Kisah Cinta luar biasa yang akan membuat kita memiliki harapan & percaya dengan cinta. Aku, Yuko Matsuo akan memperjuangkan cintaku yang pernah hilang.
♡♡♡
Haku adalah sosok Pangeran semasa aku kecil. Kita terpisah saat Haku dan keluarganya pindah ke Tokyo bersama keluarganya. Saat itu kita berumur 5 tahun.
Setelah 12 tahun kita bertemu kembali saat sekolahku mengadakan study tour ke Tokyo.
Akan tetapi, Haku bukanlah Haku yang dulu lagi. Dia sempat mengalami kecelakaan maut 2 tahun lalu. Lalu siapakah sosok yang menyerupai Haku itu?
Simak kisahku yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memory yang Terbuka Kembali
POV HAKU
Terlihat wajah Yuko yang memerah karena malu.
Gemes. ♡♡
"Ah.. Oh.. Iya.. Ayo..!! Kau sukanya makan apa? Yang pedes, yang manis atau yang....?" dia menghentikkan kalimatnya karena dia sadar saat ini aku sedang menatapnya dengan sangat dekat.
"Ada yang salah di wajahku?" Yuko meraba-raba wajahnya.
"Tidak!Aku hanya ingin terus mengingat wajahmu. Dan ternyata aku memang masih mengingatnya dengan jelas sampai sekarang. Dua belas tahun.."
"Dua belas tahun?" Yuko terlihat sedikit bingung.
"Dua belas tahun lalu.. Kita sudah pernah bertemu. Apa kau tidak ingat, Yuko?"
Dia terdiam agak lama dan berpikir keras. Berusaha mengingat sesuatu. Lalu beberapa saat..
"Kau.. Haku yang itu?" Yuko menutup mulutnya tak percaya.
Aku mengangguk sambil tersenyum menatapnya.
"Saat itu kau pernah berjanji padaku akan mengunjungiku ke Tokyo." aku menggenggam tangannya erat. "Aku terus menunggumu. Kau tau betapa aku sangat merindukanmu, Yuko?" aku menatapnya dengan haru.
Tiba-tiba Yuko langsung memelukku erat. Sangat erat.
"Gomenne, Haku. Aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama." kini Yuko sudah tak mampu membendung tangisnya. Dia menangis haru dan bahagia dipelukanku.
Yah,12 tahun kita terpisah. Dan kini kita bertemu kembali. Namun ada satu yang mengganjal dihatiku. Aku, bukanlah seorang manusia lagi.
Apakah kebersamaan ini hanya akan terjadi sebentar saja? Aku takut suatu saat akan berpisah lagi dengannya. Andai waktu bisa kuhentikkan. Aku ingin menghentikannya sekarang. Dan aku akan selalu bersama dengannya.
Kita berdua berpelukan cukup lama.
"Biarkan dulu seperti ini, Yuko. Aku ingin memelukmu lebih lama lagi." pintaku pelan.
"Hhm, Aku harap kita bisa terus bersama lagi." kata Yuko yang masih memelukku.
Aku terdiam. Aku takut berpisah denganmu lagi.
"Haku?"
"Hhmm? Yahh... Maaf aku terlalu bahagia karena bisa bertemu denganmu lagi." Aku melepas pelukanku lalu dengan cepat mengusap air mataku yang sudah tumpah.
"Kita makan dulu yuk!" ajak Yuko. "Kau masih suka makan yang manis-manis kan? Ayokk..!!" Yuko menggandengku mengajaknya ke sebuah cafe yang dekat dari tempat itu.
Setelah di cafe dia memesan beberapa cake kesukaanku.
"Kau masih ingat makanan kesukaanku?" tanyaku sambil melihat beberapa cake yang baru saja diantarkan waiter.
"Tentu." Yuko tersenyum menatapku.
"Kalau begitu, Suapan pertama ini untukmu. Aakkk" aku berusaha menyuapi Yuko.
Dia membuka mulutnya untuk kusuapi.
Sungguh tak pernah kubayangkan aku bisa bertemu dengannya lagi seperti ini...
"Kapan kau kembali ke Tokyo, Haku?"
"Aku tidak ingin meninggalkanmu lagi. Jadi aku pindah sekolah di daerah Sapporo."
"Serius?"
"Yeap!" aku mengangguk sambil menyantap cake.
"Pelan-pelan, Haku!" kata Yuko tertawa kecil lalu mengelap whipe cream di sudut bibirku.
Aku nyengir malu.
"Haku, kenapa saat di Tokyo kemarin kau tidak langsung memberitahuku semua ini?"
"Sebenarnya aku ingin sekali memberitahumu, Yuko. Tapi aku takut kau tak ingat padaku. Bahkan aku takut kau sudah melupakanku." kataku cemberut. "Aku berusaha menyimpan dan memendamnya sendiri, tapi aku tak bisa. Makanya saat keberangkatan keretamu aku mengejarmu. Karena aku tak mau kehilanganmu lagi...."
"Sebenarnya saat kita bertemu di Tokyo, aku merasa seperti sudah pernah mengenalmu."
"Sungguh? Kenapa kau tak bilang?"
"Aku belum mengingat sepenuhnya. Maaf.."
"Daijoubu , yang terpenting sekarang kita sudah bertemu kembali. Dan saling mengingat.." kataku sambil tersenyum manis.
" Hhmm. Kau benar." kata Yuko yang terus memandangiku sambil tersenyum dari tadi.
" Mau ke Taman bermain bersama besok?"
" Tentu.."
...***...
Keesokan harinya sepulang sekolah aku dan Yuko bertemu kembali. Aku menunggunya di depan gerbang sekolahnya, lalu kita menaiki taxi untuk pergi ke taman bermain.
"Kita coba yang mana dulu, Yuko...?!!" kataku antusias sambil menebarkan pandangannya saat di taman bermain. Mencari- cari wahana yang akan kita naiki.
"Ahh... Aku terserah kamu saja." jawab Yuko pelan.
" Bagaimana kalau Bumper Car?" aku tersenyum lebar padanya. " Bagaimana?" aku meminta sarannya.
"Ah, Bo.. Boleh.. " kata Yuko terbata.
Aku mengantarnya masuk ke dalam salah satu mobil berwarna biru.
" Cukup injak gasnya untuk mengemudikannya. Oke..?" aku mengedipkan satu mataku padanya lalu bergegas menaiki mobil lain berwarna merah.
Terlihat dengan jelas Yuko sedikit tegang dan ketakutan saat mengemudikan mobil itu. Apalagi saat dia terus tertabrak oleh mobil pengunjung lain. Aduhh.. Yuko kenapa tak bilang padaku kalau kau tak suka...?
Aku bergegas mendekatinya dan meloncat kedalam mobil yang sedang Yuko kendarai.
"Sini, biar aku yang setir." aku menawarkan diri dan tersenyum padanya.
" Ahh.. I.. Iya..." kata Yuko sedikit bergeser. Aku menyetir lagi. Sempat kulihat Yuko yang sesekali mencuri pandang dan tersenyum sendiri.
"Yata! Ini seru sekali, Yuko...." teriakku saat kita sudah turun. Yuko tertawa kecil melihatku.
"Ada yang lucu?" aku menatapnya serius.
"Ahhh.. Tidak.." kata Yuko. " Kau sangat menggemaskan, Haku." katanya sangat pelan sambil menutup mulutnya saat berkata. Ahaha. aku mendengarnya tau.
"Kau bahkan lebih menggemaskan, Yuko..." kataku sambil mengusap kepalanya dan tersenyum lebar.
Langsung saja mukanya kembali memerah. 😄
Yuko... kau sangat menggemaskan.
"Oke. Next apa ya...?" aku kembali melihat-lihat wahana itu. "Bagaimana kalau..." aku meliriknya.Terlihat wajahnya yang ada sedikit rasa cemas dan takut. Apa Yuko masih sama seperti saat kecil ya ? Dia sangat takut menaiki wahana-wahana itu. Hhm...
"Kita beli Ice Cream saja yuk..." aku menggandengnya untuk pergi ke penjual Ice Cream.
Setelah membeli Ice Cream kita duduk disebuah bangku.
"Habis ini, kita coba yang mana lagi Haku?" kata Yuko bersemangat.
Ah,Kau sedang berakting ya, Yuko? Aku tau kau masih kurang suka naik wahana...
"Ehm.. Tiba-tiba saja aku tak ingin naik wahana-wahana itu.." kataku sambil memakan Ice Creamku. " Aku mau makan saja.."
"Tapi kenapa? Bukannya kau sangat menyukainya...?"
"Kau salah, Yuko. Karena yang sangat aku sukai itu kamu." godaku.
Ahhhh.. Manisnya.. Muka Yuko memerah lagi.
Aku tertawa kecil melihatnya.
"Jangan menggodaku terus deh..." kata Yuko agak kesal.
"Maaf deh.. Tapi itu memang benar kok. Aku tidak sedang menggodamu, Yuko. Aku jujur..." katanya yang masih tertawa.
"Hhm, Haku. Bagaimana kalau kita foto bareng?" ajak Yuko.
" Hhmm.. Boleh.. "
Yuko mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.
Lalu kita berfoto bersama.
"Ah, Manisnya..!!" katanya kagum saat melihat hasil foto itu.
" Iya. Kau sangat manis." aku ikut melihat hasil foto itu. Wajah kita sangat dekat saat kita melihat hasil foto itu. Bahkan bisa kucium wangi rambutnya. Dan lagi-lagi wajahnya memerah. Sungguh aku gemas sekali padanya..😄😄
"Bagaimana kalau sekali lagi?" usulku. Dia langsung mencari menu camera di ponselnya lagi.
Kali ini aku merangkulnya. Awalnya dia sempat salah tingkah. Tetapi dia langsung mengambil gambar kita berdua.
"Bagaimana hasilnya?" aku mendekat lagi untuk ikut melihat hasil foto kita.
"Bagus kok."
"Wah.. Iya.. Kau memang photograper yang hebat deh." kataku mengacungi jempol.
"Jangan meledekku deh." katanya cemberut. "Ehm.. Haku. Kita naik itu yuk.." Yuko menuding wahana Bee Tower.
"Kau yakin?"
"Hmm, aku yakin."
"Bener?"
"Iya, Haku.." Yuko bangkit dari duduknya " Ayoo..!!"
" Oke...."
Setelah membeli tiket kita menaiki Bee Tower.
Awalnya dia sangat tegang sekali. Aku menyadarinya. Aku duduk mendekat didekatnya lalu kugenggan jemarinya. Dia menatapku lama.
" Just rilex...!!" kataku sambil tersenyum padanya.
Dia tersenyum manis padaku.
Terlihat sangat cantik sekali Kota Sapporo malam ini dari atas. Apalagi saat aku melihatnya bersamamu, Yuko. Aku meliriknya sambil tersenyum.
...***...
ending yg happy tapi seharusnya belum ending ya?