NovelToon NovelToon
Mafia Penyejuk Hati Season 2

Mafia Penyejuk Hati Season 2

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Mafia / Persaingan Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Roman-Angst Mafia / Beda Usia / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Yulianti

VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.

Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

"Ck ayo pulang mungkin informasi ku salah" ucap Ethan.

"Tunggu!" Vano masuk kedalam lemari pakaian dan menekan tombol didalamnya.

Sontak seluruh kamar itu berubah warna menjadi hitam, tembok tembok yang mulus mulai memperlihatkan alat membunuh, seluruh senjata didepan Vano adalah keluaran terbaru bahkan bom dan granat terpampang rapi disana.

"Wow!" Ethan takjub melihat kamar itu.

"Vallen menggunakan seluruh senjata ini untuk membunuh" ucap Vano.

Pip,,,pip,,,pip

Vano memutar tubuhnya kearah kasur saat kembali mendengar suara tadi, matanya membulat melihat Vallen sedang tertidur melipat kedua tangan diatas perutnya.

"Ethan!!" Panggil Vano, Ethan menatap Vano sekilas lalu mengikuti arah pandangan nya. Ethan hampir saja melompat melihat Vallen ditempat tidur.

"Di,,,dia astaga gadis ini kenapa bisa tertidur pulas disini" ucap Ethan mengelus dadanya.

"Dia tidak tidur Ethan, seperti yang dia katakan bahwa dia hidup dimalam hari dan sekarang Vallen sedang melakukan itu" ujar Vano menatap Vallen.

"Maksudmu dia akan bangun nanti malam dan melakukan aksinya untuk membunuh" kata Ethan dan langsung diangguki oleh Vano.

Ethan melihat jam tangannya lalu berjalan mendekati jendela melihat kearah bawah.

"Vano singa itu mulai siuman, kita harus cepat meninggalkan tempat ini" ucap Ethan sedikit panik karena obat biusnya sudah habis.

Vano langsung mengangkat Vallen keluar dari kamar, suara yang ada dileher Vallen semakin kencang ketika Vano mengangkat nya keluar kamar.

Ssrrttt

Seketika beberapa anak panah bermunculan menyerang Vano dan Ethan dari arah beberapa arah. Beruntung Ethan adalah bawahan yang siaga dan memiliki rasa yang tajam.

Ethan langsung mengambil pedang disamping tembok, entah kenapa seluruh tembok rumah itu berubah warna dan dipenuhi banyak senjata saat Vano menekan tombol didalam lemari tadi.

Berhasil melewati rumah yang tidak jelas itu, Vano dan Ethan bergegas pulang membawa Vallen yang masih tidak sadar sama sekali.

Dirumah pun Vallen benar benar seperti orang mati, matanya tetap tertutup rapat.

"Apa kita harus menunggu malam?" Tanya Ethan.

"Sepertinya begitu, sebentar lagi malam. Ikat dia aku belum shalat!" Titah Vano meninggalkan Vallen dikamarnya.

Ethan menghembuskan nafas lalu kembali mengikat tubuh Vallen untuk kedua kalinya lalu keluar dari kamar menunggu reaksi selanjutnya.

Hingga malam tiba Vano dan Ethan menunggu didalam untuk melihat Vallen sadar, Ethan sampai jungkir balik disamping kasur menunggu namun Vallen tak kunjung membuka mata.

"Aaaahh aku frustasi menunggu batu!!" Ucap Ethan kesal.

Vano terus menatap Vallen walaupun ia mendengarkan ucapan ucapan Ethan sedari tadi, dia bingung kenapa kali ini Vallen sangat lama membuka mata.

"Sudahlah aku pusing berjam jam didalam kamar jika dia ingin membunuh mu berteriak saja jangan aktifkan kedap suara dikamar mu" ujar Ethan sudah tahan lalu meninggalkan Vano sendiri.

"Apa dia tidak lapar? Seharian perutnya tidak terisi" gumam Vano

Haaahh!!

Vano berjalan menuju balkon kamarnya menghirup udara malam sembari menunggu Vallen. Disela-sela hirupan nafas itu Vano mencium bau asing didepan kamarnya.

"Aku tidak pernah menanam bunga" gumam Vano memperhatikan kebawah.

"Apa umi yang melakukannya"

Vano tidak terlalu suka dengan aroma bunga dia memilih masuk kedalam kamar lagi. Saat memutar tubuhnya Vallen sudah berdiri tegak didepannya menatap tajam ke arah Vano.

"Ka,,, kau sudah sadar" ucap Vano gelagapan.

Vallen mengeluarkan seringainya lalu menyerang Vano dengan tangan kosong. Vano memancing Vallen masuk kedalam kamar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Hey kau gila!!" Vano memukul punggung Vallen sedikit keras hingga ia tersungkur kebawah.

1
int.mi
rumah ny keren😅
int.mi
penasaran, tapi seru😷
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
Hilda Nur mashumah
rengkarnasi nya Umi Vira
Febri Ana
galak amat thor jadi ngeri sama vira
Febri Ana
lanjuuttt
Febri Ana
masih agak lupa sesion 1 seru lanjuutt
Edwinsyah
Luar biasa
lidya Fransiska
❤️
Rehan 14
baguss banget q sukaaaaaa.... 😚😚😚😚😚😚😚
runma
polos bener
runma
wah telat baca aku
jumriati
thor novel untuk anak² nya Vallen and vano gak ada ?
Maulana Akbar
Biasa
Listia Dewi
😭😭😭😭😭😭😭 sakiiiiit thor ga mau brenti nangis q d eps ini 😭😭😭😭😭😭🤦
Listia Dewi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kelakuan vino
minyoongi
sayang
nor hidayah
hahahahah...pergi berlibur hanya utk kentut sebentar...
Daffodil Koltim
sdah agak lupa season 1, krn udah lma bacanya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!