NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Terlarang
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di balik dinding suci sebuah pondok pesantren, tersembunyi seorang buronan. Reyshaka El Zhafran atau Shaka—tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di tempat yang paling ia hindari. Demi lolos dari kejaran polisi, pengedar narkoba itu nekat bersembunyi di pesantren milik Ustadz Haidar, seorang ulama yang dikenal bijak dan disegani.

Awalnya, Shaka hanya ingin selamat. Namun hari demi hari, ketenangan, nasihat, dan ketulusan Ustadz Haidar perlahan meruntuhkan tembok keras di hatinya. Untuk pertama kalinya, Shaka mulai mengenal arti penyesalan dan harapan untuk berubah. Semua menjadi semakin rumit saat ia bertemu Hanindya Daisha Ayu—putri sang ustadz yang berhati lembut dan shalihah. Tanpa disadari, perasaan itu tumbuh diam-diam, menyiksa shaka dalam keheningan.

Tapi bagaimana mungkin seorang mantan pengedar narkoba seperti dirinya pantas mencintai perempuan sebersih Hanindya?
Terlebih, Hanindya telah dijodohkan dengan Ustadz Ilyas—lelaki yang jauh lebih layak dibanding dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Shaka melirik sekilas ke arah Ustadz Ilyas yang berjalan di sampingnya. Lelaki itu terlihat tenang sejak tadi. Langkahnya santai, tatapan matanya pun terlihat teduh, bahkan cara ia berjalan pun terasa berbeda dari kebanyakan orang yang pernah Shaka temui. Tidak tergesa-gesa dan juga kasar. Entah kenapa keberadaan lelaki itu membuat suasana subuh terasa semakin damai.

Beberapa saat mereka berjalan dalam diam hingga akhirnya samar-samar bangunan mushola mulai terlihat di depan. Lampu-lampu kecil di teras mushola masih menyala redup. Dari dalam sudah terdengar suara beberapa santri yang sedang membaca Al-Qur’an pelan sambil menunggu adzan subuh berkumandang. Namun tepat saat mereka hampir sampai di area mushola, perhatian Shaka tiba-tiba teralihkan. Dari arah samping jalan setapak pesantren, terlihat dua sosok perempuan sedang berjalan pelan menuju mushola sambil berbincang ringan.

Suara tawa kecil mereka terdengar samar di tengah dinginnya angin subuh.

Awalnya Shaka hanya melirik sekilas tanpa terlalu peduli, namun entah kenapa pandangannya tiba-tiba tertahan. Matanya berhenti pada sosok perempuan muda yang berjalan di samping perempuan paruh baya itu dan tanpa sadar membuat langkah kaki Shaka melambat sedikit. Perempuan muda itu mengenakan gamis sederhana berwarna merah muda lembut dengan jilbab panjang berwarna senada yang menutupi tubuhnya dengan rapi. Pakaiannya sangat sederhana, tidak mencolok ataupun berlebihan, namun justru kesederhanaan itu yang membuatnya terlihat begitu anggun.

Wajahnya cantik, sangat cantik. Tapi bukan cantik yang biasa Shaka lihat selama ini. Bukan cantik yang penuh riasan mencolok atau pakaian terbuka seperti perempuan-perempuan yang sering muncul di dunia malam tempat ia hidup selama ini. Kecantikan perempuan itu terasa berbeda. Lembut, meneduhkan dan entah kenapa menenangkan. Angin subuh berhembus pelan dan membuat ujung jilbab panjangnya bergerak lembut. Sementara perempuan itu masih berbicara kecil dengan perempuan paruh baya di sebelahnya sambil sesekali tersenyum.

Dan senyumnya itu yang membuat Shaka terdiam selama beberapa detik. Selama dua puluh lima tahun hidupnya di dunia yang keras dan kacau, baru kali ini ia melihat perempuan seperti itu. Perempuan yang tetap terlihat begitu memikat meski seluruh tubuhnya mengenakan pakaian yang tertutup. Shaka sampai tidak sadar kalau pandangannya terlalu lama tertuju ke arah perempuan itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang terasa aneh. Sebuah perasaan asing yang sulit dijelaskan, mungkin karena selama ini ia terlalu terbiasa hidup di lingkungan yang kotor sampai melihat sosok perempuan itu terasa seperti melihat dunia lain.

Ustadz Ilyas yang berjalan di sampingnya tampaknya menyadari arah pandangan Shaka.

Namun ia tidak langsung berkata apa-apa.

Sementara itu dua perempuan tadi semakin mendekat menuju area mushola, dan ketika jarak mereka semakin dekat, Shaka akhirnya bisa melihat wajah perempuan muda itu dengan lebih jelas. Wajahnya terlihat lembut dan teduh. Matanya indah namun tidak liar sementara tatapannya justru terlihat menjaga.

Dan saat perempuan itu tersenyum kecil pada perempuan paruh baya di sampingnya, ada ketenangan yang sulit dijelaskan terpancar dari wajahnya hingga membuat Shaka tanpa sadar menelan ludahnya dengan pelan. Entah kenapa dadanya terasa sedikit aneh. Sementara itu perempuan paruh baya di samping perempuan muda itu ternyata adalah Ummi Hafizah yang tak lain adalah istri Ustadz Haidar. Dan perempuan muda di sampingnya adalah Hanindya, Putri Ustadz Haidar. Mereka berdua terus berjalan hingga akhirnya sampai tepat di depan mushola. Dan di saat itulah mereka berpapasan langsung dengan Shaka dan Ustadz Ilyas.

Begitu melihat sosok Ustadz Ilyas berdiri di sana, wajah Hanindya langsung berubah sedikit cerah. Senyum kecil yang manis langsung muncul di bibirnya meski ia berusaha terlihat tenang, jelas sekali ada kebahagiaan kecil di matanya saat melihat lelaki itu. Dan hal kecil itu tidak luput dari perhatian Shaka. Hanindya perlahan menundukkan pandangannya dengan sopan lalu dengan suara lembut ia mengucapkan salam.

“Assalamualaikum, Kak Ilyas.”

Suara itu terdengar lembut sekali dan entah kenapa membuat Shaka kembali terdiam. Ustadz Ilyas yang mendengar salam itu langsung tersenyum kecil. Sorot matanya berubah jauh lebih hangat dibanding sebelumnya.

“Waalaikumsalam warahmatullah.”

Nada suara Ustadz Ilyas tetap terdengar tenang, namun ada kelembutan berbeda saat ia membalas salam Hanindya. Dan untuk pertama kalinya sejak mengenal lelaki itu beberapa menit lalu, Shaka melihat perubahan kecil di wajah Ustadz Ilyas. Lelaki itu tampak bahagia. Hanindya masih menundukkan pandangannya dengan sopan. Pipi perempuan itu tampak sedikit merona samar meski ia berusaha menyembunyikannya. Sementara Ummi Hafizah yang berdiri di samping putrinya memperhatikan semuanya dengan tenang, lalu pandangan Ummi Hafizah perlahan beralih ke arah Shaka.

Tatapan mereka sempat bertemu beberapa detik dan membuat Shaka langsung merasa sedikit canggung. Melihat laki laki yang ada disamping ustadz Ilyas, membuat ummi Hafizah menerka kalau laki laki itu tak lain adalah Shaka. Seorang mantan pengedar narkoba yang menjadi target kejaran polisi. Seorang kriminal yang sekarang tinggal di pesantren mereka. Namun berbeda dari yang ia bayangkan, Ummi Hafizah tidak menatap Shaka dengan jijik.

Tatapan perempuan paruh baya itu justru terlihat tenang meski masih menyimpan sedikit kehati-hatian. Lalu perlahan Ummi Hafizah menganggukkan kepala kecil sebagai bentuk sapaan sopan dan membuat Shaka sedikit kaku. Namun akhirnya ia membalas anggukan itu dengan pelan. Sementara itu suasana di depan mushola terasa ramai. Suara lantunan ayat Al-Qur’an dari dalam mushola terdengar samar. Dan di tengah suasana itu, Shaka berdiri diam sambil memperhatikan interaksi kecil antara Hanindya dan Ustadz Ilyas.

Ada sesuatu yang berbeda di antara mereka.

Cara Hanindya memandang Ustadz Ilyas dan bagaimana cara Ustadz Ilyas membalas salam perempuan itu membuat semuanya terasa terlalu hangat untuk sekadar hubungan biasa. Dan perlahan sesuatu mulai disadari oleh Shaka. Tatapannya kembali tertuju pada Hanindya lalu beralih ke Ustadz Ilyas, kemudian kembali lagi pada Hanindya. Dan akhirnya Shaka mulai mengerti. Pantas saja perempuan itu tersenyum seperti tadi. Pantas saja suasana di antara mereka terasa berbeda. Perempuan itu ternyata dekat dengan Ustadz Ilyas.

Shaka masih berdiri di samping Ustadz Ilyas. Namun pikirannya belum benar-benar kembali tenang sejak beberapa detik lalu. Tatapannya sempat beberapa kali tanpa sadar kembali mengarah pada sosok perempuan bernama Hanindya itu. Perempuan yang berdiri di samping Ummi Hafizah dengan gamis merah mudanya yang sederhana namun entah kenapa terasa begitu indah dipandang dan membuat Shaka langsung mengalihkan pandangannya cepat-cepat. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Selama ini hidupnya dipenuhi perempuan-perempuan dunia malam. Perempuan yang tertawa keras di tengah asap rokok dan bau alkohol. Perempuan yang berbicara kasar, berpakaian terbuka, dan memandang lelaki hanya untuk kepentingan sesaat. Itu dunia yang biasa ia lihat selama bertahun-tahun. Tapi perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang berbeda.

Terlalu berbeda dan justru karena perbedaan itulah Shaka merasa tidak nyaman dengan perasaannya sendiri.

1
Putri_a_s
pake acara sumpah sumpahan lagi/Drowsy/
Yuni Avita
ozy ibarat musuh dalam selimut.
Yuni Avita
moga aja kamu cepat sadar dengan apa yang kamu lakukan, Ozy.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Biar ganteng Shaka 😁
Suhadi Mulyo
jangan bawa nama tuhan dengan mulut kotormu itu Ozy, nggak usah sok suci lho/Panic/
Suhadi Mulyo
tega banget kamu ozy/Smug/
Suhadi Mulyo
punya salah apa Shaka sama kamu Ozy? sampai kamu tega banget fitnah dia /Scowl/
Khumaira Nur Rahma
jahat banget kamu ozy, udah lempar batu sembunyi tangan, sekarang malah fitnah Shaka /Panic/
Suhadi Mulyo
bagus banget, ada cuplikan ayat Al-Qur'an nya juga, jadi tambah ilmu.
Suhadi Mulyo
ustadz Ilyas beruntung bisa dicintai oleh perempuan seperti Hanin😍
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus Shaka harus move on dong.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selagi mau berubah, Allah selalu dekatkan dgn org yg baik bukan. Good morning aku sempetin baca sebelum kerja💙
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Jodoh adalah bagian dari takdir Allah, namun ikhtiar menjemputnya tetap menjadi bentuk ketaatan.
Dengan ikhtiar, tawakal dan kesabaran, setiap langkah menuju jodoh bisa menjadi jalan ibadah yang diridhai Allah.
Kondisi dalam hubungan percintaan barangkali tidak akan semulus kelihatannya.
Tentu saja setiap orang akan selalu berharap mendapatkan pasangan yang ia cintai dan mencintai dirinya. Akan tetapi, dalam hidup tentu harus realistis.
Tidak semua yang kita inginkan itu bisa terwujud.
Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui".
Percayakan kepada Allah yang Maha Mengetahui, Allah Sang Pemilik Hati Manusia. Jodohmu sudah diatur oleh-Nya...🤭
sakura
..
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
oh apakah Hanindiya itu anak ustadz Haidar.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Thor harusnya di tulis jga bawahnya surah mana atau hadis doa mana biar tahu para pembaca gitu.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bukan doa kak, tapi sholawat.
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
tanda hati Shaka mulai terenyuh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lagi dakwah kaya gini terus di bawahnya ada iklas dramashot mana tokohnya Hb lagi nggak etis banget ih 🤦
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
apakah ustadz Ilyas tau soal ini🤭
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
"Maula ya sholli wasallim daiman abada" adalah adalah sholawat yang termasuk bagian dari Qasidah Burdah.
Sholawat ini diciptakan oleh Imam Bushiri, penyair sekaligus ulama yang tersohor di kalangan umat Muslim.
Kata burdah secara bahasa diartikan sebagai mantel.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa burdah berasal dari kata bur’ah yang berarti shifa (kesembuhan).
Sholawat Burdah sendiri merupakan sajak-sajak pujian kepada nabi Muhammad SAW, pesan moral, nilai-nilai spiritual, semangat perjuangan, dan sebagainya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!