Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19. Ulang tahun dika
Bulan Ini Dika berusia dua tahun, Vina berencana mengadakan pesta kecil kecil dirumah mamanya. Vina hanya mengundang sahabat dekat juga keluarga dekat termasuk kedua mertuanya.
Sebelum mengadakan acara Vina berbincang dulu sama ibu Riska seraya meminta ijin.
Ibu Riska tidak merasa keberatan justru sangat senang.
"Mama, Vina ingin mengadakan acara ulang tahun untuk Dika minggu depan yang kedua tahun. Acaranya tidak besar hanya acara keluarga saja, bolehkan mama ? ." ucap Vina pada Ibu Riska saat berada dimeja makan. Sebelum berangkat kerja Vina memberi tahu ibu Riska tentang rencananya. Sama sekali ibu Riska tidak keberatan dan berkata,
"Kamu tenang saja nanti mama akan urus semua, soal pesta percayakan sama mama ."
"Terimah kasih mama, kalau gitu Vina berangkat kerja dulu ." jawab Vina lalu berpamitan pada mamanya dengan mencium kening ibu Riska dengan mengucapkan salam.
Hari yang ditunggu tunggu Vina akhirnya tiba,
jam 8 malam pesta ulang tahun dimulai. Vina sengaja menyusun tema Avengers tokoh superhero kesukaan Dika. Dika suka barang barang yang berkaitan dengan Avengers baik itu berupa robot, mobil mobilan, baju dan aksesoris lainnya.
Kedua mertua Vina sudah datang dan membawakan kado untuk Dika sesuai permintaan Dika yaitu mobil mobilan besar bermotif Avengers. Dika sangat senang melihat oma opanya datang dengan membawa hadiah untuk Dika.
Anita tidak ketinggalan ikut hadir. Sementara Lisa yang tidak bisa hadir dikarenakan dirinya sekarang sedang berada di Bali. Lisa sudah mengirim kado lewat pos laju untuk Dika. Dika mendapatkan banyak kado dan ucapan selamat ulang tahun sangat senang
Sesaat sebelum acara tiup lilin Dion tiba tiba muncul mengerutkan semua orang. Dion tidak datang seorang diri melainkan bersama wanita selingkuhannya. Yang memang tidak punya rasa malu sedikitpun, dengan muka tidak bersalah senyum lebar mengembang dengan sempurna terlihat di bibirnya berjalan melalui orang orang yang melihatnya.
Kedua mertua Vina merasa sangat malu atas tingkah tidak bermoral anaknya. Yang datang dengan sangat bangga menggadeng wanita lain yang jelas jelas bukan stutus sebagai istri melainkan sebagai selingkuhan. Ibu Mega dan pak Angga malu terhadap ibu Riska yang masih resmi besan mereka. Mereka merasa gagal karena tidak mendidik Dion dengan baik sampai Dion mempermalukan dirinya sendiri juga kedua orang tuanya didepan umum.
Ibu Riska tidak bisa berkata apa apa hanya bisa jadi penonton setia untuk kedua kalinya, menantu yang dulu sangat ia banggakan sekarang telah membuatnya sangat kecewa.
Yang ibu Riska pikirkan hanya persaan Vina, dia dapat melihat raut kecewa dari wajah anaknya saat melihat Dion menggandeng wanita lain saat ulang tahun anaknya.
Dika yang melihat Dion datang senang lalu berlari menghampiri Dion, dalam sesaat Dika sudah berada di dekapan Dion. Berulang ulang Dion mencium Dika dan berkata,
"Selamat ulang tahu jagoan ayah, ini ayah bawakan Dika kado yang sangat besar. Apakah Dika mau ?." dengan cepat Dika menganggukan kepala tanda setuju kemudian mencium pipi kiri kanan Dion.
Rosa menyerahkan sebuah kado berukuran besar yang sudah dibungkus rapi pada Dika.
"Terimah kasih tante ." ucap Dika dengan polos sambil tersenyum. Kemudian Dion menuntun Dika untuk kembali ke depan kuetart yang akan siap ditiup lilin dan dipotong. Sebelum tiup lilin semua orang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Dika.
Vina dan Dion berdiri mendampingi Dika yang akan meniup lilinya dengan serentak mereka berkata,
"Ayo ayo sayang tiup lilinnya, 1 2 3 ! ." letusan balon menambah meriahnya pesta kecil untuk Dika suara tepukan tangan dari sahabat dan keluarga terdengar gemuruh mengisi sudut sudut rumah.
Pikiran Vina hanya fokus pada Rosa wanita murahan yang telah merebut suaminya dari tangannya. Hati Vina tidak tenang, dirinya berniat mengajak Dion berbicara empat mata. Vina ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi, hubungan seperti apa yang sedang suaminya jalani dengan wanita penggoda itu.
Kedua orang tua Dion sudah memilih pulang lebih awal setelah acara tiup lilin selesai.
Mereka merasa sangat malu dengan sikap Dion yang tidak tahu tempat.
"Mas Dion, Vina mau ngomong. Tidak disini ayo ikut Vina sebentar ." bisik Vina pada Dion. Vina menarik tangan Dion berlalu dari karamaain orang. Vina membawa Dion masuk kedalam kamarnya dengan tulus agar pembicaraan mereka tidak dengar orang lain.
"Kamu mau bicara apa ." ucap Dion dengan kesal
"Mas sebenarnya siapa wanita itu, kenapa mas Dion selalu bersama wanita itu ?, apa karena wanita itu yang buat hubungan kita seperti ini. Apa wanita itu yang membuatmu mencampakkan aku dan Dika, jawab aku mas ! ." ketus Vina dengan sangat emosi. Dirinya bukan hanya kecewa atau sakit hati, saat ini dirinya butuh penjelasan langsung dari Dion biar semuanya jelas.
Dion mendengar perkataan Vina hanya tersenyum kemudian berkata,
"Setelah kita bercerai aku akan menikah dengan Rosa, jadi persiapkan dirimu. Jangan mencoba halangi hubungan aku dan Rossa camkan itu. Aku sudah tidak mencintaimu lagi, di mataku dirimu sudah tidak berarti. Aku memang sengaja mengajak Rossa malam ini agar kamu sadar bahwa hubungan kita sudah berakhir ! ."
Satu tamparan keras mendarat dengan mulus dipipi ganteng Dion. Vina manampar Dion dengan penuh amarah membuat Dion makin marah tapi tidak membalas tamparan Vina justru Dion memilih pergi meninggalkan Vina sendiri didalam kamar.
Vina hanya terdiam seperti patung setelah menampar Dion baginya itu tidak sebanding rasa sakit yang didapatnya atas penghianatan sang suami. Vina mencoba menahan kesedihannya untuk sementara waktu karena acara ulang tahun Dika belum siap, masih ada tamu yang belum pulang jadi dia harus memastikan semua tamu pulang.
Ketika semua orang sudah pulang, Dika sudah tidur. Tinggalah Vina dan ibu Riska yang membereskan sisa sisa pesta.
Ibu Riska tahu apa yang di rasakan anaknya saat ini, apa lagi tadi ibu Riska menguping pembicaraan antara Vina dan Dion.
Ibu Riska dan Vina kini duduk dimeja makan setelah membereskan semuanya. Ibu Riska menggenggam kedua tangan Vina dan berkata,
"Vina, sudahlah sayang janga terlalu dipikirkan. Mungkin jodoh kamu dan Dion hanya sampe disini, Dion bukanlah laki laki yang baik buat kamu. Buatlah keputusan yang bijak jalan kamu masih panjang, kamu berhak bahagia. Setelah melihat perlakuan Dion terhadap kamu tidak ada lagi alasan mama menyuruh kamu untuk rujuk dengan Dion. Sekarang apapun keputusan kamu mama akan selalu dukung, jangan bersedih air matamu terlalu berharga untuk menangis hal yang tidak penting. Ingat masih ada Dika yang membutuhkanmu dan mama akan selalu ada untukmu ." Kemudian Vina langsung memeluk ibu Riska dengan sangat erat dan menangis sejadi jadinya didalam pelukan mamanya.
Aq mampir nih, Kak