NovelToon NovelToon
Cinta Yang Belum Usai

Cinta Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elasukma

Abraham dimitri mencintai sahabat semasa remaja dalam diam. Namun, ia memilih pergi menjauh, dan merelakan saat gadis itu memilih lelaki lain sebagai pasangan hidupnya. Ia pergi membawa cinta yang harus pupus bahkan sebelum sempat di ungkapkan. Ia pun mulai kembali menata hidupnya bersama wanita pilihan kedua orang tuanya, sayangnya semua tak bertahan lama. Sebuah kecelakaan di rumah membuatnya harus kembali menelan pil pahit kehilangan untuk kedua kalinya. Ia terpuruk, di hantui rasa bersalah atas kematian sang istri hingga memutuskan untuk pergi jauh bahkan saat putranya masih bayi. Namun, takdir kembali mempertemukannya dengan Shaqina, cinta pertamanya. Kehidupan Shaqina yang jauh dari ekspektasinya membuatnya memutuskan untuk kembali menetap dan mencoba memperjuangkan cintanya yang belum usai. Sayangnya keinginannya bertentangan dengan sang ibu yang menginginkan wanita lain untuk menjadi istrinya. Akankah Abraham berhasil menyelesaikan kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elasukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Safia

Seorang gadis kecil duduk di sebuah bangku panjang yang berada di taman dekat sekolahnya. Matanya menatap kosong pada lapangan basket di depannya.

Hari sudah hampir sore, tapi gadis kecil berusia sepuluh tahun itu belum berniat beranjak dari tempatnya. Ada banyak pikiran yang bergelayut di benaknya sejak malam menegangkan seminggu yang lalu.

Usianya memang masih sepuluh tahun, tapi sudah cukup untuk memahami apa yang terjadi dengan orang tuanya. Tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa ada seorang anak kecil yang melihat semua keributan dan pertengkaran mereka dari lantai dua kamar tempatnya dan kedua adiknya beristirahat.

Para orang dewasa itu terlalu sibuk saling beradu argumen, dan saling menyalahkan satu sama lain tanpa berfikir bahwa ada anak-anak yang mungkin saja terbangun dari tidurnya mendengar kegaduhan yang mereka buat.

Safia menghela napasnya saat mengingat apa yang ia lihat dan ia dengar malam itu. Cerai. fia sangat mengerti arti kata itu meski mungkin pemahamannya tak seluas orang dewasa, tapi gadis kecil itu sangat tau jika orang tuanya bercerai maka itu artinya tak akan ada lagi kebersamaan diantara mereka.

Ayah dan Bundanya akan berpisah dan tinggal di rumah yang berbeda, dan bagian terburuk dari semua itu ia mungkin akan berpisah dengan adik-adik yang ia sayangi. Ya. Sejauh itu pikiran gadis kecil berusia sepuluh tahun itu melanglang buana.

Ia memang tak dekat dengan ayahnya, ada atau tidak ayahnya di rumah tak berpengaruh banyak baginya, tapi membayangkan mereka tak akan bertemu lagi selamanya tetap saja bukan keinginannya.

Dan Bunda? Bagaimana kalau justru ia terpisah dengan Bundanya? Ia terbiasa bergantung dengan wanita yang sudah melahirkannya itu, tak terbayangkan akan seperti apa kehidupannya tanpa wanita itu. Masalah ini memaksanya berpikir lebih dewasa dari umurnya.

"Hai cantik, ngelamun aja nih. Mau di temenin gak?"

Suara anak lelaki yang baru datang membawanya kembali ke alam nyata. Fia mendongak, menatap malas pada dua lelaki berseragam Smp yang menggodanya.

Gadis kecil itu menunduk melihat pakaiannya. Ahhh ia ternyata sudah berganti pakaian dengan kemeja berwarna peach di toilet sekolah tadi, pantas saja mereka menggodanya. Tubuh Fia yang bongsor memang membuatnya terlihat lebih dewasa, apalagi dengan pakaian casual seperti ini.

Fia beranjak, meninggalkan mereka tanpa satu kata pun. Kakak-kakak tadi pasti mengira dia anak smp yang tengah galau makanya mereka menghampiri dan menggodanya. pikirnya.

Fia berlari kecil menghindari mereka, sampai akhirnya ia tersandung sesuatu yang membuatnya terjatuh. "Kamu gak apa-apa?" Sebuah tangan terulur di depannya, fia mendongak untuk melihat siapa yang menolongnya.

Seorang anak lelaki seumuran dengannya mengulurkan tangan, ia menyambut tangan anak itu dan bangun dari jatuhnya. Fia meringis, saat melihat lututnya terluka dan berdarah.

"Kau terluka," cetus anak itu.

Fia kembali berjongkok untuk melihat seberapa parah lukanya. "Hanya sedikit tergores,"

"Tapi tetap saja harus cepat di bersihkan," ucap anak itu lagi, sembari menyodorkan botol berisi air mineral padanya. "Cuci lukamu, biar gak infeksi."

Bukannya menerima Safia malah menatapnya heran, membuat anak lelaki itu ikut berjongkok dan mencuci luka di lutut Fia sendiri.

"Tahan sebentar, mungkin akan terasa sedikit perih," ucap anak itu lalu mengucurkan air dari botol secara perlahan.

Fia meringis, tapi tak bergeming dan membiarkan anak itu membasuh lukanya. "Terima kasih," ucap Fia setelah anak itu menempelkan plester di lututnya.

"Sama-sama," ucap anak itu. "Kenapa bisa terjatuh tadi?"

"Aku terpleset, "

Anak lelaki itu terkekeh kecil, "Tentu kau akan terpleset jika berjalan cepat seperti tadi. Apa kau sedang terburu-buru?"

Fia menggeleng, ia memang tidak sedang terburu-buru hanya saja ia ingin menghindari anak-anak smp tadi tapi ia tak perlu mengatakannya pada anak lelaki yang bahkan baru ia temui bukan?

"Baiklah, aku harus pergi. Obati lukamu lagi dengan anti biotik di rumah, dan setelah ini kau harus lebih berhati-hati saat berjalan." ucap anak itu seraya beranjak dan berlalu meninggalkan Fia yang menatap kepergiannya.

🌺🌺🌺🌺

"Fia, kamu dari mana saja, Sayang?" kepanikan Bunda menyambutnya saat ia memasuki halaman rumah neneknya-- Bibi dari sang Bunda.

Sudah seminggu lebih mereka tinggal di rumah ini, Bunda bilang mereka akan di sini sementara waktu sampai Bunda mendapatkan pekerjaan dan bisa menemukan tempat yang nyaman untuk mereka meski itu hanya sebuah kontrakan.

"Kerja kelompok bareng teman, Bun," jawabnya berbohong kemudian melangkah pergi begitu saja masuk kedalam rumah.

Ia memasuki rumah kedua adiknya sedang bermain di ruang tamu, ia abaikan mereka padahal biasanya dia sangat suka mengganggu mereka kalau sedang anteng bermain seperti itu. Kejahilan yang akan berujung tangisan adik bungsunya dan omelan sang Bunda.

Tapi kali ini ia tak ingin melakukannya, ia harus mulai menjaga jarak dengan adik-adiknya agar saat perpisahan itu benar-benar terjadi tak akan terlalu menyakitinya.

Fia memilih pergi kedapur untuk minum, si sana dia bertemu Nenek yang menyambutnya dengan pertanyaan yang sama oleh neneknya, yang juga ia jawab dengan alasan yang sama. "Lain kali kalau mau kerja kelompok izin dulu sama yang di rumah, ya. Setidaknya kasih kabar kalau kamu akan pulang terlambat, supaya kami tidak khawatir. Kasian Bundamu, dia sampai panik cariin kamu."

Fia hanya mengangguk mendengar nasehat dari dari neneknya, kemudian pamit untuk membersihkan diri dan memasuki kamarnya.

Setelah selesai membersihkan diri Fia merebahkan dirinya di kasur tempatnya beristirahat seminggu belakangan ini. Bayangan pertengkaran malam itu membuatnya menitikan air mata. Ia tahu kehidupannya akan berubah drastis setelah ini.

1
💞🖤Icha
Lama menanti...semangat berkarya author lov u 😘😘
🐊⃝⃟R. alang2 sawah
kirain bakal mangkrak nih cerita ...akhirny dilanjut lgi....
Nanik Purnomo
Alhamdulillah nongol lagi
Elasukma: Dan Alhamdulillah masih ada yg mau stay di sini😁 Makasih loh Kak😊😊
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko ga dilanjutkan lagi thor
j
Elasukma: Mohon maaf belom bisa lanjut kak 🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko mogok lgi thor
Ummu Mufris
Lumayan
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
Weh nikah dadsksn di RS. Ini mah ngebet kagak aturan 🤣🤣🤣
Elasukma: iya kak 😆😆
total 1 replies
Nanik Purnomo
semangat 💪
Nanik Purnomo
emang kemarin qina sampai ternoda kah thor?, perasaan ga ya
Elasukma: Emang enggak kak😊
total 1 replies
💞🖤Icha
Wa'alaikumsalam Wr Wb
Sehat selalu author semangat berkarya.
Good job 😘😘
Nanik Purnomo
wa'alaikum salam,, Alhamdulillah sehat othorrr,, semangat upnya
Nanik Purnomo
makasihhhh
Elasukma: Masama akak 😘 Makasih juga dukungannya selama ini
total 1 replies
Nanik Purnomo
😭
Nanik Purnomo
q masih setia menunggu lho thorrr
Elasukma: Makasih Kak 😊🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
yahhh mogok lagi upnya
Nanik Purnomo
next semangat
Nanik Purnomo
ayo dong up
Friasta
Jahat banget sih mantan!!! 🤬🤬🤬
Friasta
Aaaiisshh mereka bekerja sama 😒😒😒
Friasta
Sukaaa lihat mami akhirnya suportif ke abraham. gak marah lagi ya mami 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!