NovelToon NovelToon
Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Aku, Kau, Dia Dan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anggun Kartika Mundikasih

Melupakanmu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum kudapati jawabannya
Melepaskanmu adalah perkara mudah bagi logikaku namun menjadi sulit untuk hati ini
Semuanya tentang rasa yang ada di dalam dada...
Tetap mengharapkanmu adalah hal terbodoh yang kulakukan ketika dirimu yang mematahkan asa yang selam ini kupegang erat
Tetap bersamamu kusadari ada hati yang terluka dan kecewa
Tak akan ada kebahagiaan yang abadi jika berada diatas derita
Tapi aku bisa apa?
Hanya waktu yang akan menjawabnya
Perlahan akan menghapus segalanya
Antara Aku, Kau, Dia dan Cinta...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Kartika Mundikasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembicaraan dari Hati ke Hati

“Apa maksud semua ini Nadia?” Saga menarik tangan kiri Nadia yang berjalan terlebih dahulu meninggalkannya di dalam cafe yang biasa ia kunjungi bersama tunangannya itu setelah Nadia mengembalikan cincin pertunangan mereka. “Apa karena foto-foto itu sehingga kamu memutuskan pertunangan ini?”

“Renata,” Ujar Nadia pelan dengan posisi tetap membelakangi Saga. “Pasien tetap rumah sakit Internasional TA dengan masalah penyakit leukimia. Kau dan dia telah berpacaran sejak SMA. Hubungan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan hubunganmu dengannya.” Tubuhnya bergetar menahan emosi yang membuncahnya saat ini. Jangan menangis Nadia, jangan menangis atau yang kau rencanakan akan berantakan! Sabarlah, sebentar lagi semua akan selesai, rapal Nadia dalam hati demi menguatkan dirinya yang rasanya sudah tak utuh lagi.

“Dia sudah menjadi masa laluku ketika aku...,” Saga masih berusaha membantah pernyataan Nadia.

“Aku mencintaimu Renata,” Satu kalimat yang terlontar dari bibir Nadia memotong sanggahan Saga membuat lelaki itu terdiam dan tanpa sadar melepaskan genggaman tangannya. “Sungguh menyedihkan ya Kak aku ini? Kalimat yang tak pernah kau ucapkan kepadaku yang notabennya tunanganmu malah menjadi milik orang lain.” Akhirnya ia membalikkan tubuhnya dan tersenyum kecut sambil menahan genangan air matanya yang meronta-ronta ingin mendobrak keluar. “Aku akan pergi dari kehidupanmu. Berbahagialah.”

“GYAAAAAA!!!” Terdengar sebuah teriakan menggema dari lantai dua kamar Saga membuatnya yang tengah tertidur di kamar tamu miliknya sontak terkejut dan berlari menuju sumber suara tersebut.

BRAK! Tanpa pikir panjang, Saga pun membuka pintu kamarnya.

“Ada apa?” Tanyanya dengan napas tersengal-sengal.

“GYAAA!!! Apa yang kau lakukan disini?!!” Nadia berteriak sambil melempari Saga dengan bantal yang ada ditempat tidur. “Pergi! Pergi!”

“Hei, apa yang kau lakukan?” Protes Saga sambil terus menghindar dari lemparan bantal yang dilakukan Nadia. Ia menggerutu dalam hati, berapa banyak sih bantal yang ia letakkan ditempat tidurnya? Kenapa banyak sekali yang dilempar Nadia kearahnya?

“Keluar!!”

“Kenapa harus keluar? Ini kan rumahku dan kamarku yang kupinjamkan padamu semalam!” Teriakan Saga membuat Nadia terdiam. Sial! Kenapa aku malah membentaknya? Rutuk Saga merasa bersalah.

“Eh?” Nadia terdiam sejenak. Kedua bola mata hitamnya mengerjap dan menoleh sekeliling kamar. Ia tak mendapati pernak-pernik barang yang biasa ia lihat ketika ia bangun tidur. “Ini bukan kamarku.”

“Sambungkan dulu nyawamu, pasang di tingkat gelombang tertinggi agar otakmu tidak salah menangkap maksud dari ucapanku,” Saga berusaha menahan nada bicaranya namun yang terucap hanya ucapan tajam seperti biasanya atau masih sama seperti dulu ketika menghadapi sosok Nadia yang berusia 21 tahun. Ia berjalan mendekat dan memukul kepala Nadia dengan pelan. “Beginikah sosok Manager Keuangan kebanggaan dari Indonesia Oil Company? Brutal. Penampilan fisikmu memang berubah, namun sikap kasarmu ternyata masih sama.”

“Hei, apa hak mu mengomentari sikapku?” Protes Nadia tak terima berusaha menepis tangan besar Saga dengan tidak kasar dan menyinggung sang pemilik tangan. Wajarkan dirinya panik karena berada di sebuah ruangan yang tidak dikenal?

“Hakku? Aku tunanganmu.”

“Tunangan?” Kesadaran Nadia yang perlahan kembali membuatnya tersenyum sinis menanggapi ucapan Saga. “Apa aku tidak salah dengar? Sejak kapan? Setahuku kita sudah membatalkan pertunangan kita yang entah sudah berapa tahun hal itu terjadi. ”

“Sejak semalam ketika aku menciummu,” Jawab Saga lantang dan seketika wajah Nadia berubah menjadi semerah tomat. Oh tidak, bagaimana ia bisa memberikan ciuman pertamanya yang berharga kepada lelaki yang jelas-jelas tidak pernah mencintainya? Ini sungguh mengerikan!

“Sebaiknya kau membersihkan dirimu di kamar mandi untuk menjernihkan pikiranmu yang masih semrawut itu,” Saga meletakkan kaos hoody abu-abu dan celana training miliknya yang ia yakin pasti kebesaran serta sehelai handuk berwarna biru tua. Mau bagaimana lagi? Sejak ia bercerai dari Renata, ia harus mengurusi dirinya sendiri dengan bantuan beberapa asisten rumah tangganya dan ia sudah terbiasa dengan itu. Toh, sebelumnya ia sudah hidup mandiri sejak kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil bertepatan dengan Nadia yang memutuskan hubungan pertunangan mereka dulu. Mengingat hal itu dirinya merasa miris karena dihujam rasa bersalah bertubi-tubi. Kehilangan Nadia sekaligus orang tuanya. ”Setelah itu turunlah ke ruang makan untuk sarapan. Umm, sebelumnya aku minta maaf atas ucapanku yang mungkin menyinggungmu dan juga jika pakaian yang tersedia hanya kaos dan celana training. Maklum, aku hidup seorang diri selama enam tahun ini,” Lelaki itu memberikan cengiran yang tak pernah Nadia lihat selama ia mengenal lelaki tersebut kemudian berjalan keluar dari kamar meninggalkan Nadia sendirian kemudian menuju ruang makan.

BLAM!

Nadia menghela napas panjang dan menatap seluruh sudut ruangan kamar tersebut ketika pintu telah tertutup. Mengapa semalam ia bisa memimpikan kejadian yang paling mengerikan dalam hidupnya itu? Mengapa setelah sekian lama dirinya tak pernah sekalipun memimpikannya seolah mati rasa tiba-tiba terkuak kembali? Apakah ini karena ia kembali bertemu dengan Saga? Apakah karena ciuman panas mereka semalam? Ah, memikirkan pertanyaan yang dirinya sendiri tak tahu jawabannya sama saja dengan bertanya pada tembok yang kedap suara, tak akan bisa menjawabnya.

Ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Seperti kata Saga sebelumnya, ia butuh siraman air di kepalanya agar dapat berpikir dengan jernih.

***

Saga menghentikan gerakan pisau dan garpu ketika menyadari bau harum semerbak dari sabun mandi yang ia yakin pasti itu adalah Nadia. Gadis itu memutuskan duduk berhadap-hadapan dengan dirinya di meja makan dan mulai mengambil beberapa lembar roti tawar gandum serta sebuah telur mata sapi dan potongan alpukat yang tersedia di meja makan. Tak lupa secangkir cappucino panas telah disediakan oleh salah satu asisten rumah tangga Saga dihadapannya.

“Kau masih ingat minuman favoritku?” Tanya Nadia terheran-heran. ”Ingatan anda sungguh luar biasa Tuan Saga.” Ucapnya penuh sarkasme.

“Makanlah dulu, setelah itu baru kita lanjutkan pembicaraan kita yang terpotong tadi,” Potong Saga sambil melanjutkan sarapannya.

Suasana kembali hening. Hanya dentingan suara benda alumunium sebagai alat bantu makan serta detik jam dinding yang menempel indah di salah satu sudut ruang makan bergaya minimalis itulah sebagai peneman kedua insan yang sibuk dengan perasaan dan pikirannya masing-masing.

“Setelah ini, kau mau kemana?” Tak tahan dengan keheningan yang tercipta, akhirnya Saga angkat bicara untuk memecah suasana.

“Hum?” Nadia mengangkat wajahnya dan bersua dengan sepasang mata elang milik Saga hingga membuat jantungnya berdetak keras. Ah, tatapannya masih sama seperti dulu. ”Te-tentu saja menjenguk Mama, memangnya untuk apa aku mengambil cuti seminggu disini jika tidak karena alasan itu?” Jawab Nadia sambil membelai poni panjangnya dan merapikannya di belakang telinga kirinya untuk menutupi kegugupannya. Setelah sekian lama, mengapa mata lelaki tersebut masih saja dapat mempengaruhi perasaannya?

“Ooo, kupikir karena ingin bertemu denganku,” Saga tersenyum nakal kearah Nadia ketika menyadari sikap gadis itu yang sedikit salah tingkah dibuatnya.

“Huk, Uhuk-uhuk,” Tenggorokan Nadia tersedak sehingga membuatnya terbatuk-batuk. Ia segera mengambil gelas berisi air mineral yang berada disebelahnya dan menegaknya hingga tandas kemudian meletakkan gelas kosongnya di atas meja hingga bersuara keras hingga membuat dua asisten rumah tangga di rumah tersebut terkejut dan saling bertatapan. “Oh ayolah, tak bisakah kita bicara berbicara dengan serius sekarang? Karena aku sudah muak dengan ucapan-ucapan tajam dan sarkastikmu itu dan aku tidak punya waktu untuk meladeni hal tersebut!”

Menyadari tingginya nada suara Nadia, Saga memberikan kode kepada kedua asisten rumah tangganya tersebut untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua di ruang makan.

“Duduklah kembali,” Ekspresi Saga berubah menjadi serius sambil menatap lurus menembus kedua bola mata Nadia membuat gadis itu tak bergeming seakan terhipnotis oleh pesona tak kasat mata lelaki itu untuk menuruti permintaannya. “Mari kita bicara dari hati ke hati dan aku meminta kejujuranmu yang terdalam dan jangan mengelak lagi.”

***

1
Anggun Kartika
Akhirnya Selesai juga Novel ini. Terima kasih sudah setia membaca novel ini dari awal hingga akhir😌🙏🏻. Sampai jumpa di dunia imajinasi Penulis berikutnya 👋🏻
Aisyaah Putri
ceritanya bagus..gak sabar nunggu kelanjutannya
Anggun Kartika
I’m Back to finish this love story💪
Anggun Kartika
Dear para Pembaca setiaku, Novel ini hiatus dulu sampai Novel “Kontrak Jiwa” Tamat, terima kasih 🙏🏻
nursanti Santi
orang itu kalau baik n mudah luluh banyak yang manfaatin ya...kalau terlalu baik juga gak bagus orang pasti bilang naif tapi aku suka alur ceritanya walau di awal gak suka sifat saga eeeh setelah baca bab ini aku paham bukan saga yang salah tapi takdir sedang menguji kekuatan cinta mereka semangat nulisnya Thor
nursanti Santi: sama2 kakak saya tunggu cerita2 yang terbaru ya kak SEMANGAT 💪💪💪
total 2 replies
Amelia Zahra
bguss!!
adhinata rendra
Ditunggu updatenya 👍🏻
Ayunda Permata
Ditunggu updatenya Thorrr
Anonim
Ditunggu update chapter barunya ya Thot… gak sabar nungguinnya👍🏻
Pai Konyol
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Anggun Kartika: Wkwkwkk, memang kenapakah? Aku nulis sesuai kata hati saja enaknya bagaimana..., yg terpenting sampai di para pembaca dan tidak melenceng dengan alur ceritanya😁
total 1 replies
Pin-Up Yang Elegan
Thor, aku gamau jadi arwah penasaran karena nungguin thor lanjut hiks
alchemyworks
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
TwilightQueenbee
Duh, ini cerita bikin gemes!
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪😉
nowhere🌱
semangat lanjutinnya 💪💪💪😉
nowhere🌱
ditunggu kelanjutannya kak 😘😘😘
nowhere🌱
paling benci sama cowok lucknut macam tu
Anggun Kartika: Wkwkwkwk, jangan esmosi yak...😂😂😂
total 1 replies
[HCA]ѕυηηу [👑]σϝϝ
Bisakah Anda menjadikan saya administrator di tim Anda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!