NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN RAHASIA

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Dante berdiri dari kursinya, matanya menatap tajam ke arah jendela yang menutup rapat. Tekadnya kini sudah bulat. Tidak peduli seberapa berat atau menyakitkan kenyataan ini, ia harus menghadapinya. Ia tidak bisa membiarkan para pengkhianat ini terus berkeliaran dan mengancam keselamatan orang-orang yang ia sayangi, terutama Elara.

"Baiklah, Pak Herman. Kita tidak punya waktu lagi untuk berunding atau memberi kesempatan. Kali ini kita harus bertindak tegas. Persiapkan pasukan keamanan khusus yang benar-benar bisa dipercaya dan loyal. Kita akan menyusup ke pertemuan rahasia itu malam ini. Aku ingin tahu dengan siapa mereka bernegosiasi dan apa rencana akhir mereka. Tapi ingat, Pak Herman, kita harus berhati-hati. Jangan sampai terjadi pertumpahan darah yang tidak perlu atau memancing keributan di tempat umum. Prioritas kita adalah mendapatkan bukti yang sah dan menangkap tokoh utamanya hidup-hidup jika memungkinkan," perintah Dante dengan nada tegas dan berwibawa, membuang jauh rasa kekecewaan pribadinya demi kepentingan yang lebih besar.

Siang itu berlalu dengan sangat lambat dan menegangkan. Di sisi lain, Elara yang sejak tadi merasakan ada yang tidak beres dengan suasana hati Dante mencoba mendekati suaminya itu saat jam makan siang. Ia melihat Dante yang tampak lebih pendiam dan banyak melamun dari biasanya, wajahnya penuh kerutan beban pikiran yang berat.

"Dante, ada apa sebenarnya? Sudah beberapa hari ini kamu terlihat sangat murung dan sibuk sekali. Apakah masalah yang kamu hadapi semakin rumit?" tanya Elara dengan nada lembut dan penuh perhatian, sambil meletakkan mangkuk sup di hadapan Dante.

Dante mengangkat wajahnya, menatap Elara yang berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh kasih sayang namun juga rasa bersalah. Ia tidak ingin membebani pikiran Elara dengan masalah-masalah berat ini, apalagi kondisi istrinya yang belum sepenuhnya pulih dari trauma kejadian beberapa waktu lalu. Namun, ia juga sadar bahwa ia tidak bisa terus menyembunyikan semuanya selamanya.

"Ada sedikit masalah internal yang sedang aku urus, Elara. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Hanya saja... ternyata musuh yang kita hadapi kali ini bukan hanya dari luar, tapi juga berasal dari orang-orang yang selama ini kita percayai dekat," jawab Dante dengan nada hati-hati, berusaha menyampaikan sebagian kebenaran tanpa membuat Elara terlalu panik.

Elara mengernyitkan keningnya, mencerna makna kata-kata Dante itu. "Maksudmu ada pengkhianat lagi di antara kita? Siapa, Dante? Apakah berbahaya?"

Dante mengangguk perlahan. "Ya, ada. Dan yang membuatnya lebih menyakitkan, kali ini orang yang sangat dekat dengan keluargaku sendiri yang terlibat. Tapi jangan khawatir, Elara. Aku sudah mengantisipasi semuanya. Malam ini aku akan pergi menyelesaikan masalah ini. Setelah ini selesai, semuanya akan jauh lebih aman dan tenang lagi, aku janji."

Mendengar Dante akan pergi malam ini, wajah Elara langsung berubah menjadi khawatir. Ia tahu betul bahwa jika Dante terlibat, berarti situasinya pasti sangat berbahaya dan kritis. "Tapi Dante, itu pasti berbahaya kan? Aku ikut merasa sedih dan marah mendengarnya, tapi aku juga takut sesuatu terjadi padamu. Bisakah kamu tidak pergi atau membiarkan orang lain yang mengurusnya?"

Dante bangkit berdiri dan memeluk tubuh Elara dengan lembut namun erat. "Maaf, Elara. Kali ini aku harus turun tangan sendiri. Ini bukan hanya soal bisnis atau kekuasaan, tapi soal kehormatan dan keselamatan kita semua. Tapi percayalah, aku akan sangat berhati-hati. Aku membawa pasukan terbaik dan paling bisa dipercaya. Aku pasti akan pulang dengan selamat dan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas."

Elara membalas pelukan Dante, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia tahu ia tidak bisa melarang Dante, karena ini adalah tanggung jawab dan keputusan suaminya. Yang bisa ia lakukan hanyalah mendoakan dan mendukungnya. "Baiklah, aku mengerti. Tapi tolong janji padaku, kamu harus pulang dengan selamat. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu. Ingatlah ada aku yang menunggumu di sini."

"Aku janji," jawab Dante singkat namun mantap, mengecup kening Elara sekilas sebelum akhirnya kembali sibuk dengan persiapan yang harus ia lakukan.

▪️▪️▪️▪️▪️

Malam pun tiba. Langit malam itu terlihat gelap gulita tanpa bintang, seolah ikut menyelimuti suasana suram yang sedang terjadi. Di sebuah gudang tua yang terletak di kawasan industri pinggiran kota yang sudah lama ditinggalkan, lampu-lampu remang-remang dinyalakan samar dari dalam, menandakan bahwa tempat itu sedang tidak kosong.

Di dalam gudang yang luas namun berdebu itu, suasana terasa sangat dingin dan apek. Beberapa orang berkumpul di tengah ruangan, berdiri melingkar di sekitar meja kayu tua yang sudah reyot. Mereka adalah Andreas, Rudolf, Thomson, serta beberapa orang lainnya yang merupakan pengikut setia kelompok lama. Di hadapan mereka berdiri seorang pria paruh baya berpenampilan necis namun memiliki tatapan mata yang licik dan tajam, didampingi oleh dua orang pengawal berbadan besar yang berdiri tegak di belakangnya.

"Ini adalah kesepakatan terakhir kita, Tuan-tuan. Jika kalian benar-benar serius ingin bekerja sama dengan kami dan menjatuhkan Dante, maka malam ini juga rencana besar kita harus mulai dijalankan. Besok pagi, berita tentang kebangkrutan dan skandal besar yang menimpa organisasi Dante akan tersebar di seluruh penjuru kota. Saat itu terjadi, posisi kalian akan kami dukung untuk mengambil alih kekuasaan," ujar pria berpenampilan necis itu dengan nada meyakinkan namun penuh intrik.

Andreas tersenyum lebar, wajahnya yang tua namun licin itu memancarkan ambisi dan kepuasan. "Tentu saja, Tuan Marco. Kami sudah menyiapkan semuanya. Besok pagi Dante akan terkejut bukan main melihat apa yang terjadi pada kerajaan yang dibanggakan itu. Dan setelah itu, organisasi ini akan kembali ke jalur yang benar, jalur yang kami tentukan."

Namun, sebelum mereka sempat menutup pertemuan itu dan menyepakati tanda tangan di atas kertas perjanjian kerja sama itu, tiba-tiba pintu-pintu gudang itu didobrak paksa dari luar bersamaan. Suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar mendekat, disusul dengan sorot lampu sorot yang menyala terang benderang menyinari seluruh isi gudang itu, membuat para orang yang sedang berkumpul di sana menjadi silau dan panik.

"Semua berhenti di tempat! Kalian sudah dikepung! Tidak ada yang boleh bergerak!"

Suara keras dan berwibawa itu memecah keheningan malam, disusul dengan munculnya puluhan orang berseragam lengkap dengan perlengkapan taktis dan senjata di tangan yang segera menguasai setiap sudut pintu keluar masuk gudang itu. Dan di barisan paling depan, tampak sosok Dante berdiri tegak dengan wajah dingin dan tatapan tajam menatap mereka semua. Di sebelahnya ada Pak Herman serta pasukan elit yang setia.

Melihat kehadiran Dante di sana, wajah Andreas dan kawan-kawannya seketika berubah pucat pasi. Mereka tidak menyangka bahwa rencana rahasia mereka bocor dan Dante datang tepat pada saat mereka sedang melakukan transaksi. Pria bernama Marco yang merupakan perwakilan pihak kompetitor itu juga terlihat panik dan berusaha menyelinap pergi ke belakang, namun segera dicegat oleh pasukan Dante.

Dante berjalan perlahan mendekati tengah ruangan, matanya menatap tajam tepat ke arah Andreas yang berdiri terdiam kaku di tempatnya.

"Selamat malam, uncle Andreas. Sepertinya pertemuan keluarga yang aku harapkan ternyata berubah menjadi pertemuan bisnis yang cukup menarik." ujar Dante dengan nada sarkas dan dingin, membuat Andreas semakin gemetar ketakutan.

Andreas menelan ludah, mencoba mencari kata-kata pembelaan diri. "Dante... ini... ini semua salah paham. Uncle bisa jelaskan semuanya. Uncle melakukan ini semua demi kebaikan organisasi kita juga."

"Kebaikan organisasi?" potong Dante dengan nada tinggi dan marah. "Mengkhianati keponakanmu sendiri, bekerja sama dengan musuh bebuyutan kita, merusak nama baik organisasi, dan membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah, itu yang kau sebut demi kebaikan? uncle, aku tidak menyangka sama sekali bahwa rasa iri dan ambisi Paman bisa membutakan hati Paman sampai sejauh ini."

Deg!

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!