NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senapan

Cinta Di Ujung Senapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Beda Usia / Nikahmuda / Office Romance / Romansa / Cintapertama
Popularitas:215.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mitta pinnochio

Seorang abdi negara yang berusia matang, di pertemukan dengan gadis muda yang tingkahnya mirip petasan.

~

"Okee, kalau gitu kita fix tidak ada apa-apa yaa?"

"Iya, saya fix benar-benar pacar kamu!" jelasnya lagi sambil menirukan gaya bicara gadis di depannya.

"Apa?"

"Ihh, Bapak jangan ngawur yaa!"

"Saya tidak ngawur, sudah kamu sebaiknya cepat istirahat."

"Tidak mau! Saya mau Pak Braja tarik kata-kata barusan."

"Pantang bagi saya menarik ucapan yang sudah saya katakan."

"Uhhh! Ranti over kesal, ia mendelik sambil memukul-mukul dada bidang pria tersebut. "Kalau begitu rasakan bagaimana punya pacar yang rewel dan juga merepotkan, satu lagi jangan sampai siapapun tau perihal ini, kalau tidak saya sunatt ulang burung bapak," ancamnya dengan raut ketus yang sayangnya nampak berkebalikan dan begitu konyol.

Mendengus geli, Braja mengangguk mengiyakan ucapan gadisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitta pinnochio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Burung perkutut

"Mas."

"Mas Braja!"

"Hah?" Braja terperanjat dari lamunannya. Ia menoleh dan mendapati Caca yang tengah menatapnya dengan raut penuh heran. "Apa?"

Memincing curiga. "Mas melamun yaa?" tanya Caca.

"Tidak, saya tidak melamun," sanggahnya lalu kembali fokus pada buku yang tengah di pegang.

"Kalau tidak melamun, kenapa di panggil beberapakali tidak menyahut begitu?"

"Kamu cuma panggil Mas dua kali."

"Tetap saja, tidak biasanya Mas Braja seperti itu," kekehnya masih merasa heran.

"Pasti ada-ada ini. Jangan-jangan Mas lagi bayangin Mb_"

"Jangan suka menimbulkan praduga, Mas hanya terlalu fokus akan buku yang sedang di baca," sautnya tak membiarkan adiknya itu melanjutkan perkataannya.

Melirik mengintip kearah buku yang ada di pangkuan kakaknya, Caca masih merasa ada yang ganjal dengan gerak-gerik kakaknya ini. Sebab kentara jelas jika sosok ini tadi tengah melamun, sedangkan selama ini Braja adalah tipikal orang yang selalu serius dan arang hilang fokus.

Terdengar helaan nafas serta tepukan buku tertutup, Braja meletakkan bukunya dan beralih menatap gadis bongsor di sebelahnya yang kini masih memincing curiga.

"Ada perlu apa kamu kesini?"

Melesakkan tubuhnya di ranjang sang kakak, Caca menggendikan dagunya sebagai isyarat menunjuk sesuatu di atas nakas.

"Laptop?"

"Huum,"

"Ada apa?"

"Ck masih pakai di tanya, ya jelas mau pinjam lah," decaknya sewot. Mengerling kan mata ke atas, tumben-tumbennya orang satu ini lemot? Biasanya tanpa di kode pun dia sudah paham. Seperti mesin tak perlu main kode-kode an tapi auto paham!

"Memangnya laptop kamu kenapa?" tanya Braja acuh tak acuh.

"Ya allah, mas. Ya jelas gak bisa ihh, mati. Masa kaya gitu aja gak paham? Caca juga gak sekali dua kali pinjam begini." mendekat sambil menatap lekat wajah kakaknya. "Mas sembunyiin sesuatu yaa?" lanjutnya bertanya sekali lagi sambil menaik turunkan alisnya.

Braja lantas menghindari tatapannya dan beranjak berdiri. Ia menangkup laptop di telapak tangannya sambil menarik gadis itu untuk keluar.

"Ihh, lepasin! Kok di tarik gitu sihh," keluhnya karena kakaknya itu menarik Hoodie yang ia pakai hingga di ambang pintu.

Braja kemudian menyerahkan laptopnya dan segera menutup pintunya.

"Besok harus sudah di kembalikan. Jadi cepat kerjakan tugasmu dan jangan membuang waktu!" ketus pria itu nan selanjutnya menutup pintu.

"DASAR GALAK! AKU GAK MAU KEMBALIIN, NANTI KU ADUIN KE IBUK KALAU MAS PELIT!"

Teriak Caca dari balik pintu, sementara ia hanya mendengus geli mendengar ucapannya.

Melirik jam yang menempel di dinding, ia kemudian baru sadar jika belum menunaikan sholat isya', pun Braja segera beranjak ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.

~

Di dalam dapur terdengar suara gadis yang tengah bersenandung ria menyanyikan lagu secara asal, sambil mencuci piring ia terus bernyanyi tanpa mempedulikan seseorang di belakangnya yang sedari tadi mengernyit tak nyaman.

Mbok Darmi yang saat itu sedang mengupas bawang, sedikit terganggu mendengar suara Ranti yang jauh dari kata merdu, mirip-mirip suaranya lebih seperti tikus tercekik dari pada seseorang yang sedang bernyanyi.

"Ranti."

"Huh, iya Mbok," sautnya di sela senandungnya.

"Bisa minta tolong ambilkan baju kotor Den Braja di kamarnya?"

Terdiam sejenak, Ranti sempat berpikir. Bukannya tidak mau, cuma hanya saja ia kan belum pernah masuk ke kamar pria itu.

"Ranti, kamu tidak mau?"

Tersadar, Ranti lantas mengangguk. "Ehh, mau kok Mbok. Tapi bentar yaa, aku selsaiin cuci piring dulu," di lihat kasian juga si Mbok jika harus naik turun tangga segitu tingginya, usianya sudah sepuh pula.

"Ya sudah, ingat saat mau masuk ke kamarnya ketuk pintu dulu, takut orangnya sedang melakukan sesuatu dan tidak mau di ganggu," ujarnya, mengingat kebiasaan Ranti yang selalu sembrono dan cenderung usil.

"Iya Mbok, iyaa."

Setelah di rasa semua cucian telah tandas, Ranti segera mengelap tangannya dan beranjak naik ke lantai atas.

Berjalan sedikit meloncat-loncat riang, Ranti berdiri di depan kamar Braja dan mengetuk dengan pelan.

Tok ... Tok ...

"Pak!"

Hanya cukup satu kali seruan, pintu itu langsung terbuka dan menampilkan sesosok pria yang tengah memakai baju koko putih lengan pendek serta sarung berwarna kontras, terlebih Surainya nampak basah namun tertata rapi.

Masyaallahh ... Kalau begini Pak Braja kaya gus-gus cakep yang lagi viral!

"Ada apa?" ucap Braja datar nan senantiasa ketus.

Mengerjap sambil mendongkak sempurna, Ranti sempat terbengong sampai bariton berat pria itu terdengar di gendang telinganya.

"Mau ambil baju kotor di suruh si Mbok."

Membuka pintunya sedikit lebar, Braja lantas memberi izin untuk gadis itu masuk. "Ambil saja, ada di dalam kamar mandi," terpaksa ia menginzinkan gadis itu masuk, sebab dirinya yang baru saja wudhu, bisa batal wudunya nanti jika ia memegang najis di baju yang kotor.

Ranti lantas masuk ke dalam dan tak berapa lama ia kembali dengan keranjang baju yang terisi setengah.

Melangkah ke arah pintu, Ranti tidak memperhatikan langkahnya dengan benar. Alhasil ia tersandung pinggiran karpet yang tertekuk dan jatuh tersungkur tepat di kaki Pria itu.

Bugghh!

Namun, tanpa sengaja jemarinya menarik sesuatu hingga benda itu jatuh teronggok di atas kaki sang empunya. Sejurusnya ia langsung duduk bersimpuh sambil mendongkak dan tepat di hadapannya, Ranti melihat sesuatu yang berukuran besar hingga membuatnya refleks berteriak kencang.

"Mbokkk! Burung Perkutut nya Pak Braja ucull Mbok ....!"

"Huaaaaa!"

...----------------🍁🍁🍁----------------...

Jangan lupa like serta komen yaa🙏😆

1
Enz99
bagus
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Brajaaaaa memang paling bisa aja wkwkwwk
Lala Kusumah
itulah seninya berumah tangga, jadi jangan egois harus tahu sifat pasangan kita masing-masing, semangat Ranti 💪💪😍😍
Atik Dinul Qoyimah
semngat
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, tambah seruuuu nih...
Sukemi Nak Murtukiyo
trima kasih Upnya kak,,,,,,,
Lala Kusumah
Alhamdulillah akhirnya update juga, semangat sehat ya 💪💪
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Sukemi Nak Murtukiyo
kak upnya kok lama bagett,,,,,,,,,ayooo usahain up nya jangan lama".
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Atik Dinul Qoyimah
ahirnya up jg kau thor... hampir lupa sama ceritanya..
Atik Dinul Qoyimah: semngat ya thor.... sayang bagus soalnya ceritanya...
total 2 replies
jumirah slavina
istri'y wwoooiii
jumirah slavina
hheeeiiii kamu liatttt punyaaa sapaaa
jumirah slavina
khodam rawarontek ya Mbok

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
Ranti : mau... mau...

hhuuuuaaaaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ya ampunnnnnn dua orang tua ini ya..

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
astogehhhhh....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
klo smp SatriaBajaHitam datang sendiri...

wesss tabok ae Ran....
jumirah slavina
itu nama'y obsesi wwoooiii
jumirah slavina
hilihhh...

jan macam² kamu BajaHitam...
jumirah slavina
wahhh... waahhh...

s' BajaHitam ini ya...

klo smp rindu beneran ku tabok pake teflon keramat...
jumirah slavina
Ranti : mata'ku ternoda... mata'ku ternoda... hhuuuuaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!