Gadis berusia 18 tahun jauh-jauh merantau menuju ke kota besar untuk mewujudkan mimpinya. Impian untuk melanjutkan pendidikannya setinggi-tingginya. Namun saat ia ingin membuka jalan untuk mencapai itu, datang seseorang yang awalnya bersedia untuk membantunya tapi tidak cuma-cuma.
Pernikahan yang diinginkan orang itu, gadis ini menyetujui dan akhirnya mereka berdua jatuh cinta. Persyaratan diawal sudah tidak berguna. Tetapi untuk benar-benar bersatu perjalanan mereka tidak mudah. Banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi.
Akankah gadis ini bisa menjalaninya dan mereka berdua bisa bersatu kembali ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilan belas.
Setelah memeluk sang ibu dengan erat, Dave pun memberanikan diri untuk berbicara tentang pertunangannya dengan Riri. Dave harus membicarakannya karena ia sudah tidak tahan terus menerus berpura-pura.
"Bunda? Dave ingin berbicara tentang pertunangan dengan Riri," ucap Dave mencoba memberanikan dirinya.
Terlihat Bu Yani tidak memberikan respon apapun setelah Dave mengatakan itu, maka Dave mau tidak mau harus berbicara lagi.
"Bunda? Dave sudah punya pilihan. Dave akan menunjukannya kepada Bunda. Nanti malam Dave akan mempertemukan Bunda dengan perempuan pilihan Dave," ucap Dave dengan kepala menunduk.
Bu Yani tidak memberi respon apapun tentang ucapan Dave. Melihat itu Dave pun keluar dari kamar ibunya itu.
...****************...
Ditempat lain terlihat Anissa dan Bening yang sekarang sedang menikmati makan siang di kamarnya setelah tadi menikmati secangkir teh. Bening terlihat sangat lahap memakan makanannya Anissa pun juga demikian.
"Pagi tidur, makannya siang. Sarapan pagi jadinya sekarang sarapan siang," ucap Anissa.
Mendengar ucapannya temannya itu Bening hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Respon paling sederhana jika tidak dapat berkata apapun.
Saat sedang ingin menghabiskan makanannya, Bening teringat kalau hari ini di bar tempatnya bekerja ada acara kantor dari Global Games dan ia juga teringat akan perintah atasannya jika dia harus bernyanyi di acara itu. Bening pun tersedak karena mengingat kalau suaranya harus dikeluarkan nanti malam untuk acara dari perusaahan besar.
Melihat temannya yang tersedak Anissa pun terkejut dan memberikan Bening segelas air mineral.
"Bening, lo kenapa?" Tanya Anissa bingung.
"Aku baru ingat, kalau hari ini aku akan bernyanyi di acara kantor Global Games," Jawab Bening.
"Terus kenapa?"
"Aku grogi."
Anissa pun melihat jam yang menunjukan pukul dua belas. Setelah melihatnya Anissa segera berdiri dan menyelesaikan makannya, lalu mengambil tas nya dan dompet.
"Ayo ikut gue!" Ajak Anissa menarik tangan Bening.
Anissa pun mengajak Bening untuk pergi ke mall terdekat dari kostnya untuk membeli dress cantik dan sepatu. Lalu membawa Bening ke salon untuk di make over sebelum acara itu selesai. Mereka berdua pun naik transportasi online untuk menuju mall itu.
"Kita mau kemana?" Tanya Bening.
"Udah lo ikut aja," ujar Anissa.
Bening rupanya belum mengetahui kalau ia akan pergi ke mall, Anissa juga tidak memberitahu temannya itu mereka akan kemana. Tidak memerlukan waktu yang lama hanya lima belas menit akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
Bening pun terheran-heran melihat mall sebesar ini dan seramai ini.
"Nisa, aku tidak mau masuk. Takut gak bisa keluar," ucap Bening.
"Kan ada gue. Lo tenang aja. Ikutin gue aja oke?"
Bening dan Anissa pun masuk ke mall itu, Bening terlihat sangat takjub dengan keadaan dalam mall itu, sangat banyak barang yang dijual bervariasi, begitu besar dan begitu ramai. Bening dan Anissa pun berjalan menuju toko yang menjual baju.
Di toko itu Anissa memilihkan sebuah dress untuk temannya. Dress berwarna peach dengan motif sederhana terlihat sangat anggun dengan tidak terlalu banyak pernak pernik.
"Ning, nih cobain. Pasti lo cantik deh pakai gau ini," ucap Anissa terlihat bersemangat.
Bening pun mengambil gaun itu dan mencoba di ruang ganti dari toko itu. Bening pun melepas baju yang ia kenakan dan menggantinya dengan dress yang dipilihkan Anissa.
Setelah memakai dress itu, Bening pun keluar dari ruangan itu dan menuju kearah temannya untuk menanyakan pendapat tentang penampilannya menggunakan dress ini.
"Nisa, gimana?" Tanya Bening.
"Bening? Gila, gila, gila... Lo bener-bener cantik," jawab Anissa kelihatan sedang terkesima dengan penampilan dari sang teman.
"Makasih. Tapi Nisa, pasti ini mahal kan?"
"Udah tenang aja. Sekarang lo lepas tuh gaun, kita bayar di kasir sekarang," perintah Anissa.
Bening pun kembali keruang ganti itu dan mengganti dress dengan bajunya tadi. Mereka berdua menuju kasir dari toko itu dan membayar.
Setelah dari toko Baju, mereka pergi menuju toko sepatu. Menurut Anissa, temannya harus menggunakan sepatu high heels supaya kaki jenjangnya semakin terlihat dan keanggunannya semakin terpancar. Intinya Anissa ingin membuat temannya tampil sangat cantik.
Bersambung...
Sesusah itu nyari novel yang bagus, terakhir baca novel yang bagus sekitar sebulan yang lalu, itu pun pembacanya dikit banget.
Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung gini