NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. "Dewa Naga" Julukan pemegang Pedang Naga

"Kakak Jing Yun apa yang kamu katakan?." Mong Haochen menggeram emosi namun Jing Yun sungguh serius untuk menekan perut dia dengan tombaknya.

Mong Haochen menghembuskan nafas pelan. "Kakak Chang Jia?."

Chang Jia menggeleng tegas. "Sama sekali tidak terpikirkan olehku jika ini semua salah Guru."

"Kalau begitu maka artinya kita tidaklah sama." Mong Haochen memejamkan matanya dan energi iblisnya keluar.

Chang Jia dan Jing Yun merasakan firasat buruk dan mereka segera melompat ke sisi Shen Hao Feng.

"Guru kita hadapi Mong Haochen bertiga." kata Chang Jia disertai 5 formasi pedang yang muncul dari langit.

Jing Yun memutar tombaknya dan puluhan rantai berapi keluar dari dasar tanah. "Guru izinkan murid Jing Yun membantu."

"Krarh!!..." Naga Jade yang tertahan di bebatuan gunung kembali bergerak dan terbang diam di atas mereka bertiga.

Mong Haochen memandang mereka melalui matanya yang datar. "Apa kalian pikir ini akan jadi pertarungan satu melawan 4?."

"Maaf telah menunggu lama, bos." seorang perempuan iblis berkulit hitam dengan perawakan kekar dan memegang dua senjata sabit muncul entah dari mana dan dia berada di ranah Bintang tahap 5.

"Namanya, Bei Yun." kata Mong Haochen.

"Bos, maaf menunggu lama juga." bawahan lainnya datang dan dia adalah pria kekar dengan satu mata bewarna merah. Dan dia berada di ranah Bintang tahap 4.

"Bi Yao." Ucap Mong Haochen lagi.

"Akan kami bereskan orang-orang ini dengan cepat." iblis perempuan lain datang di sebelah Bei Yun. Ia kecil namun aura penindasannya begitu kuat. Ia berada di ranah Bintang tahap 3.

"Shi."

Shen Hao Feng melihat bawahan kuat Mong Haochen dengan datar. "Chang Jia, Jing Yun, Fei Xuen kalian yakin bisa atasi mereka?."

"Tentu guru!." Chang Jia membalas di serta ledakan energi yang mampu menggetarkan ruang prasasti.

"Tidak perlu di tanya aku sudah siap!." Jing Yun meledakkan energinya juga yang besar dan Fei Xuen meraung hingga ruang dalam prasasti semakin kacau.

Bahkan dalam makam Dewa Han sendiri tempat itu juga terkena efek getaran hingga orang-orang disana terombang-ambing seperti di lautan.

"Sebenarnya apa yang mereka lakukan di luar sana?." Ringis Xiao Ming karena tak bisa istirajat dengan benar.

"Krek!."

Bunyi retakan terdengar saat energi Chang Jia, Jing Yun, dan Fei Xuen terus di lepaskan. Bei Yun, Bi Yao, dan Shi tidak jngin kalah mereka pun meledakkan energi yang tak kalah kuat hingga prasasti tidak bisa bertahan lebih lama.

....

Di luar Prasasti. Hari sore cerah, banyak kepala Sekte yang menunggu kabar gembira dari utusan sekte masing-masing. Bahkan Shen Luo juga hadir untuk menyambut kepulangan leluhur.

Shen Luo memandang ke atas dari tanah bahwa Sekte 8 Pedang Naga juga datang dengan jumlah mengerikan.

"Mereka benar-benar ingin melihat Leluhur ya? Sampai membawa hampir separuh murid dari Sektenya." Shen Luo tertawa pelan.

Drrh....

Mata semua orang melebar menantikan prasasti membuka portal kembali. Namun prasasti yang tiba-tiba bergetar itu mendadak diam dan meledak begitu keras.

"a-arh!." kultivator di ranah rendah lenyap seperti debu sedangkan yang kuat terdorong jauh dari Prasasti.

Shsn Luo menutupi sebagian matanya dengan lengan, ia meringis karena sinar cahaya yang begitu silau ini menghalangi pandangannya.

"Apa yang terjadi dengan prasasti ini? Kenapa mengeluarkan cahaya yang terang dan juga panas!."

Bom! Bom!... Prasasti tiba-tiba meledak begitu keras hingga mampu membuat kerusakan besar dan ribuan kultivator yang tidak siap.

"K-kenapa Prasasti bisa meledak?!." teriak ketua Sekte Heaven cloud tak percaya. "Dimana murid-murid sekte Heaven Cloud ku!."

Ketua Sekte Jiwa mayat juga mengepal marah dan banyak kekuatan besar dari Sekte tertentu tengah marah besar.

Namun sesuatu tiba-tiba keluar dari bekas ledakan dan itu adalah iblis di mata manusia.

"Hm..." Mong Haochen bersama Jenderal-Jenderalnya dan pasukan berbaris rapi di atas mereka menciptakan tekanan intimidasi.

"I-iblis?." Shen Luo meneguk ludah.

"Iblis!!..."

"Serang iblis itu!!..."

"Haaa!!..." murid-murid berbagai Sekte bergerak melawan para iblis yang berani keluar.

Akan tetapi Mong Haochen memandang mereka tanpa tertarik. "Membosankan. Bei Yun kau atasi semut-semut ini."

"Siap." Bei Yun memutar kedua sabitnya lalu bersiap melesat dan petir keunguan muncul sekilas di sabit Bei Yun.

"Akan kubunuh mereka semua." Bei Yun bergerak secepat kilat dan kembali berdiri ke tempat semula.

Mata Shen Luo ikut melebar seperti reaksi para Ketua Sekte lain.

"a-apa-apaan ini!." Shen Hao mengeluarkan pedangnya. "Semua siapkan pedang!!."

"Ya!." 1.000 Pasukan Kekaisaran Shen san 3.000 murid Sekte 8 Pedang Naga bersiap bertarung namun Mong Haochen dengan tatapannya berniat mengintimidasi mereka semua. Tekanan berat itu pernah Shen Luo alami yakni saat bersama Shen Hao Feng.

"J-jangan-jangan kau juga di ranah Dewa Fana!."

"Heh..." Mong Haochen menyeringai. "Itu benar, aku Mong Haocen-

" jangan berlagak seolah kau sudah menang dariku Mong Haochen!." Shen Hao Feng muncul di depan Shen Luo bersama yang lain.

"Kalian! Bagaimana mungkin bisa kembali!..."

Shen Hao Feng masih teringat jelas jika ledakan dari benturan energi itu mengakibatkan prasasti hancur dan semua orang di dalamnya terlempar keluar.

Shen Hao Feng sesekali melirik bahwa banyak anggota murid sekte yang sudah bebas dan mereka memandang penuh kejutan pada Mong Haochen dan puluhan ribu iblis yang keluar.

"Leluhur!..." dari kejauhan Shen Luo memanggil. Shen Hao Feng berbalik dan melihat mata Shen Luo yang ketakutan.

"Benar juga... Semua orang di sini paling kuat adalah di ranah Bintang tahap 8 yaitu Ketua Sekte tertua disini."

Shen Hao Feng kembali menatap tajam Mong Haochen bersama para pasukannya di udara. "Sedangkan mereka memiliki kekuatan yang di atas rata-rata kekuatan manusia disini."

"Mong Haochen jika kau ingin melanjutkan berperang maka jangan salahkan aku untuk mengambil tindakan kasar!." tegas Shen Hao Feng serta menghempaskan energi emasnya.

"Krarhh!!..." tubuh besar Naga Emas terbentuk di atas langit. Saat sang naga meraung saat itulah semua iblis merasa jiwa mereka terkoyak.

"Tck." Mong Haochen memanggil sang naga iblis hanya satu hembusan nafas dan naga tak kalah kuat dan besar dari Naga emas muncul membawa kematian dan kegelapan pada alam terkait kemunculannya.

Energi Naga emas dan Naga iblis berbenturan memperlihatkan pertempuran cahaya melawan kegelapan.

Shen Hao Feng menatap murid-murid Sekte 8 pedang Naga. "Murid-murid Sekte pedang 8 Naga dengarkan perintahku! Gunakan energi kalian untuk memperkuat Naga emas dan bunuh ras Iblis!."

"Siap!."

Ribuan murid-murid bersila di udara dan mereka mengirim energi mereka ke tubuh Naga emas. Efeknya mata emas dan energi yang keluar semakin kuat.

Mong Haochen menunjuk para manusia di bawahnya secara arogan. "Bunuh mereka semua."

"Haaa!!..."

"Bunuh!... Bunuh!..."

10.000 pasukan iblis menerjang tekanan dari sang Naga Emas. Shen Hao Feng memegang pedangnya dan menebas ke depan.

Energi deri tebasan itu membunuh banyak iblis namun mereka terus menerjang seolah tidak takut untuk mati.

"Semua pasukan manusia dengarkan aku! Hari ini aku meminta bantuan dari seluruh pihak!." Shen Hao Feng berubah berukuran besar dan menindas.

"Kerahkan segalanya untuk melawan sang iblis!." ia menghunuskan pedang ke arah lawan.

Berbagai ketua Sekte mengangguk tegas dan memutuskan membantu.

"Hadapi mereka!."

"Jangan biarkan satupun lolos dari maut!."

Tetua tetua berbagai Sekte mengubah ukuran tubuh mereka walau tak sebesar Shen Hao Feng. Mereka berjalan serentak dan di bawah pasukan berbagai kekaisaran termasuk Shen Luo menyerang.

"Phoenix!."

"Bangau abadi!."

"Ular iblis!."

"Kura-kura bencana!."

Anggota murid Sekte melancarkan serangan formasi untuk memberikan serangan fatal pada barisan iblis.

"Chang Jia... Jing Yun... Fei Xuen." panggil Shen Hao Feng ketika tubuhnya menjadi lebih agung hampir menyamai dewa itu sendiri.

"Ya Guru- Grandmaster." jawab mereka bertiga dan mereka melompat ke langit lalu bertransformasi menjadi Naga 3 elemen.

Mong Haochen mendengus ringan melihat pertumpahan darah dan api meluas dimana-mana. Ia meraih tombak nya dan melangkah di udara bersama Bei Yun, Bi Yao, dan Shi.

Mereka berempat berjalan menghadapi lawan mereka yang seimbang yakni para Dewa Naga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!