NovelToon NovelToon
Istri Muda Tuan Mafia

Istri Muda Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Auraliv

Hidup Ruby berubah ketika memutuskan menikah dengan lelaki bernama Ryan. Bagaimana tidak? Ryan ternyata adalah seorang ketua mafia. Parahnya Ryan sudah memiliki dua istri sebelum menikahi Ruby.

Istri pertama bernama Megan. Seorang model cantik dan seksi. Dia ahli melakukan tipu muslihat dengan kecantikannya. Sedangkan istri kedua adalah Sarah, jenius dan ahli bela diri.

Ruby harus bersedia menjadi istri ketiga karena keadaan yang memaksa. Dia menghadapi hinaan dan juga remehan dari dua istri serta bawahan Ryan. Ruby dianggap orang yang tidak berguna dalam organisasi mafia milik Ryan.

Ruby yang awalnya menolak menjadi istri ketiga, akhirnya menerima. Namun masalah malah semakin pelik, karena dua istri Ryan melakukan segala cara untuk mengusirnya.

[Visual karakter ada di bab 14.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Misi Kapal Pesiar [1]

...༻❀༺...

Ruby mengikuti Megan dengan perasaan khawatir. Dia sempat berpikir, mungkin saja wanita berambut pirang itu akan memberinya pelajaran. Terlintas dalam benaknya, kalau Megan akan menembakkan peluru ke kepalanya.

Prasangka buruk Ruby seketika hilang. Tatkala memasuki ruangan dimana di sana terdapat Sarah dan juga beberapa bawahan Ryan.

"Everyone, perkenalkan anggota tim baru kita." Megan memperkenalkan Ruby dengan para bawahan Ryan. Tetapi usahanya itu hanya sia-sia, sebab bawahan Ryan, kebetulan sudah mengenal Ruby. Meskipun begitu, bukan berarti mereka akan berada dipihak Ruby. Para bawahan Ryan juga tahu, bahwa Ruby tidak memiliki keahlian apapun. Dan pastinya belum pantas ikut menjadi bagian tim yang akan menjalankan misi.

Ruby tersenyum untuk menyapa orang-orang yang dikenalnya. Namun sikap ramahnya hanya dibalas oleh satu hingga dua bawahan Ryan.

"Oke, karena semua orang sudah di sini, maka aku akan menjelaskan rencana yang akan kita lakukan." Sarah bersuara tanpa menyempatkan diri untuk menyapa Ruby. Menoleh ke arah gadis itu pun dia tak berminat.

Sarah memberitahu kalau tim akan melakukan misi ke kapal pesiar. Tempat dimana The Drugs beserta kelompok mafia yang bekerjasama dengannya, melakukan pesta.

"Megan nanti akan berbaur ke pesta, dan menarik perhatian di sana. Kalau bisa buatlah ketua komplotan The Drugs bersenang-senang denganmu. Agar dia lupa dengan barang penting yang dibawanya," terang Sarah.

"Oke. Itu hal yang mudah," sahut Megan. Dia terlihat menyandarkan pinggulnya ke meja. Bermain-main dengan layar ponselnya. Walaupun begitu, telinganya tetaplah aktif untuk mendengarkan penjelasan Sarah.

"Aku dan kalian semua." Sarah menunjuk semua bawahan Ryan yang ikut dalam timnya. "Kita akan melakukan pencarian di gudang penyimpanan. Habisi orang-orang yang menghalangi tanpa menggunakan pistol. Kita lakukan penyerangan dalam hening!" ujarnya melanjutkan.

"Oh satu hal lagi. Sebelum melakukan penyerangan, Max harus mengatasi kamera pengawas terlebih dahulu. Baru kita akan lakukan penyerangan. Sekarang kita sebaiknya mempersiapkan segalanya." Sarah kembali menjelaskan.

Ruby yang merasa namanya belum disebut, segera mengangkat salah satu tangannya. "Sarah, bagaimana dengan tugasku?" tanya-nya sambil mengerjapkan mata beberapa kali.

"Ah benar, aku hampir lupa." Sarah menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia sebenarnya sangat ingin mengeluarkan Ruby dari tim. Namun karena dirinya sangat mengingat jelas ancaman Ryan, maka Sarah tidak punya pilihan selain menerima Ruby.

"Hahaha, kau lebih baik mengamati lumba-lumba saja dari atas kapal." Megan tergelak kala menyasikan raut wajah Ruby.

Sarah terdiam sejenak. Dia tampak berpikir keras. Hingga satu ide cemerlang berhasil terbersit dalam otaknya. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Kau lebih baik mendampingi Megan ke pesta. Dia pasti akan sulit--"

"Sarah! Apa-apaan! Aku tidak mau!!" Megan sengaja memotong ucapan Sarah. Dia menolak mentah-mentah usulan yang diungkapkan Sarah.

"Ayolah Megan!" Sarah menatap ke arah Megan. Mencoba memberikan kode. Sebab dia punya rencana khusus untuk mengatasi keterlibatan Ruby. Akan tetapi Megan tidak kunjung menangkap tatapannya.

"Aku akan kesulitan nanti!" balas Megan, yang pada akhirnya mengalihkan pandangan ke arah Sarah. Keduanya seolah saling bicara melalui mata. Menyebabkan Megan kini mengerti terhadap apa yang dimaksud Sarah.

"Beginikah cara kalian memperlakukanku?" Ruby memutar bola mata jengah. "Aku akan buktikan--"

"Baiklah kalau begitu, kau akan menemaniku berbaur ke pesta, Ruby. Jadi, persiapkanlah gaun yang menggoda untuk dipakai." Megan sengaja menjeda kalimat Ruby.

"Oke, sekarang kalian boleh bubar!" ucap Sarah.

"Eh tunggu, tunggu! Ngomong-ngomong ini misi untuk mendapatkan apa? Kalian belum memberitahuku apapun!" Ruby memegang lengan Sarah. Menuntut jawaban.

"The Drugs, Ruby. Artinya obat-obatan terlarang. Pengusaha ilegal narkotika itu memang menamai komplotannya dengan sebutan The Drugs," jawab Sarah seraya melepaskan genggaman tangan Ruby dengan pelan. Selanjutnya dia dan semua orang beranjak keluar ruangan.

"Max!" Ruby mencegat Max yang melingus begitu saja melewatinya. Lelaki tersebut bersikap seakan tidak mengenal Ruby.

"Kau meremehkanku juga?!" timpal Ruby dengan dahi mengernyit.

"Maaf, Ruby." Max memasang mimik wajah datar. Kemudian pergi meninggalkan Ruby. Tanpa penjelasan sedikit pun. Sepertinya Max tidak dapat membantah anggapan Sarah dan Megan tentang Ruby. Yaitu tidak memiliki keahlian apapun. Ruby memang masih memegang reputasi sebagai penjahat kelas teri.

Di sisi lain, Megan dan Sarah bicara empat mata di dalam kamar. Megan menuntut Sarah untuk menjelaskan rencananya.

"Katakan apa ide brilianmu untuk menjauhkan Ruby dari misi?" tanya Megan sembari duduk di kasur empuk nan mewahnya.

"Sederhana. Bawa dia bersamamu ke pesta, dan buat dia minum banyak alkohol. Aku dengar dia sangat mudah mabuk!" ungkap Sarah sambil melipat tangan didada.

"Lalu? Apa kita akan meninggalkan dia saat misi telah selesai?" balas Megan. Sepenuhnya belum memahami rencana Sarah.

"Tentu saja tidak. Kita akan tetap membawanya kembali pulang dalam keadaan mabuk. Saat itulah kita buktikan kepada Ryan, bahwa Ruby tidak serius dengan misi pentingnya," jelas Sarah merasa percaya diri. Senyuman liciknya menular kepada Megan.

"Kau memang selalu jenius!" puji Megan sembari menggelengkan kepala. Lalu bertepuk tangan beberapa kali.

Dua hari kemudian. Hari pelaksanaan misi kapal pesiar telah tiba. Semua orang sudah berkumpul di dermaga. Ruby dan Megan memilih jalur khusus undangan. Sementara Sarah dan rekan-rekan timnya, harus lewat jalur untuk karyawan. Sarah dan yang lain memang sengaja menyamar untuk menjadi pelayan serta juru masak.

"Ikuti aku!" titah Megan, yang berjalan lebih dahulu. Dia dan Ruby baru keluar dari mobil yang sama.

Ruby mengerutkan dahi, saat Megan meninggalkan kopernya. Nampaknya gadis berambut pirang tersebut memang sengaja tidak menyeret kopernya sendiri. Agar Ruby otomatis membawakannya. Namun Ruby sama sekali tidak peduli, dan mengabaikan koper Megan yang masih diam di tempat.

Dengan santainya, Ruby melangkah melewati Megan. Menarik koper kecilnya yang berwarna hitam. Saat itulah Megan menyadari, kalau koper miliknya tidak dibawakan oleh Ruby. Dia sontak panik, karena sebentar lagi kapal akan berlayar.

"Hei! Kau meninggalkan koperku?!" Megan menarik kasar pundak Ruby. Menyalangkan mata. Sekarang dia dan Ruby saling berhadapan.

"Kau punya tangan dan kaki. Gunakanlah, dan bawa sendiri kopermu!" tukas Ruby. Dia membalas menatap tajam. Bahkan mengangkat dagunya.

Ruby melangkah mendekati dua lelaki yang berjaga. Tanpa disangka dua lelaki tersebut menagih kartu undangan kepada Ruby.

"A-apa? Kartu undangan? Tetapi aku..." Ruby yang bingung perlahan menoleh ke arah Megan. Dan dia melihat Megan memperlihatkan dua kartu undangan yang terpegang ditangannya. Wanita berambut pirang itu tersenyum puas.

"Ambilkan koperku, maka kau bisa mendapat kartu undanganmu," ujar Megan dengan segala perintahnya.

Ruby mendengus kesal. Dia terpaksa menuruti kemauan Megan. Gadis itu sekarang berlari melewati kerumunan orang, dan berupaya mengambil koper Megan yang tertinggal.

Catatan Author :

Guys, untuk minggu ini, Author cuman bisa up satu bab perhari. Jadwal Author di dunia nyata lagi padat banget. Pergi pagi, pulang petang. Makanya cuman sempat nulis pas malam aja. Terima kasih buat yang masih betah dan setia... lope, lope...♡♡♡

1
Surati
bagus
Lisa Halik
apa tujuan ryan nikahi ruby pada hal ryan sudah punya isteri
Lisa Halik
mampir thor
Tarmi Widodo
bodoh banget rubi.laki² serakah punya 3 istri sebel aq,TPI penasaran klu tak di baca hihihi 😀
Tarmi Widodo
kesel baca ya masak lari terus kpn damai ya hihihi
Tarmi Widodo
apa tak capek Rubi lari terus,pergi jauh Rubi jgn smpi ketangkap lgi buang tas ya😀😀😀
Tarmi Widodo
gemes aq baca ya tapi seru
Bu Kus
semakin seru dan bikin tegang aja ceritanya sih
Bu Kus
semakin seru dan bikin tegang aja
Bu Kus
wah Riyan kuat imam gak ya semakin seru tahu
Bu Kus
makannya jadi orang jangan jahat Ruby Yana baik aja bisa sama kalian kan lebih baik koreksi diri
Bu Kus
hhh Ruby Ruby ada ada aja ya balas dendam nya biar kedua istri Riyan cemburu ya
Bu Kus
duh ada apa ko Ruby ceki ceki jadi penasaran dong
Bu Kus
bagus biar tahu rasa siapa suruh jahat sesama istri seharusnya kan saling membantu
Bu Kus
kasih pelajaran mereka Ruby buat mereka nyesel dan pelajar lha jadi semakin kuat ruby
Bu Kus
megah megah udah di tolong ko gak ada terimakasih nya sih malah main fitnah aja sungguh jahat ya kamu
Bu Kus
uuu...di tolong malah gak terimakasih malah nyalahin pada sampe Ruby korban kan harga diri buat bantu kalian eee malah kaya gitu sih orang di bilang gak punya ke ahlian teryata bisa bantu tu
Bu Kus
wah Ruby cari mati aja demi membantu Sarah dan kawan kawan harus rela berbuat lebih hot
Bu Kus
ayo Ruby semangat buat mabuk Ethan dan bisa bantu darah da megah
Bu Kus
Ruby ayo cepat cari jalan keluar yang terbaik buat megah malu pada ucapanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!