NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Pengkhianat yang Tersudut

Koridor menuju menara selatan terasa begitu sunyi dan dingin, kontras dengan gemuruh amarah Yudha yang masih bergaung di menara timur. Rina berjalan dengan langkah tergesa-gesa, menyusuri dinding batu kastil yang remang-remang. Napasnya memburu, dan gaun beludru marun miliknya terasa mencekik lehernya sendiri.

“Malik sudah tertangkap. Pria tua itu pasti akan membuka mulutnya jika disiksa dengan perak murni!” batin Rina panik.

Ketakutan yang amat sangat kini merayap di sela-sela tulang belulangnya. Dia tahu betul bagaimana kejamnya Yudha terhadap seorang pengkhianat. Di bawah kepemimpinan sang Alpha muda, tidak ada ruang bagi mereka yang menusuk dari belakang.

Rina tahu dia harus melarikan diri malam ini juga, sebelum fajar menyingsing dan namanya diteriakkan di altar pengadilan darah. Target utamanya sekarang adalah pintu besi menara barat, jalur yang sama yang dia gunakan untuk memasukkan kaum *Rogue* beberapa jam lalu.

Namun, saat Rina berbelok di koridor persimpangan dekat kebun dalam, langkah kakinya mendadak terkunci.

Sesosok tubuh tegap dengan dada bidang yang ternoda darah musuh sudah berdiri kokoh di sana, bersandar pada pilar batu kuno dengan kedua tangan bersedekap. Yudha. Pria itu tidak lagi berada di kamar menara timur. Dengan kecepatan serigala sejati, dia telah memotong jalur pelarian Rina bahkan sebelum wanita itu sempat menyadarinya.

"Mau pergi ke mana dalam kondisi sekacau ini, Rina?" suara Yudha terdengar begitu santai, namun sarat akan ancaman kematian yang dingin. Dia perlahan menegakkan tubuhnya, melangkah mendekat dengan tatapan mata elang yang mengunci pergerakan Rina.

Rina melangkah mundur, matanya melirik liar mencari celah untuk kabur. "Alpha... aku... aku hanya ingin memeriksa penjagaan di sektor barat setelah mendengar ada serangan."

"Memeriksa penjagaan? Atau memastikan sekutumu dari kaum *Rogue* sudah membersihkan jejakmu?" potong Yudha cepat. Sepasang matanya mendadak berkilat emas cair, memancarkan aura tekanan dominasi yang begitu kuat hingga membuat lutut Rina gemetar hebat.

"Aku tidak tahu apa maksudmu, Yudha! Aku adalah prajurit setia *Silver Moon*!" teriak Rina, mencoba membela diri dengan sisa-sisa keberaniannya.

*Brak!*

Dalam sekejap mata, Yudha sudah berada di depan Rina. Tangan kekarnya mencengkeram rahang wanita itu dengan sangat kuat, menekankan tubuh Rina ke dinding batu hingga terdengar suara benturan yang keras. Seringai dingin terukir di wajah tampan Yudha, menampilkan taringnya yang memanjang tajam.

"Kesetiaanmu sudah mati sejak kamu menyentuh Luna di kamarku, Rina," desis Yudha tepat di depan wajah Rina yang kini pucat pasi.

"Malik belum disiksa, tapi dia sudah meneriakkan namamu saat diseret ke penjara bawah tanah. Kamu yang membuka pintu untuk Hendra, bukan?"

Rina tidak bisa menjawab. Cengkeraman Yudha di rahangnya begitu kuat hingga dia hanya bisa melenguh kesakitan. Air mata ketakutan dan penyesalan yang terlambat akhirnya menetes di pipinya.

Yudha menghempaskan Rina ke lantai dengan jijik. Dia meraba saku celananya dan melemparkan sepasang borgol yang terbuat dari perak murni ke depan wajah Rina.

"Pasang sendiri di tanganmu, atau aku yang akan mematahkan kedua tanganmu terlebih dahulu sebelum menyeretmu ke sel yang sama dengan Malik."

Rina menatap borgol perak itu dengan tubuh gemetar hebat. Logam perak murni adalah racun mematikan bagi bangsa serigala; menyentuhnya saja akan membakar kulit mereka secara perlahan. Namun, menolak perintah Yudha saat ini sama saja dengan mengantarkan nyawanya sendiri menuju kematian instan.

Dengan tangan yang gemetar dan diiringi rintihan kesakitan saat kulitnya mulai melepuh terkena perak, Rina perlahan memasangkan borgol itu di pergelangan tangannya sendiri. Jiwa prajuritnya yang angkuh kini runtuh sepenuhnya di bawah kaki sang Alpha sejati.

Yudha memanggil dua pengawal yang sejak tadi mengikutinya dari kegelapan koridor.

"Bawa dia. Pastikan dia tetap hidup sampai fajar tiba untuk pengadilan darah."

Setelah Rina diseret pergi dengan ratapan yang menyedihkan, Yudha mengembuskan napas panjang. Dia membersihkan sisa noda darah di tangannya dengan kain, lalu berbalik menuju menara selatan. Amarahnya telah mereda, kini fokus utamanya adalah menemui Luna, memastikan bahwa belahan jiwanya tidak lagi ketakutan di dalam kamar cadangannya.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!