Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
Tanpa kehadiran seseorang yang bisa menenangkan hati dan pikiran Kara terlihat begitu pilu meratapi seorang bapak yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
"Pak lekas sembuh dong.., Kara ingin melihat bapak tersenyum lagi" Kara terus mengajak komunikasi dia yakin bapaknya bisa mendengarkan Kara bicara.
gadis yang memiliki wajah cantik itu dia berbisik dengan hatinya guyuran hujan sepertinya menjadi saksi kehancuran hubungan antara orang tua dan anak, Kara benar-benar kecewa kalau orang tua ibu yang selama ini dia banggakan, ternyata tak seperti bayangan Kara, selang berapa menit, kepala Kara bersandar di tepi ranjang ia tertidur lelap, air mata menggenang di pelupuk mata Kara.
Jaenal siuman saat melihat putrinya tertidur di tepi ranjang, Jaenal mengelus lembut kepala putri semata wayangnya lalu membiarkan Kara tidur dengan tenang.
"Maafkan Bapak nak, bapak terlalu percaya dengan ibu mu, Bapak tidak mengira kalau ibu mu bisa melakukan hal sekeji itu, suatu saat bapak berpisah dengan ibu mu, bapak harap kamu tidak pernah membenci ibu mu, walau bagaimana pun dia orang tua mu yang melahirkan kamu, meskipun dia tidak ikut andil dalam mengurus kamu. gerutu Jaenal sambil mengelus kepala putrinya.
Sedangkan sahabat Kara yang kerap di sapa Angel dia berada dalam pelukan pria tua yang menjanjikan dia sebagai istri tuan Aleksander pria tua yang sepantasnya menjadi seorang bapak yang berada di dalam dekapan nya.
Tuan Aleksander pria berusia 60 tahun namun masih terlihat Gagah perkasa, dia memiliki kekayaan yang berlimpah ruah, bahkan orang bilang bisa di sebut tujuh turunan tidak pernah habis.
Malam itu Angel Sah menjadi istri ke du siri tuan Alex, setelah tuan Alex menebus Angel dengan nominal yang sangat fantastis, tuan Alexandre orang kaya nomor sekian yang tak lain adalah orang tua Aldy, dan tentunya kakek dari satria anak Angel.
"Apartemen ini untuk mu, saya tidak ingin sampai media tahu kalau kamu adalah Istri ke dua siri ku, sebisa mungkin kamu harus menyembunyikan rahasia ini serapat mungkin, kalau tidak ingin kamu yang rugi"
"Tenang saja Om, selama Om masih menuruti semua permintaan ku, semua aman"
"Bagus!, sekarang saya akan pergi pulang ke rumah, jangan menghubungi ku, sebelum saya menghubungi mu, Paham?"
CUP
kecupan mendarat di bibir Pria tua itu, tuan Alex yakin kalau Angel tulus mencintainya, Tuan Alex meletakkan gepokan uang di dalam amplop cokelat di atas Nakas samping ranjang.
Kehidupan Angel sangat glamor semua serba tercukupi oleh tuan Alexandre orang terkaya nomor sekian di kota besar Jakarta, siapa yang tidak mengenal Alexander selain pengusaha dia juga seorang mafia kejam tanpa belas kasih siapa yang berani macam-macam dengan sekejap menghilang tanpa jejak.
Mutiara berkilau di dalam kemewahan tanpa orang lain berani menyentuh nya, suasana Apertemenya dengan berisikan bidadari di dalamnya. Itu lah yang di dalam pikiran tuan Alexandre Pato.
Haruskah menelan lagi kepahitan yang aku pendam selama ini belum lagi kering luka dari sahabatku, sudah tertimbun lagi luka yang baru yang sangat pedih, Kenapa orang-orang yang aku sayangi tega mengkhianati ku, termasuk orang tuaku sendiri, apa aku tak layak untuk bahagia, tidak boleh kah sedikit saja bibir ku tersenyum walaupun hanya senyum tipis saja" Kara menjerit tangisan dalam hati.
"Semua masalah takan pernah berakhir jikalau kamu Terus diam tak berani mengungkapkan semua masalah itu" Ujar Adrian.
"Mau apa kamu kesini?!" Ucap Kara ketus
"Kara tidak boleh seperti itu menyambut tamu"
"Aku datang untuk melihat Om Jaenal, Halo Om apa kabar, gimana sekarang keadaan Om?"
"Maafin Kara Pak"
"Alhamdulillah Om sudan lebih baik, Om senang kamu datang ada yang ingin Om tanyakan sama kamu"
"Ya Om, silahkan mau tanyakan apa?"
Rencana Jaenal menjodohkan Kara dengan Adrian semakin yakin perselisihan antara Rodiah sang istri membuat Jaenal ingin mengungkap semua rahasia Rodiah.
"Apa Papamu ada?," Tanya Jaenal
"Ada Om, mungkin sebentar lagi sampai"
"Bagus lah kalau begitu"
Pertemuan Jaenal dan Beni hari ini pertemuan antara besan, Beni datang untuk melamar Kara meskipun Jaenal belum sepenuhnya sehat total, itu semua permintaan Jaenal.
Beni datang bersama sang istri membawa buah-buahan untuk Jaenal.
Assalamu'alaikum...
Wa'alaikumsalam...
Beni berjabatan tangan dengan begitu akrab persahabatan mereka terjalin sudah sejak masih sama-sama Remaja, dan merintis membangun perusahaan dari Nol, sampai sama-sama Sukses rencana menjodohkan putra putrinya pun dari Kara masih kecil, dan menjodohkan mereka agar semakin erat dan menjadi satu keluarga.
"Gimana Kara?, apa Kara mau menjadi pendamping anak Om"
"Kara belum siap Om" kara menolak permintaan Orang tua Adrian.
"Kara bapak ini sudah tua, sakit-sakitan Bapak ingin melihat Kara menikah sebelum bapak pergi Nak"
"Bapak tidak boleh bicara seperti itu, Kara ingin melihat bapak sehat terus" Ucap Kara.
"Ini permintaan bapak Nak, selama ini bapak tidak pernah kan minta apa pun dari Kara?"
"Iya pak, apa boleh Kara bertunangan dulu pak?"
"Bagaimana Beni?" Tanya Jaenal dengan Beni
"Saya ikut saja gimana baiknya" Ujar Beni selaku orang tua Adrian.
Setelah keduanya sepakat melihat jam sudah malam Beni dan keluarga pamit pulang Adrian mencium tangan Jaenal untuk berpamitan.
"Om Adri pamit pulang nanti pagi Adri balik lagi" Kata Adrian.
"Ya nak Adri terimakasih atas kunjungannya"
"Tunggu Mas, Adrian aku mau bicara sebentar"
Adrian mengangguk.
Kara dan Adrian bicara di luar posisi Kara kini berhadapan.
"Jangan senang dulu, sebenarnya aku tidak mau adanya perjodohan ini"
Adrian mengerutkan dahinya ia tidak yakin kalau Kara akan bicara seperti itu.
"Terserah!, bukan saya juga yang minta semua ini" jawab Adrian.
"Bohong!, ini pasti ulah mas kan?"
"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi saya pamit pulang" Adrian mengulurkan tangannya.
"Apaan?"
"Cium tangan, aku ini calon suami kamu, biasakan dari sekarang"
"Bodo amat!" Kara berbalik badan masuk ke dalam ruangan.
Adrian tersenyum menutup mulutnya.
Asik juga ngerjain dia semakin marah semakin cantik. gerutu Adrian
Tiba di sisi Jaenal Kara protes akan perjodohan nya dengan Adrian.
"Pak.., Kara tidak mau menikah dengan Mas Adrian, bapak tahu kan Mas Adrian seperti apa dulu sama Kara.."
"Nak itu semua bukan salah Adryan itu kan ulah ibu mu, ini bukan sepenuhnya kesalahan Adrian, kalau kamu tidak mau menikah ya sudah biarkan bapak sakit" Ancam Jaenal
"Terus saja macam, ok..., aku akan menikah dengan cwok nyebelin itu!, tapi satu syarat" Kata Kara.
"Syarat apa?"
"Aku menikah setelah bapak sehat kalau tidak aku tidak akan menikah"
"Insyaallah bapak akan segera sehat dan melihat putri bapak menikah, dan menimang cucu dari anak bapak"
Cucu!? aku tidak akan mau di sentuh sama cwok nyebelin itu, menikah saja aku terpaksa. gumam dalam hati Kara.
Tiba-tiba Kara teringat Kevin O'Leary pria yang gagal menikah dengannya.
Kevin semoga kamu tentang di sisi Allah aku selalu mendoakan kamu di setiap sujud ku.
...----------------...
Terimakasih ,🙏
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah