Dia seorang gadis mahasiswa yang terkenal sangat pendiam, tidak banyak bicara, suka menyindiri, dan sangat suka membaca buku. Tapi tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dia, dibalik sikap penyendirinya itu, dia adalah sosok gadis yang paling dihormati dan ditakuti. Dia gadis serba bisa, menguasai jalur bisnis, kedoktoran, dan masih banyak kemampuan yang dia kuasai. Tapi disaat bersamaan dia disebut sebagai ratu iblis, menguasai kemampuan sebagai agen pembunuh no 1 yaitu K9.
Dunia memang modern tapi tidak ada yang tahu makhluk apa saja yang hidup dibumi modern saat ini. Dia adalah gadis dengan banyak rahasia, jiwanya harus terlempar kedunia yang seharusnya bukan dia tempati.
Menempati tubuh seorang nona muda yang ditelantarkan oleh keluarganya, ketika dia membuka mata disaat itulah nona terbuang menjadi seorang nona yang diharapkan.
Note : silakan membaca, saran yang baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Merry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L18
Setelah menjelaskan semua, Xiaoli menyuruh pegawai lainnya untuk mengantar kakek dan kakaknya untuk berkeliling. Sedangkan untuk Xiaoli dia harus membicarakan sesuatu dengan manager fei. "Jadi untuk perkembangan bisnis ini cukup bagus, lalu terus kembangkan lagi!" ucap xiaoli, "baik nyonya " jawab Fei " oh dan ya, sepertinya untuk hari mendatang akan ada beberapa kejahatan yang akan terjadi didalam mall ini, banyak kecemburuan yang kudapat pagi tadi haha" ucap xiaoli sambil menertawakan dirinya sendiri.
"Baik nyonya, hamba akan memperketat keamanan mall" balas fei. "Oke itu bagus, klau begitu, tuanmu ini akan pergi dahulu" ucap xiaoli lalu beranjak pergi. Manager fei hanya menunduk dan kembali berdiri tegak setelah tuannya pergi, setelah itu dia kembali kemejanya dan kembali melanjutkan kerjanya yang masih banyak menumpuk.
Sedangkan untuk xiaoli dia tidak menghampiri atau mencari kakal dan kakeknya yang sedang berpuas puas melihat seluruh isi mall, sebaliknya xiaoli berjalan ke arah yang berbeda. Ketika berjalan tanpa sadar bahwa pangeran telah melihatnya dan mengikutinya. Xiaoli berjalan menuju taman mall yang ada dilantai 2. Xiaoli duduk dibawah pohon yang rindang, taman ini cukup sepi pengunjung hanya tertarik dengan belanja, lagi pula taman ini disediakan hanya untuk pemandangan yang memperindah mall. Seketika ingatan tentang dunianya yang dulu muncul, meskipun dia tidak terlalu memiki banyak teman ataupun keluarga dia masih tetap merindukan dunianya. Apalagi dia sangat merindukan satu temannya yang selalu tumbuh dari kecil hingga besar bersamanya, sekarang dia ingin tahu bagaimana keadaannya, tapi sayang sepertinya itu tidak bisa. Sejahat apapun dia dia masih memiliki orang yang dia sayang.
Disisi pangeran sudah memperhatikan tingkah laku dari gadis nakalnya. Melihat mata yang bercampur aduk sedih, rindu, kecewa membuat pangeran sedikit sebal, apakah dia memiliki seseorang yang dia cintai, tidak bisa pangeran ini tidak akan bisa membirkan siapapun mengingini apapun yang sudah dia cap sebagai miliknya. Karena sebal pangeran memutuskan untuk menghampirinya niat awal ingin memberi kejutan malah dia sendiri yang harus melihat ekspreai kejutan itu.
"Ekhem" batuk satu kali tidak menyadarkan "ekhem" batuk dua kali masih belum sadar "ekhem" batuk mulai sebal sehingga sedikit naik nadanya, tapi sama sekali tidak sadar.
"apakah enak melamun sebagi ini hmmm" tanya pangeran dengan nada dingin dan sudah ada didepan xiaoli. Melihat ini Xiaoli terkejut dia masih enak melamun tentang dunianya dan tiba tiba kenapa mahkluk ini muncul.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan tuan ini, apa yang kau lamunkan?" tanya pangeran kedua. "Oh apa yang kulamunkan, apakah itu penting bagimu" sebal xiaoli. "Tentu saja penting bagi pangeran ini, anda adalah milik saya tentu saja apapun yang terjadi pada anda adalah urusanku, jadi apa yang kau lamunkan" jelas pangeran kedua. "Tidak ada, hanya saja tiba tiba aku merasa tidak enak badan hehehe" elak xiaoli. "jangan kabur sayang, siapa pria itu" tanya pangeran. "uhukkk pria siapa sih, dan apa yang kau bicarakan " ucap xiaoli, makhluk ini semakin aneh. "Jangan berbohong sayang, katakan padaku siapa pria yang sedang kau pikirkan" tanya sekali lagi oleh pangeran.
Xiaoli sedikit paham sekarang, apa makhluk ini cemburu dan akhirnya marah lalu bagaimana ini bisa dia menuduhku memikirkan seorang pria, dalam seumur hidupku sama sekali tidak ada pernah ada pria dalam hidupnya. "Oh ternyata suamiku ini cemburu ya, oh tidak maksudku calon suami" jahil xiaoli. "Suami saja, pangeran ini lebih suka" balas pangeran dengan nada jahil. Bagaimana bisa gadis ini berubah menjadi nakal oh dia memang gadis nakal. "Baiklah, suamiku yang tampan dalam hidup nona ini tidak ada seorang pria pun, hanya suamiku yang tampan dan keren ini yang bisa masuk kedalam hati nona ini, jadi tidak ada pria lain" jelas xiaoli dengan yakin.
Melihat keyakinan dimata gadis nakal ini membuat emosinya menghilang. "lalu apa yang sedang dilamunkan istri nakal ku ini hmm?" tanya pangeran. "Istri ini sedang memikirkan tentang temanku" jawab xiaoli. "siapa apa dia pria atau wanita" tanya pangeran "Wanita apa suami takut bahwa istri ini jatuh ke lain hati" tanya xiaoli " sayangnya tidak akan kubiarkan gadis nakalku ini jatuh kelain hati selain kepada tuan ini" balas pangeran kedua dengan percaya diri.
"Hm hm hm aku suka itu" guman xiaoli. "Baiklah mulai hari ini suami hanya milikku mengerti, jangan menggoda wanita lain oke kalau tidak kupotong senjata kecilmu" ancam xiaoli dengan serius. Melihat ancaman yang serius pangeran dapat yakin jika dia pasti akan melakukannya. "Baik baik apapun untukmu" jawab pangeran. "oh ya, kenapa kamu bisa menemukanku disini" tanya xiaoli.
"Aku melihatmu lalu mengikutimu sampai kesinj" balas pangeran. "oh begitu ya" guman xiaoli. "aku kesini untuk memberitahumu soal pernikahan kita akan dipercepat" ucap pangeran. "Uhuk apa" kaget xiaoli "kenapa" tanya xiaoli lagi. "tuan ini tidak bisa membiarkan istri nakalnya terus bebas" balas pangeran. "Tidak, apa ketika kita menikah kau akan mengurungku seperti burung?" tanya xiaoli "tidak itu tidak bisa, aku suka kebebasan, kau tidak bisa mengurungku atau aku akan menolak menikahimu" ancam xiaoli
"ekhem, sayang kamu terlalu banyak berfikir, benwang tidak akan mengurungmu oke, aku akan membiarkanmu bebas tapi dengan syarat apapun yang sesuai denganku" ucap pangeran kedua. "Baik" jawab xiaoli, syarat apapun tidak penting asalkan kebebasannya masih ada itu jauh lebih penting. Mereka berdua terus mengobrol dan membiarkan waktu terus mengalir dengan sendirinya.
Next......