NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Almira

Cinta Untuk Almira

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk GC : Siapakah nama paman Almira?

Pernikahan yang dibina Almira selama setahun kandas di tengah jalan. Tomy. suami yang dicintainya menghamili sekertarisnya. Almira yang kecewa dengan suaminya langsung kabur dari rumah untuk menghindari suaminya dan mertuanya.

Tanpa sengaja Almira bertemu kembali dengan Tomy di kantor tempat Almira bekerja, karena atasan Almira adalah teman Tomy. Semenjak itu Tomy kembali mendekati Almira. Almira tidak ingin kembali ke mantan suaminya dan hanya ada satu cara agar Tomy berhenti mengejar Almirah lagi, yaitu menikah dengan atasannya yang bernama Faisal Yudhatama.

Faisal Yudhatama adalah pemilik perusahaan tempat Almira bekerja Faisal adalah seorang duda yang memiliki tiga anak, istrinya meninggal karena sakit kanker yang di deritanya.

Demi menolong Almira dari gangguan Tomy, Faisal meminang Almira. Akankah Almira menerima pinangan Faisal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Akbar Dan Amelia.

Lalu Nina menghampiri Rafi dan Almira yang sudah mau berangkat.

“Kata Ayah, naik mobil Ayah saja. Biar Nina bisa ikut,” kata Nina kepada Almira dan Rafi.

“Huh…dasar bocil, mau ikut aja,” ujar Rafi.

“Sana cepetan mandi!” seru Rafi.

“Awas jangan ditinggalin,” kata Nina lalu pergi menuju ke kamar mandi.

Setelah Nina siap merekapun pamit kepada Pak Rahmat dan Ibu Lia.

“Rafi, hati-hati menyetir mobilnya!” pesan Pak Rahmat.

“Iya, Ayah,” jawab Rafi.

Kemudian Rafi, Almira dan Nina mencium tangan Pak Rahmat dan Ibu Lia.

“Assalamualaikum,” ucap Rafi, Almira dan Nina.

“Waalaikumsalam,” jawab Pak Rahmat dan Ibu Lia.

Perjalanan menuju ke rumah Dini sangat lancar, mungkin karena masih pagi jadi belum banyak kendaraan yang keluar.

Sesampainya mereka di rumah Dini mereka disambut oleh Dini di depan teras.

“Assalamualaikum,” ucap Almira ketika menghampiri Dini.

“Waalaikumsalam,” jawab Dini dan mereka pun langsung cipika-cipiki.

“Eh…Nina ikut juga,” sapa Dini ketika Nina menghampiri Dini.

“Iya dong, Teh. Masa di rumah saja sama Ayah dan Mamah,” jawab Nina.

“Biasa, Din. Bocil yang satu ini suka pingin tau saja,” kata Rafi menyusul di belakang Nina.

“Aa ih…bilang Nina bocil terus. Memangnya Nina masih kecil?” kata Nina yang protes.

“Memang kamu masih kecil,” jawab Rafi.

“Udah ah, Fi. Jangan ribut-ribut di rumah orang malu.” Almira merelaikan.

Dini mempersilahkan masuk ke dalam rumah.

“Mau duduk dimana? Di ruang tamu atau di teras belakang?” tanya Dini.

“Di sini aja, Din,” jawab Almira.

“Silahkan duduk dulu. Dini mau nyuruh ART buatkan minum, ” kata Dini.

“Nggak usah repot-repot, Din,” ujar Almira.

“Nggak repot kok,” kata Dini.

Dini masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian Amelia mengintip dari balik tembok. Almira melihatnya.

“Amelia sini,” panggil Almira.

Namun Amelia hanya diam saja dari balik tembok. Tak lama kemudian Akbar datang.

“Akbar sini,” panggil Almira.

Namun Akbar juga tak mau menghampiri Almira.

“Eh….lagi pada ngapain di sini? Udah salam belum sama Om dan Tante?” tegur Dini melihat kedua keponakannya hanya mengintip dari balik tembok.

Akbar dan Amelia hanya menggeleng kepala.

“Salam dulu, dong!” kata Dini.

Kemudian Amelia dan Akbar berjalan di belakang Dini sambil memegang baju Dini. Kemudian menghampiri Almira dan  mencium tangan Almira, Rafi dan Nina.

Setelah itu Akbar dan Amelia duduk di pangkuan Dini.

“Kenapa dipangku Tante Dini semua? Kasihan Tantenya keberatan. Sini dong satu dipangku sama Tante Almira,” kata Almira.

Akbar dan Amelia hanya menjawab dengan gelengan kepala. Mereka malah memeluk Dini namun matanya memandangi Almira terus.

“Masih malu, ya sama Tante?” tanya Almira.

Akbar dan Amelia menjawab dengan menganggukkan kepala.

“Ya, sudah deh kalau masih malu. Tapi kapan-kapan mau, ya dipangku sama Tante,” kata Almira.

Akbar dan Amelia menjawab hanya dengan menganggukkan kepala.

“Eh, ini kenapa jawabnya cuma mengangguk dan geleng kepala? Kenapa nggak pada bersuara?” tanya Dini ketika mengetahui kedua keponakannya enggan berbicara.

“Masih malu kali, Din,” kata Almira.

“Nggak ah, biasanya nggak seperti itu. Sama Rafi biasa-biasa saja,” kata Dini.

“Akbar dan Amelia lagi memperhatikan Teteh,” sahut Nina.

“Tante Almira siapanya Ayah mereka? Kenapa kok sering kelihatan di dekat Ayah mereka?” celetuk Nina.

Langsung saja Almira melotot ke arah Nina.

“Kamu ngomongnya ngaco! Nanti kedengeran Tante Rosita, Teteh yang nggak enak,” kata Almira dengan berbisik.

“Nggak apa-apa kok, Teh. Kedengaran Mas Faisal juga nggak apa-apa,” kata Dini.

Mendengar nama Faisal Almira langsung tegang. Matanya mengarah ke pintu yang menuju ke ruang keluarga.

“Memang ada Pak Faisal?” tanya Almira dengan tegang.

“Ada. Semuanya lagi menginap di sini,” jawab Dini.

Almira tiba-tiba jadi menyesal telah menyetujui pertemuan di rumah Dini. Kalau tau Faisal ssedang menginap di rumah Mamahnya, Almira akan memaksa Dini untuk ketemuan di luar.

Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, kata Almira di dalam hati.

“Apa Teteh lupa? Kan Mas Faisal juga panitia,” bisik Nina.

“Iya, Teteh tidak lupa,” kata Almira dengan gemes.

Tiba-tiba Ibu Rosita datang dengan membawa kue, di belakangnya ada ART yang membawakan minuman.

“Tante, kami jadi ngerepotin Tante,” kata Almira.

“Nggak ngerepotin, kok. Hanya menyajikan yang ada di rumah,” jawab Ibu Rosita.

Kemudian Faisal datang menghampiri mereka. Faisal hanya menggunakan celana pendek dibawah lutut serta kaos. Rambutnya di sisir rapih namun agak sedikit basah, sepertinya baru selesai mandi. Penampilannya kelihatan lebih segar.

“Wah, pagi-pagi sudah ada tamu,” kata Faisal ketika melihat ada Almira, Rafi dan Nina.

Ia berdiri di sebelah Ibu Rosita.

“Ini Teteh Almira mau menanyakan, acara pernikahannya akan di adakan dimana? Di gedung atau di hotel? Out door atau in door?” kata Dini.

“Terserah kamu, kamu maunya dimana? Tinggal pilih,” kata Faisal.

“Dini bingung, Mas. Mau out door takut hujan. Mau in door sepertinya sumpek kalau lihat orang banyak,” jawab Dini.

“Kalau Rafi maunya bagaimana?” tanya Faisal.

“Kalau Rafi terserah Dini saja,” jawab Rafi.

1
ayu cantik
suka
Deche
Terima kasih.
Ira Herawati
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Liliek Retno Yuwanti
tidak semua pengantin baru belah duren
Liliek Retno Yuwanti
saaaah....Alhamdulillah...semoga SaMaWa...Aamiin YRA
Liliek Retno Yuwanti
rasain Tomi...baru tahu kan...gimana rasanya kehilangan....
Liliek Retno Yuwanti
dinikahi....
Liliek Retno Yuwanti
rencana mas Faisal ...dinikmati gitu...lah belum tentu Tomy gak ganggu lagi... lanjuuut Thor bagus ceritanya.../Good/
Liliek Retno Yuwanti
kalau ada anak kembar yg rewel cari ibunya jadi ingat saudara ipar sepupuku, anaknya kembar,ibunya meninggal 10 hari ssdh melahirkan
Liliek Retno Yuwanti
Mas Faisql gercep banget yaaa
Liliek Retno Yuwanti
Waoow..Mas Faisal..iman dan iminnya sama2 kuat...Alhamdulillah...duda idaman tuuu...
Liliek Retno Yuwanti
gak salah kalau selalu ada cerita boss sama sekretarisnya jatuh cinta...
karena setiap hari ketemu....
pepatah Jawa mengatakan tresno jalaran seka kulino....
Liliek Retno Yuwanti
YangTi...panggilan singkat dari Eyang Putri = nenek
Liliek Retno Yuwanti
alasan klasik...KHILAF..../Awkward/
Paulina H. Alamsyah Asir
Done votenya oma. 😍❤🙏
Deche: terima kasih
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa.... Joss... Joss.... 😍❤🙏😛💪
Veronica Maria
eyang putri
mbah putri
uti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮 𝓽𝓮𝓵𝓮 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓕𝓪𝓲𝔃𝓪𝓵 𝓪𝓷𝓪𝓴𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝔂𝓪 𝓐𝓵𝓶𝓲𝓻𝓪 𝓪𝓽𝓪𝓼 𝓴𝓮𝓵𝓪𝓱𝓲𝓻𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓳𝓵𝓪 👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!