Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.
Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.
Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Idaman para kaum hawa.
^^^Hanya kasih informasi jangan lupa untuk like and comment okey..^^^
...HAPPY REDDING....
Agatha sedang asik dengan leptopnya di atas kasur tiba-tiba ia teringat kalau pembalut nya habis, ia ingin beli tapi malas keluar.
Wajah Agatha begitu sumringah begitu mendapatkan ide cemerlang.
"Mas, aku boleh minta tolong? "
"Boleh sayang, apapun buat kamu. "
"Tolong ke supermarket gih, beliin aku softex. "
Uhuk.
Zayn tersedak snak yang ia makan, dengan cepat Agatha mengambil air untuk suaminya. Zayn menoleh ke Agatha, "so-softex? "
Gadis itu mengangguk, "softex aku habis tafi terakhir. " ujar Agatha dengan memelas.
"Yaudah hayu aku antar. "
"No, Mas Zayn sendiri, " jeda tiga detik, "Kan tadi aku minta tolong belikan. "
"Kenapa gak berdua saja, sekalian kita beli es cream, ya? " ucap Zayn dengan wajah memohon.
Agatha memutar otak agar cowok itu mau pergi sendiri tanpa dirinya. Ia ingin mengerjainya suaminya agar kaya orang-orang menyuruh cowoknya beli softex, "aduh... Mas? perut aku sakit lagi. "
melihat Agatha kesakitan lagi membuat Zayn sedikit panik, "sakit lagi, kerumah sakit yu? "
"Gak usah Mas, ini udah biasa, cuma gak bisa banyak gerak takut bocor. " Balas Agatha dengan wajah memohon.
Melihat wajah memohon istrinya Zayn jadi tidak tega, "oke, aku aja sendiri yang beli." final Zayn membuat Agatha tersenyum.
Zayn bersiap-siap untuk pergi ke supermarket lagi sendiri, dengan malah ia berjalan keluar rumah. Sebenarnya Zayn ingin minta temani dengan Ali tapi ia pikir lagi kalau ini adalah privasi istrinya, akhirnya ia putuskan untuk membelinya sendiri saja dari pada privasi istrinya terhumbang keteman nya.
•••••√√√•••
Di supermarket, seorang pemuda yang sedang muter-muter. Zayn mengecek handphone ternyata ada pesan dari sang istri yang ternyata meminta belikan es cream 3.
Setelah membalas pesan Agatha beberapa menit tak dapat balasan ia masukan kembali handphone nya kedalam saku. Ia membeli beberapa macam es cream dan juga beberapa coklat, selesai dengan itu semua, kini kakinya melangkah menuju rak pembalut.
Saat sampai di rak pembalut, ia di hadapkan dengan berbagai macam jenis pembalut dan itu yang membuat Zayn sedikit bingung, bodonya ia lupa nanya istrinya pakai merek pembalut yang mana. Banyak yang memperhatikan Zayn bahkan ada yang berbisik-bisik kagum terhadapnya, tapi cowok itu cuek dan bodoamat dengan orang-orang yang berada di belakangnya.
Saat sedang kebingungan tiba-tiba datang seorang pegawai supermarket menghampiri nya, "maaf Mas ada yang bisa saya bantu? "
"Eum.. gini mba. saya lagi nyari pembalut untuk istri saya, tapi saya gak ngerti. " pegawai itu mengangguk paham dan terkekeh kecil.
Pegawai itu menjelaskan dari yang bersayap sampai yang tidak bersayap, yang malam maupun siang dan jangan lupa dengan ukuran nya. Kendati Zayn tetap tidak mengerti, akhirnya ia memutuskan untuk membeli semua merek pembalut dari pada berlama-lama disana menjadi pusat perhatian seperti saat ini.
Sekarang trolinya penuh dengan bermacam merek pembalut, hal itu membuat beberapa remaja perempuan merasa iri dengan wanita yang di belikan pembalut oleh cowok itu.
"Idaman banget si kak, tapi itu gak kebanyakan? gak mau bagi sedikit ke aku? "
"Pasti ceweknya seneng banget punya pacar modelan begini. "
"Troli idaman para kaum hawa woi! "
Dan masih banyak lagi gumaman para gadis yang di dengarnya, Zayn berjalan menuju kasir dengan wajah datar, ia membayar semua belanjaan nya dengan total hampir 1jt bayangkan saya seberapa banyak yang berada di trolinya bahkan es cream yang hanya di pesan sang istri 3 Zayn membelikan nya lebih dari 3 dan beberapa coklat.
•••••√√√•••
Zayn sudah sampai di rumah, ia memasuki rumahnya dengan wajah lesu. "Assalamualaikum, " salam Zayn sambil merebahkan dirinya di sofa, namun tak ada sahutan dari Agatha.
Merasa tidak ada sahutan Zayn celingak-celinguk mencari keberadaan sang istri, "Agatha aku pulang ni? " tetap tidak ada jawaban, akhirnya Zayn memutuskan untuk melihat kedalam kamar.
Ceklek.
Pemandangan pertama yang ia lihat adalah sang istri sedang tertidur pulas di atas kasur, ia menghampiri Agatha lalu membenarkan selimut nya, "selamat istirahat cantik, " ujar Zayn sambil mencium kening Agatha, setelah itu ia berjalan keluar untuk membereskan belanjaan yang tadi ia beli.
Flashback on.
Agatha yang baru saja keluar kamar mandi tiba-tiba ia merasa pusing di kepalanya, pandangan nya mengabur.
Ia gelengkan kepala berharap pusingnya hilang, setelah enakan ia duduk di atas kasur.
"Pala gue kenapa tiba-tiba pusing dah, apa gue kurang darah, ya. "
Agatha merebahkan tubuhnya dan lama-lama ia tertidur pulas.
Flashback off.
Selang beberapa menit Agatha keluar kamar untuk menghampiri Zayn, "Mas es cream pesanan aku mana? " tanya Agatha saat melihat Zayn.
"Ada di dalam kulkas, " Agatha berjalan kearah kulkas dengan wajah sumringah, ia tersenyum puas saat melihat beberapa es cream dan coklat di dalam kulkas. Tapi Agatha tidak mengambilnya karna teringat sesuatu yang ia ingin tanyakan, "Softex nya mana Mas? "
"Itu lihat aja ada di meja, " ujarnya dengan ragu, Agatha berjalan kedapur seketika matanya langsung membulat begitu ia melihat banyak sekali softex kisaran ada 15 merek softex.
"MasyaAllah, MAS INI KENAPA BANYAK BANGET! " pekik Agatha dari dapur.
"Mas gak tau kamu pakai yang mana, mba pegawai nya juga bilang siang malam, bersayap sama engga. Aku bingung jadi yaudah aku beli aja semua merek. "jelas Zayn membuat Agatha menggeleng.
Ini kalau gue jual di warung laku berapa ya?-batin Agatha.h
••••••√√√•••
Di lain sisi, dimana kesabarannya seorang ustadz harus di uji oleh sesorang santriwati yang selalu mendebat nya dalam segala hal, seperti saat ini.
" Apa lagi yang mau di tanyakan? " Farhan melihat arloji di pergelangan tangan nya, "saya kasih waktu 3 menit. "
"Ustadz mau kemana? "
"Waktu berjalan Mela. "
Mela berdecak. "Sabar dong tadz. "
"Saya ini orang nya sabar loh di banding ustadz yang lain, kalau sama kamu saja saya jadi tidak sabaran. "
Mela tersenyum menanggapi ucapan Farhan, memang gadis satu ini sering sekali membuat ustadz muda itu kehilangan kesabarannya. Hobi gadis itu selain melanggar aturan sering juga menganggu ustadz yang satu ini.
Mela memainkan jarinya seakan ragu mengatakannya.
"Ustadz? " panggil Mela.
"Hm, " Farhan hanya membalas dengan deheman.
Kini mereka berada di kantor para asatidzah dan asatidz, tenang di dalam sana bukan hanya mereka berdua ada ustadz dan ustadzah bahkan ada Laila yang sedari tadi menyimak percakapan kedua orang dewasa ini.
"Dalam, gitu ustadz. " komentar Mela.
"Mel? " panggil Farhan dengan nada rendah, ia menatap Mela sekilas dan memaksakan senyum, sedetik ia kemudian memalingkan wajahnya kearah lain.
"Ya tadz, " balas Mela seraya dengan senyum.
"Kamu bisa berhenti berdebat setiap ucapan saya tidak? "
"Seperti nya tidak, itu hobi baru saya tadz. "
"Saya bukan mahram kamu Mel, sebaiknya bicara seadanya tidak dilebih-lebihkan, karna itu akan timbul fitnah. "
"Kalau gitu halalin saya dong ustadz. "
"Astaghfirullah, istighfar Mel, istighfar. "
"Astaghfirullahaladzim, " Mela mengikuti perkataan Farhan, "sudah tadz. "
"Benar, tapi salah, " ujar Farhan dan lalu meninggal kan Mela dan Laila begitu saja.
Mela menggaruk keningnya yang tidak gatal, "kalimat istighfar kan memang begitu, dimana letak salahnya? "
"Di dalam hati kakak sendiri, " ucap Laila.
"Eh, " Mela menoleh ia terkejut dengan Laila, ia lupa kalau ia datang ke sini di temani dengan anak pemilik pesantren ini.
"Kakak kejarlah pencipta-Nya bukan ciptaan-Nya, dari awal hati kakak udah salah mengartikan kata cinta. "
Mela mengerutkan dahinya, "salah gimana Lai? "
"Pandangan saat seorang wanita lebih dulu mendekati seorang pria itu bukanlah sesuatu hal yang merendahkan diri atau tercela. Namun, lebih kepada menjunjung kehormatan seorang wanita, apa lagi melihat sikap kakak yang terang-terangan seperti ini. Emangnya kakak gak capek ngejar beliau terus? saya saja capek ngelihat nya. Ingat sesuatu yang berlebihan itu gak baik, kalau mau ungkapkan. Jangan terlalu mengejar sesuatu yang belum kamu pastikan jawabannya. " Laila berlenggang keluar setelah mengatakan itu.
"Loh Ning, kok main pergi saja, " Mela mencabik, tapi ia tetap mengikuti Laila dan berjalan di sampingnya.
Ia sempat tertegun dengan perkataan Laila, gadis 15 tahun itu mengerti sedangkan dirinya?
•
•
•
Maaf ya pren up nya lama, masih kurang sehat body soalnya.
Selain kurang sehat bodynya, otak juga di ajak muter nya malah kaya keong lomba lari.
Doain ya guys biar bisa up tiap hari lagi..