Moona dan Shiren merupakan kakak adik yang saling menjaga dan menyayangi.
Namun entah mengapa Shiren dengan teganya menjebak adiknya yang bernama Moona melakukan hubungan one night stand dengan calon suaminya sendiri di hari menjelang pernikahan antara Shiren dan Ryan tersebut.
Hingga pernikahan pun berganti mempelai yakni Moona lah yang menggantikan sang kakak untuk bersanding di pelaminan bersama dengan Ryan.
Bagaimana kisah ketiga nya selanjutnya?
Yukk ikuti terus setiap episodenya.
Jangan lupa untuk like, komen dan subscribenya yaa🤗
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Papa Terhadap Ryan
Ryan yang melihat Shiren menangis dengan berlinang air mata sembari berlari keluar dari kamar tersebut pun membuat hati Ryan semakin mendidih dan menatap tajam ke arah Moona.
"Kamu yang merencanakan ini semua dan menjebakku agar segera menikahi kamu kan?! Tega nya kamu menjebakku hingga aku melakukan hal yang sangat menjijikkan seperti ini dengan kamu!" ucap Ryan dengan mencekik leher Moona di depan semua orang.
Mama Moona pun tampak menjerit histeris melihat putri bungsunya tersebut di perlakukan dengan sangat kejam didepan banyak orang.
Papa Ryan pun dengan segera mencekal tangan Ryan dan dengan cepat menampar mulut Ryan dengan bertubi-tubi.
"Bubar semuanya! Jangan sampai berita ini tersebar keluar!" ucap papa Ryan dengan menahan emosi melihat tingkah putra nya tersebut.
Beberapa orang yang sempat melihat pun segera membubarkan diri. Termasuk Dryan yang sangat syok melihat orang yang baru saja membuat detak jantungnya berdegup tak menentu tersebut terlibat skandal dengan kakaknya.
"Pasti ada yang salah! Pasti ada yang keliru! Tidak mungkin Moona menjadi wanita murahan dan menjebak kak Ryan!" pekik Dryan dengan mengepalkan tinjunya di dalam kamar mandi hotel tersebut.
Sedangkan Moona sendiri sangat lah syok dan terpukul. Dirinya yang tidak tahu menahu pun menjadi sasaran amukan dari Ryan.
"Ma, maafkan Moona. Moona hanya mengikuti instruksi kak Shiren untuk menunggu kak Shiren kembali mengambil hp nya yang tinggal di ruang jamuan ma. Mama, tolong Moona ma. Moona sangat takut ma," ucap Moona dengan menangis terisak-isak.
Mama Moona yang masih nampak kebingungan pun hanya bisa memeluk putri bungsunya tersebut yang telah menggunakan pakaian nya kembali.
"Kalian harus segera menikah! Ryan harus segera menikahi Moona. Pernikahan Ryan dan Shiren terpaksa di batalkan dan berganti mempelai. Pesta pernikahan akan dipercepat antara Ryan dan Moona untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi," ucap papa Ryan dengan muka memerah menahan amarah terhadap putra nya tersebut.
"Ryan menolak pa! Ryan hanya mencintai Shiren! Ryan tidak mau menikahi wanita hina seperti Moona yang tega menjebak calon suami kakaknya sendiri!" pekik Ryan.
"Tutup mulut kotor kamu Ryan! Kamu yang hina karena telah mengambil kesucian Moona! Tidak ada penolakan sama sekali. Papa akan menghukum mu dengan menurunkan jabatan kamu menjadi asisten manager. Angga lah yang akan menggantikan posisi kamu sebagai CEO. Serta adik kamu Dryan papa angkat menjadi wakil direktur di perusahaan milik papa!" ucap papa Ryan dengan wajah memekik.
"Kenapa papa tega dengan Ryan! Papa kejam!" teriak Ryan tidak terima dengan keputusan papa nya tersebut.
Sedangkan Angga yang masih berada di ruang tersebut pun nampak tersenyum samar.
"Om, untuk menyelamatkan harga diri Shiren karena calon suami nya tersebut telah menodai calon adik iparnya sendiri. Maka izinkanlah saya menikahi Shiren agar Shiren pun masih memiliki muka di hadapan publik," pinta Angga di hadapan papa Shiren dan seluruh orang yang hadir di dalam ruangan tersebut.
"Baiklah, saya setuju jika Shiren menyetujui hal tersebut," jawab papa Shiren dengan pertimbangan yang telah matang.
Sedangkan Ryan pun nampak tidak terima melihat Angga yang seperti memanfaatkan situasi untuk merebut orang yang sangat di cintainya tersebut.
"Kamu ingin merebut Shiren dari ku? Kenapa sih kamu selalu menginginkan apa yang seharusnya aku miliki?!" teriak Ryan dengan menunjuk muka Angga dengan wajah yang sangat emosi dan terbakar api cemburu.
"Diam kamu Ryan! Om Andri pun setuju dan merestui jika Angga berkeinginan untuk menikahi Shiren. Pernikahan kalian akan dilaksanakan lusa secara bersamaan," ucap papa Ryan yang kemudian menyeret Ryan untuk di bawa kembali pulang kerumah.
Sedangkan Moona masih nampak sangat syok dan nampak kesulitan berdiri karena menahan perih nya area lembahnya itu karena miliknya yang telah berhasil di porak porandakan oleh benda tumbul milik Ryan tersebut.
"Ma, sakit ..." ucap Moona menahan rasa nyeri dan air mata nya agar tidak jatuh membasahi ke dua pipinya kembali.
Mama dan papa Moona pun dengan sigap memapah putri bungsunya tersebut hingga masuk ke dalam mobil.
Disepanjang Perjalanan menuju kediaman orang tua Moona, ketiga nya pun nampak terdiam dengan mama Moona yang masih memeluk putrinya tersebut dengan sangat erat.
Mobil pun telah sampai dikediaman mereka. Shiren pun nampak mengurung diri di dalam kamar nya tersebut dengan berurai air mata. Dia pun merasa sangat bersalah dengan keadaan adiknya dan mencoba mengiklaskan Ryan untuk di miliki oleh adiknya tersebut.
Sedangkan mama Moona terlihat memapah putrinya tersebut menuju ke kamarnya dan memandikan putrinya tersebut dengan air hangat. Setelahnya membantu putrinya berganti pakaian dan berusaha menenangkan putri nya tersebut.
"Moona, tenanglah esok pasti akan baik-baik saja. Tidurlah lebih dulu dan jangan memikirkan apapun," ucap sang mama dengan mengecup kening putri bungsunya tersebut.
Kemudian mama Moona pun menutup pintu kamar Moona dan beralih mengetuk pintu kamar Shiren.
"Shiren ini mama? Jika belum tidur tolong bukakan pintu untuk mama ya?" pinta mama Moona.
Mama Moona pun tak kunjung mendapatkan jawaban dari putri sulungnya tersebut dan dengan terpaksa kembali menuju kamarnya sendiri dengan melihat wajah suaminya yang nampak bersedih.
"Pa, sudahlah mari kita istirahat terlebih dahulu," ucap mama Moona menenangkan suaminya tersebut.
Suaminya tersebut pun nampak menurut. Keduanya pun nampak tertidur dengan saling menguatkan hati masing-masing untuk menghadapi ujian yang akan mereka lewati esok hari.
Sedangkan di kediaman kedua orang tua Ryan nampak Ryan yang terus menerus di pukuli papa nya hingga mama nya pun nampak menangis histeris.
"Pa! Sudah pa, memang Ryan yang salah. Namun jangan kamu pukuli sebrutal itu!" pekik mama Ryan dan kemudian di bantu Dryan yang berusaha menahan tangan papa nya itu agar tidak terus memukuli sang kakak.
"Biarin ma, Ryan yang telah mencoreng nama baik papa! Apalagi masih di dalam acara ulang tahun perusahaan! Papa sangat malu punya anak seperti Ryan!" pekik papa Ryan yang ingin memukuli Ryan kembali.
Namun tangan nya tersebut segera di tahan kembali oleh putra bungsunya itu.
"Aku tidak sudi untuk menikah dengan Moona! Ryan tidak mencintai Moona pa! Jangan paksa Ryan untuk menikahi wanita yang tidak aku cintai!" pekik Ryan yang kemudian membuat papa Ryan nampak naik pitam kembali.
"Seperti nya kamu harus papa beri pelajaran agar mengerti kehidupan yang sebenarnya! setelah kamu menikah nanti jangan harap kamu bisa tinggal dengan enak dan memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan! Setelah menikah belajar bertanggung jawablah dan beri kehidupan kepada Moona tanpa uang sepeser pun dari papa!" ucap papa Ryan yang kemudian pergi meninggalkan Ryan yang masih nampak syok dengan apa yang papa nya baru saja katakan.