NovelToon NovelToon
BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

BiarLah Cintamu Menjadi Kenangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:42.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: dheandra

Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Jatuh bangun kehidupan manusia akan selalu ada semakin tinggi derajat seseorang semakin tinggi terpaan angin yang di dapatkan.

Saat dia merasakan galau dan sedih aku juga ikut merasakan tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa agar dia berhenti merasakan kesedihan.

Tok...Tok...Tok..., lamunan pun membuyar oleh suara ketukan pintu kamarnya.

"Masuk" Saut Nata sedikit volume.

"Anak Umi sedang apa sampai-sampai tidak mendengar ketukkan pintu" kata Kholifah

"Tidak ada Umi..," Jawab Nata malu-malu

"Ayo ceritakan sama Umi seperti nya anak Umi sudah remaja dan mulai menyukai pria.., siapa pria itu yang bisa memenangkan hati anak Umi ini"

"Ah..., Umi bisa saja tidak ada kok Umi..,"

"Sayang, Umi dan Abi tidak melarang Mu menyukai lawan jenis mu, sebagai wanita muslimah tentunya kamu mematuhi ajaran agam sayang"

"Nata mengerti Umi, insyaallah Nata akan selalu di jalan Allah"

"Alhamdulillah.., wanita muslimah yang baik Akhlaknya dan bijak membawanya laksana langit ke tujuh tak sembarang menyentuh nya. Paham kan sayang kata-kata Umi."

"Insyaallah Nata paham Umi."

"Sekarang kamu tidur besok kan harus kerja"

"Ia Umi.."

Keluarga Natasya adalah keluarga yang taat beragama meskipun usia Nata sudah beranjak 23 tahun tapi awam soal cinta dan sejak pertama pertemuannya dengan Alva darah cinta pun mengalir begitu saja bahkan Nata pun tidak bisa mengentikan getaran jantung nya saat besama dengan Alva.

Seperti nya sulit sekali mata terpejam malam ini, tidak seperti biasanya. batin Nata

Nata pun membalik-balikkan badannya di atas tempat tidur.

****

Kepergian Vio membaca bencana buat Alva Robert selaku orang tua Vio menyalahkan Alva sepenuh nya.

Salim sebagai orang kepercayaan Robert berhasil menemukan tempat tinggal Alva dari data pengobatan Alva di rumah sakit tersebut.

Dor....Dor...Dor.

Terhentak oleh gedoran pintu yang sangat keras.

Ceklek...!Ava memutar kenop pintu membuka melihat dari bawah pria memakai berseragam.

"Ini ada apa?"

"Sebaiknya Adik ikut kami biar di jelaskan di kantor."

"Tapi salah saya apa?"

"Sudah ikut saja"

Alvarendra pun di giring oleh tiga pria berseragam dan tangan di borgol. Alva pasrah karana dia merasa tidak bersalah.

Ya allah aku salah apa lagi. batin Alva

Tiba di kantor polisi Alva mendapatkan perlakuan tidak baik. Pukulan itu mengarah ke tubuh kekar Alva.

"Tapi saya salah apa pak?"

"Sebaiknya kamu katakan dimana Nona Monika!?"

"Demi Allah saya tidak tau Bahakan saya baru saja mengenal nya.., pak"

Bug...!! sekuat apa pun tubuh yang di miliki seseorang jika terus menerus di hajar pasti akan ambruk.

Berderai Air mata Alva mampu menyembunyikan.

"Kamu masih juga tidak mau mengakui nya?!"

"Apa yang harus aku akui pak kalau saya sendiri saja tidak tahu dimana Monika."

"Apa anda punya saksi kalau anda tidak menculik Nona Monika?"

Alva menganggukkan kepala.

"Apa bisa di hubungi?"

Alva menganggukkan kepala. Petugas kepolisian dia merasa iba dengan Alva dari sorot mata Alva menunjukan kebenaran.

"Tolong ketik nomor nya disini biar kami yang akan menghubungi nya"

Alva pun menuruti perintah polisi dengan terpaksa dia lagi-lagi harus melibatkan Nata karena selain Nata dia tidak ada lagi yang dia kenal.

Ponsel pun terhubung ke nomor Nata.

Nomor tidak dikenal. gerutu Nata dan meletakkan kembali ponsel nya.

Dan kembali berdering. Siapa tahu penting lebih baik aku angkat saja telponnya. gerutunya Nata.

"Halo Assalamualaikum.."

"Halo dengan Nona Natasya kami dari kepolisian apa kami mengganggu waktu anda Nona?"

"Polisi..!, ada apa pak?"

"Apa Nona mengenal pria bernama Alvarendra?"

"Iya saya mengenal nya! ada apa dengan dia pak!?" tanya Nata panik.

Polisi pun meminta Nata datang untuk memberikan kesaksikan.

"Baik pak saya akan datang"

Nata pun segera mengganti pakaian lalu pergi ke kantor Polisi.

"Nak..,kamu mau kemana?, ini sudah malam"

"Abi teman Nata membutuhkan bantuan Nata. dia berada di kantor polisi Nata harus membantunya."

"Abi tidak akan mengijinkan kamu pergi"

"Nata Mohon Abi..." ucap Nata memohon kepada Abi nya selaku orang tua.

Sebagai orang tua pasti akan mengkhawatirkan putrinya apa lagi waktu sudah menunjukkan 11 malam. Tapi Natasya tetap memohon dengan tangisannya.

"Siapa dia sampai kamu rela memohon demi teman mu itu?"

"Dia bukan siapa-siapa Abi Nata sebagai teman tidak akan tinggal diam.., apa lagi dia tidak memiliki siapa-siapa disini hanya Nata yang dia kenal Abi"

"Baik.., tapi Abi langsung yang akan menghantarkan kamu ke kantor polisi."

"Baik Abi.., asalkan Nata bisa menemuinya"

Nata pun berangkat di temani Abi nya ke kantor polisi. Tiba disana melihat Alva yang sudah tak terlihat wajah nya tertutup dengan Darah.

"Masya Allah..., Alva.."

Alva pun menunduk di lantai.

"Kamu lagi..?" Kata Haji Salman.

Polisi pun memberi salam hormat dengan Haji Salman selaku orang ternama di negara nya, siapa yang tidak mengenal Salman pemilik banyak perusahaan di negaranya tapi tak menunjukan kekayaan nya.

"Saya yang akan menjamin kalau dia tidak menculiknya."

Itu pun setelah Nata memohon dan di minta Jaminan kalau Alva tidak berbuat kriminal.

Akhirnya Alva pun di bebaskan dari tuntutan dengan syarat wajib lapor dalam satu minggu.

"Alhamdulillah kamu sudah boleh pulang..Alva sekarang kita pulang yuk, ajak Nata.

Di perjalanan Haji Salman pun tidak berhenti gerutu.

"Kamu selalu saja merepotkan putri saya!"

"Maafkan saya pak" kata Alva.

"Abi hantar Alva ke tempat kost nya ya"

"Tidak, Abi tidak ijin kan dia tinggal di luar biar dia tinggal di paviliun, bahaya di tinggal di luar musuh dia bukan orang biasa-biasa"

"Maksud Abi?, Abi kenal orang yang memfitnah Alva?"

"Ya tentu saja setelah salah satu polisi disana menjelaskan."

"Siapa Abi?"

"Nanti juga akan Abi beritahu biarkan Alva istirahat dulu."

Sahabat sejati pasti akan selalu ada saat suka mau pun duka, saat ini itulah yang lakukan oleh Nata.

...----------------...

Terimakasih All maaf jika cerita ini kurang sempurna dalam berdialog.

1
Qūuēn🅰īsHā
lanjuttt
Qūuēn🅰īsHā
nexttt
Qūuēn🅰īsHā
boom like
Qūuēn🅰īsHā
mantap visual nya👍👍
Qūuēn🅰īsHā
swmngatt
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
walaikum salam...semangat kka
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt kaka
M⃟3💋 ˢ⍣⃟ₛ༄⃞⃟⚡𝐜𝐜🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦
cantik & ganteng
Qūuēn🅰īsHā
semngatt ka
Qūuēn🅰īsHā
semngattt alva..
Qūuēn🅰īsHā
like like
Qūuēn🅰īsHā
alva bakal nyesell..
Qūuēn🅰īsHā
lanjutt lagii
Qūuēn🅰īsHā
panas wehhh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Qūuēn🅰īsHā
nexxttt
Qūuēn🅰īsHā
up up
Qūuēn🅰īsHā
lagiii
Qūuēn🅰īsHā
mangatttss
Qūuēn🅰īsHā
like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!