Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.
saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.
namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?
simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.
kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pertama
Hari demi hari telah berlalu, sementara itu, Yusuf selalu pulang terlalu malam untuk belajar alat musik.
Namun, fadillah dan putri tidak mengetahui hal itu. Suatu hari, Yusuf pernah menawarkan fadillah untuk membuat lagu bersamanya tapi dia menolaknya dan mengatakan kalau ia akan membuatnya sendiri.
Langit berwarna biru tua, bulan belum meredupkan cahaya nya, suasana terasa dingin walaupun tidak sedingin di pegunungan atau pedesaan.
Beberapa anak SMA berkumpul di alun alun kota dan banyak bus pariwisata yang sudah berjajar di pinggir jalan.
Yusuf dan putri mengikuti rombongan para guru dan orang tua yang ikut sedangkan fadillah bersama rombongan murid lainnya.
“kak, kok dingin ya?”
tanya putri yang sudah memakai baju pink dan rompi berwarna biru tua, memakai pita kupu kupu yang diikat di sisi kanan kiri rambutnya.
Putri juga memakai rok biru tua panjang yang senada dengan rompinya.
“ya kan, di atas kamu ada ac bus, mau kak yusuf matikan tidak?”
sahut yusuf dengan baju putih dan jaket hitamnya lalu memakai celana panjang cargo coklat muda.
Mereka berdua duduk di kursi bus barisan tengah.
“jangan kak, nanti aku tidak punya alasan untuk minta dipeluk kak yusuf”
balasnya sembari bersinggung senyum manisnya kepada yusuf.
“hmmmz....sudah bisa merayu rupanya...” desis yusuf sambil mencubit hidung kecilnya itu hingga terllihat seperti badut.
Orang tua yang satu bus dengan mereka, melihat mereka menjadi iri dengan keharmonisan sebuah keluarga.
Ada yang jadi ingin punya anak lagi karena anak mereka sudah besar dan ada juga yang ingin punya menantu seperti yusuf yang menyayangi adiknya.
“kalian bawa apa saja?”
tanya Riana kepada kedua sahabatnya yang duduk di sampingnya.
“kalau aku sih bawa snack, beberapa pakaian,earphone, power bank, hp dan kosmetik”
sahut fadillah dengan hijab abu
abu dan sweater putih serta rok panjang hitam.
“aku hampir sama denganmu,tapi aku tidak membawa kosmetik”
sambung Alya.
“oh iya, ngomong ngomong kamu sudah membuat lagu?”
tanya Riana penasaran kepada Fadillah.
“belum selesai, tinggal sedikit lagi kok” jawab
fadillah sambil tersenyum.
“cie... yang lagi buat singgle baru,
nanti kalau sudah menjadi penyayi terkenal jangan lupakan kita ya”
sambung Alya.
“ya, tenang saja kok, kalian kan adalah sahabat terbaikku sepanjang masa”
sambung fadillah sambil tersenyum kepada kedua sahabatnya.
“kok aku jadi mual liat senyum mu yang selalu ada apa apanya di belakang”
desis Riana.
“oke kita bukan temen lagi”
kesal fadillah sambil mengalihkan wajahnya ke jendela.
“kamu sih, jangan buat dia ngambek nanti kita harus beli cokelat yang banyak buat dia”
desis Alya kepada Riana sembari meliriknya.
“kalian!!” ketus Fadillah yang masih mendengarnya. Mereka berdua pun tertawa.
Setelah semua sudah siap, akhirnya semua bus pariwisata berangkat menuju lokasi pertama. Dalam masing masing bus, terdapat mentor yang akan membimbing jalan mereka selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, mentor juga bertanggung jawab mengenai kelengkapan jumlah penumpang
dalam bus.
*****
Pukul 8 pagi...
Bus pun berhenti di rest area, semua penumpang pun turun untuk istirahat sebentar setelah menempuh perjalanan.
“hei Alya, kamu tidak sholat?”
tanya Riana kepada Alya yang masih tidur di kursi penumpang.
“ughh... aku sedang berhalangan kalian duluan saja”
sahut Alya sedikit beringkuk ke samping.
“kalau begitu, kami duluan ya”
ucap Fadillah yang mengajak Riana turun dari bus.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Alya seorang diri di bus. Lalu, setelah berselang beberapa menit, Alya merasa ingin pergi ke
kamar mandi.
Ia pun akhirnya turun dari bus. Saat turun, dia melihat semua orang sedang melaksanakan solat di masjid, hanya beberapa orang saja yang berada di halaman dan warung sekitar.
Setelah Alya keluar dari toilet umum...ia pun
kembali ke bus, namun di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh panggilan seseorang.
“kakak!!” sapa putri yang sedang duduk di bawah pohon. Alya pun melihat kearahnya, ternyata gadis kecil itu yang memanggilnya,
pikirnya. Lalu, ia pun menghampirinya.
“halo putri!! Kenapa kamu di sini? Sendirian pula”
sapa Alya sambil tersenyum.
“aku kan ikut kak yusuf menemani kak indah jalan jalan, kakak sendiri sedang apa di sini?”
Tanya kembali Putri kepada Alya.
“kakak juga sedang jalan jalan bersama teman kakak, oh ya, tadi...kamu bilang kak indah, kakak kamu fadillah indah cahyawati?” tanya Alya yang kemudian, duduk di samping Putri.
“ya kak, kakak kenal dengan kak indah?”
tanya putri penasaran.
Alya sebelumnya tidak pernah mampir ke rumah fadillah, jadi dia tidak tahu keluarganya.
“ya, kak indah adalah sahabat kakak”
jawab Alya singkat sembari bersinggung senyum.
Mereka berdua pun asyik berbicara di bawah pohon dengan angin yang begitu sejuk dirasanya.
Tak lama kemudian, seseorang datang menghampiri mereka berdua.
“kamu...” kata seorang tersebut yang terperjat dari belakang. Lalu, saat Alya mengalihkan wajahnya ke arah orang tersebut, rupanya
itu Yusuf usai melaksanakan solat.
“halo”
sapa Alya sembari tersenyum padanya.
“tunggu... oh ya, aku lupa kalau kamu juga murid sekolah itu”
kata yusuf saat teringat dengan perempuan yang memakai seragam SMA waktu bertemu saat itu.
“kak yusuf memang begitu... ngomong ngomong kak cahaya tumben pakai jilbab?” tanya putri yang menyadari penampilannya berbeda dari sebelumnya.
“hmm... kakak kan mengikuti sunnah Rasul” sahut Alya yang sembarangan menjawab pertanyaan putri.
“putri, kak cahaya boleh minta tolong tidak?” tanya Alya meminta bantuan kepada Putri.
“boleh kak” sahut Putri.
“nanti jangan panggil kak Cahaya tapi panggil kak Alya saja, boleh kan?”
pinta Alya kepada Putri.
“hmm... oke kak”
sahut Putri yang langsung
menurutinya walaupun ia sebenarnya masih bingung. Tiba tiba hp alya berbunyi,
lalu ia pun melihat hp nya.
“kakak harus pergi nih, sampai jumpa lagi putri”
kata Alya sambil tersenyum kepada putri.
“ya kak caha... kak Alya”
sahut Putri dengan senyum menggemaskan. Lalu, Alya pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Yusuf yang dari tadi memperhatikan mereka hanya terdiam dan tidak berkomentar.
“kak yusuf.... kakak kenapa diam di situ seperti patung?”
tanya Putri yang membuyarkan lamunannya.
“tidak apa apa kok... kamu mau naik bus atau...”
sebelum yusuf menyelesaikan perkataannya putri pun langsung menjawabnya “jajan!”
sahut putri dengan semangat membuat Yusuf menggelengkan kepalanya.
“anak ini”batinnya.
Mereka berdua pun akhirnya berkeliling mencari jajanan yang enak dan murah karena Yusuf yang bertanggung jawab atas keuangan keluarga selama orang tua mereka tidak ada.
*****
Fadillah dan Riana sedang duduk di taman. Menikmati suasana pagi sembari berselfie dengan posisi yang cukup menarik.
“kok si Alya belum datang ya?”
tanya Riana yang penasaran karena saat kembali ke bus, ia tidak ada
di sana.
“mungkin ia sedang di toilet” sahut fadillah yang masih saja berselfie dengan cantik.
Beberapa lama kemudian...
Para pemandu mulai memberitahu kepada penumpang untuk masuk kembali ke bus karena akan melanjutkan perjalanan. Semua penumpang yang mendengarnya bergegas masuk ke dalam bus.
“tuh,kan... dimana Alya?Kok ditelepon tidakdiangkat?”
tanya Riana yang khawatir dengan sahabatnya itu.
“tenang Riana, mungkin dia sebentar lagi dia ke sini, aku juga sudah menelepon dia sampai baterai ku hampir habis”
sahut Fadillah yang sedang mengecas hp nya dengan Pb yang dia bawa, sambil menenangkan Riana.
Seketika mentor pun naik untuk memeriksa jumlah penumpang yang ada.
“tunggu kak, teman kami masih ada di luar” teriak Riana sambil mengangkat tangannya agar pemandu tersebut menunggu sebentar lagi.
“oke, cepat kalian hubungi teman mu, kita tidak punya banyak waktu lagi” pinta
mentor tersebut.
Dan akhirnya... ada yang naik ke dalam bus. “namamu siapa?” tanya pemandu tersebut kepada seseorang yang baru saja naik.
“saya Alya, maaf kak saya telat” sahut Alya kepada pemandu tersebut dan pergi ke kursi penumpang.
“oke semua sudah lengkap ya...”
kata mentor tersebut dengan nada sedikit tinggi agar semua penumpang mendengarnya dan semua pun mengiyakan perkataan pemandu tersebut.
Bus tersebut pun berangkat.
**Bersambung...
sambil menunggu cerita selanjutnya,yuk like & coment seseorang**.
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..
MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!