NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Hai Sagara...apa kamu masih mengingat ku?" ucap gadis itu dengan nada yang polos.

"Elika Valerian" jawab Sagara singkat, membuat gadis itu lantas tersenyum begitu mengetahui jika Sagara masih mengingatnya.

Luna hanya terdiam ketika mendapati keduanya saling tatap, sedangkan Razan menatap ke arah Luna dengan tatapan yang sinis seakan tidak menyukai keberadaan Luna saat ini. Sepertinya Luna sama sekali tidak diharapkan kedatangannya oleh Razan, hal tersebut lantas membuat Luna semakin merasa canggung karenanya.

.

.

.

.

Area ruang makan

Suasana ruang makan mendadak menjadi hening, entah apa yang membuat mereka terdiam seribu bahasa, hanya suara dentingan sendok dan juga garpu yang beradu terdengar menggema memenuhi seisi ruangan.

Di tengah kecanggungan yang melanda keempatnya, Sagara yang seakan sadar apa yang saat ini tengah terjadi, lantas perlahan-lahan mulai berinisiatif.

Sagara nampak mulai mengambil udang kemudian mengupasnya, setelah itu memberikannya kepada Luna. Hal tersebut tentu saja langsung menimbulkan perasaan tidak suka dalam diri Elika maupun juga Razan.

"Bukankah dia juga punya dua tangan? Mengapa kamu repot-repot sekali mengupaskannya, tidakkah kamu menghormati kita berdua yang juga berada pada satu meja?" ucap Razan dengan nada yang menyindir.

"Dia adalah calon tunanganku dan sebentar lagi kami berdua akan menikah, bukankah sepantasnya aku memperlakukannya layaknya seorang ratu? Apa hubungannya dengan kalian berdua?" ucap Sagara dengan raut wajah yang terlihat santai.

"Kakek!" pekik Elika seakan hendak protes begitu mendengar perkataan Sagara barusan, namun langsung di potong dengan anggukan kepala dari Razan, seakan sebuah kode agar Elika tetap diam.

"Kau langsung membuat keputusan, apakah tidak ada niatan bertanya terlebih dahulu pendapat ku tentang ini?" ucap Razan kemudian.

"Aku yang menjalani kehidupan pernikahan ini, lalu apa hubungannya dengan Kakek? Lagi pula papa sudah setuju akan hal ini, jadi pendapat Kakek tidaklah penting." ucap Sagara kembali yang tentu saja membuat amarah dalam diri Razan kembali bergejolak.

"Aku tidak menyukainya Saga! Lagi pula masih ada Elika yang jauh lebih baik daripada dia." tunjuk Razan yang lantas di balas senyuman oleh Elika, seakan sedang menyetujuinya.

Mendengar perkataan Razan barusan, lantas membuat Sagara langsung meletakkan sendok dan garpu di tangannya dengan kasar, hal tersebut memicu suara cukup keras di area meja makan.

"Aku tahu ke mana arah pembicaraan ini, tadinya aku berpikir masih menghormati Kakek sebagai orang tua, namun sepertinya semua hanya sia-sia saja rupanya." ucap Sagara mulai angkat bicara.

"Saga..." ucap Luna dengan nada lembut membuat Pria tersebut lantas menoleh sambil menghela napasnya pelan.

"Kalau memang kamu tahu, mengapa kamu masih mengajaknya datang kemari? Padahal dia sama sekali tidak disambut di sini." ucap Razan dengan nada bicara yang sarkas.

"Tadinya kedatanganku kemari adalah ingin menyampaikan bahwa aku dan juga papa setuju untuk membantu Kakek menyelamatkan perusahaan dengan cara kami. Tapi setelah aku datang, Kakek bukannya meminta bantuan malah membuka pernikahan aliansi bisnis tanpa seizin ku untuk menyelamatkan bisnis Kakek, apakah menurut Kakek itu benar?" ucap Sagara dengan raut wajah yang kesal.

"Dengan cara lain? Cara apa? Satu-satunya cara adalah kamu menikah dengan Elika. Keluarga Valerian cukup besar sekaligus mampu membereskan segalanya dalam semalam, jika pernikahan ini benar-benar terjadi." ucap Razan keras kepala.

"Sayangnya aku sama sekali tidak berminat.. Jika Kakek mau, mengapa tidak Kakek saja yang menikah dengannya?" ucap Sagara dengan nada yang tengil, membuat Razan marah dan langsung melempar cangkir teh tepat ke arah Sagara.

Cangkir teh tersebut meluncur dan melukai pelipisnya, darah segar mengalir dari kening Sagara namun pria itu sama sekali tidak bergeming.

"Sagara!" ucap Elika hendak menghampiri Sagara namun langsung terhenti ketika melihat tangan Sagara yang mengisyaratkan untuk jangan mendekat.

"Jangan mendekat!" ucap Sagara dengan nada yang tegas.

"Kamu berdarah...." ucap Luna dengan raut wajah yang panik.

"Sepertinya tidak ada yang perlu lagi dibicarakan di sini, aku pergi." ucap Sagara sambil menggandeng tangan Luna dengan erat, kemudian menariknya untuk keluar dari ruangan tersebut.

"Sagara berhenti! Atau aku akan...." teriak Razan dengan raut wajah yang memerah.

"Akan apa? Di sini Kakek yang paling dirugikan, jadi sebaiknya jangan macam-macam kepadaku." ucap Sagara tanpa menoleh sedikitpun, kemudian mengambil langkah kaki lebar keluar dari tempat tersebut tanpa menoleh ke arah belakang.

"Dasar bocah tengik!" gerutu Razan dengan tatapan yang tak suka.

"Lalu aku bagaimana kek?" ucap Elika dengan raut wajah yang sedih.

"Sebaiknya kamu pulang dulu, aku akan mencari cara agar bocah itu tetap mau melanjutkan pernikahan aliansi ini." ucap Razan dengan nada yang meyakinkan, berharap Elika bisa sedikit bersabar dan menunggu.

"Kakek janji ya..." ucap Elika berharap ucapan Kakek tua itu benar-benar terjadi.

"Tentu saja..." ucap Razan kembali yang lantas dibalas anggukan kepala oleh Elika.

*****

Sementara itu di sebuah apotik

Terlihat Luna tengah membeli sebuah antiseptik, salep, kapas dan juga beberapa plester. Entah apa yang dibutuhkan oleh Sagara saat ini, yang jelas Luna berusaha sebisa mungkin untuk memberikan pertolongan pertama kepadanya.

Luna mengambil langkah kaki dengan tergesa masuk ke dalam mobil, kemudian menatap ke arah Sagara yang saat ini tengah mengelap darah yang mengalir dari keningnya.

"Sini biar aku saja, kamu jangan bergerak..." ucap Luna mengambil alih segalanya.

"..."

"Apa kamu yakin tidak perlu ke Rumah sakit? Sepertinya lukanya sedikit dalam..." ucap Luna sambil memberikan anti septik ke kening Sagara.

"Tak perlu khawatir hanya luka kecil, beberapa hari juga pasti akan sembuh kok." ucap Sagara dengan santai.

Luna yang mendapati sikap sombong Sagara, lantas berdecak dengan kesal kemudian sedikit menekan bagian luka di kening Sagara.

"Aw...bisakah kamu sedikit lebih lembut?" pekik Sagara kesakitan.

"Bukankah kamu bilang hanya luka kecil, mengapa heboh sekali sampai teriak begitu?" ucap Luna dengan nada yang menyindir, yang lantas membuat Sagara langsung menghela napasnya perlahan.

"Baiklah aku minta maaf... Aku hanya tidak ingin segalanya nampak rumit. Hubungan antara Kakek dan juga Papa sudah renggang cukup lama, jika Papa tahu apa yang telah Kakek lakukan kepadaku hari ini, dia pasti akan sangat marah." ucap Sagara pada akhirnya yang lantas membuat Luna langsung menatap ke arah Pria tersebut dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Mengapa aku baru tahu sekarang, jika ternyata Paman Aditama dan juga Kakek Razan tidak akur. Emmmm kemana saja aku selama ini?" ucap Luna dalam hati sambil menatap lurus ke arah Sagara.

"Tak perlu menatap ku dengan tatapan kasihan yang bercampur dengan rasa terkejut seperti itu. Hal itu malah melukai ku." ucap Sagara dengan nada bicara yang sendu.

Muah...

"Maaf..." ucap Luna pada akhirnya tepat setelah memberikan kecupan singkat di bibir Sagara saat itu.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!