NovelToon NovelToon
Mr. Otoriter

Mr. Otoriter

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ndk.id

Sequel dr. Clara


Tak disangka bahwa sifat sang daddy akan menurun pada putra yang selalu bertentangan dengannya.


Bahkan sikapnya lebih parah lagi saat setelah menemukan seorang desainer muda yang membuat seorang Davin Aditya Mayndra menjadi pria muda dengan jiwa otoriter tinggi jika itu menyangkut tentang wanitanya.


"Jangan panggil namaku Davin jika aku tidak bisa menikmati tubuhmu disetiap malamku. Karna kamu milikku dan selamanya akan seperti itu"

~Davin Aditya Mayndra~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ndk.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Setelah keluar dari kediaman keluarganya Mayndra, Kanya dan Davin lekas bergegas menuju tempat janjian untuk para pelajar bertemu sebelum akhirnya bertolak dari tanah air menuju negeri singa yang menjadi tujuan pokoknya.

Kanya yang sangat berisik disetiap perjalanan entah itu di bandara maupun di pesawat terbang membuat Davin memaksa menulikan indra pendengarannya.

Terlebih saat teman teman adiknya itu selalu bergosip secara terang terangan mengagumi ketampanan yang dimiliki oleh seorang Davin tambah membuat Davin jengah dan jengkel dibuatnya.

Tak urung ada pula teman adiknya yang sengaja mendekatinya dan berusaha memperkenalkan diri mencoba lebih akrab namun reaksi dari Davin sendiri sangat dingin dan tak mau merepon sedikitpun.

Kalaupun merespon itu akan sangat menyakiti telinga dari orang yang berusaha mendekatinya termasuk salah satu temannya yang sekitar berusia hampir sama dengan adiknya Kanya.

Davin: "Aku tidak suka dengan anak remaja sepertimu, terlebih kau bukan wanita cantik yang menjadi tipe idealku. Menjauhlah dariku dan jangan ganggu aku atau akan aku pastikan kau tidak bisa kembali lagi ke Indonesia"

Apa masih ada lagi yang akan berani mengganggunya jika sudah berkata seperti itu?

Davin memang tidak suka akan keramaian dan hiruk pikuk perbincangan yang membosankan.

Dirinya lebih suka menyendiri dan mendapatkan ketenangan yang dia dambakan.

Sedangkan saat pesawat yang mereka tunggangi baru saja mendarat di Bandara Internasional Changi Singapura adiknya masih saja suka berkicau seperti burung tak kehabisan tenaga sama sekali.

Dan Davin masih tak habis pikir seberapa banyak sebenarnya tenaga Kanya yang tersisa. Dirinya saja sudah pusing berada dikabin pesawat dan hendak cepat turun dan menghirup oksigen diluar dengan bebas. Tapi adiknya dengan keberisikannya yang tidak ada habisnya terus saja berbicara akan hal hal tak bermutu bagi Davin.

Kanya: "Kak Davin?" panggilnya memegang lengan kakaknya yang baru saja berdiri dari tempat duduk didalam kabin pesawat yang masih mereka tunggangi hendak turun.

Davin: "Apa lagi?" sahutnya jengah dengan merapihkan jaketnya yang sedikit kusut karna selama perjalanan didalam pesawat yang selalu duduk diam.

Kanya: "Wajah Kanya masih cantik tidak?" tanyanya tanpa rasa malu dan membuat Davin mengernyit heran.

Dan karna kakak laki lakinya itu tak menjawab juga, Kanya menepuk lengan kakaknya yang dia pegang dengan cukup kuat.

Kanya: "Kak Davin?!" panggilnya lagi.

Kanya: "Masih cantik tidak?" tanyanya tak sabaran padahal orang orang rombongannya sudah terlebih dahulu keluar tapi Davin dan Kanya masih saja didalam pesawat dengan beberapa orang yang masih berada didalamnya.

Davin: "Tidak" sahutnya biasa lalu pergi meninggalkan adiknya yang masih repot harus merapihkan rambutnya dengan sebuah sisir yang tak pernah dia lupakan dalam tas kecil yang di bawa kemana mana.

Kanya: "Kak Davin tunggu" pekiknya sambil berjalan cepat tak lupa tangan kanannya ikut bergerak menyisir rambut sambil terus mengejar kakak laki lakinya yang sudah berada jauh didepan hendak keluar dari pesawat.

Kanya sedikit lebih cepat lagi jalannya saat setelah benar benar keluar dari kabin pesawat dan mengejar Davin kakaknya yang berjalan santai sendirian melewati beberapa orang yang berlalu lalang.

Kanya: "Kak tunggu!" teriaknya sambil berlari saat langkah kakaknya menuju tempat pengambilan barang bawaan.

Davin: "Ambil kopermu" katanya dingin saat baru saja meraih koper berwarna hitam yang berukuran tak cukup besar.

Kanya: "Mana? belum ada kak" ocehnya sambil melihat kesekeliling yang dipenuhi oleh beberapa orang yang satu kabin pesawat tadi bersama mereka tak terkecuali rombongan yang membawa mereka.

Davin: "Tunggu saja" sahutnya singkat lalu berjalan menuju sederet kursi tunggu yang masih berada dalam bandara.

Davin duduk santai dan menyalakan kembali ponselnya yang sedari tadi sengaja dia matikan karna melakukan penerbangan untuk mencegah adanya kecelakaan sinyal pada pesawat saat penerbangan.

Tak ada satu pun notifikasi pesan atau panggilan yang masuk hanya ada notifikasi pemberitahuan cuaca dan perubahan waktu secara otomatis dalam ponselnya. Tapi masih terdapat satu pesan yang memang sengaja Davin tidak baca yaitu pesan dari daddy nya sebelum akhirnya Davin mematikan ponselnya.

Pesan yang berisi bahwa Davin harus menjaga Kanya baik baik dan harus pulang dengan baik baik pula. Karna David selaku daddy nya sangat paham betul bahwa putri bungsunya itu memang sangat berbeda jauh sifatnya dengan keempat kakak kakaknya.

Bagi David yang menjadi ayah dari lima anak itu, Kanya adalah prioritas utama yang harus dijaga oleh semua orang.

Sifat Kanya yang masih seperti anak anak membuat David dan Melliza sendiri kadang dirundung rasa takut bahwa putri kecilnya akan berbuat aneh aneh terlebih jika tidak berada diawasan mereka berdua.

Kanya: "Kak Davin, Kanya mau ke toilet. Temani yuk" ajak sang adik yang telah berdiri didepannya dengan membawa sebuah koper yang lebih besar dari milik Davin berwarna merah muda.

Davin: "Mau apa?" tanyanya menajamkan indra penglihatannya.

Kanya: "Mau pakai bedak, lihat wajah Kanya lusuh banget. Pucat pula" sahutnya dengan menunjuk wajah yang berdominan menyerupai mommy nya waktu muda.

Davin membuang nafasnya dengan kasar tapi tak urung dirinya bangkit dan berdiri lalu berjalan terlebih dahulu didepan Kanya dengan raut wajah yang sangat kesal.

Davin: "Lima menit jangan pakai lama" katanya sambil duduk disebuah kursi yang tak jauh dari tempat keberadaan toilet wanita.

Kanya: "Lima menit? jelas kurang lah kak, kak Davin ini...

Davin: "Empat menit" katanya menyela adiknya sambil menatap layar ponselnya.

Kanya: "Kak! Kanya ini anak perem...

Davin: "Tiga menit" selanya lagi tak mau mendengarkan penuturan adiknya.

Kanya: "Ok lima menit" akhirnya pasrah dan berusaha meninggalkan konpernya didekat kakaknya yang sedang duduk.

Setelah kepergian Kanya yang melenggang dengan membawa seperangkat alat make up pemberian kakaknya Celine, Davin tetap menunggu dengan jenuh dan memainkan ponselnya.

Davin menunggu ditempat duduk yang tak jauh dari arah check in.

Dan disitu mata Davin tertarik oleh sebuah pergerakan dan senyuman yang menawan.

Senyumnya yang ramah tamah semakin membuat Davin menajamkan matanya untuk lebih menelisik apa benar dengan apa yang dia lihat.

Davin: "Velicia?" gumamnya melihat seorang wanita yang diperhatikannya sedang berusaha melewati detector keamanan bandara saat setelah menunjukan sebuah tiket penerbangan pada petugas bandara yang memeriksanya.

Gadis itu terus berjalan setelah mengambil barangnya yang telah ikut diperiksa hingga lenyap disebuah belokan yang tak lagi menampakkannya.

Davin yang sudah terkesiap langsung bangkit dan berjalan menuju barisan yang sama yang tadi telah dilewati oleh wanita yang sama persis seperti wanita yang dicarinya dan melupakan barang bawaannya ditempat.

Davin yang sudah tahu bahwa dirinya tidak mungkin bisa melewati tempat yang sama seperti wanita tadi karna itu telah melalui proses check in dan siap memasuki pesawat setelah menunggu beberapa menit lagi akhirnya Davin memikirkan cara apa supaya dirinya bisa tahu apa benar wanita tadi adalah wanita yang sama atau bukan dengan wanita yang pernah ditidurinya yaitu Velicia.

Davin: "Pak maaf, kekasih saya tadi melupakan tasnya" kata Davin pada petugas yang tadi dilewati oleh Velicia dengan menunjukan tas kecil yang sesungguhnya milik adiknya Kanya.

"Biar saya berikan padanya, seperti apa ciri ciri orangnya?" sahut sang petugas tak mau percaya begitu saja.

Davin: "Dia cantik, manis, rambutnya panjang dan tidak terlalu tinggi" sahut Davin menjelaskan.

"Yang lebih spesifik mas, karna saya takut salah memberikan pada orang lain. Karna disini banyak ciri ciri yang seperti itu"

Davin: "Bagaimana jika anda mengantar saya pada kekasih saya? Saya janji hanya akan memberikan ini kemudian ikut kembali lagi kesini bersama anda" bujuk Davin yang membuat petugas bandara itu mulai berfikir.

Petugas itu tak mudah untuk mengatakan iya atas usulan Davin, dirinya bahkan bermusyawarah terlebih dahulu dengan beberapa petugas lain mengenai masalah ini. Karna peraturan bandara sangat jelas bahwa sangat dilarang bagi orang yang tidak memiliki tiket pesawat atau belum check in dilarang masuk kedalam ruang tunggu penerbangan yang akan segera dilakukan.

Hingga akhirnya petugas itu menolak permintaan Davin dan mengusulkan bagaimana kalau kekasih yang dia anggap yang mendekat padanya melalui pengumuman suara.

Dan yang dilakukan Davin hanya tersenyum manis dan mengiyakan usulan petugas itu.

Tak selang berapa lama, pengumuman suara itu mengisi indra pendengaran semua penghuni yang ada dibandara tak terkecuali gadis yang dicarinya.

Cukup lama menunggu akhirnya Davin bisa mulai melihat adanya sosok yang berjalan mendekat dengan seorang petugas wanita.

Wanita yang dicarinya tertegun dalam diam, matanya nampak syok dan mulai bejalan mundur beberapa langkah hingga akhirnya Davin tersenyum manis dan berusaha mendekatinya.

Gadis itu menggeleng dan melenggang pergi dengan berbalik badan dan meninggalkan petugas wanita itu sendiri.

Davin: "I found you" gumamnya saat melihat setiap langkah kakinya yang berjalan cepat menjauh dari tempat Davin berada.

Kanya: "Kak?" panggil sang adik yang membuat Davin memalingkan wajahnya pada sang adik yang tergopoh gopoh dengan membawa dua koper.

Kanya: "Kakak ini dari mana? Kenapa kopernya ditinggal? nanti bagaimana kalau diambil orang? Ayo! teman teman Kanya dari tadi sudah menunggu" ocehnya tanpa berhenti.

Davin tak merespon omelan adiknya dan mengambil koper miliknya yang dibawa oleh adiknya. Dan dirinya memberikan tas milik adiknya secara paksa dengan menyodorkannya.

Davin: "Kakak ada urusan, kamu pergi sendiri" ucapnya lalu memperhatikan sekeliling.

Kanya: "Loh?! Kak Davin kesambet yah? kak Davin lupa kalau urusan kak Davin disini jadi wali muridnya Kanya?"

Davin tak menghiraukan dan malah merogoh ponselnya dan mencari sebuah nomor kontak seseorang.

Kanya: "Kak! Ayo" ajaknya lagi pada Davin yang sedang menghubungi seseorang.

"..."

Davin: "Hallo?" sapanya langsung dan meminta adiknya untuk diam tak menggangu.

"..."

Davin: "Kak tolong cepat ke Singapore, Kanya sendiri disini dan aku ada urusan lain yang lebih penting" ucapnya pada lawan bicaranya yang entah dimana.

"..."

Davin: "Dia yang lebih penting. Karna dia masa depanku"

1
Nenah Masrurun
Luar biasa
@Al**
Bagus ceritanya
martini
astaghfirullah baru tahu sekarang ceritanya anak Dr Clara
Ratna_1729
Setuju. Tapi wanita enggak cuma mau diprioritaskan dengan ucapan saja tapi juga dilakukan dengan tindakan
crist
lanjut thor msh ngegantung😂😂
crist
so sweet davin
Zee Gween
lagi asik2 baca, eeehh nongol tuh visual, haaghh bikin ambyarr ngehalu 😏 apa cuman aku yg ga suka klo baca novel yg lihat visual nya cwok cwok kulit putih berbibir merah...
Putriani
Kenapa clara nggak bisa tegas sama anaknya
Putriani
Kenapa nggak di jelasin sih kenapa dia bisa nikah sama mantannya dulu huuufff
Putriani
Gila so davin
M Fakhrul Mfakhrul
jangan terlalu benci karena benci dan cinta itu cuma terpisah dengan kertas yg tipis,,
M Fakhrul Mfakhrul
tp kayaknya ga pernah merkosa Clara dech,,,
M Fakhrul Mfakhrul
tp kn awalnya Clara yg ngedeketin david,,,jd jgn salah kn daddymu terus dong,,,
Wwe Dhuwey
kim taehyung😍😍😍
chocochino
iseng buka novel Dr clara eh taunya ada kelanjutannya, auto buka profil othor lanjut baca yg ini
Ratna_1729
bener juga sih pada dasarnya wanita memqng selalu ingin diprioritaskan
Ratna_1729
terlalu jujur
Ratna_1729
terobsesi sampai segitunya
Vinonie Homemade
daddy edan
Vinonie Homemade
kok ortu nya g marah, anak gadisnya diperkosa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!