NovelToon NovelToon
Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Mr.Playboy Vs Miss.Dingin

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:236.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Senajudifa

Shahnaz Almira. Seorang gadis dingin dan tomboy. Bukan sembarang gadis, di usianya yang baru menginjak 16 tahun, dia memiliki kecantikan, kecerdasan dan juga bekal ilmu bela diri dari kakeknya.

Niatnya dan si kakek untuk menolong seorang pria tua kaya raya yang dihadang komplotan perampok di tengah jalan, malah menyeret Shahnaz si gadis dingin dan tomboy untuk terlibat dalam kisah percintaan si pria playboy anak tuan Kelvin yang mereka tolong.

Aliandhara, si playboy, si duda beranak satu yang penuh dengan kehidupan glamour dan dikelilingi banyak wanita cantik sejak di tinggal istrinya berselingkuh dengan pria lain meminta Shahnaz untuk menjadi bodyguard keluarganya.

Mampukah Shahnaz menghadapi sikap playboy bosnya sekaligus melindungi keluarga bosnya itu yang selalu jadi incaran penjahat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Siapa Mereka

"Ularmu ini bukan kobra Jawa biasa, Mira...ini jenis ular kobra langka yang memiliki racun dan bisa yang sangat mematikan...lihat saja ujung lidah dan matanya yang memancar biru redup itu.

Kakek tampak memungut sesuatu di lantai. Benda seperti bintang pipih yang ujung-ujungnya sangat tajam.

"Shuriken dari lembah Shosen...aku tak mungkin salah, gambar tengkorak pada Shuriken ini yang melambangkan simbol dari perkumpulan mereka."

"Takagi Kakegawa...berani-beraninya kau mau membunuh cucuku? Ataukah mereka memang mengincar Alia sebagai putri dari tuan Kelvin?"

"Anda mengenal pemilik shuriken itu, kek??" Entah kapan datangnya tiba- tiba Xavier sudah berada di samping kakek.

"Kaze ga fuku... gerakanmu seperti angin berhembus anak muda, tak tau kapan bergerak tiba-tiba sudah ada di samping kakek."

"Kau murid dari si tua Kojiro?"

Xavier kaget tapi dia pandai menyembunyikannya. "Bagaimana kakek tua ini bisa tau? Sedangkan daddy dan kakakku saja tak pernah ada yang tau kalau aku adalah seorang ninja!!"

"Tak usah bingung anak muda, Kojiro adalah sepupu kakek."

"Kakek Dahlan ini orang Jepang?" Kata Xavier.

"Tapi kenapa kulit kakek hitam? Mata kakek bulat seperti uang logam?"

Kakek Dahlan tertawa. "Kakek tidak seperti gurumu yang selalu mengurung diri di doujou (tempat berlatih), kakek adalah seorang pengelana yang berpindah dari satu tempat ketempat lain.

"Apa kakek mengenali pemilik senjata ini?" Tanya Xavier lagi.

"Shuriken seperti ini adalah senjata andalan ninja dari lembah Shosen, tapi yang kakek herankan, Takagi Kakegawa tak pernah mau ikut campur urusan dunia luar...apakah ini perbuatan salah satu muridnya?"

"Tampaknya mereka memang mengincar Alia kek."

"Sebaiknya untuk hari ini dan besok, Almira dan Alia tidak usah kuliah dulu, apalagi kondisi Mira masih belum sehat benar...di takutkan ada serangan lagi dan Almira belum bisa melindungi dirinya dan Alia."

"Memang sebaiknya begitu Xavier, kakek khawatir pada keselamatan mereka."

Hari itu Almira dan Alia izin pulang duluan.

"Tuan muda, bisa ngga sih jalan biasa aja ngga perlu merangkul pundak Mira segala? Mira masih bisa jalan sendiri kok."

"Ngga...daddy tau badannya mommy masih lemas, jadi biar daddy rangkul gini biar ngga jatuh."

Xavier memandang Almira dan Aliandhara. Dia mendengar sendiri Aliandhara memanggil Almira dengan sebutan mommy.

Ada percikan rasa tak nyaman di hatinya, cemburu? Itu sudah tentu. Dan sepertinya Aliandhara sengaja memanas-manasi Xavier.

Sementara dari kejauhan ada sepasang mahasiswa dan mahasiswi. Wajah mereka sangat mirip satu dengan yang lain.

"Bodoh kau Hiro...mengapa lemparanmu bisa meleset seperti itu? Kau membuat kita hampir ketauan."

"Lemparanku tak meleset, Sima...hanya saja gadis yang berdiri di dekat sasaran kita gerakannya juga luar biasa cepat."

"Baru dua bulan kita di negara ini dan menyamar menjadi mahasiswa dan mahasiswi di sini, baru ini aku melihat ada seorang mahasiswi cantik tapi juga punya ilmu bela diri yang tinggi."

"Dasar kau saja yang bodoh, Hiro...semoga tidak ada yang mengenal senjata rahasia yang kau lemparkan itu."

Lelaki bernama Hiro yang merupakan saudara kembar Sima diam saja mendengar gerutuan kembarannya. Dia paham benar watak Sima yang keras. Gadis berumur 20 tahun dengan rambut sebahu, mata sipit dan memiliki wajah yang sangat manis, tapi siapa yang tau bahwa mereka berdua adalah pembunuh bayaran kembar yang di dunia hitam dijuluki the twins Qkiller.

Berbeda dengan Sima, Hiro si tampan masih memiliki sisi hati yang lembut. Itu sebabnya Sima selalu mengawasi saudara kembarnya itu.

Mereka akhirnya berlalu dengan cepat dari sana dan berbaur dengan yang lain.

Selesai mengajar, Xavier duduk di sofa dalam ruangannya. Dia nampak berpikir.

"Tampaknya ada ninja lain di kampus ini selain aku...dan tampaknya dia juga jahat."

"Ninja lembah Shosen...ayah Kojiro pernah bercerita sedikit tentang ninja penghuni lembah itu."

"Gerakan mereka sangat cepat dan rata-rata memiliki ilmu bela diri yang tinggi...tak pernah ada yang tau kebenarannya karena keberadaan mereka dan lembah Shosen tak tersentuh oleh dunia luar."

"Tapi kakek Dahlan mengatakan bahwa senjata rahasia berlambang tengkorak itu adalah ciri dari perguruan lembah Shosen."

"Aku harus lebih ekstra hati-hati...aku tak mau gadis yang kucintai celaka untuk ke dua kalinya lagi.

Sementara itu di rumah besar...

"Mommy...daddy ngga suka ya, jika mommy akrab dengan kutu dinosaurus itu!!"

"Ingat...tugas mommy melindungi Alia, bukan tebar-tebar pesona sama si KUDIS itu."

"KUDIS itu siapa?" Bukannya menjawab, aku malah balik bertanya.

"KUDIS ya kutu dinosaurus lah..." Jawab Aliandhara enteng.

"Kalau di rumah tugasnya mommy melindungi Rafa dan menyenangkan daddy."

"Tapi tak ada dalam job disk saya untuk menyenangkan tuan muda?"

"Ada...daddy yang sekarang memberikan job disk itu."

"Mommy...." Rafa masuk dengan di antar oleh bi Asih.

"Rafa jangan nakal ya...mommy masih sakit...sama bi Asih dulu ya!!" Aliandhara membujuk putranya.

"Ga au...ga au...mo ama mommy..."

Rafa terus merengek tak mau di gendong bi Asih.

"Sudah, ngga apa-apa tuan...sini Rafa bobo di samping mommy ya!!" Aku menepuk-nepuk pembaringan di sebelahku.

"Encik...." Rafa tertawa gembira.

Memang luar biasa efek racun kelabang biru itu, bertambah lagi dengan masuknya racun dari Kadir yang berperang di dalam setiap pembuluh darahku.

Seluruh sendi-sendi di tubuhku terasa luluh lantak. Nafasku masih terasa sesak. Mungkin benar saja jika yang terkena tadi adalah Alia, mungkin dia akan langsung tewas detik itu juga dengan sekujur tubuh gosong membiru.

Seandainya tadipun tak ada pertolongan dari Xavier yang mencegah sementara racun itu masuk ke jantung melalui peredaran darahku dan pertolongan dari Kadir, mungkin akupun saat ini sudah hanya tinggal nama.

Inalilahi wainalilahi rojiun...telah berpulang ke Rahmatullah Shahnaz Almira..."Hih..." Aku bergidik ngeri membayangkannya.

"Ada apa my??" Aliandhara yang duduk di sampingku dan Rafa bertanya melihat aku bergidik.

"Ngga...saya hanya membayangkan jika tadi racun kalajengking itu tak bisa di keluarkan dari tubuh saya, pasti saat ini saya tidak bisa bersama denga Rafa lagi."

Aku menciumi Rafa yang berbaring tenang di sampingku.

"Dan daddy akan berkabung selamanya karena telah di tinggalkan oleh istri tercinta.." Kata Aliandhara.

"Prettt..." Kataku.

"Sudah ah, my...ngga usah ngomong yang aneh-aneh...bersyukur nyawa mommy sudah di selamatkan."

"Dan daddy juga bersyukur karena pengorbanan mommy, Alia juga selamat...terima kasih ya my..." Tanpa sempat aku menghindar, Aliandhara telah mendaratkan kecupan di keningku.

Hari ini daddynya Aliarafa Antonio benar-benar duduk menungguku yang sedang lelap tertidur bersama putranya. Dia benar-benar mengcancel semua jadwalnya hanya demi menemaniku hari ini.

***Bersambung...

Jangan lupa dukungannya...like, komen, vote, favorit dan rate nya....matur thank you🙏🙏

1
Violeta
ya ampyyunn...kakek sm cucu ga mau kalah sindir²an 😅🤣
Violeta
🤣🤣🤣
Hajijah Jeje
sumpah..ngakaka aku baaca novelmu torr/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Itsmeofp
/Heart/
ZasNov
Wah Redo gentle banget.. Mau ga tuh Alia langsung dilamar Redo.. 😄
ZasNov
Sedih banget Kakek Dahlan udah meninggal dunia.. 😭
ZasNov
Gantian ya, dulu Matsuyama jaga Almira sama anak2 Xavier.. Sekarang Xavier jaga Almira sama anak Matsuyama..
ZasNov
Terima aja ya Xavier, jangan mengelak. Karena memang begitu kenyataannya..
ZasNov
Almira dan bayinya selamat berkat Xavier, Revita dan Redo..
Semoga Matsuyama juga selamat ya..
ZasNov
Sullivan emang cocoknya sama Kebebitak..
ZasNov
Syukurlah Revita dan Redo bisa menyelamatkan Almira dari Kebebitak..
ZasNov
Bagus Aliandhara.. Semua memang salah Xavier sampai akhirnya Sullivan nekad begitu..
ZasNov
Semoga Almira dan bayinya baik2 saja ya..
ZasNov
Baguslah Kakegawa sadar kalau itu adalah buah dr perbuatan buruknya bersama Miku..
Mereka harus menerima akibatnya..
ZasNov
Untung saja Matsuyama bisa menghindar, kalau tidak dia bakalan dipaksa menikah sama siluman..
ZasNov
Rasanya sedih banget karena Almira dan Xavier tidak bisa bersatu lagi untuk membesarkan Xander dan Revita..
Tapi itulah konsekuensi yang harus ditanggung Xavier karena kesalahannya..
ZasNov
Akhirnya Revita kembali pada Almira dan Xander.. 🥰
Gimana reaksi Xavier saat bertemu Revita ya..
ZasNov
Hikaru dan Miku sama jahatnya..
Semua kekacauan itu ternyata sudah direncanakan secara matang..
Hingga akhirnya Miku mendapatkan karmanya..
ZasNov
Sedih.. 😭
Almira tetap ga bakal lupa kesalahan Xavier..Tapi meskipun begitu, Xavier tetap berusaha meyakinkan Almira tentang perasaannya..
ZasNov
Terima saja Xavier..Almira berubah dingin karena salahmu juga..
Senajudifa: itu sdh kalo jd laki mata keranjang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!