NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kholifah NH

Romance || 18+

Lily adalah seorang murid yang cantik dan juga cerdas yang saat ini sudah menginjak kelas 3 di SMA Nusa Bangsa

Lily harus menerima perjodohan atas permintaan sang ayah dengan lelaki yang ternyata adalah adik kelas Lily, Kevin Wildiansyah

Dia adalah murid laki-laki yang terkenal oleh 'image' nya yang bandel karena sering mengikuti tawuran

Akankan Lily dan Kevin dapat menjalankan pernikahan rahasia ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lily Kabur

Mobil Kevin sudah tiba dirumah

Kevin turun dan menggendong Lily ke kamar. Kevin sengaja tidak membangunkan Lily karena tidak mau mengganggu Lily yang sedang tidur nyanyak

"Loh Vin, Lily kenapa? ". Tanya Rama dengan panik

"Tidur yah". Jawab Kevin pelan

"Ohh ayah kira pingsan". ucap Rama

"Kevin bawa Lily kekamar dulu yah".

"Ya ya sana". ucap Rama

--

Di kamar

Kevin membaringkan Lily dikasur. Melepas sepatu Lily dan menyelimuti tubuh Lily

"Aku kebawah dulu ya". Ucap Kevin berbisik sambil mengelus kepala Lily

--

Kevin keluar dari kamar dan menuruni tangga untuk mengampiri Rama dan Bastian yang masih berbincang diruang keluarga.

"Vin, sini duduk". Ucap Bastian

Kevin pun duduk disamping Rama

"Vin, tadi papa sudah ngobrol sama Rama, Rama berfikir untuk mengubah seluruh aset Rama menjadi milik Lily, ganti nama gitu. menurut kamu gimana? ". Tanya Bastian

"Hmm, Lily udah tau Pa, Yah?". Tanya Kevin menoleh ke Bastian dan Rama

"Yaa Lily belum tau sih".

"Tapi gimanapun juga kan tetap seluruh aset ayah akan jadi milik Lily". Ucap Rama

"Urus aja secepatnya Ram, gue ada kenalan notaris bagus, ntar lu bilang ke gue kapan mau ketemu orangnya. Gue yang urus". Ucap Bastian

"Tapi yah, bukannya Lily abis lulus nanti mau kuliah ya? ". Tanya Kevin

"Hmm tapi akan lebih baik kalo setelah lulus nanti Lily langsung pimpin perusahaan". Jawab Rama

"Mendingan ayah omongin dulu sama Lily". Usul Kevin

"Emang Lily bakal terima? ". Tanya Bastian

"Udah langsung aja urusin, kalo udah beres semua baru deh kasih tau Lily".

"Papa nih ngehasut aja". Batin Kevin

"Dengan gitu kan Lily gak bisa nolak tuh". Sambung Bastian lagi

"Ya ada benernya juga sih, lu kan tau sendiri Bas, gue udah sakit-sakitan gini, ya mau gak mau Lily harus gantiin gue di perusahaan". Ucap Rama

"Hmm yaudah Kevin sih ikutin aja kata ayah aja". Ucap Kevin

"Kamu bantu Lily dong Vin, kamu kan sedikit tau soal perusahaan". Ucap Bastian

"Nanti sama kaya Lily, semua perusahaan papa juga akan papa kasih ke kamu". Sambung Bastian

"Duh Pa, Kevin aja masih kelas 2".

"Ya kan nanti. Santai aja". Ucap Bastian

Kevin membuang nafasnya kasar

"Kamu tadi kerumah Vin?.

"Iya pah, Lily minta kesana".

"Mama lagi ngapain? ". Tanya Bastian

"Biasa,nyiram bunga". Jawab Kevin

"Mama kamu tu seneng banget kalo nyiram bunga, tapi kalo papa siram gak pernah mau". Curhat Bastian

"Hahahahaha" . Rama tertawa kencang

Kevin pun bingung dengan ucapan papa nya

"Maksudnya pa? Papa nyiram mama?. Tanya Kevin

Rama semakin tertawa kencang

"Haduh haduh.. Kamu kan udah nikah Vin masa gak ngerti".

"Itu loh, nyiram nyiram. Bercocok tanam". Ucap Bastian

Kini Bastian juga ikut tertawa dengan Rama

"Sial, gue kira apaan". Batin Kevin

"Udah deh mending Kevin kekamar. Gak jelas omongan papa". Ucap Kevin meninggalkan Bastian dan Rama

"Mau kemana Vin, mau nyiram Lily? ".

"HAHAHAHA". Rama dan Bastian tertawa puas.

Kevin yang mendengar ucapan papa nya hanya menggeleng-gelengkan kepala

--

Dikamar

Kevin masuk kekamar dan melihat Lily sudah bangun

Lily terduduk di ranjang sambil melamun

"Lily.. Udah bangun. Kok bengong sih? Mikirin apa?". Tanya Kevin dan duduk disamping Lily

Lily hanya terdiam

"Hey, Lily.. Sayang". Kevin mengibas-ngibas tangannya di depan wajah Lily

Lily pun tersadar dan menoleh ke Kevin

"Ehh Vin. Ngagetin aja".

"Lah, lagian bengong. Mikirin apaan sih? ". Tanya Kevin

"Mikirin bunda".

"Bunda? Bunda Elisa?". Tanya Kevin

(Elisa nama ibunya Lily)

Lily mengangguk

"Tadi gue mimpiin bunda,tapi mimpinya jelek Vin. Mimpi buruk". Ucap Lily dengan wajah murung

"Coba ceritain". Ucap Kevin

"Hmm..bunda bilang kalo gue gak boleh sedih kalo nanti ayah ikut bunda".

Kevin terdiam, Kevin bingung harus ngomong apa

"Vin...apa ayah bakal ninggalin gue juga? ". Tanya Lily yang kini menatap Kevin

Kevin memeluk Lily

"Jangan ngomong gitu. Ayah gak akan ikut bunda, ayah akan disini sama kita, gak akan ninggalin kita". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily

"Beneran Vin?".

Kevin mengambil nafas dalam-dalam

"Iya sayang,bener". Ucap Kevin

Kevin mengecup puncak kepala Lily

"Udah jangan dipikirin ya,itu kan cuma mimpi".

*suara adzan maghrib berkumandang*

"Adzan. Siap-siap sholat yuk". Ucap Kevin

Lily hanya mengangguk

SKIP

--

Mereka sudah selesai sholat

Lily duduk di sofa sambil memainkan ponselnya

Sementara Kevin kekamar mandi

"Ini malem minggu ya, Kevin mau gak ya diajak keluar". Batin Lily

Kevin keluar dari kamar mandi dan menghampiri Lily di sofa

"Vin, keluar yuk". Ucap Lily

"Kemana? Kan seharian tadi udah jalan-jalan. Emang gak capek?". Tanya Kevin sambil mengusap kepala Lily

"Hmmm tapi gue pengen jalan-jalan malem. Mau ya.. Pleaseee". Pinta Lily dengan wajah memohon

Kevin membuang nafas kasar

"Iyaa yaudah,kalo udah kaya gini gue mana bisa nolak". Ucap Kevin

"Yeeesss". Ucap Lily kegirangan seperti anak kecil

CUP

Dan Lily reflek mengecup pipi Kevin sekilas

Lily langsung terdiam

"Hehehe".

"Yaudah mandi dulu sana,tadi kan belum mandi langsung tidur". Ucap Kevin

"Iyaa iya.. mandi dulu". Ucap Lily langsung berlari ke kamar mandi

Kevin terheran melihat tingkah istrinya yang begitu semangat

"Ya ampun... emang Lily gak pernah keluar malem ya. Kayaknya seneng banget". Batin Kevin

Kevin memegang pipinya yang tadi dicium Lily dan tersenyum

"Sering sering aja cium gue Ly". Batin Kevin lagi

--

Setelah Lily selesai mandi kini giliran Kevin yang masuk ke kamar mandi

Sementara Lily sedang bersiap menyisir rambutnya

5 menit kemudian Lily sudah rapih

Lily memakai jaket dan celana levis dengan warna senada serta kaos dengan corak pink putih dan rambut yang diikat ponytail serta sepatu va*s

Lily menunggu Kevin sambil memainkan ponselnya di kursi rias

Ddrrt drrtt drrtt

Drrt drrttt

Terdengar suara ponsel Kevin bergetar diatas nakas

"Hp Kevin geter terus? Ada yang nelfon?". Batin Lily

Lily menoleh ke kamar mandi. Belum ada tanda-tanda Kevin selesai mandi

"Kevin masih lama kali ya,gue angkat aja deh". Batin Lily

Lily menghampiri ponsel Kevin yang berada di nakas

Lily meraih ponsel Kevin dan melihat siapa yang nelfon,ternyata nomer baru

"Eh,nomer baru. Siapa nih". Batin Lily

Lily menerima panggilan tersebut

"Halo Vin. Lu dimana. Gue udah nunggu di tempat biasa".

Deg

Lily terdiam mendengar suara tersebut

Suara perempuan

"Hallooo Vin,lu denger gue gak sih".

Lily langsung memutus sambungan telfon tanpa berbicara apa-apa

"Siapa? Kenapa nungguin Kevin? Di tempat biasa? Tempat biasa itu dimana? ".

Terbesit pertanyaan-pertanyaan yang cukup membuat Lily sangat penasaran

"Ada hubungan apa Kevin sama cewek itu". Batin Lily

Entah kenapa dada Lily terasa sesak dan ia merasa sedih

Bagaimana kalau ucapan manis Kevin kemarin adalah bohong. Bagaimana kalau sebenarnya Kevin punya wanita lain diluar sana

"Vin, lu bohongin gue. Lu bilang serius sama pernikahan kita". Batin Lily

Lily mengusap pelupuk matanya yang mulai tergenang air.

Lily segera menaruh ponsel Kevin dinakas

Mengambil sling bag dan ponselnya setelah itu berlari kecil menuruni tangga dan menuju gerbang rumah

"Non non mau kemana". Ucap penjaga rumah Lily

Namun Lily pergi menghiraukan panggilan penjara rumahnya itu

--

Sementara dikamar

Kevin baru keluar kamar mandi

Kevin mengedarkan pandangannya ke sudut kamar, tetapi tidak mendapati Lily

"Lily kemana. Apa nunggu dibawah? ". Batin Kevin

Kevin segera bersiap dan turun ke bawah menyusul Lily,

"Sepi. Lily kemana sih". Batin Kevin sambil celingukan mencari Lily

Tiba-tiba pak penjaga rumah masuk kedalam untuk memberitahu soal Lily

"Den, maaf den. Non Lily-.... "

"Lily kenapa pak. Lily kemana? ". Ucap Kevin

"Kabur den". Ucap bapak itu sambil menunduk

"Apa? Kok bisa?". Ucap Kevin setengah berteriak

"Maafin saya den, saya mau kejar tapi gak sempet karena non Lily tiba-tiba datang langsung lari den". Ucap bapak itu dengan nada penyeselan

"Aarghh sial". Kevin mengumpat dan segera berlari menuju mobil

--

Sudah hampir 1 jam Kevin mengelilingi sudut kota untuk mencari Lily tetapi nihil

Kevin mencoba menghubungi Lily tapi tidak terhubung

"Masih gak aktif juga hp nya".

"Astagaaa lu kemana sih Ly. Kenapa kabur kaya gini".

"Gue salah apa". Kevin mengacak-acak rambutnya frustasi

Ddrrt ddrtt

Ponsel Kevin bergetar

"Lily".

Ternyata yang menelfon adalah seorang cewek tetapi bukan Lily

"Hufftttt"

"Halo"

"Vin ini gue. Katanya lu mau anterin gue ke tempatnya Tommy"

"Gue nungguin di basecamp lu nih daritadi. Gue kan nelfon lu tadi tapi lu diem aja. Malah dimatiin".

"Salsa?? Astaga iya gue lupa". Batin Kevin

"Lu nelfon gue?". Tanya Kevin

"Iya"

"Lu kesana sendiri,gue ada urusan penting".

"Loh tapi-"

Tut

Kevin memutuskan sambungan telfonnya

Kini Kevin tau kenapa Lily tiba-tiba pergi. Karena Lily lah yang menerima telfon dari Salsa tadi

"Lu pasti salah paham Ly". Ucap Kevin

"Aarggh gobl*k lu Kevin gobl*k".

Kevin memukul-mukul stir mobilnya dengan kencang

"Gue harus cari Lily kemana".

Sudah hampir jam 9 malam. Namun Kevin masih berkeliling

"Sial, gue gak tau rumah temen-temennya Lily,nomernya aja gak punya".

Kevin mencoba menghubungi Lily lagi tapi hasilnya sama, nihil

"Sayang kamu dimana sih. Ini udah malem sayang aku takut kamu kenapa-napa". Batin Kevin cemas

--

*flashback on*

Tadi sore sepulang dari Dufan, Kevin dan Lily berkunjung kerumah Anita

Kevin meninggalkan Lily dan Anita ke toilet untuk buang air kecil

Di toilet

Ddrtt drrrtr

Ponsel Kevin berdering

Ponsel mangambil ponselnya di saku celananya

Ternyata panggilan masuk dari Tommy

"Ngapain nih kuny*k". Batin Kevin

"Halo Vin, gue minta tolong dong nanti malem jemput Salsa di basecamp".

"Lah kenapa gue yang jemput".

"Gue gak bisa lah, gue lagi siapin surprise. Dia ulang tahun sekarang. Lu bawa dia ke cafenya bang Rizal ya. Jam 7". Ucap Tommy

"Anji*g lu nyuruh-nyuruh gue". Ucap Kevin

"Yeh gue minta tolong bangs*t. Si Rian kaga bisa, lagi ada acara keluarga katanya. Nanti gue kasih nomer lu ke Salsa biar dia yang hubungin lu nanti"

"Iya iya yaudah".

"Nah gitu dong. Terbaik emang". Ucap Tommy

Kevin pun memutuskan panggilan telfonnya

Kevin cukup mengenal Salsa,karena mereka satu sekolah saat SMP dan masih berteman baik saat ini. Jadi bagi Kevin tidak masalah membantu kedua temannya.

*flashback off*

--

Kevin masih mengelilingi sudut kota mencari keberadaan Lily

Ddrtt ddrrtt

Drrt ddrrttt

Ponsel Kevin bergetar lagi

"Siapa lagi sih. please kalo bukan Lily jangan ada yang nelfon dulu lah". Kevin menggerutu sendiri

Ddrrttt drrrtt

"Sial".

Kevin meraih ponselnya dan melihat nama penelfon tersebut

"Papa".

Kevin mengangkat telfon dari Bastian

"Vin, kerumah papa sekarang. Lily ada disini nangis-nangis. Kamu apain dia hah? Awas kamu kalo ketemu papa". Ucal Bastian sambil mengancam Kevin

"Pa paaa Lily disana pa-".

Bastian memutus sambungan telfon

Kevin menatap layar ponselnya

"Dimatiin". Batin Kevin

Kevin merasa lega karena mendengar kalau istrinya ada dirumah orang tuanya

"Lyy.. Ly...gue stress muter-muter nyariin lu. Tapi ternyata lu dirumah papa". Ucap Kevin

Kevin lega sekaligus jengkel dengan Lily, bisa-bisanya Lily membuat Kevin panik dan hampir gila saat ini

--

1
Linda Purnama Sari
memang kalau kaya ada uang tu kayak gitu nak aja ngolah nya mausedah mau ada Maslah insya Allah ngak kelabakan kayak orng ngak punya uang pinjem sana sini
Qaisaa Nazarudin
Waaahh Hot daddy n h..Keisha imut banget,pengen unyel2 tuh pipi bak pou..💋💋💋💋💋😀😀😀
Qaisaa Nazarudin
Hurmm ini Alurnya kebanyakan SALAH PAHAM,Lily juga sok soan nolong Devan,Harusnya panggil aja Kevin,Biar Kevin yg bantu,Udah tau orang lagi mabok,Bukannya lari malah sok soan perhatian..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak lapor.ke.polisi aja,Biar mereka masuk bui..Tuh ada saksinya si mbok..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya dari awal ngasih tau nih cewek,Udah ada kejadian kayak gini baru ngomongnya..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai jadi valon pelakor,Ngapain Cari yg l bih muda,Jaman sekarang banyak yg Modus pengen CEPAT hidup senang..
Qaisaa Nazarudin
Hareudang..hareudang..panas .panaassss..paanaaasss...Kevin yg belah duren,Aku yg tahan nafas bacanya..🤣🤣🤣🤣🤣😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Bukannya setelah lulus Lily harus kuliah ya..
Qaisaa Nazarudin
Dari mana kamu tau Aldo itu gak suka sama kamu,? Kamu nya aja yg gak Peka,sok polos.Ingat gak ada pertemanan antara cewek dan cowok tampa melibatkan perasaan..
Qaisaa Nazarudin
Macam2 juga gak papa Suami kan..🤣😜
Susilawaty Rubba
Luar biasa
Susilawaty Rubba
wahhh novelnya tahun 2022 & ku baru baca tahun 2024 bulan Oktober...
Dian Sari
Thor ceritakan saat Keisha besar dong
Indira Putri
sama kyk gua oma opa haha
Indira Putri
dan adel adalah aku /Tongue/
Indira Putri
tapi walaupun dipeluk juga mereka cowo terbaik sih menurut gua, kayak temenan kayak gitu dan sampe gitu susah bro
Indira Putri
udah tau lagi hamil malah dikasarin, klo gamau cerai ya jangan gitu anj-
Indira Putri
nangis gua baca bagian akhirnya
Indira Putri
bengek gua liat lily kayak gitu ke tommy/Curse/
Indira Putri
gua udah panik jir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!