NovelToon NovelToon
Menjadi Figuran

Menjadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Anak Genius / Fantasi / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:119.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: sayaa aull.

Tidak disangka, aku masuk ke dalam tubuh seorang figuran yang tak lama lagi akan mati tertabrak saat menyelamatkan pemeran utama. Bisakah aku mengubah takdir ini?


cerita tidak terlalu berat, karna kalo berat dilan yang nanggung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayaa aull., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Beberapa saat setelah Ara tertidur, pintu depan rumah besar keluarga Darpa terbuka dengan suara terburu-buru. Amaar Darpa, Daddy Ara, masuk dengan ekspresi cemas dan khawatir yang jelas terlihat di wajahnya. Farah, yang sedang duduk di ruang tamu setelah menidurkan Ara, segera berdiri dan mendekati suaminya.

"Ara mana?" tanya Amaar dengan nada penuh kecemasan, matanya berkeliling mencari putri kesayangannya.

"Baru saja tidur," jawab Farah dengan lembut, mencoba menenangkan suaminya. "Dia kelelahan setelah kejadian tadi."

Amaar menghela napas lega mendengar bahwa Ara sudah tidur. "Aku buru-buru pulang begitu mendengar bahwa kedua tangan Ara terluka," katanya dengan nada serius, masih dipenuhi kekhawatiran.

Farah mengerutkan kening, bingung. “Tapi, dari mana kamu tahu? Aku belum sempat meneleponmu.”

Amaar menghela napas dalam-dalam, menunjukkan rasa frustrasi yang menumpuk. “Aku dapat laporan dari bodyguard yang aku tugaskan untuk menjaga Ara dari jauh. Mereka mengabari bahwa ada insiden di sekolah. Tapi, mereka terlambat untuk menyelamatkan Ara dari kejadian itu. Aku sangat kesal memikirkan mereka yang tidak bisa bertindak lebih cepat.”

Farah mengangguk, sekarang mengerti situasi yang lebih jelas. "Jadi, bodyguard itu yang memberitahumu? Aku lupa kalau kamu sudah mengatur agar mereka selalu mengawasi Ara."

"Benar," Amaar menegaskan, masih terlihat marah. "Aku merasa sangat kecewa dengan mereka. Mereka seharusnya lebih cepat bertindak. Ara terluka parah karena kelalaian mereka."

Farah memegang tangan suaminya, mencoba menenangkannya. "Sayang, tenang. Yang terpenting sekarang adalah Ara sudah pulang dengan selamat dan sedang beristirahat. Kecelakaan ini memang tidak terduga, dan kita harus fokus pada pemulihannya."

Amaar mengangguk pelan, tetapi amarahnya belum sepenuhnya mereda. "Aku tetap tidak bisa memaafkan diri sendiri, atau mereka, atas apa yang terjadi. Bagaimana bisa mereka membiarkan Ara terluka seperti itu? Dan siapa anak yang menyebabkan ini? Mereka harus bertanggung jawab."

Farah meremas tangan suaminya dengan lembut. "Ara bilang itu kecelakaan, tapi kita harus memastikan semuanya teratasi. Aku akan menemani Ara untuk beberapa hari ke depan, dan kita bisa menyelidiki lebih lanjut tentang kejadian ini."

Amaar menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Kita harus menjaga Ara lebih baik lagi. Tidak bisa kubayangkan jika sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya."

Farah mengangguk, setuju dengan suaminya. "Aku juga sangat khawatir. Tapi yang penting sekarang adalah dia sudah aman di rumah. Mari kita fokus untuk mendukungnya melewati masa-masa sulit ini."

Amaar menarik napas dalam-dalam lagi dan akhirnya mengangguk setuju. "Kamu benar. Ara membutuhkan kita sekarang. Kita akan memastikan dia mendapatkan perawatan terbaik dan menjaga agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi."

Farah tersenyum kecil, berusaha memberikan kekuatan kepada suaminya. "Kita akan melewati ini bersama. Ara adalah prioritas kita, dan kita akan selalu ada untuknya."

Mereka berdua akhirnya saling merangkul, berusaha mendapatkan ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan. Ara, yang tertidur di kamarnya, tidak menyadari betapa besar kasih sayang dan kepedulian kedua orang tuanya terhadap dirinya. Dan sementara mereka berbicara, di dalam hati mereka, baik Amaar maupun Farah bertekad untuk melindungi Ara dengan cara apa pun yang mereka bisa.

Setelah berbicara dengan Farah, Amaar merasa sedikit tenang, meskipun kekhawatiran tentang Ara masih menghantui pikirannya. Dengan langkah berat, dia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, berharap bisa meredakan sedikit ketegangan sebelum Ara bangun. Dia tahu bahwa menjaga ketenangan dan kebersihan diri akan membantunya berpikir lebih jernih dan memberikan dukungan terbaik untuk putrinya.

Amaar masuk ke kamar mandi di kamar utama. Di bawah aliran air hangat, dia mencoba meredakan kegelisahannya. Pikiran tentang Ara, dengan kedua tangannya yang terluka dan wajahnya yang mungkin masih menyisakan bekas air mata, terus berputar di benaknya. Selesai mandi, dia mengenakan pakaian yang nyaman dan menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri sebelum kembali berhadapan dengan kenyataan yang pahit.

Setelah membersihkan diri, Amaar merasa sedikit lebih segar dan siap untuk menghadapi situasi dengan lebih tenang. Dia berjalan menuju kamar Ara dengan langkah hati-hati, seolah-olah khawatir akan mengganggu tidur putrinya. Pintu kamar Ara sedikit terbuka, dan Amaar mengintip ke dalam.

1
Dewi Yanti
kak othor keren pilihan visualnya bagus" dan sesuai sm karakter nya👍
Syaquilla Mbull
oke KK kami tunggu
Retno Isma
yg jelas jgn cha eun woo thorr....
sayaa aull.
aku udah update ya, mulai dari 10 disitu udh revisi, jadi kalian bacanya dari atas lagi. maaf ya aku bakal segera selesaikan semua revisinya
hile sivra: ga jadi dilanjutkah thor?
total 3 replies
Angel
keren
Batara Kresno
ceweknya terlalu lemah sih tegas didikit gt ke
mommy lala
lanjut.....
Ahsin
buang itu Arya laki2 bangke,, cari yg lain yg LBH baik
Ahsin
membosankan... seharusnya Ara tu bar bar bukan lembek hajar tu ulat bulu
Ahsin
hadehh bertele2...
Armyati
semangat terus kak 💪💪💪 ditunggu kelanjutannya 🙏🤗
Grey
semangat kak, ku tunggu versi terbaru yang lebih baik lagi😁
Hikam Sairi
semangat
Bailu
Apa aku doang yg ngerasa percakapan mereka Terkesan Kaku banget
Bailu
Kok jadi begini bunyinya😭
Grey
Luar biasa
Fauziah Tallya
belum up lagi ka
Tia Saputri
ga lanjut lagi Thor?sayang loo kalo ga di lanjutin lagi, apalagi cerita nya lagi seru bgt
Retno Putri
kasian ibuk kantinnya.... tiap minggu pasti beli piring baru karna banyak yg pecah dujatohin truss sama si ruby... 🙁🙁
devi aryana
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!