NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:132.1k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Nayra azahwa alzahrani...gadis berhijab yg memiliki wajah yg cukup cantik, kulitnya kuning bersih, tatapannya selalu tk tertebak, begitupun akan sikapnya.Ia hampir tk pernah terlihat mondar mandir bersama teman2nya karena seringya menghabiskan waktu d perpustakaan sekolah. Tanpa ia sadari sikap dinginnya mampu menarik perhatian beberapa star tim basket di sekolahnya, salah satunya.. Yan Aditya Rachman wakil kapten tim basket di sekolahnya. Seorang tuan muda dari keluarga pengusaha resto dan makanan ringan yg cukup terkenal di kota tempat tinggalnya. mampukah seorang Yan menaklukkan sang gadis dingin bersaing dengan sesama timnya...secara dia seorang pemuda yang terkenal supel dan ramah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjelang hari pernikahan...

Yandi membawa Nayra ke rumahnya setelah meminta izin pada ayah dan ibu Nayra.

Sesampainya di rumah Yandi, Nayra disuguhkan dengan pemandangan rumah berlantai dua dengan gaya dan arsitektur modern, halaman luas yang dilengkapi taman bonsai yang sangat asri, garasi mobil yang mampu menampung lima hingga enam mobil, belum lagi halaman berpagar tinggi yang luas. Sungguh, Nayra dibuat berdecak karenanya.

Memasuki rumah, mereka disambut lima orang wanita setengah baya dan lima orang laki-laki, yaitu tiga satpam dan dua sopir merangkap tukang kebun.

Bi Surti, yang merupakan kepala asisten rumah tangga Yandi, mengambil inisiatif memperkenalkan diri dan yang lain.

Respon Nayra terhadap mereka membuat semua yang hadir tercengang karena dirinya yang sopan, halus, dan lemah lembut. Itulah yang mereka tangkap dari calon istri majikannya itu.

"Bi Surti yang juga merawatku sejak kecil, Nay, ketika aku ditinggal oleh Mama dan Papa ke luar negeri," kata Yandi pada Nayra sambil memperkenalkan Bi Surti.

Nayra tersenyum lembut kemudian mendekat dan memeluk wanita baya itu. "Terima kasih, Bi, semoga bibi bisa memperlakukan aku seperti bibi memperlakukan Yandi," katanya kemudian, membuat Bi Surti dan yang lain menitikkan air mata terharu.

"Pasti, non, pasti," jawab wanita baya itu kemudian.

"Mari saya tunjukkan rumah ini pada anda, non..."

"Terima kasih, Bi...mari..." keduanya masuk ke dalam rumah.

Setelah itu, Yandi masuk ke ruang kerjanya dan semua orang yang ada di sana kembali pada kesibukannya masing-masing.

"Saya sangat bahagia akhirnya den Yandi bisa mendapatkanmu, Nona Nayra," kata Bi Surti ketika mereka berada di gazebo taman belakang sambil memberi makan ikan.

Nayra menoleh ke arah wanita baya itu.

"Bibi mengenalku...?!" tanya Nayra.

"Kita memang tidak pernah bertemu, Nona, tapi saya sudah sangat banyak mendengar tentang anda, juga melihat foto-foto anda di kamar den Yandi," jelas Bi Surti, membuat Nayra terbelalak.

"Anda jauh lebih cantik dari foto Anda, Anda juga sangat baik. Pantas den Yandi serta Tuan dan Nyonya Besar menyukai Anda bahkan sebelum mereka bertemu dengan Anda..."

"Bibi, jangan membesar-besarkan..."

"Sungguh, Nona...saya bicara apa adanya. Mari saya tunjukkan kamar den Yandi, di mana disana ada banyak foto-foto anda..." Bi Surti mengajak Nayra masuk kembali ke dalam rumah,

naik ke lantai dua menuju kamar utama, kemudian membukanya.

Mata Nayra terbelalak lebar begitu pintu kamar dibuka. Ruangan itu begitu luas, hampir tiga kali lebih luas daripada kamar Nayra, lengkap dengan kamar mandi dan walk-in closet, dan yang semakin membuatnya tercengang adalah foto-foto dirinya semasa SMA yang diambil dalam berbagai pose.

Ia sungguh tak tahu dan tak menyadari kapan Yandi mengambil gambar dirinya.

"Kau terkejut..." suara Yandi tiba-tiba mengejutkan Nayra.

"Ahh, kau, kapan kau di sini...?!"

"Sejak kau masuk tadi..." jawab Yandi sambil duduk di sofa yang tersedia di kamar itu.

"Kau terkejut bagaimana aku bisa memiliki gambarmu sebegitu banyaknya...?!" tanya Yandi, dan dijawab Nayra dengan lirikan matanya saja, membuat Bi Surti yang masih ada di sana tersenyum.

"Tentu saja aku mengambilnya diam-diam. Kalau kau tahu, kau pasti akan sangat marah padaku bahkan mungkin kau akan melaporkan aku ke polisi...betul?!" kata Yandi sambil tertawa.

"Narsis kamu...."

"Baru tahu dia, bik ha ha...." Yandi tertawa lepas melihat ekspresi Nayra.

"Dasar penguntit..." Nayra melempar bantal ke arah Yandi yang dihindari oleh pria itu sambil terus tertawa dan berlari. Jadilah keduanya berkejar-kejaran dengan disaksikan Bi Surti yang tertawa melihatnya.

Nayra baru saja melepas mukenanya setelah mengaji, ketika handphone-nya berkedip tanda menerima pesan.

( " Aku hamil anak Yandi...Masihkah kau akan menikah dengannya?") Bunyi pesan yang diterima Nayra.

Nayra terdiam seribu bahasa, tubuhnya seakan membeku.

1
jeje
tumben ga seru novel mu yg ini thor
Durrotun Nasihah
good job nayra...itu namany menolak secara harus ...menghindri pertikaian....memang seharusnya seperti itu....
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah selamat atas kelahiran putri nazima
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah pada bahagia semua
Tuti Tyastuti
dasar bucin
Tuti Tyastuti
terkuak rahasia ada kesalah pahaman
Tuti Tyastuti
semoga ya yan
Tuti Tyastuti
semoga martiha mendapatkan kebahagian
Tuti Tyastuti
lanjut
Tuti Tyastuti
Alhamdulilah yandi dah sembuh
Tuti Tyastuti
nayra kamu wanita hebat👍
Tuti Tyastuti
lanjut semangat nay
Tuti Tyastuti
Alhamdulillah maritha bisa berdamai
Tuti Tyastuti
syukurin emang enak
Tuti Tyastuti
semoga maritha insap dan sadar cinta gx bisa dipaksakan
Tuti Tyastuti
mantap nay👍
Tuti Tyastuti
siapa yandi kah🤔
Tuti Tyastuti
sabar hadapi maritha dengan kecerdikan
Tuti Tyastuti
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!