NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK SAKIT DI SANGKAR BESI TARUNA

Hujan deras mengguyur kompleks militer SMA Taruna malam itu. Petir menyambar bergantian, menerangi barak-barak beton yang dingin dan kaku. Di dalam aula latihan fisik, suara benturan matras dan deru napas yang terengah-engah beradu dengan gemuruh badai di luar.

"Dua puluh! Tambah sepuluh push-up lagi, Jonarland! Jangan manja!" teriak asisten pelatih dengan raut wajah keras tanpa kompromi, menunjuk lantai semen yang basah oleh tetesan keringat.

Ryzan Jonarland mencengkeram lantai dengan telapak tangannya yang kini dipenuhi kapalan baru. Kaus oblong putih seragam Taruna yang dikenakannya sudah basah kuyup hingga menempel ketat, memperlihatkan lekuk otot dadanya yang gemetar hebat menahan beban tubuh. Celana olahraga hitamnya tampak kotor karena debu matras. Rambut cokelat gelap berpotongan undercut miliknya yang biasa tertata rapi, kini lepek menempel di dahi, menyembunyikan sepasang mata cokelat hangat yang kini meredup akibat kelelahan ekstrem.

"Siap, laksanakan, Pak!" jawab Ryzan dengan nada suara yang serak dan terengah-engah, berusaha menjaga ketegasan khas taruna meskipun dadanya terasa seperti terbakar.

Aroma sabun mint yang biasa menjadi ciri khas kesegarannya telah menguap sepenuhnya, digantikan bau anyir keringat dan minyak otot yang menyengat. Setiap sendi di tubuh jangkungnya menjerit kesakitan. Sudah empat hari ia dikurung dalam sesi malam tambahan ini tanpa alasan yang logis. Ponselnya disita di dalam kotak loker asrama, memutus seluruh aksesnya ke dunia luar.

Setelah pelatih berbalik untuk mengawasi murid lain, Ryzan ambruk ke matras dengan posisi telentang. Ia menatap langit-langit aula yang tinggi sambil mengatur napasnya yang memburu. Wajah tampannya yang biasa dihiasi lesung pipit jenaka kini tampak tirus, dengan lingkaran hitam yang menebal di bawah matanya akibat kurang tidur.

"Ryz, lo gak apa-apa? Muka lo kayak mayat hidup, sumpah," tanya salah satu teman sekamarnya, seorang pemuda berambut cepak yang duduk di sampingnya sambil menyodorkan botol air mineral.

"Gak apa-apa, cuma agak encok dikit," jawab Ryzan sambil mengulas senyum tipis di bibirnya yang kering dan pecah-pecah. Ia memaksakan diri untuk terkekeh pelan, mencoba mempertahankan sisa energi positifnya meskipun kepalanya terasa sangat berat dan berputar.

"Gue ngerasa ada yang aneh sama jadwal lo deh. Kenapa cuma nomor punggung lo yang terus-terusan kena porsi latihan gila-gilaan dari Pak Baskoro?" tanya teman sekamarnya itu dengan kening berkerut dalam, menatap Ryzan penuh selidik dan rasa iba.

"Mungkin pelatih ngeliat bakat terpendam gue yang terlalu bersinar kali," sahut Ryzan dengan nada bercanda yang dipaksakan. Ia menegakkan tubuhnya yang kaku, lalu meneguk air mineral itu dengan rakus hingga menyisakan tetesan di dagunya yang tegas.

Namun, di balik kalimat santainya, pikiran Ryzan sedang berkelana jauh ke distrik komersial barat. Di balik matanya yang terpejam, bayangan wajah manis Lyra Anya Cassandra yang sedang mengenakan celemek bunga-bunga kecil langsung terlintas jelas. Dadanya mendadak dilingkupi rasa cemas yang teramat pekat. Logikanya yang tajam mulai menangkap kejanggalan. Ia tahu SMA Taruna adalah sekolah yang disiplin, tetapi isolasi ketat yang dialaminya saat ini terasa seperti sebuah kesengajaan untuk mengurungnya di dalam sangkar besi ini.

Lyra gimana di sekolah? Apa anak-anak kaya di SMA Gava ada yang jahatin dia? Nenek ada yang bantuin beres-beres ruko gak ya? batin Ryzan dengan kepalan tangan yang perlahan menguat di atas lututnya.

"Gue harus keluar dari sini malam ini. Gue harus mastiin Lyra aman," bisik Ryzan dengan suara yang sangat rendah, hampir tenggelam di antara suara gemuruh hujan. Matanya yang meredup mendadak memancarkan kembali kilat tekad yang kuat dan protektif.

"Lo gila, Ryz? Kalau ketahuan kabur dari asrama, lo bisa dihukum skorsing atau yang paling parah dikeluarkan dari sekolah!" tanya teman sekamarnya dengan ekspresi wajah yang membelalak kaget, panik mendengar rencana nekat tersebut.

"Gue gak peduli. Ada hal yang jauh lebih berharga daripada status sekolah gue yang dipertaruhkan di luar sana," jawab Ryzan dengan nada suara yang mendadak berubah sangat tegas dan dingin, menghilangkan seluruh kesan jenaka yang biasa melekat pada dirinya.

Ia melirik ke arah jendela kaca aula yang mengarah langsung ke pagar pembatas belakang kompleks Taruna. Di bawah guyuran hujan badai yang pekat, Ryzan mulai menyusun rencana nekat untuk memanjat kawat berduri malam itu juga, tidak peduli bahwa tubuhnya yang kelelahan bisa saja runtuh di tengah jalan demi menemui gadis penuh warna yang selalu dijaganya sejak kecil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!