Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.
Blurb:
"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.
"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.
"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.
"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.
Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.
Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.
Pict from Google, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 perjanjian
Acara Camping tinggal beberapa hari lagi, tapi Jihan belum mndapatkan izin dari Julia karena ia blum bisa membujuk Rey untuk ikut.
"Ma! Rey kan baru sembuh, tidak mungkin dia ikut camping. Jadi boleh ya aku ikut tanpa Rey?" tanya jihan sekali lagi merayu sang mama.
Jihan bergelayut manja pada lengan Julia yang sedang menyiapkan makan malam. Mendengar Jihan sekali lagi meminta izin, Julia masih bersikukuh kalau tidak mengizinkannya pergi tanpa Rey.
"Tidak! Rey tidak ikut, kau pun tidak!" kekeh Julia.
"Ma! Kenapa sih dikit dikit Rey, dikit dikit Rey. Emangnya aku masih kecil apa sampai harus ada Rey yang ngawasin!" protes Jihan bersungut.
"Memang!" timpal Julia.
Tentu saja jawaban sang mama semakin membuat Jihan kesal, ia kemudian pergi meninggalkan Julia dengan perasaan kesal. Julia hanya tersenyu, ia tidak ingin memanjakan Jihan, tapi ia juga mengkhawatirkan gadis itu terlebih dengan phobia yang diidap Jihan.
*
*
*
*
Bersungut kesal, Jihan bermaksud kembali ke kamarnya. Hingga langkahnya terhenti ketika melihat pintu kamar Rey yang terbuka. Jihan menggigit bibir bawahnya, berpikir untuk sekali lagi merayu pemuda itu.
Jihan melangkah sedikit ragu, tapi ia harus atau tidak sama sekali. Begitu sampai di ambang pintu, Jihan melihat Rey yang sedang duduk di depan meja belajarnya dengan telinga yang di sumpal earphone.
Jihan menarik napas panjang lalu membuangnya, ia seperti hendak melakukan sesuatu yang berbahaya sampai-sampai dirinya berdoa sebelum masuk ke dalam kamar Rey.
"Ngapain kesini?" tanya rey tiba-tiba, ia menyadari kedatangan Jihan.
Tentu saja hal itu membuat Jihan terkejut, karena sudah ketahuan disana Jihan pun memantapkan langkah mendekat kepada Rey.
Rey memutar kursinya, menatap Jihan yang berjalan ke arahnya. Ia tahu Jihan kesana pasti akan membahas masalah Camping lagi.
"Mau ngobrol sama loe," jawab Jihan yang lagngsung duduk di tepian ranjang.
Rey memutar lagi kursinya menatap Jihan, ia melepas earphone yang menempel di telinganya.
"Kalau loe mau mbahas atau minta buat gue ikut camping! Jawaban gue tetap sama. Tidak!" tolak Rey sebelum JIhan mengutarakan maksudnya.
"Ya Tuhan, Rey! Kenapa sih loe ga mau ikut? Jason bilang loe suka naik gunung, kenapa sekarang loe jadi nggak mau ikut?" tanya Jihan dengan penekanan.
"Suka-suka gue! Mau ikut mau nggak, gue yang berhak kasih keputusan," kekeh Rey.
Memutar otak, Jihan harus berhasil bernegosiasi dengan Rey malam itu juga, kalau tidak maka kesempatannya ikut camping akan sirna.
"Ya itu memang suka-suka elo sih! Tapi kalau di balik loe nggak ikut karena gue ikut sih sayang banget, ya!" ujar Jihan.
"Pede! Siapa yang nggak mau ikut gara-gara loe ikut? Gue emang lgi malas," sanggah rey.
"Oke loe malas. Tapi gini aja deh Rey, Loe malas tapi sebenarnya pengen kan?" tanya Jihan dengan penuh keyakinan.
"Sok tahu," sanggah Rey lagi.
"Gini aja Rey, kita buat perjanjian. Bagaimana?" tanya Jihan sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Rey.
Rey mengernyitkan dahi, ia tidak menyangka jika Jihan sampai ingin membuat perjanjian hanya demi ingin ikut acara itu.
"Perjanjian apa?" tanya Rey.
"Gue bakal ngabulin satu permintaan loe jika loe mau ikut camping agar tentu saja gue juga bisa ikut," papar Jihan.
"Ihh ... ogah! Nggak ada manfaatnya buat gue juga, udahlah nggak usah ngeyel buat ikut," tolak Rey.
Jihan benar-benar geram dengan Rey yang tidak mau berkerjasama dengannya, sikap Rey kali ini benar-benar membuat Jihan kesal.
"Gini aja! Loe mau apa gue kabulin asal loe ikut camping!" penawaran terakhir Jihan, ia benar benar sudah tidak tahu mau bagaimana lagi.
Mendengar ucapan Jihan, membuat Rey berpikiran jahat tapi ya nggak jahat jahat amat.
Rey!!
Apa Thor?!
Lihat apa ini?🔪🔪🔪🔪
Emang mau buat apa itu, Thor? Motong ayam.
Wah pinter loe, Rey! Gue kira Loe takut gue pegang pisau.
Ngapain gue takut? Sini gue bisikin Thor.
(Author mendekatkan telinga)
(Berbisik) Tuh lihat para readers, Thor. kalau loe ngapa-ngapain gue Thor, gue jamin seratus eh limaratus persen loe di geruduk ma readers.
(Author menelan saliva terus mojok di pojokan sambil jongkok) atut ma readers.
"Yakin loe mau ngabulin semua permintaan gue?" tanya Rey dengan senyum licik.
Melihat senyum licik Rey, Jihan menelan saliva menyesal telah mengatakan akan menuruti semua permintaan pemuda itu.
"Ya ... gue ... bakal nurutin semuanya asal itu nggak di batas wajar," tegas jihan dengan sedikit terbata.
"Oke! Gue mau ikut camping asal loe putus sama Jason," pinta Rey dengan tatapan penuh keseriusan.
Jihan membulatkan bola matanya mendengar permintaan Rey, dia tidak menyangka permintaan Rey malah seperti itu. Tidak langsung menjawab, Jihan terlihat berpikir dengan ekspresi yang benar-benar bingung.
Selang beberapa menit, Rey tiba-tiba tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya karena tertawa keras tanpa henti. Tentu saja hal itu membuat Jihan bingung, ia mengernyitkan dahi memandang Rey yang tertawa.
Rey berdiri sambil mencoba menghentikan tawanya, kemudian ia tepat berdiri di depan Jihan yang duduk.
"Serius amat, Loe! Loe pikir gue seriusan, hah?" ujar Rey.
Mulut Jihan menganga mendengar kata yang di ucapkan Rey, otaknya masih merestart ulang akibat syok karena disuruh putus dengan Jason.
Jihan mengambil bantal lalu memukulkannya ke lengan Rey.
"Kurang ajar! Loe ngerjain gue!" teriak Jihan kesal yang terus memukuli Rey dengan guling.
"Wahahahaha, loe jadi cewek polos amat," cibir Rey menangkis pukulan Jihan.
"Gue minta tiga permintaan saja, tapi gue nggak minta sekaligus. Jadi kalau gue minta loe kudu kasih," tandas Rey menatap Jihan yang masih terbengong.
Jihan terhenti mendengar permintaan Rey, ia kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya.
"Oke, deal! Tiga permintaan!" Kata Jihan.
Rey membalas jabat tangan Jihan tanda setuju. Namun tetap saja apa yang ada di pikiran Rey tidak ada yang tahu.
Jangan tanya Rey mikir apa, gue lagi malas menerawang isi pikiran Rey. 😒😒😒
*
*
*
*
*
*
*
Makan malam tiba, Jihan menendang kaki Rey dari bawah meja, ia terus memberikan kode pada pemuda itu untuk mengutarakan maksudnya.
Sadar si singa betina tidak mau bersabar, akhirnya Rey pun membuka pembicaraan.
"Kak! Aku mau ikut Camping di kampus. Seperti biasa kayak tahun sebelumnya," ungkap Rey.
Julia maupun Andrew tak lantas menjawab, mereka terlihat melirik Jihan kemudian berpindah menatap Rey.
"Kamu ikut bukan karena Jihan yang memaksa, 'kan?" tanya Julia.
Rey melirik Jihan yang telihat sudah salah tingkah karena pertanyaan Julia. Ia kemudian tersenyum serta menjawab pertanyaan kakaknya itu.
"Nggak kok, aku memang mau ikut. Cuman kemarin masih pikir-pikir dulu, dan sekarang aku yakin mau ikut," jawab Rey meyakinkan.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. serius kalau like komennya berjibun, othor bakal rajin creejiiii up meski dobel, oceh😎😎...
..._...
..._...
..._...
...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...
...Thank u...