Bagaimana jadinya jika seorang wanita mengejar-ngejar seorang pria berharap akan terbalaskan cintanya???
Dia adalah Yura Maharani Anwar seorang wanita cantik,rambut panjang, tinggi body bak model tapi sayang di awal pernikahannya penuh dengan sayatan luka yang di goreskan oleh suaminya.
Yuda Aditama Wijaya,ya dia adalah CEO tampan , namun sifatnya dingin dan sombong dia adalah suami sekaligus cinta pandangan pertamanya Yura sehingga dengan gigihnya dia mengejar sang CEO untuk menaklukan hatinya walau berulang kali dia melukai hati Yura tapi Yura tidak pernah menyerah untuk mengejar cintanya
Penasaran kan gimana ceritanya.? Yuk intip ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Acara pernikahan Yura dan Yuda pun berjalan dengan lancar,Ya mereka mengadakan acaranya di rumah Yura karena halaman rumah Yura sangat luas dan itu pun sebagai permintaan Yura dia tidak ingin acaranya di laksanakan di gedung atau hotel kek orang kebanyakan.
Tak terasa acara pun telah selesai, semua tamu telah pulang .Yura dan Yuda pun masuk ke kamarnya (Ya kamar pengantin).
Huh lelahnya." ucap Yura sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Sekarang aku sudah sah menjadi istrinya,senangnyaaaaaaaaa.Tapi nanti apakah dia akan meminta hak nya gak ya.?" gumam Yura dalam hatinya sambil cengengesan.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan sosok laki-laki keluar dari sna dengan bertelanjang dada seketika Yura pun menelan salivanya melihat tubuh Yuda yang sangat indah.
Mingkem." ucap Yuda karena dari tadi mulut Yura menganga.
Baru ya lihat badan bagus.?ucap Yuda sambil memakai bajunya.
Yura pun jadi salah tingkah saat mendengar perkataan Yuda.
Cepat mandi, aku sangat muak melihat wajah mu." ucap Yuda ketus
Ah iya pak." ucap Yura sambil berdiri dan hendak ke kamr mandi.
Di sini aku suami mu bukan atasnmu, jadi ubah panggilannya." ucap Yuda.
Ah maaf mas."jawab Yura gugup lalu Yura pun buru-buru masuk ke kamar mandi.
Dasar wanita rusuh."gumam Yuda sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
20 menit kemudian Yura pun keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan memakai dres tidurnya.Dia melihat Yuda sudah tertidur.
Hmmmm, " gumam Yura lalu Yura pun menaikan selimut ke tubuh Yuda dan dia pun ikut berbaring di sisinya.
Baru saja Yura akan memejamkan matanya tiba-tiba Yuda membuka suaranya.
Jangan berharap lebih dariku, kita menikah hanya karena orang tua kita eh salah lebih tepatnya aku." ucap Yuda sambil membelakangi Yura.
Apa sebegitu tak suka nya mas kamu terhadapku.? tanya Yura
Menurutmu.? jawab Yuda singkat namun Yura tidak membalas ucapan Yuda.
Lalu Yura pun membalikan tubuhnya ikut membelakangi Yuda.
*Sabar Yura lambat laun hatinya pasti akan luluh asalakan kau mau berusha.Semangat.!!gumam Yura sambil mencoba memejamkan matanya .
maapkan aku Yura,!ucap Yuda dalam hatinya*.
Tak lama kemudian mereka pun tertidur.
••••
Pagi pun telah tiba ,sinar matahari masuk melalui ventilasi kamar sepasang pengantin baru yang masih terlelap.Tak lama kemudian Yura pun terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menyoroti wajahnya.
Hoaaaaam," gumam Yura sambil merentangkan tangannya,tiba-tiba badannya terasa berat berasa ada yang menindihnya lalu perlahan-lahan Yura pun membuka matanya dilihatnya ada tangan melingkar di pinggangnya dia pun sontak kaget dan hampir berteriak namun dia ingat bahwa dia telah bersuami.
Di lihat nya wajah suami nya yang sedang terlelap tidur seperti bayi sangat menggemaskan.
Ah ingin sekali aku mencium nya memberikan morning kiss hihihi." gumam Yura masih memperhatikan wajah suami nya."Mas meskipun kamu tidak menyukai ku aku akan berusha menjadi istri yang baik untukmu dan membuatmu menyukaiku dan menerima aku sebagi istrimu.gumam yura dalam hatinya.
Tak lama kumudian Yura pun turun dari ranjangnya dan memindahkan tangan suaminya dengan hati-hati agar suaminya tidak bangun, buru-buru Yura pergi ke kamar mandi.
••••
Cieee pengantin baru." ejek kaka Yura yang saat itu melihat adiknya turun dari tangga.
Apaan sih kaka." jawab Yura ketus.
Gimana-gimana, enak gak? goda kaka nya.
Maaaaaah." ucap Yura mencoba mencari pembelaan dari mamah nya.
Syaaad, udah jangan goda adikmu." ucap mamah Yura.
Hehe iya mah." jawab arsyad lalu dia pun pergi ke kamrnya.
Mana suamimu nak.? tanya pak Anwar yang baru beres memberikan makan ikannya di kolam.
Masih tidur pa." jawab Yura yang sedang membantu mamah nya memasak.
Ooh, "singkat papa nya.
Tak lama kemudian sarapan pun telah siap terhidang di meja makan.
Ra kamu panggil suami mu." titah mamah yura.
Iya mah." jawab Yura sambil pergi ke kamar nya.
Saat Yura membuka pintu kamarnya di lihatnya tempat tidur nya kosong ,tak lama kemudian terdengar pintu kamr mandi terbuka.
Ceklek." seketika Yuda keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos rumahan.
Mas sarapan dulu yuk mamah dan yang lainnya sudah menunggu." ajak Yura.
Hemm."jawab Yuda sambil berjalan keluar melewati Yura .
Seketika Yura hanya membuang napasnya pelan melihat sikap suami nya.
Sabar Yura nanti juga bakal luluh kok, kamu harus yakin." gumam Yura mencoba menyemangati dirinya.Lalu dia pun turun ke bawah untuk sarapan .
Oke segitu dulu ya.jangan lupa dukungannya bantu vote tinggalkn jejak.
salam syang dari aku🤗