HIATUS!!
Riyani Apriliani~
Riyani adalah anak yang populer dikampusnya. Dia sangat cantik dan juga pintar karna itu dia sangat populer dan di sukai satu kampus. Saat ini dia sedang menjalani kuliah Semester akhir, Di umurnya yang masih muda yaitu 20 tahun. Di umurnya yang masih muda dia sudah di jodohkan dengan Anak dari teman lama kakeknya yang sudah di sepakati sejak mereka masih bayi. Riyani sangat terkejut bahwa dia akan dinikahkan padahal ia belum selesai kuliah. Apalagi dia gak tau siapa calon suaminya...
Reza Putra Wijaya~
Reza adalah Presedir di perusahaan Wijaya. Ia anak tertua di keluarga wijaya yang terkenal dingin dan tegas. Namun, ia bukan hanya seorang presedir tetapi ia juga seorang dosen yang terkenal killer dan sadis. Ia adalah seseorang yang akan di jodohkan dengan riyani. Maka dari itu ia memilih menjadi dosen di tempat kuliah riyani.
Apa yang akan terjadi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Feby Merisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Ruang Makan
Saat Riyani dan Reza sedang menyantap makanan. Pak amrin datang menghampiri Riyani.
" Permisi bu"
" Iya pak"
" Ini mangga sama paket yang ibu minta" Pak amrin menyodorkan plastik mangga dan paket.
" Wah, udah dateng... Makasih pak" Riyani gembira karna barang yang ia pesan sudah datang.
" Saya undur diri dulu pak bu"
" Iya pak" Sahut Riyani sedangkan Reza tidak menjawab karna sedang makan.
Riyani yang melihat Reza diam saja, menjadi tau bahwa Reza kesal jika ada yang makan dengannya sambil mengobrol. Riyani langsung memakan kembali makanannya tanpa bicara.
Selesai makan Riyani langsung membuka paket itu dengan gembira. Tapi karna susah dibuka, jadi Riyani mengambil pisau untuk membukanya. Riyani ingin minta bantuan Reza, tapi karna Reza setelah makan langsung jalan menaiki tangga tanpa bicara dengan Riyani. Jadi Riyani takut meminta bantuannya.
Saat Riyani membuka paket menggunakan pisau. Jari Riyani tergores oleh pisau sehingga mengeluarkan darah. Riyani sedikit berlari keruang keluarga. Ia mencari kotak P3K yang ada di rumah. Tapi saat di ruang tamu Riyani berpapasan dengan Reza, Riyani terkejut dan langsung menyembunyikan jarinya yang mengeluarkan darah.
" Mau kemana?" Ucap dingin Reza.
" Itu mau ngambil e... kotak P3K hehe... buat... buat bi siti jarinya tergores" Ucap Riyani antara takut dan ragu.
" Oh" Reza langsung berjalan ke Ruang keluarga untuk menonton TV.
Napa si dari tadi dingin banget kayanya... salah apa lagi coba! palingan juga marah gara gara tadi pas makan! gitu aja ngambek kaya anak kecil! Ga jelas lu... eh Ya Allah maaf yah mas hihihi... udah lah biarin aja nanti juga balik lagi kesemula. Batin Riyani menggerutu.
Riyani berjalan meninggalkan Reza. Tapi saat ia melangkah satu langkah Riyani kaget karna Reza memanggilnya.
" Mau kemana lagi?" Reza sambil menonton TV.
" E...e... mau kedapur mas" Ucap Riyani.
" Mau ngapain lagi kedapur" Reza sambil mengotak atik ponselnya.
" Nganterin ini mas" Riyani memperlihatkan kotak P3K, tapi Riyani lupa bahwa tangan nya sedang luka ia malah menunjukannya.
" Tangan kamu kenapa?!" Reza langsung menghampiri Riyani.
" Gak papa kok mas cuman kegores pisau" Riyani meyakin kan Reza agar tidak terlalu panik. Reza langsung menghisap darah yang ada di jari Riyani.
" Mas Ga usah itu darah kotor" Tapi Reza tidak mendengarkan Riyani. Reza menarik Riyani pelan ke arah kamar mandi. Reza mencuci tangan Riyani agar darahnya tidak berceceran lagi.
" Kenapa gak bilang kalau berdarah kaya gini, kamu malah bilang buat bi siti. Gak ada gunanya kamu bohong, aku juga pasti bakal tau nantinya. Kamu kenapa gak bilang sama mas? kamu gak percaya sama mas... apa yang bisa mas lakuin biar kamu bisa lebih terbuka lgi sama mas..." Reza menatap mata Riyani dengan mata yang tak berdaya.
Riyani kan anaknya cengeng jadi kalau sedikit dinasehatin atau di marahin ama Reza pasti ngeluarin air mata. Mata Riyani sudah mulai berkaca kaca. Riyani langsung memeluk Reza.
" Maaaaaaf..." Ucap Riyani berbarengan dengan tangisannya.
" Eh, kok nangis mas kan gak mukulin kamu" Goda Reza. Tangisan Riyani malah menambah kencang.
" Udah jangan nangis lagi yah" Reza mengusap air mata Riyani. Riyani hanya menganggukkan kepala. Reza membawa Riyani kekamar agar Riyani bisa tidur lagi. Biasanya Riyani setelah menangis ia akan tertidur, jadi Reza membawa Riyani ke kamar.
'Kamar'
" Tidur aja mas disini gak bakal kemana mana" Reza mengambil Ponselnya dan berbaring memeluk tubuh Riyani sambil memainkan ponselnya.
" Maaaaas" manja.
" Hmm"
" mas lagi ngeliatin apaan" Riyani memabalikkan badannya dan mengambil ponsel Reza.
" Oooh ini... ini nih aku udah liat sekarang mau bobo" Manja Riyani sambil memberikan ponsel Reza. Riyani memeluk tubuh Riyani agar Riyani tidak bicara terus.
Kekanak kanakan... Batin Reza.
Fby...
seru Novelnya
mangkin seru aja nich, cepetsn up nya thor semangat ya 😊
resikinya akan kamu tuai reza ksian kan riyani