NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: dheselsa

Indah Della Safitri, wanita yang kini tak muda lagi harus melewati hari-harinya bersama penyakit yang baru saja ia ketahui.
Sklerosis Ganda adalah penyakit yang divoniskan oleh Syadam pada Della. Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Penyakit itu mulai menyapa Della, hingga membuat Della sangat menderita. Perjuangan Della untuk tetap hidup melawan rasa sakit itu juga menjadi poin utama pada cerita ini.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Della panggilan akrabnya yakni dokter yang menangani kondisi tubuhnya adalah mantan kekasih yang selama ini pergi meninggalkan Della. Dan apesnya, Della tak berdaya menghadapi dokter Syadam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Implan Perasaan

"Tante Indah ... !" gadis kecil yang kukenal itu menghambur ke arah kami berdua.

Ini merupakan pengalaman kali pertamaku bersinggungan dengan seorang anak kecil. Tak pernah sekalipun aku berinteraksi dengan anak-anak. Dan bertemu dengan Aluna adalah momen pertamaku dekat dengan bocah kecil berusia 5 tahun ini.

Refleks aku melepas genggaman tangan Andrian dan melebarkan kedua tanganku menyerupai sayap guna menawarkan sebuah pelukan hangat untuk Aluna. Makhluk mungil ini tak pantas menerima hujatan dari emosiku, Aluna tak pernah menancapkan duri pada hatiku.

"Apa kabar Luna?"

"Baik Tante, Luna nggak nyangka Tante Indah akan datang bersama ...." Luna tak melanjutkan kalimatnya, namun kedua manik bocah kecil itu tak lepas dari Andrian. Pria yang ikut bersama denganku hadir ke pestanya.

"Panggil saja, Om Andrian! Om teman papa Luna."

Kulirik wajah Luna yang sejak tadi berada dalam dekapanku, wajah itu bersinar terang. Kedua bola matanya berbinar bak mutiara laut dalam. Wajah tanpa dosa milik putri Syadam ini sungguh membuatku terhanyut hingga tak sadar Andrian ikut berjongkok bersama kami berdua.

"Masuklah Tante dan Om ... Andrian, karena Bunda telah menunggu Tante!" Luna masih kikuk saat gadis itu ingin menyebut nama Andrian. Mungkin karena keduanya belum pernah bertemu sebelumnya, jadi Luna sapaan akrab bocah itu masih sedikit canggung pada teman yang kini kubawa.

"Uhmmm ..." Tak tahu mengapa langkah ini terhenti begitu saja. Sungguh berat hati ini untuk sekedar melangkahkan kakiku menuju tempat yang telah ditunjuk Luna padaku.

"Ayo ... !" Sekali lagi, Andrian dengan sikap heroiknya menyelamatkan keadaan ini. Andrian kembali lagi menggenggam tanganku seolah tak ingin melepaskan lagi.

Jujur saja kini perasaanku menjadi tak menentu. Bukan karena gugup, namun aku terperanjat tak mampu mengenali sosok Andrian yang telah ku kenal selama ini. Pria yang tak banyak bicara ini begitu hangat padaku tanpa ku pinta. Seolah-olah ia ingin menunjukkan kepeduliannya padaku, Andrian mampu membuatku bertahan dalam medan pertempuran ini.

"Hai Dell, makasih loh udah dateng!" tegur Nety seraya mengulas senyum padaku.

Ah bagaimana 'ku harus membalas senyum di atas penderitaanku ini? Senyum itu begitu merengkuh jiwaku seakan mengolok-olok bahwa aku hanya seorang pecundang perasaan. Namun, haruskah aku membalas rasa sakit hati ini dengan raut masam? Tentu saja tidak! Aku ingin menunjukkan pada mereka berdua, bila mungkin pada seluruh dunia bahwa aku telah bahagia hingga mampu meleburkan hasrat kecewa.

"Apa kabar?"

Aku memberanikan diri menyapa orang tua Aluna dan bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kami pada masa itu. Seperti ini memang seharusnya, aku juga tak berminat terjatuh hingga berlarut-larut pada keadaan ini. Bukan Syadam dan Nety yang jahat, bukan pula aku yang tak baik. Kami bertiga hanya korban takdir, nasib kami seperti ini merupakan harga yang harus kami bayar karena telah bermain api dengan perasaan masingmasing.

Deg ... untuk sesaat aku tak mampu melukiskan apa yang kini kurasakan, tatapan dari sepasang iris kecoklatan itu kini berbuah menjadi sebuah pelukan hangat. Pelukan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dan sialnya aku menikmati sentuhan hangat tangan Nety di punggungku.

Iya ... tiba-tiba Nety memberiku sebuah pelukan hangat yang tak pernah ku bayangkan dalam benakku sebelumnya. Perasaan nyaman dari sikap Nety itu membuatku terhanyut, bahkan bejana hati ini begitu tersentuh atas lelaku wanita karir itu.

Tepat di samping kami, kulihat Andrian juga sibuk menyapa pria dengan setelan jas berwarna senada dengan busana yang dikenakan oleh Nety. Keduanya memang kompak berpakaian sesuai dengan tema acara.

Mengapa hati ini begitu sesak melihat momen indah ini?

Namun, aku senang melihat Andrian begitu akrab dengan Syadam. Meski ku tahu pria itu masih tak sudi menatap ke arahku. Oh iya aku lupa, social position di antara kami berdua memang berbeda. Ku tekan ego yang berkecamuk dalam palung hati ini. Aku cukup puas melihat keadaanya pria itu saat ini, pria yang pernah singgah di basirah ini.

"Ayo dimakan hidangannya Dell, jangan sungkan!" Bu Nety mempersilakan aku untuk menikmati aneka sajian manis khas ultah anak kecil seusia Aluna.

Sesekali Andrian menatapku, pria itu mengapa bersedia melakukan semua ini untukku? Bagaimana caraku membalas budi baiknya? Ah lelaki itu sungguh telah mengangkat diri ini dari dasar samudera keterpurukan.

"Stop Indah ... " Andrian datang menghampiri posisiku dan merebut paksa satu scoop es krim yang baru saja 'ku ambil dan akan segera ku nikmati.

Aku menoleh dan menatap wajah rupawan milik dokter gigi itu. Ah ... pria itu begitu tampan! naluri kecentilan bak ABG itu merusak suasana hati ini.

"Kamu memiliki dentin yang sensitif Dell! haruskah kita memasang implan bila kamu masih terus menikmati es krim itu?"

Aku lupa bila pernah menjadi pasien Andrian, betapa ia sangat memerhatikan hal kecil seperti ini? Hingga aku mulai menitikberatkan perasanku padanya. Pada pria yang kuanggap tepat, bukan seorang pecundang yang pergi tanpa jejak.

Karena ketidaksetujuan Andrian itu, membuatku harus mengurungkan niat untuk mencicipi makanan favoritku sejak dulu. Aku harus puas menikmati beberapa snack ringan yang telah disusun sedemikian rupa di atas meja saji.

Pada sesi ini, aku menjadi saksi betapa kebahagiaan telah memeluk erat Syadam serta keluarganya. Aluna dengan wajah berseri-seri mengikuti arahan dari pemandu acara untuk melalukan prosesi pemotongan kue ulang tahunnya. Gadis manis itu menatapku seraya tersenyum, aku masih belum mengerti arti dari senyuman itu

Kue berhasil dipotong oleh Aluna, dan pemandu acara menyarankan gadis itu untuk menyerahkan potongan kue pertama pada orang yang paling Aluna harapkan kehadirannya. Kulihat orang tua Aluna telah bersiap menerima kue manis dari sang putri.

"Menurut kamu, apa aku cocok bila mengenakan behel dok?" tanyaku pada Andrian yang kini duduk bersamaku untuk mengusir lelah pada hati ini. Beginilah caraku mengatasi permasalah dalam hatiku.

"Tentu saja, kamu cocok memakai apapun Indah! kamu yang terbaik." katanya menguatkan hatiku.

Tanpa kusadari Aluna berjalan ke arahku, entah apa maksudnya ia berlaku demikian. Sambil membawa piring kecil berisikan potongan kue serta sendok mini berwarna pink, Aluna mendatangiku. Gadis itu lalu melemparkan senyumnya untukku ketika pandangan kami jatuh bersamaan. Aluna berada tepat di depanku lalu mengulurkan potongan pertama kue itu padaku.

Apa maksud ini semua?

"Ini untuk Tante Indah!"

Bukan hanya hatiku yang ngilu, lidahku juga tercekat melihat pemandangan yang tak lazim ini. Perasaan apa ini? Mengapa kau tak bisa mengendalikan seluruh keadaan ini?

Bahkan untuk mengerjapkan mata pun aku tak mampu. Dan ... Kurasa ada yang tak beres pada tanganku!

Aku merasa kesulitan menggerakkan bagian tubuh ini. Hingga untuk berdiri saja aku merasa tak mampu. Apa luapan emosiku mengganggu jalannya sirkulasi darahku?

Ku kerahkan seluruh tenaga yang tersisa di tubuh ini untuk menerima pemberian dari Aluna. Aku tak ingin membuat bocah kecil itu kecewa padaku, dan itu pasti akan membuatnya bersedih hati.

"Makasih ..." Aku merima pemberian dari Aluna itu dengan senang hati tanpa memikirkan apapun.

Tapi ... suatu hal buruk terjadi padaku! aku tak bisa menahan tubuh ini. Aku tak mampu menjaga keseimbangan tanganku dan menjatuhkan potongan kue pemberian dari Aluna padaku. Poor Aluna! maafkan aku nak ...

Segera ku berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan keramaian. Ke kamar mandi menjadi alsanku untuk meninggalkan tempat itu, karena akibat kesalahan yang kulakukan baju yang kini melekat di tubuh ini terkena noda kue ulah.

...****...

"Apa kalian merencanakan semua ini tanpa sepengetahuan aku?"

"Aku hanya ingin kalian berdua kembali dekat saja!"

"Kakak lihat akibat dari ulah Kakak, Della adalah pasien multiple sclerosis-ku! dan kuarasa dia mulai merasakan gejala lanjutan atas penyakitnya!"

"Aku hanya ingin kalian berdua bahagia Syadam! ingatlah jangan sampai kamu menyesal dan hidupmu menjadi seperti aku!"

🍁🍁🍁🍁

1
Ersa
Luar biasa
Ридван Касид 💞
bagus akak ceritanya
Nurhartiningsih
sukaaaa sm yg melow2
Tio
b
Ivanka Anata
puitis bgt, cukup berat kalau tidak suka mapel bahasa jaman sekolah dulu, untungnya sy suja bahasa 😁😁😁😁
dheselsa: Kamsia, Kak.
Ikuti semua novel saya ya
total 1 replies
Hasni Jaya Almahdaly
kuu menangis membayangkan betapa sakitnya hati ku padamuu
Hasni Jaya Almahdaly
masih menerawang jauh dii ujung timur 🤔🙄😅😅

akuuu datang TOOR 🥰
semangat 💪🏻
Amin Tohari
tuh kan sultan syahdam🤣
Amin Tohari
muke gile si syadam
Amin Tohari
wih dokter opo sultan ...
Amin Tohari
tersentuh oleh bang syat,🤣
Amin Tohari
thor apa itu anaknya shadam??
Amin Tohari
aih si shadam😈
Jess ♛⃝꙰𓆊
next
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
semangat Della, g usah ragu2 lanjutkan aja, toh selama ini terbukti syadam masih terus menunggu kamu
Risfa
mangat Della 💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
baper akut😎😎😎😎
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
emang bajunya kamu taruh dimana Della 😂😂😂 apa jatuh dan basah 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
jatuh cinta untuk ke 2 kali dengan pria yg sama tp dalam rentang waktu yg berbeda 🥰🥰🥰
Risfa
lahh, bajunya ketinggalan dimanaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!