NovelToon NovelToon
Putih Semu Jingga

Putih Semu Jingga

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Menikah Karena Anak / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:359.2k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Ini bumi dimana tradisional dan modern bergabung.

Ramainya upacara pernikahan adat bergabung dengan tradisi pedang pora malam ini turut menjadi saksi bisu kealpaannya. Tanpa sengaja Letnan muda itu mabuk karena ulah para rekannya. Lebih parahnya lagi ia menyentuh seorang gadis yang sama sekali tidak di kenalnya.

Beberapa tahun berlalu, takdir mempertemukan dirinya dengan seorang anak laki-laki yang mirip dengannya. Matanya, hidungnya, bibirnya sampai perawakan tubuhnya bahkan sifat garang dan pemberaninya sangat mirip dengan dirinya.

"Saya terpaksa mencarimu."

"Apa kita pernah saling kenal?"

"Secara langsung tidak, tapi anak ini menuntunku agar kita saling kenal." Jawab wanita tersebut. "Pendopo kesultanan, usai pernikahan seniormu."

"Kamu.. gadis yang malam itu........."
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Hukuman.

Seharian kemarin Laras tidak melihat wajah Bang Seno. Entah kenapa Bang Seno tidak datang. Rasa hatinya begitu sepi, kosong melompong. Bahkan Gilang pun sempat menanyakan dimana Papanya.

Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan, ingin sekali rasanya melihat wajah Bang Seno, tapi Laras berusaha memahami, mungkin ada kesibukan seorang prajurit yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja.

Tak lama berselang, ada beberapa orang anggota polisi militer datang ke rumah Laras.

"Selamat pagi Bu Laras. Kedatangan kami kesini untuk menjemput ibu terkait pelaporan kasus atas nama Lettu Senopati Aryayodha." Kata seorang anggota polisi militer.

"Selamat pagi Pak, boleh saya tau kasus apa ya?" Tanya Laras.

"Ijin ibu, silakan di baca..!!"

Laras menerima surat tersebut, ada kasus KDRT, perselingkuhan, tidak menafkahi lahir batin dan pencurian uang. Laras menggigit bibirnya, tak tau bagaimana bisa Bang Seno terlibat kasus yang terakhir, mungkinkah Bang Seno mencuri untuk biaya pengobatan Gilang.

"Lalu bagaimana keadaan Letnan Seno?" Laras mulai mencemaskan keadaan Bang Seno.

"Letnan Seno sedang mendapatkan sanksi dan hukuman atas kasus yang menimpanya."

"Baik Pak, ayo kita pergi sekarang saja..!!" Kata Laras.

"Gilang ikuuut Ma..!!" Pinta Gilang.

"Jangan sayang..!! Mama ada urusan sebentar..!!" Tolak Laras tapi Gilang bersikeras tetap ingin ikut.

"Gilang mau ikuut, mau lihat Papaaa..!!" Rengek Gilang lagi. Akhirnya Laras terpaksa membawa serta Gilang bersamanya.

...

Bang Seno keluar dari sebuah ruangan, wajahnya terlihat sangat pucat dan terlihat sangat lelah. Wajahnya dan seluruh tubuhnya penuh luka dan memar.

"Mas Senoo??" Laras begitu terkejut melihat keadaan Bang Seno.

Ayah Gilang itu hanya melempar senyum tipis berusaha menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja.

Melihat keadaan Bang Seno seperti itu, hati Laras sungguh tidak tega. Ia menghambur memeluk Bang Seno. "Ada apa Mas? Kenapa Mas jadi begini???" Laras syok dan panik melihatnya.

"Nggak apa-apa. Ini konsekuensi yang sudah biasa." Jawab Bang Seno. "Dinda ajak Gilang?"

"Iya Mas, Laras ajak Gilang. Dia masih di luar sama om-om yang jaga." Kata Laras.

"Mas mau lihat dia sebentar.. Setelah dari sini, Dinda tolong temui Girish. Letnan Girish Novra di dekat minimarket. Nanti ada yang antar Dinda kesana..!! Katakan saja Mas kena sanksi..!!" Pinta Bang Seno.

"Iya Mas, nanti Laras akan segera kesana."

~

"Muka Papa seperti musuhnya Ava_tar." Kata Gilang bereaksi saat melihat wajah Papanya penuh luka.

"Iya donk.. Papa baru lawan musuh."

"Oiya ya, Papa khan tentara.. Papa pasti kuat."

Bang Seno mencium pipi Gilang. Baru sehari saja tidak bertemu putranya tapi hatinya sudah terasa rindu berat apalagi dengan Laras. Sejak saat kejadian itu, hatinya seakan terkunci dan hanya terngiang wajah Laras di pelupuk matanya.

"Papa.. Gilang ingin Papa pulang dan tinggal sama Mama. Gilang pengen punya Papa di rumah." Celotehnya kemudian. "Papa pulang ya, Abang Gilang nggak main kemana-mana. Abang Gilang tau nggak ada yang main sama Abang."

Hati Bang Seno terasa sakit dan sedih. Anak sekecil Gilang mampu mengucapkan kata yang berarti bahwa kehadirannya tidak pernah di inginkan.

"Papa.. apakah Mama Inka masih marah sama Gilang?" Tanya Gilang.

"Sudah tidak lagi. Mama Inka sudah pulang ke Jawa, ke tempat Akung." Jawab Bang Seno.

"Oohh.. berarti Mama Inka masih marah sama Gilang." Gilang terdiam sejenak. "Ya sudah Papa jemput adik Zea saja ke Akung. Kasihan adik Zea."

Bang Seno terharu dengan jawaban putranya. Sungguh putranya itu sangat berbesar hati seperti Mamanya. Ia pun mengarahkan putranya agar lebih dekat duduk di pangkuannya.

"Bang.. Papa dan Mama Inka sudah tidak bersama lagi, bahkan juga tidak bersama adik Zea. Setelah Papa selesai bertugas, kita pulang sama-sama ya..!! Nanti Papa akan ajak Mama dan Papa tinggal bersama." Janji Bang Seno pada Gilang. "Abang Gilang sabar khan tunggu Papa??"

Gilang mengangguk dan menurut ucap Papanya.

Pandangan Bang Seno beralih pada Laras. "Saya minta maaf Laras, agaknya niat saya menikahimu harus sedikit tertunda. Dinda juga sabar ya tunggu Mas Seno selesaikan masalah ini..!!"

"Iya Kangmas, Laras tunggu niat baik Kangmas." Jawab Laras.

Tak lama DansatPom datang, Bang Seno pun memberi salam dan beliau meminta untuk Bang Seno dan Laras duduk di hadapannya.

"Jadi benar adanya kamu ada hubungan terlarang dengan Ibu Larasati ini, Letnan Seno?" Tanya DansatPom.

"Ijin komandan. Tidak ada." Jawab Bang Seno.

Kini komandan beralih pandangan pada Laras. "Kalau tidak ada hubungan, kenapa kalian bisa sampai punya anak? Apa pekerjaan anda dulu?"

Laras begitu gugup menjawabnya. Tangannya sampai gemetar. "Saya penjual kue."

"Kue apa? Kue yang di jajakan pada laki-laki???" Ucap komandan setengah meledek dan tidak sesuai dengan SOP pekerjaan.

"Jaga ucapanmu Bang..!!"

"Lho, saya hanya menerka saja. Apa salahnya?" Jawab komandan masih bersikap santai.

"Kalau kau mulai bosan dengan Seno, datanglah padaku. Kujamin kau pun akan suka dengan gaya dan 'asetku'."

Mendengar kata tersebut Bang Seno sungguh tidak bisa menerimanya. Ia menghajar komandan hingga babak belur.

//

Disisi lain kepintaran Gilang membuat para anggota jaga di polisi militer merasa terharu. Gilang sangat pintar untuk anak seusianya. Ia sangat menyayangi Papa dan Mamanya bahkan Inka istri Letnan Seno. Semua orang mulai penasaran dengan apa yang di alami Letnan Seno dan meragukan bahwa dalam hal ini Letnan Seno bersalah.

.

.

.

.

1
Mawar Merah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣waduh bisa berabe urusanya ma daluman.sumpah perut q sakit bacanya ketawa terus👍👍👍
V-hans🌺
laras kayak wanita murahan bgt si maap maap ya thor
Si Memeh
Luar biasa
titiek
🤣🤣🤣 ada yang semua aman bang
titiek
🤣🤣🤣🤣
titiek
kok Asmarani??
titiek
😭😭😭😭😭
titiek
Ya Allah selamatkan Gilang.
titiek
jgn2 tu komandan yg ngasih obat dl ya
titiek
ni laki bnr2 ya. apa gak ngidam muntah2 ya seno 😁😁
Umun Munawaroh
good
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Pipin Nurma
udah ku perbaiki ya kak bintangnya👍👍👍
Pipin Nurma
trima kasih kak nara udah di kelarin novelnya sampai END..ada kepuasan tersediri klo baca novelnya sampe selesai..💪💪💪💪👃 terus berkarua ya lak nara..
Pipin Nurma
kak nara jenapa sekarang gak ada lagunya lagi biasanya setiap novel kak nara pasti ada di sisipin lagunya😁😁😁✌✌✌
jadi bacanya gak tegang amat..🙏🙏
Rittu Rollin
mantaaaanbb
Rittu Rollin
ga ush dirayu², asal dsodorin ATM insyallah amarah lgs reda... hihihi
Nur Asiyah
keren aku suka...
cerita nya bikin hatinano2
Kusriyati Kusriyati
I💓U Thor karyamu luar biasa
Nazwan Faiq
awaaal baca sediiih tapi hadir lah noven yeeh ngakak sendiri dehh jadi 'y🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!