NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Rii

Cerita ini hanyalah fiksi, tak ada unsur dunia nyata. Hanya karangan saja.

Terusan cerita Muslimah itu milik seorang mafia.

Rafka Arsyah Rahardian, seorang dokter muda spesialis mata berusia 27 tahun. Memiliki wajah tampan dan pribadi yang ramah dan sopan sehingga banyak wanita-wanita yang ingin menjadi istri dokter muda itu.

Hingga suatu hari ia akan pergi bertugas ke negara orang. Di negara itulah sebuah tragedi terjadi yang akan membekas di ingatan Rafka. Ia di tuduh melakukan zina bersama seorang gadis. Padahal tujuannya keluar malam hanya ingin membeli makanan.

Dengan wajah kebingungan ia di bawa ke balai kota lalu dipaksa bertanggung jawab.

Mau tak mau Rafka pun akhirnya menikahi wanita yang bahkan tidak ia kenal itu.
Dalam semalam Rafka sudah mempunyai istri, dan istrinya adalah seorang gadis nakal yang sudah memiliki kekasih.

Akankah ia mengakhiri pernikahan yang tidak berlandaskan rasa suka maupun cinta itu? Atau ia akan bertahan dan memilih mencoba membimbing sang istri untuk mengingat Sang pencipta yang merupakan suatu ladang pahala baginya.

Penasaran?

Jangan lupa like komen dan juga vote nya yah.

Jika tak suka boleh tinggalkan, tak perlu menghujat!

Note:
1 Dilarang melakukan tindak plagiarisme pada karya ini, jika ditemukan tindakan plagiat maka saya akan membawa langsung ke ranah hukum!
2. Dilarang spam promosi!
3. Cover: Google search
Editing: Little rii.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi.

20.30

Rafka baru saja selesai makan di suapi Umi nya. Tampak wajah laki-laki itu sendu, Aria terus menanyakan apa yang membuat putranya terlihat sedih, tapi Rafka hanya menjawab dengan senyuman saja.

"Apa yang Abang pikirkan?" tanya Aria pada Rafka.

"Tidak ada, Umi."

"Apa kau memikirkan istrimu?" tanya Aria mulai paham. Terlihat wajah Rafka semakin sendu ketika Aria membahas Keyla.

Razka sudah pergi ke apartemen untuk melihat apa yang sedang dilakukan Keyla hingga begitu lama mengambilkan pakaian ganti untuk Rafka.

Namun ketika sampai di apartemen, ia tak melihat siapapun di sana. Tempat itu seperti sudah tak di huni dalam beberapa jam terakhir.

Mendengar itu Rafka hanya bisa tersenyum kecut. Bukankah istrinya sangat khawatir tadi pagi, lalu mengapa sekarang istrinya sudah tak ada.

"Lupakan saja dia, bang. Dia itu bukan wanita baik. Lihat saja kelakuannya, dia bahkan meninggalkan suaminya dalam keadaan sakit," sela Razka yang duduk di sofa bersama Gabriel.

Mendengar perkataan Razka, hati Rafka langsung sakit. Tangannya mengepal mendengarkan ucapan sang adik.

Tok..

Tok..

Tok..

Terdengar suara pintu di ketuk, dengan cepat Razka membuka pintu. Ternyata Vano yang datang.

"Darimana saja kau? Bang Rafka sedari tadi mencari mu," tanya Razka. Vano tampak menggaruk kepalanya, ia seperti orang kebingungan.

"Vano," panggil Rafka. Dengan cepat Vano mendekat, laki-laki itu tau apa yang ingin di tanyakan tuan nya ini. Pasti tentang Keyla.

"Apa kau melihat istriku?" tanya Rafka ramah.

Vano tampak terdiam, hatinya gundah. Apa yang harus ia katakan.

"Mengapa kau diam?" tanya Rafka.

"Vano diam karena dia tak mau Abang sakit hati karena istri Abang itu kabur," sela Razka. Gabriel menepuk tangan Razka agar menutup mulutnya. Laki-laki itu terlalu ikut campur.

"Vano, apa kau di panggil hanya untuk diam mematung?" tanya Gabriel membuat tubuh Vano menegang.

"Maafkan saya, tuan."

"Apa kau melihat istriku?" tanya Rafka penuh kesabaran, berharap Vano mau menjawab pertanyaan nya.

"Maafkan saya," lirih Vano membuat orang dalam ruangan bingung.

"Ada apa, Vano?" tanya Rafka.

"Saya tak bisa mencegah nona muda, dia terlalu keras kepala." Mendengar itu Rafka tampak tertegun, mencegah apa? Apa Vano tak bisa mencegah istrinya yang kabur.

"Kan sudah aku bilang dia kabur," gumam Razka.

"Nona muda tidak kabur, tuan." Vano mencoba menyangkal perkataan Razka.

"Lalu dimana dia?" tanya Razka.

"Nona, nona ada di sebelah ruangan ini," jawab Vano semakin membuat Rafka dan yang lainnya kebingungan.

"Apa maksud mu?" tanya Rafka mencoba untuk duduk namun Aria mencegahnya.

"Maafkan saya, tuan."

"Apa maksud mu, Vano? Istriku ada di sebelah ruangan ini, lalu mengapa Keyla tak datang kemari? Apa dia takut pada Abi dan Umi?" tanya Rafka masih berbaik sangka.

Tampak Vano menggelengkan kepalanya membuat semua orang semakin penasaran.

"Lalu apa maksud mu!" teriak Rafka sudah tersulut emosi. Bukan hanya Vano yang terkejut, Aria, Gabriel dan Razka sama terkejutnya seperti Vano. Ini pertama kalinya Rafka berteriak pada orang lain.

"Maafkan saya, tuan."

"Kemari lah," ucap Rafka. Vano pun mendekati Rafka.

"Katakan pada Keyla untuk jangan takut, keluarga ku tak akan memarahinya. Dia tak bersalah, dia tak tau apa-apa," lirih Rafka semakin membuat Vano merasakan rasa bersalah.

"Suruh Keyla kemari," pinta Rafka.

"Tidak bisa, tuan."

"Apa maksud mu tidak bisa? Mengapa Keyla tak bisa datang kemari?" tanya Rafka mencoba menahan amarahnya karena Vano terlalu berbelit-belit.

"Karena nona sedang beristirahat," jawab Vano mencoba tenang.

"Oh, Keyla sedang beristirahat yah. Dia pasti lelah kan menunggu ku bangun dan dia takut berada di ruangan ini," ucap Rafka kembali berbaik sangka.

"Nona muda beristirahat karena dia baru saja melakukan operasi."

Deg

Mendengar perkataan Vano, sontak Rafka langsung terdiam membeku. Apa maksud laki-laki yang ada di depannya ini.

"Operasi? Operasi apa? Keyla sakit apa?" tanya Aria yang juga penasaran.

"Itu...

"Tidak boleh!" teriak Rafka menarik tangan Vano lalu mencengkeram kerah baju laki-laki itu hingga terbungkuk menghadap Rafka.

"Jangan bilang kalau Keyla melakukan itu!"

Mata Rafka sudah memerah menahan amarah.

"Nona muda melakukan nya, tuan." Seketika buliran bening jatuh membasahi kelopak mata Rafka.

"Saya minta maaf, saya sudah berusaha membujuk nona tapi dia tidak mau, dia tetap bersikukuh mendonorkan ginjalnya," ucap Vano membuat seisi ruangan terkejut.

"Kenapa? Kenapa kau membiarkan nya! Aku akan membunuh mu!" hardik Rafka mencekik leher Vano dengan keras

"Rafka." Gabriel langsung melerai dan menjauhkan Vano dari jangkauan Rafka.

"Istighfar nak," ucap Gabriel mencoba menenangkan putranya yang sudah tersulut emosi.

"Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah." Rafka beristighfar, ia sudah di bawah kendali setan tadi. Ia mengusap kasar wajahnya.

"Bagaimana keadaan istriku? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah makan? Apa ada yang sakit? Ranjangnya empuk atau tidak? Dokter sudah memeriksanya kan?" tanya Rafka dengan suara bergetar menahan tangis.

"Kondisi nona sudah sedikit membaik, tuan. Nona sudah makan dan dokter sudah memeriksa nona sebelum tidur tadi," jawab Vano sembari masih memegangi lehernya yang sakit.

"Aku ingin menemuinya," ucap Rafka ingin bangun tapi Gabriel langsung mencegahnya.

"Istrimu sudah tidur, kau juga harus istirahat. Kalau kau memaksa menemuinya itu akan semakin memperburuk suasana," ucap Gabriel mencoba menenangkan putranya. Ia paham apa yang sedang di rasakan Rafka karena ia pernah berada di posisi Rafka yang mengkhawatirkan keselamatan sang istri.

"Tapi Keyla tak akan tidur kalau kepalanya belum di elus," lirih Rafka dengan air mata yang terus mengalir membasahi bantal.

"Kau akan mengelus kepalanya nanti jika kau sudah sembuh, untuk sekarang istirahat lah dulu. Kau harus kuat dan sehat agar bisa menjaga istrimu. Istrimu sudah memberikan ginjalnya untuk mu, jika kau tak bisa merawat dirimu sendiri maka pengorbanan istrimu akan menjadi sia-sia," ucap Gabriel.

"Tapi...

"Abi paham perasaan mu, Rafka. Abi paham, tapi untuk sekarang bukan waktu yang tepat untuk melihat istrimu. Biarkan dia istirahat dan kau juga butuh istirahat. Ada Abi dan Umi yang akan melihat istrimu, kami juga akan merawatnya," jelas Gabriel.

"Istirahatlah dulu, sayang. Umi akan melihat kondisi Keyla," ucap Aria mengelus kepala Rafka.

Rafka tampak sedikit lebih tenang setelah mendengar Abi dan umi nya akan merawat Keyla juga.

"Istirahatlah," pinta Gabriel.

"Baiklah."

Gabriel pun berjalan keluar dari ruangan, begitu juga dengan Razka dan Vano. Mereka akan membiarkan Rafka beristirahat dengan tenang dulu.

"Umi, tolong rawat Keyla seperti merawat anak umi juga yah," pinta Rafka menatap sang ibu.

"Iya sayang, Umi akan merawat Keyla seperti umi merawat darah daging umi sendiri, istirahatlah dan cepat sembuh." Aria mengecup kening Rafka lalu mengelus kepala sang putra hingga Rafka tertidur.

"Semoga rumah tangga kalian diberikan kebahagiaan," lirih Aria menatap mata Rafka yang masih berair.

Laki-laki berhati lembut itu sudah menampakan sisi amarahnya dan juga sisi lemah nya.

_

_

_

_

_

_

Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

tbc.

1
only Tom
Luar biasa
Eneng Juhaeti
Author hebat bikin yg baca nangis😭😭😭
Reni Ajja Dech
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ayni Sari
aku juga hampir jantungan thor
Ayni Sari
semoga ceritanya bagus
Aishanur Khumira
Lumayan
Audiary Mayang Sari
keren
Wanda Rahmat
lanjut bikin penasaran
itin
bab terbaik 😍😍
Isna mansur
keren...keren... ceritanya singkat..tapi seru bgt...
👍👍👍😘😘😘
Mirnawati Mirna
lanjut
Muhammad Nafis
good job Thor.....apakah masih ada laki yg model gituan ..hehe...halunya bikin banyak berharap..,
Mimi Ilham
kasiannn.. deh kayla...
Mimi Ilham
mampir
Wulanda Ciiee Harahap
bagus ceritanya
Al Fatih
bagus ceritanya,, makasih kaka
Al Fatih
pelan2....,, mulai terjalin kisah antara bang rafka dan neng keulang 😘
Al Fatih
ceritanya bagus koq kaka,, ga usah d pikirin yg julid tuh,, mrk ga tau susahnya menulis sebuah cerita tuh gmn...,, tetep semangat yaa
Essy. Uskono
😄😄
Dian Kartika
kok dr dlu thu karya nengrii in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!