NovelToon NovelToon
ISTRI GADAIAN

ISTRI GADAIAN

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:368.9k
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Menjadi istri mantan preman membuatku terpaksa digadaikan oleh suamiku sendiri. Tak tanggung-tanggung, aku digadaikan pada musuh suami. Tanpa aku tahu bahwa sebenarnya suamiku mendapat ancaman. Ditambah lagi aku mesti menghadapi ibu mertua yang julid di masa kehamilan ini.

Pria yang sudah bertaubat, dipaksa untuk kembali menjalani kehidupan di dunia gelap karena sebuah ancaman.

Di posisi sulit ini, aku bertanya-tanya, akankah aku mampu menyelamatkan diriku dari pegadaian yang terpaksa dilakukan oleh suamiku sendiri? ikuti kisah penuh intrik ini dengan baca sampai ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebas

“Sekarang apa lagi?  Apa lagi?  Aku muak dengan semua ini.”  Akhmar berseru.

“Akhmar!”  Wanita itu menghambur dan memeluk tubuh kekar suaminya.  “Hentikan, Akhmar!  Jangan katakan itu lagi!” 

“Jangan pengaruhi aku, Aiza!  Nggak perlu kamu tunjukkan dalil dan ayat- ayat kepadaku hanya untuk menunjukkan kebenaran.  Iblis nggak akan pernah bisa benar!  Iblis itu sesat, dan aku salah satu manusia yang disesatkan!”

"Cukup, sayang!  Jangan katakan apa pun saat kami sedang marah, Akhmar." Suara Aiza bergetar, takut Akhmar akan lebih banyak melontarkan kata- kata yang didasarkan emosi, yang tentunya akan tak baik didengar.

"Bukankah Tuhan tau apa yang dibutuhkan manusia? Meski aku menahan kata- kataku, Tuhan akan tetap tau isi hatiku kan? Lalu buat apa aku menahannya? Biarkan aku bicara." Akhmar berteriak emosi. "Tuhan itu udah..."

"Enggak! Jangan teruskan, Akhmar! Jangan!" Aiza menutup mulut Akhmar dengan telapak tangannya.

Akhmar memundurkan kepala, menghindari tangan Aiza. "Tuhan akan tetap tau tanpa aku mengatakannya, Aiza. Bahwa memang Tuhan membenci aku. Dia..."

"Jangan, Akhmar! Jangan lanjutkan!" Aiza membingkai pipi Akhmar dengan telapak tangannya, menatap di jarak dekat. Menyatukan keningnya dengan kening Akhmar. Menatap mata nyalang milik Akhmar.

"Kamu nggak boleh bicara," bisik Aiza kemudian mengecup bibir Akhmar cukup lama. "Ingat, Tuhan itu Maha Pengasih, Tuhan itu Maha Penyayang. Ar-rahman Ar-rahim."

Akhmar membalas tatapan mata Aiza. Mulut pria itu tidak lagi bicara, kini membungkam. Napasnya masih menderu keras.

"Kalau bukan karena cinta- Nya terhadapmu, maka kamu nggak akan merasakan napas sampai detik ini. Dan jika bukan karena cinta- Nya, pasti kamu juga nggak akan bisa bicara. Semua yang kamu rasakan saat ini adalah bukti kasih sayang- Nya terhadapmu," bisik Aiza lalu kembali memberikan kecupan di bibir suaminya beberapa kali.

"Tapi bukan begini caranya, Aiza. Bukan dengan cara terus menenggelamkan aku ke dalam lembah dosa padahal Dia tau aku ingin bertaubat. Aku capek!" Akhmar memejamkan mata, menunduk. Kening mereka masih menyatu.

"Diantara sekian banyaknya manusia, kamu dipilih untuk melewati ini. Kamu adalah pilihan bagi- Nya. Jangan berprasangka buruk pada sesuatu yang baik menurut Tuhan. Apakah kamu tau kenapa kamu dipilih olehnya untuk menjalani ini semua? Sebab kamu dianggap mampu, Tuhan nggak akan mungkin memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia. Kamu sanggup, Akhmar. Kamu pasti sanggup karen Allah udah tau takaranmu!" bisik Aiza dengan jempol mengelus pipi putih suaminya.

Akhmar menggeleng, berusaha menata hati. Beberapa kali napa kasar terdengar keluar dari pernapasannya. 

"Aku pembunuh, Aiza. Aku sudah membunuh," bisik Akhmar dengan suara bergetar hebat. Ia menunduk dengan kedua tangan mengepal.

"Sudah! Jangan katakan apa- apa lagi!" Hati Aiza kebas. Tak sanggup mendengarnya.

"Aku pembunuh, Aiza. Aku udah membunuh pria itu!" 

Aiza hanya bisa diam menatap wajah suaminya yang kini terangkat, mereka bertukar pandang.

"Kita hadapi ini bersama- sama!” bisik Aiza dengan air mata yang terus meleleh.  Meski ia tahu bahwa Akhmar melakukan tindak kejahatan, tapi ia yakin Akhmar tidak melakukannya dengan senang hati, ada alasan yang membuatnya terpaksa melakukan itu.

“Ini bukan masalahmu, Aiza.  Ini masalah ku.  Jangan libatkan dirimu!”

“Aku istrimu.”

“Dan aku nggak bisa menjaga mu.”  Akhmar terlihat menyesali keadaannya yang merasa sedang diatur oleh keadaan untuk takluk.  “Kenapa kamu selalu harus terlibat masalah saat bersamaku?  Aku suamimu, seharusnya membahagiakan mu.  Tapi sebaliknya, aku membawamu ke dalam masalah.  Aku bukan suami yang baik untukmu.”

“Enggak, Akhmar.  Ini adalah ujian untuk kita.  Akan bisa kita lewati bersama.  Jangan berputus asa.”  Aiza mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangan.  Pundaknya bergetar.  Ia jatuhkan keningnya di dada bidang Akhmar.  Sesenggukan.

 Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
ada berapa se thor istri mydanya wkwkkwkw ampe rebutan gtu
Marhaban ya Nur17
licik
Marhaban ya Nur17
waduh
Marhaban ya Nur17
tiga pasang tuh tak kira sandal jepit thor 😄
Marhaban ya Nur17
apa tuh yg berkaki empat
Marhaban ya Nur17
susah tuh di posisi akhmar
Marhaban ya Nur17
ko gw ikut gedeg y ama desi wkkwkkw pd hal g kenal
Marhaban ya Nur17
emang susah se klo gw jd akhmar jg
Marhaban ya Nur17
selalu perempuan yg jd sasaran wkkwwk
wina
suka banget ceritanya,dengan akhir bahagia untuk smua orang.semngat berkarya untuk KK author
Serenarara: Ubur-ubur minum selasih
Coba baca novel berjudul Poppen ya, terimakasih.
total 1 replies
Mala Sia
Luar biasa
Nurie
cuamikkk
Nurie
hahahaha
Nurie
😆😆😆
Okta Fhalefhie
sebnrnya desi ini ibu tiri atau kandung siii?
Okta Fhalefhie
mmg jamed ini siapa yaa
Indah Dwi
cerita dng alur yg mantap.alhamdulillah akhir yang bahagia
Yuyun Yuningsih Yuni
tuuuh...kaaan makiin ngenees deh sama akhmar...labiiil
Supry Atun
bagus ceritanya .
Supry Atun
😀😀😀😀author ternyata suka lagunya chisye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!