NovelToon NovelToon
Love Scandal 2

Love Scandal 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.

Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.

Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.

SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Liar.

Bang Rakit melihat mata gadis itu sedikit bengkak dan sembab. Ia pun memilih duduk di teras depan koperasi. Sesekali matanya melirik ke arah gadis itu.

'Putri siapa? Cantik sekali.'

Bang Rakit seakan terpana. Denyut jantung berdesir kencang. Baru kali ini dirinya merasakan hal seperti ini kala menatap seorang gadis.

"Iyaa nggak apa-apa. Makasih ya..!! Saya jalan ke apotek saja." Pamit Jilly.

"Siap..!!"

Ekspresi wajahnya kesal saat beradu mata dengan Bang Rakit.

"Kamu mau ke apotek?? Ayo saya antar, kebetulan saya mau beli.. balsem." Kata Bang Rakit menawari bantuan.

"Nggak usah, aku jalan aja." Tolak Jilly kemudian berjalan menuju apotek yang jaraknya tidak jauh dari koperasi Batalyon.

Bang Rakit tetap mengikuti langkah Jilly perlahan meskipun sesekali ia memercing seolah menahan rasa sakit.

"Ayo saya antar saja, wajahmu pucat." Kata Bang Rakit. Meskipun ia sedikit menggoda tapi wajah pucat Jilly membuatnya cemas juga. "Kamu anaknya Pak siapa?? Saya antar pulang yuk..!!"

Tak lama Jilly beringsut, bagian tubuhnya terasa nyeri. Saat itu ponselnya pun berbunyi. Bang Rakit segera turun dan menghampiri. Jilly sempat mengambil ponselnya tapi badannya terasa lemas.

Bang Rakit yang sempat melirik nama pemanggilnya disana langsung mengambilnya. "Bodyguard ku." Segera Bang Rakit mengangkatnya. "Hallo.."

"Siapa kamu????" Jawab di seberang sana.

Bang Rakit menjauhkan ponsel dari telinganya.

'Kok seperti suara Gancho??'

"Kamu yang siapa??? Ini ndoro ayu mu mau pingsan." Balas Bang Rakit.

"Sherlock..!!!!!!"

//

"Depan koperasi???? Buat apa Jill kesana???Saya sudah bilang sabar, saya belikan obat." Gumam Bang Reigar lalu menyambar kunci mobil dan mencari keberadaan istrinya.

Dengan kecepatan penuh Bang Reigar melajukan mobilnya.

Tak sampai lima menit ia sudah bisa menemukan Jill yang sudah di baringkan di sebuah gubug tepi jalan dan di tolong warga.

"Astaghfirullah, deeek..!!!" Bang Reigar setengah berlari menerobos kerumunan dan langsung memeluk Jilly dan membelai rambutnya.

"Kenal, Bang??" Tanya Bang Rakit yang bingung dengan apa yang di lihatnya saat ini.

"Ini istriku..!!" Jawab Bang Reigar.

Bang Rakit terduduk lemas di atas sebuah batu. Ia tidak paham mengapa hatinya mendadak terasa luar biasa sakitnya padahal ia baru pertama kali melihat Jill.

"Buka mobil Abang..!!" Perintah Bang Reigar setelah pamit dan berterima kasih pada warga yang sudah menolong istrinya.

Belum sempat kepanikan itu berakhir, Pak Rinto dan Bang Huda datang dengan kawal beberapa orang anggota.

"Ada apa??" Tanya Pak Rinto dari mobil.

Mama Niken yang cemas sudah membuka pintu mobil tapi Pak Rinto menahannya. "Langsung di rumah Reigar saja, Ndhut."

~

Bang Reigar sungguh panik membawa Jilly masuk ke dalam rumah. Hati-hati sekali Bang Reigar membaringkan istrinya itu dengan begitu lembut dan penuh kasih.

"Kenapa sampai begini, Reigar??? Ini ada lebam dan memar di badan istrimu..!!" Tanya Mama Niken usai membuka jaket yang di kenakan Jilly.

Pak Rinto berdiri tegak di dekat bingkai pintu, wajahnya yang biasanya teduh kini berubah kaku dan serius. Di sebelahnya, Bang Huda hanya diam, pria itu menyilangkan tangan di dada sambil menggeleng pelan, matanya menangkap setiap detail yang ada, termasuk wajah Bang Rakit yang masih pucat pasi berdiri di sudut ruangan, seolah belum pulih dari guncangan kenyataan yang baru saja ia terima.

"Kau apakan istrimu sampai seperti itu??" Tegur Pak Rinto mengalihkan pandangan pada putranya, Reigar.

"Apa?? Ya sewajarnya suami istri saja." Kata Bang Reigar.

"Sewajarnya kau bilang?????" Pak Rinto menekan suara, takut mengganggu istirahat menantunya. Beliau melangkah mendekati putranya. "Kau sebut ini wajar, Reigar? Ini bekas.... Bekas tanda yang kau buat. Papa ini pernah muda, paham dunia rumah tangga, tapi tidak sembrono seperti kau, Reigar..!!!!!!"

"Awalnya Jill juga yang mulai. Dia yang mengajak, dia juga yang meminta. Saya hanya memenuhi apa yang jadi hak saya dan apa yang dia inginkan. Selebihnya tidak sengaja." Jawab Bang Reigar.

"Istrimu itu.. Di bilang terlalu kecil, tidak. Tapi wanita mana yang kuat di hajar sampai begitu.. Reigar..!! Dia belum paham betul apa konsekuensinya. Kau sudah pernah menikah sebelumnya, setidaknya kau sudah punya pengalaman, kau punya akal sehat. Harusnya kau yang bisa menahan, harusnya kau yang menjaga batas seberapa pun hasratmu sudah menekan ubun-ubun kepala, bukan malah sepenuhnya lepas kendali sampai membuatnya sakit begini. Kau ini sudah seperti berandalan, singa buas yang kelaparan." Tegur keras Pak Rinto.

Rasanya mulut Bang Reigar terkunci, salah memang salah tapi semua yang terjadi juga tak bisa di hindari, mengalir begitu saja tanpa di sadari.

"Andaikan saat ini istrimu sedang hamil, kau pikir apa yang akan terjadi?? Kau bisa batal jadi bapak." Terus terang Mama Niken syok, beliau tidak menjauh sedikitpun dari menantunya. "Segarangnya Papa dulu, sebegitu inginnya Papa 'dekat' dengan Mama, tidak pernah sekalipun Papa sekasar kelakuanmu."

Ucapan Mama begitu menyentil perasaan Bang Reigar.

Sekelebat Pak Rinto melihat bekas tanda di tubuh putranya. Beliau sadar sebenarnya di antara putra dan menantunya 'saling berbalas memberi rasa'.

"Reigar.. Papa minta maaf kalau kau tersinggung atau kau merasa teguran ini tidak adil??? Ini intern rumah tanggamu, urusan kamarmu. Tapi.. cinta tidak boleh membuat kita buta. Ini istrimu sampai pingsan di jalan. Itu tanda kalau kau belum bisa mengendalikan dirimu sendiri. Kau bilang Jill yang meminta dan memulai semua. Ya sudah, mungkin dia minta, pada kenyataan nya.. dia tidak paham dampaknya. Tugasmu sebagai suami, sebagai laki‑laki dewasa, sebagai prajurit yang terlatih memiliki kendali diri yang tinggi… adalah membatasi, menahan untuk menjaga dia tetap aman dan terproteksi."

Kedua tangan Bang Reigar bertumpu pada ranjang tempat Jilly berbaring. Sebagai seorang suami jelas dirinya sadar akan segala yang terjadi, namun kejadian seperti ini memang jauh dari perkiraannya.

"Baang..!!" Perlahan Jilly membuka matanya dan melihat keadaan sekitar mulai ramai. Memang hal pertama yang di lihatnya adalah Bang Reigar tapi setelah ia mengedarkan pandang, ia terkejut melihat mertuanya sudah berada di rumah. "Paa.. Maaa.." Jilly berjingkat bangun tapi kemudian rasa nyeri kembali menyerang.

"Istirahat dulu, nggak apa-apa. Papa sama Mama keluar ya, Jill sama Bang Reigar dulu..!!" Kata Pak Rinto.

Setelah Pak Rinto dan Mama Niken keluar dari kamar, Bang Reigar mengeluarkan salep dan obat dari saku celana lorengnya. "Sini Abang obati."

Jilly memalingkan wajahnya dan beralih memunggungi suaminya.

Dengan lembut Bang Reigar mengusap rambut Jilly. "Kenapa tidak tunggu Abang?? Kalau tadi bisa sabar sebentar, tidak akan jadi begini. Abang harus ke tempat putra untuk minta obat, nggak bisa sembarang pakai obat."

"Abang kelamaan, badan Jill sudah sakit sekali."

"Maaf. Abang kan kerja, dek. Lagipula waktu Abang berangkat tadi, kamu balik tidur. Abang kira sakitnya sudah nggak terasa." Ujar Bang Reigar.

"Gimana nggak terasa sih, Bang. Belum juga tertutup, sudah Abang bongkar lagi." Protes Jilly sembari mengomel karena kesal.

Bang Reigar menyuapkan sebutir obat ke mulut sang istri. "Nggak di bongkar, hanya cari bagian yang belum sempat Abang lem."

Bukannya senang, Jilly malah semakin marah mendengarnya. Ia pun menyambar bantal dan menghantamkannya pada bahu Bang Reigar. Tapi tangan Bang Reigar balik menyambarnya dan menindih istri kecilnya. "Sebenarnya hati Abang juga merasa sangat bersalah, nggak tega sama kamu. Tapi tingkahmu laksana ujian terberat untuk Abang. Ini kalau sekali lagi Abang khilaf.. selesai kamu, dek..!!"

"Oya?? Ada Papa Mama disini, masih berani??" Jilly melirik Bang Reigar tanpa rasa takut.

"Nantang kau rupanya." Bang Reigar beralih posisi, telapak tangan kirinya membekap mulut Jilly agar tak bersuara. Seringai senyum licik Bang Reigar terangkat tipis.

.

.

.

.

1
Tanti
suka deh....mba Nara pst suka bikin teka teki...👍👍👍makin tambah penasaran
dyah EkaPratiwi
apa benar anak papa rinto
Tanti
Reina...reina...tobato yoooo
Bang Huda sabar yaaa...
Tanti
weesss no coment bang🤭🤭
Maysuri
bang huda..... 💪💪💪
Maysuri
hhhhhhhhhh
dyah EkaPratiwi
nggak bener ini reina udahlah bang Huda di kasih lampu hijau tu
Ana
Mantap kali Maju bang Huda semoga dapat perempuab yg baik😄

bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏

dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Maysuri
🤣🤣
Tanti
sabar Bang....harap dimaklumi🤭🤭
dyah EkaPratiwi
salah mu sendiri bang reigar, ngerjain istri
Tanti
Dirimu Jiiilll TV segede gaban dipsg dikamar....g bs bayangin itu kamarnya segede apa itu mba Nara???blm prnh bertamu di asrama, mskpn rmhq deket asrama🤭🤭😄
Tanti
Bang Reigar: "apa sih yang nggak buat kamu Jill..."/Kiss/
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
Tanti
Mantapp Bang Reigarrr...tnyt dy jg seorang sultan🤭
lanjt mba Nara👍👍👍
dyah EkaPratiwi
🤣🤣 love sekebon bang reigar 😍😍
Maysuri
jill ...tenang saja,masalah pasti terselesaikan,percaya deh am suamimu pasti akan aman dan terkendali....semangat💪💪
dyah EkaPratiwi
semangat Jill percaya sama bang reigar
Esti 523
mancap guliccap ka,abang ganteng gentle bgt aq suja aq suka
Tanti
kok kamu sensi banget sih Jill??🤭🤭
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭
dyah EkaPratiwi
🤣 semangat bang reigar 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!