NovelToon NovelToon
WANITA SIMPANAN SUAMIKU

WANITA SIMPANAN SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:123.6k
Nilai: 5
Nama Author: RANU RINJANI

Mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga seorang wanita yang bersama Sari Lestari, ia akhirnya harus menerima kenyataan pahit setelah mengetahui kebenaran jika suaminya telah menghianati bahtera rumah tangga yang sudah lima tahun mereka jalani. Suaminya berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri hingga hamil, yang membuat Ridwan suami Sari harus menikahi sahabat istrinya di belakang sang istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RANU RINJANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

"Aaarrrgghhh..."

Aku merenggangkan ke dua tangan ku setelah mendengar suara alram yang setiap subuh ku berbunyi.

Ku toleh kasur di samping ku, kosong tak ada mas Ridwan lagi di sini. Ku elus pelan kasur empuk ini, dulu tempat ini adalah tempat biasa aku menghabiskan waktu bersama mas Ridwan.

Tapi sekarang mas Ridwan sudah bukan lagi milik ku, kejujuran mas Ridwan semalam membuat hati ku nyeri memdengar pengakuannya jika dia dan Sinta saling mencintai.

Aku tersenyum, lalu menggelengkan kepala pelan.

Untuk apa aku tetap mencintai laki laki yang hatinya sudah bukan untuk ku lagi, aku tidak bisa memaksa perasaan mas Ridwan untuk tetap mencintai ku karena rasa cinta tidak bisa di paksa kan.

Aku bangkit dari tempat tidur ku, ku raih jeday di atas laci lalu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan ibadah dua rakaat ku.

Di dalam sujud ku, aku menangis sesenggukan kembali. Aku benar benar sedang dalam keadaan hancur sekarang, meskipun aku selalu berkata tidak apa apa pada ayah dan ibu mas Ridwan, tapi aku hanya lah wanita biasa yang bisa hancur jika mengetahui suami ku sudah berhianat.

Setelah selesai melipat mukenah, aku segera membuka lemari untuk mengambil jaket.

Hari ini aku tidak akan masak, tapi aku akan membeli makanan di luar untuk ayah dan ibu mertua ku. Aku tidak perduli nanti mas Ridwan dan Sinta makan apa, salah sendiri sudah berani bermain api di belakang ku.

Ceklek!

Betapa terkejutnya aku setelah membuka pintu kamar melihat ibu yang masih memakai mukenah berwarna putih berdiri tepat di depan pintu kamar ku, benar benar membuat jantung ku mau copot.

"Astaga ibu! kenapa ibu memakai mukenah di depan kamar Sari?" tanya ku sembari mengelus dada ku.

"He he he.. Maafin ibu yo Sar, udah buat kamu kaget. Ibu habis sholat soale, ibu takut e kamu udah keluar jadi ibu cepet cepet dateng ke kamar kamu. Pas ibu mau ketuk, kamu udah buka pintu duluan." jelas ibu tersenyum.

"Oalah bu bu, Sari kira ada apa. Kaget Sari liat ibu pakek putih putih di depan pintu." ucap ku jujur yang memang tsrkejut melihatnya, terlebih suasana masih pagi buta.

"Kamu mau ke mana? Ke pasar yo nduk?" tanya ibu melihat ku yang sudah memakai jaket.

"Iya bu, mau ke pasar tapi Sari gak mau masak bu. Sari cuma mau beli makanan buat kita sarapan, sama beli beberapa cemilan. Sari hanya beli makanan untuk kita bertiga bu, bukan untuk mas Ridwan dan Santi. Maaf ya bu." ucap ku merasa tak enak hati pada ibu mertua ku yang sangat baik hati ini.

Ibu tersenyum tulus, jemari tangan kanannya mengelus tangan kiri ku lembut.

"Nduk, sudah selayak e kamu tidak perlu menyiapkan makanan lagi buat Ridwan. Meskipun Ridwan masih sah menjadi suami kamu, tapi ibu tau gimana perasaan kamu yang sudah di hianati oleh suami sekaligus sahabat kamu sendiri nduk. Bahkan jika ibu jadi kamu, mungkin ibu bakal milih buat pisah dari pada harus makan hati terus sama suami seperti Ridwan. Setelah ini, ibu sama ayah akan pulang ke kampung nduk. Ridwan udah ndak bisa ibu sama ayahmu kendalikne, dia wes berani nglawan orang tua. Ibu ndak sanggup lihat tingkah dia, benar benar sakit hati ibu nduk." ucap ibu menatap ku sayu.

Aku langsung mengerutkan dahi ku saat ibu mengatakan ingin pulang kampung lagi sama ayah mertua ku, rasanya benar benar sedih. Aku sudah menganggap ibu dan ayah mas Ridwan seperti orang tua kandung ku sendiri, dan jika mas Ridwan tidak mau lagi mengakui orang tuanya maka aku siap bersedia menanggung biaya hidup ke dua orang tua mas Ridwan layaknya orang tua ku sendiri.

"Bu, tolong jangan pulang. Sari bener bener sayang sama ibu dan ayah, Sari udah anggeo ayah sama ibu seperti orang tua Sari sendiri. Nanti siang Sari akan nglamar kerja ke tempat kerja Sari dulu bu, ibu tenang ya Sari akan menuhin semua kebutuhan ibu sama ayah kok." ucap ku pada ibu.

Ibu langsung memeluk tubuh ku erat, sesekali terdengar isak tangis ibu.

"Sudah bu, jangan nangis. Ayo kita ke pasar, keburu siangan." ucap ku mengusap air mata ibu mas Ridwan.

Entah mengapa hati ku merasa sakit melihat ibu mertua ku menangis, padahal aku dengan beliau tidak memiliki hubungan darah tapi aku sungguh amat menyayanginya.

Hari ini memang aku berencana akan melamar pekerjaan di kantor tempat aku bekerja dulu.

Ceklek!

Ibu keluar kamar sudah berganti tak memakai mukenah lagi, tapi menggantinya dengan jilbab syar'i. Memang ibu selalu memakai jilban neskipun sedang di dalam rumah, sangat berbeda dengan perilaku putra semata wayangnya yang bi*dap.

"Ayo nduk." ucap ibu menggandeng tangan ku.

Aku tersenyum senang menatap ibu, sudah tidak ku perdulikan lagi mas Ridwan yang madih tidur bersama wanita simpanannya itu. Sebelum keluar kamar tadi, aku tidak lupa mengunci pintu kamar ku. Aku tidak ingin jika mas Ridwan dan Sinta masuk ke dalam kamar dan menodai tempat tidur ku dengan permainan liar mereka, mengingat lingerlie hitam yang Sinta pakai semalam saja membuat ku bergidik ngeri.

"Sudah bu?" ucap ku setelah ibu naik di jok belakang ku.

"Sudah nduk, hati hati yo.. Pelan pelan ae pokok sampai ke pasar selamet." ucap ibu menasehati ku, mungkin beliau takut aku membawa motor ngawur saat suasana hati ku sedang tidak baik baik saja.

"Iya bu, beres!" ucap ku yang membuat ibu tertawa.

Terima kasih, Tuhan... Masih memberi ku orang orang tulus dan ikhlas menyayangi ku, aku percaya kau tidak akan mengambil sesuatu jika tak menggantinya dengan suatu hal yang lebih baik dari sebelumnya.

Batin ku, kemudian aku tersenyum lega.

Sesampainya di pasar, seperti biasa ibu turun terlebih dahulu sebelum aku memarkirkan sepeda motor ku. Tapi memang benar, takutnya jika ibu terkena kenalpot kakinya.

"Ibu mau sarapan pake apa?" tanya ku menggandeng tangan ibu.

"La kamu mau makan apa to nduk? Ibu itu nurut tok sama yang muda muda, kalo di rumah juga ibu cuman nurutin kemauan ayahmu itu pengen makan apa." jawab ibu.

"Kita mampir beli jenang dulu yuk bu, di minum di sini aja. Nanti ayah kita bungkusin." ucap ku, karena dari tadi aku melihat ibu menoleh ke arah orang yang sedang antri membeli jenang.

"Kamu itu tau ae to nduk, nek ibu lagi pengen makan jenang." ucap ibu menepuk pundak ku pelan.

"Ya tau to bu, kita kan sehati." gombal ku.

"Ha ha ha ha... Ada ada ae kamu ki." ucap ibu tertawa.

Sederhana saja bisa membuat ibu tertawa, apa Sinta juga bisa?

1
Dewi 1234
di tandain aja...jangan di baca novel karangan orang ini...bagaimana nih...noveltoon..cerita yg gk.jelas hegini bisa lolos...
Amilawati
👎👎👎👎👎👎
y_res
percuma Sar KLO ngelawanx cman dlm hati
Aquarius97 🕊️
insting wanita itu selalu tepat sih, ada yg beda dikit pasti terasa...
Lisda Nuryanti
dah pasti lq nya selingkuh sama sahabatnya
meris dawati Sihombing
mobil mah masuk ke Garasi thorrr blum prnh masuk ke Bagasi🤪
meris dawati Sihombing
bukan bagasi, garasi..
Alur cerita gk perlu hrs detail kali, tutup bekal ambil wadah, 🤗
yuyunn 2706
?????????
Yaty Suciati
koq gak jelas ceritanya tiba2 selesai, gak lucu ach
Ahsin
Sari2 bertele2 jd orang terll lm balas dendamnya
Ahsin
balas biar tu laki bangke dan sahabat laknat kapok
Sukliang
lho kok tamat thor
Sukliang
Luar biasa
Damaris Menden
lanjut Thor...knp crtx nggak jelas selesaix
Yuliana Sondey: lanjut
total 1 replies
Zarin Mayresa
ehh mana kata tamat kok gantung Thor,,,,
Zarin Mayresa
Andra ?
Nora♡~
Semangat terus thor... Sari... doa dan banyak bersabar yaa... InsyaAllah pasti kamu menang... sebagai Isteri Sah Ridwan... kuatkan kesabaran... dan kuatkan hati kamu..... semoga saja ada rahsia yang disembunyikan Sinta bahawa kehamilannya itu kepunyaan laki2 lain... Dan buatkan agar Sari di terima kembali dan rupa2nya Ayah Sari berasal dari keluarga orang kaya-raya dan Sang kakeknya mencari Cucu dari Anak kandungnya dan mewariskan hartanya pada satu2nya cucunya.... buatkan Ridwan menyesali perlakuannya bawa Kedua mertuanya pergi ke tempat kakeknya dan tinggal kat sana... semoga dipertimbangkan yaa... thor jika sesuai... untuk karya thor... lanjuut..
Hasrie Bakrie
Ckckck Sari jgn terlalu fokus ma gaji Ridwan, mending cerai aj daripada menyiksa batin
Hasrie Bakrie
Khilaf tu cuma ngelakuin sekali, tpi ini berulang" sampe Shinta hamil itu mah khilaf tpi keenakan dasar Ridwan
Hasrie Bakrie
Assalamualaikum aq hadir ya, pasti ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!