NovelToon NovelToon
Suami Milyarder

Suami Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:88.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mei-Yin

Kehidupan sederhana yang dijalani, berubah hanya dalam sekejap mata saat mengetahui identitas suaminya.

Dalam waktu satu malam dia berubah menjadi istri milyarder.

Lylia Federick Richards tidak pernah tahu tentang identitas suaminya yang ternyata adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis yang selama ini dinyatakan hilang.

Memiliki suami milyarder tak selamanya menyenangkan. Banyak hal yang hanya bisa dipendam tanpa diungkapkan. Apalagi saat serangkaian kejadian mengerikan menerpa dan hampir membuat nyawa melayang.

Mampukah Lylia bertahan dan tetap membersamai Xavier dalam keadaan apa pun?

Mampukah Xavier melindungi Lylia dari orang-orang yang berniat mencelakainya?

Simak kisahnya Xavier dan Lylia hanya di sini ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Merasa asing

Lylia mengelilingi rumah tempat tinggalnya ditemani satu pelayan yang mengekor di belakang. Beberapa pertanyaan dilontarkan saat melewati ruangan demi ruangan. Meskipun rumah itu hanya bertingkat dua, tetapi sangat luas dan berdiri begitu megah di antara rumah-rumah yang lain.

Setelah lelah dia memilih meluruskan kakinya tepat di halaman belakang. Ada sebuah kursi santai dan gazebo yang berada tepat di atas kolam ikan.

“Anda ingin minum, Nyonya?”

“Tidak.”

“Sebentar lagi waktu makan siang tiba. Anda ada permintaan?”

“Apa saja,” jawabnya singkat.

Hening cukup lama. Lylia hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Dia sedikit berpikir, mengapa akhir-akhir ini masalah silih berganti menghampiri. Luka atas kehilangan sang kakek saja belum sembuh, kini fakta tentang dirinya yang bukan anak kandung Eudora terungkap.

Memikirkannya membuat Lylia ingin sekali berteriak dengan kencang.

“Hayabusa sudah membawa orang itu ke ruang bawah tanah, Tuan. Tapi orang itu masih tetap memilih bungkam,” lapor Jensen setelah mendapat kabar.

“Tetap awasi dan jangan sampai lengah! Jangan biarkan dia mati dengan mudah.”

“Baik.”

Selepas menyelesaikan pekerjaan di kantor, Xavier segera kembali ke rumah. Sesampainya di rumah dia telah melihat istrinya terlelap di atas ranjang. Tidak seperti biasanya. Semenjak hubungan mereka memburuk, tak ada lagi sambutan dan senyum manis yang diberikan sang istri untuknya.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Xavier keluar dari kamar dan mendapati satu pelayan lewat.

“Apakah nyonya sudah makan malam?” tanya Xavier.

“Sudah, Tuan.”

Xavier mengangguk dan memilih pergi menuju halaman belakang. Semakin jauh kakinya melangkah, terdapat sebuah pondok dengan penerangan yang remang-remang. Melangkah masuk tidak ada sesuatu yang menarik perhatian. Tempat itu hanyalah sebuah gudang tempat penyimpanan alat-alat untuk berkebun.

Tangannya mencari sebuah tombol rahasia di antara sela-sela lukisan dan menekannya. Seketika lantai di sampingnya terbuka dengan lebar dan terlihat tangga menurun.

Xavier bergegas masuk dan seketika pintu kembali tertutup dengan rapat. Siapa yang menyangka di sanalah ruang bawah tanah itu berada. Langkah kakinya semakin menapak dengan yakin dan tanpa keraguan hingga tiba di sebuah ruangan.

Pintu terbuka dan sosok Hayabusa ada di sana dengan kedua tangan mengepal. Sementara satu pria lainnya terikat di atas kursi dengan wajah yang babak belur dan darah segar yang membasahi pakaiannya.

“Tuan,” sapa sang kepala pengawal dengan kepala menunduk hormat.

“Dia masih bungkam?”

“Benar, Tuan. Dia sepertinya lebih memilih mati dibandingkan buka mulut.”

Xavier menyeringai kejam dan mendaratkan bogem ke arah pria itu hingga kursinya terjungkal dan beberapa kali terdengar ringisan pelan.

Sungguh kekuatan tangan Xavier tidak main-main.

“Kau masih ingin bungkam?”

“Benar-benar bajingan!”

Namun, tetap saja tidak ada sahutan apa pun. Pria itu sepertinya sangat patuh pada tuannya.

“Jadi kau ingin siapa dulu yang mati. Putrimu atau istrimu?” tanya Xavier sontak membuat pria itu menegang dan membelalakkan mata terkejut.

“Jangan berani-beraninya menyentuh keluargaku!” teriak pria itu dengan suara bergetar.

Senyum Xavier semakin melebar sempurna. Dia mengambil ponsel dan berjongkok di depan pria yang kini tampak menampilkan raut cemas.

“Sekali panggilan maka peluruku akan melesat di kepala keluargamu!” Dalam sebuah video, tampak Moskov berdiri dengan memegang pistol dan memainkannya pada dua orang wanita yang terisak penuh ketakutan. Mereka adalah anak dan istri dari pria itu.

“Bajingan. Jangan sentuh keluargaku!” teriak pria itu dengan penuh ketakutan.

“Bekerja samalah atau kau akan melihat dengan mata kepalamu sendiri keluargamu mati karena ulahmu.”

Xavier tidak pernah main-main dengan ucapannya. Pria yang tampak terlihat lembut di depan istrinya itu memiliki karakter yang berbeda jika sudah berhadapan dengan musuh atau orang-orang yang berani menyentuh keluarganya.

“Tolong jangan sentuh keluargaku, Tuan!” Pria itu memohon dan mendekati kaki Xavier yang mundur beberapa langkah. “Saya akan melakukan apa pun. Tapi jangan sakiti keluargaku.”

“Baiklah.”

Xavier memberikan kode mata pada Hayabusa untuk membangunkan pria itu. Setelahnya dia menggadahkan tangan meminta pistol di tangan sang pengawal. Dia duduk berhadapan dengan pria yang kini tertunduk dengan gemetar.

“Siapa yang menyuruhmu?”

“Saya tidak tahu.” Pria itu menggeleng takut.

Dor!

Suara letusan pistol terdengar bersamaan dengan suara teriakan pelan dari bibir pria itu.

Xavier menembak kakinya.

“Saya hanya seorang sniper yang dibayar. Bos mendapat tugas dari Nyonya Eta untuk membunuh pria tua itu. Urusannya apa saya pun tidak tahu, Tuan.”

“Nyonya Eta?”

Pria itu mengangguk. “Hanya itu yang saya tahu.”

Xavier menoleh ke arah Hayabusa yang mengangguk.

“Terima kasih untuk informasi yang kau berikan!” Senyum tampak menghiasi bibirnya. Xavier berbalik menuju pintu dan sebelum keluar dia berkata, “Tapi sayang kau harus menemani pria tua itu.”

Dor!

Lylia yang duduk di sofa sambil membaca buku. Melihat Xavier memasuki kamar segera dia bertanya, “Kau baru pulang?”

“Kenapa kau bangun?”

“Aku menghubungimu.”

Xavier segera duduk di sebelah sang istri dan menatap manik matanya lekat.

“Aku ada di ruang kerja. Saat aku pulang kau tampak terlelap.”

Lylia mengangguk mendengar penjelasan itu. Dia masih saja bersikap dingin karena pertengkaran terakhir kali.

“Maafkan aku, Ly!” ucap Xavier sambil menyentuh tangannya.

“Untuk hal mana kau meminta maaf, Vier? Aku percaya padamu, tapi kau ... orang yang begitu sangat kupercaya nyatanya mengkhianatiku. Kau menyembunyikan kebenaran itu,” ujar Lylia dengan mata berembun.

“Aku tidak bermaksud. Itu adalah keinginan kakek yang tak ingin membuatmu bersedih.”

“Nyatanya hal itu semakin membuatku kecewa.”

“Maaf untuk semua hal yang telah menyakiti dan membuatmu kecewa. Aku yang bersalah, tolong maafkan suamimu yang bodoh ini.”

“Entahlah. Banyak hal yang tidak kuketahui tentang dirimu, Vier. Aku seperti tidak mengenal suamiku sendiri. Kau ... tampak asing bagiku.”

Lylia menjauhkan tangan Xavier dan memilih bangkit menuju ranjang.

“Selamat malam, Vier.”

To Be Continue ....

1
Hari Dunddung
sangat bagus ceritanya sayangnya ngk ada lanjutannya.......
untuk author lanjut dong jangan bikin pembacamu penasaran 😁😁😁
buna
ya bayangin aja, anak dari pelakor dapet bagian lebih gede.. ga membenarkan sikap mereka sih, tp tetep aja.. hemmm aga gmn gitu.
buna
mungkin yang benar karena pria kaya belum tentu terhormat dan punya adab serta sopan santun
Rifa Endro
emang enak dikerjain
Rifa Endro
siapa lagi musuh Xavier ini
Rifa Endro
jangan mulai lagi
Rifa Endro
kau berubah secepat itu ?
Rifa Endro
jelas dia tahu, dia putri dari Ling-hua.
Rifa Endro
drama apa lagi
Rifa Endro
pasti itu rencana eudora
Rifa Endro
eudora, meski lilya berasal dari darah seorang jalang. ternyata mertuamu mberikan harga lebih di atas mu. you know that. tuan federick pasti lebih tahu melalui hati dan naluri
Rifa Endro
sadar kah ?
Rifa Endro
rahasia yg kau sembunyikan.
Rifa Endro
ibu yg nggak ada akhlak. jangan dicontoh ya sayang
Dwie Anna
kok gk di lanjut kak mey
Nirwana Harahap
kpn lnjut thour
Nirwana Harahap
selalu membuat candu
Nirwana Harahap
semngat thor, ceritA novelmu selalu membuat canduu
Dwie Anna
kak Mey jangan lama" dong...
lanjutan'y dong kak
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
Miranda ...🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!