Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DI UJUNG MATA
Saat rasa itu mulai tumbuh, ungkapkanlah kepadanya, jangan biarkan penyesalan datang hanya karena kamu terlambat, dan melihatnya bahagia bersama orang lain💕
waktu berjalan begitu cepat tanpa terasa satu bulan telah berlalu di Gedung tertinggi Pusat bisnis dunia yas corporation berdiri diatasnya.
di dalam ruang rapat Arka Pratama berdiri dengan Jas hitam rapi Tatapan dingin namun bukan kosong sesuatu yang berbahaya arka perlahan namun pasti arka duduk diruang rapat.
"kontrak global disetujui" ucap arka begitu dingin, memberitahu tentang keberhasilannya
Tidak ada yang berbicara Bukan karena setuju tapi karena tidak ada yang cukup berani untuk menolak Mereka tidak melihat Arka sebagai manusia mereka melihatnya sebagai pewaris.
Namun kali ada seseorang yang berani membantah dia tidak takut namun tidak juga berani dia hanya seseorang yang bicara karena benar perlahan perempuan itu berdiri
"Maaf tuan saya tidak setuju" kata perempuan itu dengan suara tegas.
Sunyi langsung berubah mencekam,Semua kepala menoleh kepada prempuan itu,
lalu Arka perlahan mengangkat pandangan Dan untuk pertama kalinya ada seseorang tidak tunduk, Tidak takut dia berani mengutarakan pendapatnya.Wanita itu adalah alena Wijaya
"Alasannya nona Alena?" arka bertanya dingin kepada alena Wijaya.
"Pendekatan ini terlalu terburu-buru tuan dan Kemenangan ini, harus mengorbankan terlalu banyak hal, seharusnya kita mampu melakukannya lebih elegan" alena menjawab
"anda terlalu lancang nona" gumam seorang direktur
arka menatap mata alena dalam sangat dalam "elegan yang Anda maksud gimana nona?" arka bertanya lembut
"Tuan bisa melakukan dengan pendekatan lebih halus membuat para pengusaha melakukannya dengan suka rela, tanpa harus dengan kekerasan yang mengakibatkan salah satu cabang kita lepas" alena kembali berkata
arka tertawa keras membuat setiap orang merasa gemetar kecuali Alena
"menarik anda sangat menarik nona alena Wijaya" arka tertawa sarkas
"terimakasih tuan" balas alena
arka berjalan mendekati alena "kau pikir aku memujimu" arka berkata dingin kepada alena
arka menatap alena dingin membuat semua orang yang di ruangan itu kembali ketakutan namun tidak dengan alena.
Alena maju lebih dekat kepada arka "karena bagiku itu adalah pujian" balas Alena
"karena aku pernah hampir mati ditangan keluarga ku sendiri" kata alena seakan menantang arka.
arka perlahan mundur karena baginya Alena begitu sangat berbahaya untuk pertama kalinya arka mundur dalam hidupnya.
"Kita akhiri rapat hari ini" kata arka kepada seluruh direktur yang berada diruangan
arka langsung berlalu pergi keluar dari ruangan rapat dengan langkah cepat.
"Ada apa dengan tuan arka hari ini" gumam seorang direktur
alena yang melihat arka pergi langsung tertawa dalam hatinya
"kau pikir aku takut dengamu arka Pratama aku pernah mendapatkan perlakukan yang lebih kejam dari ibu tiriku"batin alena
Ternyata Alena Wijaya adalah putri dari Ari Wijaya dan mendiang Puspita Wijaya. Puspita meninggal dunia saat melahirkan Alena. Sejak hari itu, Ari Wijaya bersama istri barunya, Sephia Verisia, terus menyiksa Alena tanpa belas kasihan.
Itulah sebabnya Alena tumbuh tanpa rasa takut kepada siapa pun. Baginya, tidak ada lagi yang lebih mengerikan daripada neraka yang telah ia jalani sejak kecil.
ditempat arka saat ini dia baru tiba dimansion yas, dia langsung cepat turun dari mobilnya ada pertanyaan yang akan dia tanya kepada angga dan nayla
"papa mama" arka berteriak kencang
angga dan nayla berjalan menemui arka yang berteriak kencang dari ruang keluarga
"ada apa boy kau berteriak seperti dihutan belantara?" Angga bertanya
"maafkan arka pa ma, yang berteriak memanggil kalian"ucap arka
nayla dan angga langsung duduk di sofa ruang keluarga, diikuti arka yang ikut duduk.
"apa gerangan kau seperti ini boy?" tanya nayla.
"Alena Wijaya" arka membalas singkat.
"Kenapa dengan gadis itu boy?" nayla kembali bertanya kepada arka.
arka berdiri menceritakan apa yang terjadi dikantor bagaimana Alena membantah perkataan dia satu persatu dia jelaskan.
angga membakar rokoknya perlahan, menghisapnya begitu dalam.
"bukankah itu hal wajar disaat seseorang itu setuju denganmu"ucap angga tenang.
"memang benar hal biasa" kata arka kepada angga
"lalu apa yang kau masalahkan sekarang?" angga bertanya kepada arka.
"kau tidak usah berbelit to the point boy mama tau ini bukan tentang perusahaan namun sesuatu yang lebih dalam lagi" nayla berkata dengan senyum tipis
sepersekian detik raut wajah arka berubah cemas karena ketahuan dengan nayla.
"kau jatuh cinta dengannya?" kata angga kepada arka
"kau membuat kami pusing dengan perkataan mutar-mutarmu" angga kembali berkata.
Arka masih diam namun dipikirannya memikirkan bagaimana Alena membantahnya
"pa ma disaat dia membantah arka suaranya tegas, namun tatapan matanya rapuh, seperti ada sesuatu yang dia jaga, dia berpura-pura kuat didepan banyak orang" arka kembali berkata.
"kau tidak hanya penasaran namun sesuatu yang lebih dalam lagi karena ini perihal cinta,bukan karena perusahaan" nayla berkata.
"kalau kau memang menyukainya kau harus berjuang lebih keras boy karena dia tidak percaya siapapun karena baginya semua manusia adalah pengkhianat bahkan papanya saja menyakitinya maka dari itu dia tidak percaya siapapun"ucap angga menjelaskan.
arka yang mendengar perkataan angga,raut wajahnya berubah sedikit cemas, seperti seseorang yang ketahuan mencuri.
"haha kau tidak bisa menutupi perasaanmu boy" nayla tertawa karena arka
"boy papa dan mama akan merestui kamu dengan alena karena kami tahu Alena anak yang baik namun kau harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan cintanya" angga berkata kepada arka
"papa dan mama sok tau arka tidak memiliki perasaan apapun dengannya" arka mulai membalas perkataan angga dan nayla!
"lihat saja dengan beraninya gadis sialan itu membantah ku akan ku balas kau Alena Wijaya" arka bergumam dan
lalu arka berlalu pergi menuju kamarnya.
"Aku jatuh karena kau membantahku, Bukankah itu judul cerita yang menarik, Boy?"teriak nayla kepada arka.
Arka yang mendengarnya menghentakkan kakinya keras, karena dia begitu kesal di bercandain mama dan papanya.
angga dan nayla hanya tertawa melihat arka yang tidak jujur dengan perasaannya sendiri
"anakmu terlalu naif love"ucap angga
"cih sepertimu dahulu kak, yang membuatku menunggu sangat lama" nayla membalas perkataan angga
"padahal saat itu, kita telah tidur bersama namun dengan kurang ajarnya kau tidak ingin menikahiku"ucap nayla marah.
"laki-laki harus berpikir matang sebelum menikah love"balas angga
"ciih kau hanya laki-laki bajingan pada hari itu"nayla berdecih kesal.
angga tidak marah dia hanya terus menganggu istrinya, membuat nayla sangat marah kepada angga yang terus menganggu dirinya.
To Be Continue..