NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:231.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

"Mbak Kei!!" Azizah menarik tangan Keira saat gadis itu akan sujud. "Bukan sujud mbak, tapi rukuk dulu." Seru Azizah. Saat ini keduanya tengah berada di dalam mushalla yang ada di ndalem. Tadi, Keira meminta di ajarkan shalat pada adik iparnya itu, dan dengan senang hati, Azizah mengajarkannya. Namun rupanya, belajar shalat dengan Gus Zayn dan Azizah sangatlah berbeda. Adik iparnya itu lebih galak dari abangnya.

Dan masalah ia meminta Azizah mengajarkannya shalat, sebenarnya ia malu sekali mengatakan pada gadis itu kalau ia tidak bisa shalat, ia takut respon Azizah akan meledeknya, namun siapa sangka, adik iparnya itu hanya biasa saja, dan malah menyetujui permintaan Keira. Kalau saja ia tidak lagi kesal dengan Gus Zayn, ia tidak akan meminta pada Azizah.

“Lihat ini mbak, tata caranya, habis takbiratul ihram, mbak harus baca doa iftitah dulu. Kayak gini… Allahu Akbar kabirau…” Azizah membacanya dengan suara lembut. Ia lalu mempraktekkannya kembali. “Lanjutkan dengan baca alfatihah dan surah pendek mbak.”

Keira menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal. Ia saja baru belajar membaca iqra, ini di suruh baca ‘Iftitah? Al-fatihah? Surah pendek lainnya? Apatuh?’ Sungguh Keira sangat bingung. Sedangkan suaminya kemarin ia hanya mengajarkan gerakan shalat terlebih dahulu.

“Mbak ikutin aku ya!!” Azizah melangkahkan kakinya ke depan sana. Ia lalu menggerakkan kedua tangannya.

Keira menatap itu, ia mengikuti gerakan Keira dengan kaku.

“Allahu Akbar”

Dan diam-diam Gus Zayn menatap mereka. Ia menghela nafasnya kasar, ternyata istrinya benar-benar tidak mau belajar shalat dengannya, dan lebih memilih belajar shalat dengan Azizah…

*

Siang turun perlahan di atas pondok pesantren. Cahaya matahari menembus sela-sela jendela aula, jatuh membentuk garis-garis tipis di lantai keramik yang dingin. Udara terasa hangat, namun suasana di dalam ruangan itu justru dipenuhi ketenangan yang begitu rapi.

Beberapa pengurus pondok sudah duduk melingkar di tempat masing-masing. Tumpukan kitab, buku catatan, dan lembar laporan tergeletak di atas meja panjang. Sesekali terdengar suara kertas dibalik pelan, berpadu dengan desir kipas angin tua yang berputar lambat di langit-langit ruangan.

Dan di tempat paling depan…

Gus Zayn duduk dengan tenang.

Jubah putihnya tampak rapi seperti biasa, peci hitam melekat sempurna di kepalanya. Punggungnya tegak, sorot matanya lurus menatap beberapa pengurus yang sedang memperhatikan penjelasannya.

“Untuk jadwal kegiatan bulan depan, saya ingin semuanya lebih teratur,” ucapnya datar.

Dan cukup membuat seluruh ruangan diam mendengarkan.

Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar begitu tertata. Tidak berlebihan, tidak pula banyak bicara. Namun justru karena itulah, setiap ucapan Gus Zayn selalu memiliki wibawa yang sulit dijelaskan.

Ia berbicara pelan sambil membuka beberapa lembar catatan di hadapannya. Jemarinya bergerak tenang membalik halaman demi halaman, sementara para pengurus lain sesekali mengangguk memahami.

“Santri baru harus tetap dalam pengawasan musyrif masing-masing. Jangan sampai ada yang tertinggal dalam pelajaran ataupun hafalan.”

Tatapannya berpindah perlahan ke sisi ruangan lain.

Namun cukup membuat siapa pun segan.

Suasana rapat berlangsung tertib. Tidak ada suara gaduh, tidak ada yang berani memotong pembicaraannya sembarangan. Semua mendengarkan Gus Zayn dengan penuh hormat, sebab pria itu memang selalu seperti itu—tenang, namun mampu membuat orang lain diam dengan sendirinya.

Angin siang masuk perlahan dari jendela yang sedikit terbuka. Membawa aroma dedaunan dan suara samar para santri yang sedang mengaji di kejauhan.

Namun Gus Zayn tetap fokus pada pembicaraannya.

“Dan untuk kegiatan malam Jumat nanti, saya ingin keamanan lebih diperhatikan. Jangan sampai ada santri yang keluar tanpa izin.”

Salah satu pengurus kemudian mengangguk cepat. “Baik, Gus.”

Gus Zayn hanya membalas dengan anggukan kecil.

Cahaya siang perlahan bergeser, menyentuh separuh wajahnya yang tampak teduh. Dari luar, suara dedaunan bergesekan pelan tertiup angin, sementara di dalam ruangan itu Gus Zayn masih berbicara dengan tenang, membahas pondok, santri, dan tanggung jawab yang tak pernah benar-benar selesai.

“Baiklah jika semuanya sudah jelas, saya akhiri rapat siang ini. Assalamualaikum”

“Waalaikum salam.”

Gus Zayn keluar dari ruangan itu, ia langsung melangkahkan kakinya menuju ke ndalem lagi.

Beberapa pasang mata santri menatap ke arah pria tampan itu, dan beberapa juga menegur dan hanya di balas anggukan singkat dan salam oleh Gus Zayn.

Pria itu sangat pandai menjaga pandangannya.

Ia terus berjalan, sampailah ia di ndalem, dan ia langsung mendengar suara Azizah yang masih terus mengajari istrinya. Kali ini tidak dengan shalat, tapi membaca iqra.

“Ini ‘Sya’ mbak.. Bukan sa.” Seru Azizah menunjuk ke arah huruf Hijaiyah di sana.

Keira meringis, ia jadi kikuk karena sedari tadi sudah salah saja. Ia menatap adik iparnya yang sudah tampak kesal itu. “Saya minta maaf ya, kalau saya salah terus.”

Azizah tersentak, ia langsung tersadar. “Ih mbak, jangan tersinggung ya… anu aku itu memang kayak begini kalau ngajarinnya suka nggak sabaran. Zizah minta maaf ya mbak..” Azizah jadi merasa bersalah pada kakak iparnya itu.

“Mbak jangan sedih ya.”

Keira menggelengkan kepalanya. “Bukan salah kamu, saya yang minta maaf karena udah salah terus.”

“Ih, maaf mbak.”

Gus Zayn yang melihat itu jadi tersenyum geli, rasanya lucu sekali melihat ekspresi istrinya.

Kakinya melangkah perlahan mendekat ke arah keduanya, lalu berdekhem. Membuat keduanya langsung menoleh ke arahnya.

“Zah, biar Abang aja yang ngajarin kakak iparmu”

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!