme AnH: Gak menarik ceritanya kalau semua bisa diselesaikan saman sistem hehe
total 1 replies
Ulufi Dewi
ayo putri gunakan sistem apa yang harus kamu lakukan untuk keluarga jangan bersedih karena dihianati cinta
Itsme AnH: betul, jangan terbuai kesedihan terlalu lamaa
total 1 replies
hahaahaha
Luar biasa
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!