Bagaimana jika seorang pemuda yang setiap harinya hanya menjadi anak seorang supir didalam keluarga kaya dan dia harus menerima untuk dinikahkan dengan Nona Muda mereka yang tidak bisa bicara.
"Nak, Ibu dan Bapak ingin berbicara serius dengan kamu" ucap Pak Budi pada putranya.
"Bicara apa Pak? Bicara saja" tanya Adji yang sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya.
"Begini nak, tadi siang Bapak dan Ibu diundang kerumah Tuan Nadi dan kami disana membahas masalah perjodohan untuk kamu. Bapak tidak bisa memutuskan nya sendiri, karena Bapak tidak mungkin memutuskan. Bapak ingin membicarakan ini dengan kamu dan jika kamu menerimanya, Bapak dan Ibu akan membalasnya lebih dalam lagi dengan keluarga beliau" jelas Pak Budi dengan panjang lebar.
Penasaran apa jawaban Adji pada kedua orang tuanya???
Yuk baca dan ramaikan setiap babnya dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya...
Terimakasih dan selamat membaca 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sifat Clarissa
"Tidak apa-apa Nyonya. Saya sudah tahu bagaimana sifat dan sikap Nona Clarissa. Kalau begitu saya juga ikut permisi Tuan, Nyonya. Ini sudah larut malam juga" ucap Adji yang memang sangat baik juga sangat pengertian.
"Baiklah, kamu hati-hati dijalan. Maaf sudah merepotkan kamu" ucap Papa Nadi saat Adji akan pergi dari sana.
"Assalamualaikum" ucap Adji yang membungkuk pamit pada Papa Nadi dan Mama Dania.
"Wa'allaikumsalam" jawab Papa Nadi dan Mama Dania bersamaan.
"Pa, apa mungkin Adji mau menerima Clarissa menjadi istrinya setelah melihat kejadian ini didepan matanya? Mama takut, jika dia akan menolaknya dan membuat Clarissa semakin marah akan hal ini" tanya Mama Dania saat setelah Adji pergi dari rumah mereka.
"Mama jangan memikirkan anak itu terus Ma. Dia sudah dewasa dan pasti mengerti apa yang harus dia lakukan. Kita sudah salah dan terlalu memanjakan nya sejak kecil, sehingga sikapnya menjadi seperti itu dan sangat sulit diatur. Ini semua kesalahan kita berdua Ma" ucap Papa Nadi yang mengatakan nya dengan sedikit pelan dan dia beberapa kali menghela nafasnya kasar.
"Papa benar. Kita memang telah salah mendidiknya selama ini. Kita sudah terlalu memanjakan nya dan menuruti keinginan nya yang mustahil sekalipun kita lakukan" jawab Mama Dania yang merasa sangat menyesal akan sikapnya yang terlalu memanjakan Clarissa.
.
Sedangkan didalam kamar, Clarissa sedang mengamuk dan membanting semua barang-barang yang ada didalam kamarnya hingga berantakan.
"Aaaa, kenapa Papa dengan sangat tega menamparku didepan pria itu? Apa ini yang Papa inginkan untuk bisa membuat ku semakin malu dihadapan nya" ucap Clarissa dalam hati sambil terus berusaha mengeluarkan suaranya sendiri dan menyalurkan kemarahan nya yang sudah membumbung tinggi didalam dirinya.
"Ini semua karena pria tua tidak tahu diri itu. Aku akan memberikan nya pelajaran yang akan membuatnya jera telah membuat ku seperti ini dan mendapatkan tamparan untuk pertama kalinya dari Papa. Maka bukan hanya aku yang akan mendapatkan nya, kalian juga harus mendapatkan nya juga" gumamnya lagi sambil terus menghancurkan seluruh isi kamarnya hingga sangat berantakan.
"Aku tidak akan bisa tenang sebelum bisa membuat mereka menyesal telah melakukan ini padaku. Awas saja kalian semua" ucap Clarissa yang sudah sangat marah dan dia bahkan tidak menyadari kesalahan nya sendiri yang sudah menghina orang lain.
Dia memang sudah sangat keterlaluan saat menghina orang lain dengan bahasa isyaratnya itu. Pantas saja Allah tidak mengabulkan keinginan nya ingin berbicara kembali. Karena memang walau dia tidak bisa bicara sekalipun, tetap saja selalu menyakiti perasaan orang lain jika menggunakan bahasa isyaratnya.
Setelah lelah memberantakan kamarnya dan semua barang-barang yang ada didalam kamarnya sudah hancur. Dia terlelap saat itu juga, dia begitu kesal dalam tidurnya pun tidak merasa tenang sedikitpun juga.
.
Sedangkan Adji merasa jika tindakan nya menerima tawaran kontrak dari Clarissa salah besar. Apa lagi jika dia benar-benar menikah dan terjerat dengan Clarissa yang bersikap angkuh juga kasar pada siapa saja. Bahkan tidak perduli padaku kedua orang tuanya sekalipun dia tidak tahu berbuat kasar.
"Ya Allah, apa keputusan aku sudah benar, atau bahkan salah? Tolong tunjukilah jalan terbaik untuk hamba Ya Robb" gumam Adji dalam mobil yang akan menuju kerumahnya.
"Apa mungkin aku akan bisa terlepas dari Nona Clarissa yang memiliki sikap kasar dan arrogant itu? Bahkan bukan hanya arrogant saja, dia juga sangat kasar. Apa yang akan dia lakukan pada kedua orang tuaku nantinya? Apa mungkin aku membatalkan nya saja perjanjian ini? Tapi, jika aku membatalkan nya, alasan apa yang akan aku katakan padanya?" gumam Adji yang merasa tidak tenang saat memikirkan keputusan yang akan dia ambil itu.
Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan pelan dan dia tidak ingin jika dia celaka karena fikiran nya tidak hanya fokus pada jalan saja. Melainkan pada keputusan nya yang akan menerima perjodohan ini dan menikah dengan Clarissa yang kasar dan sangat arrogant itu.
Adji mengalami dilema yang cukup berat. Karena disisi lain dia ingin membalas budi pada keluarganya dan juga keluarga Wigunadi. Orang yang sudah banyak membantu keluarganya dan juga dirinya. Bahkan beliau mau membiayai kuliahnya hingga sekarang. Dia benar-benar dilanda dilema yang sulit untuk bisa dia hadapi sendiri.
Setelah menempuh perjalanan lumayan lama. Karena dia mengemudikan mobilnya seperti siput, tepat tengah malam dia sampai didepan rumahnya. Ternyata kedua orang tuanya sedang menunggu kedatangan nya, mereka tentu merasa khawatir akan keadaan putra semata wayangnya yang sampai selarut itu belum pulang.
"Assalamualaikum. Bapak dan Ibu kenapa belum tidur?" tanya Adji setelah mengucapkan salam pada Ibu dan Bapak nya.
"Wa'allaikumsalam nak, Ibu dan Bapak sengaja menunggu kamu. Kenapa kamu pulang selarut ini? Apa sedang ada masalah diperusahaan?" jawab Ibu Nining pada putranya. Beliau juga bertanya balik pada Adji.
"Nggak ada masalah apa-apa kok Bu, hanya tadi aku diajak makan malam dengan keluarga Tuan Nadi. Dan saat akan pulang, beliau malah kedatangan tamu, makanya aku pulang selarut ini. Aku juga mengemudikan mobilnya pelan-pelan Bu, makanya lama sampai rumah" jelas Adji yang mengatakan nya dengan jujur. Bahkan semuanya diam ceritakan pada kedua orang tuanya.
Hanya ada satu yang tidak dia ceritakan pada kedua orang tuanya. Karena dia merasa itu bukan urusan nya yang harus kedua orang tuanya juga tahu masalah keluarga Tuan Nadi.
"Ya sudah, kamu langsung masuk kedalam kamar dan istirahat. Ibu dan Bapak juga akan beristirahat juga" titah Ibu Nining pada Adji yang hanya mengangguk akan perintah dari Ibunya itu.
"Adji masuk kedalam kamar ya Bu, Pak" ucap Adji yang segera masuk setelah mengatakan itu pada kedua orang tuanya.
"Dia terlihat sangat tertekan Pak. Apa kita akan menanyakan nya lagi perihal perjodohan nya dengan Nona Clarissa? Ibu merasa tidak tega Pak" tanya Ibu Nining pada suaminya yang hanya diam dan menghela nafasnya saja.
"Bapak juga merasa jika Adji sedang dalam masalah besar Bu. Bapak juga tidak tahu akan bagaimana nantinya, kita serahkan saja semuanya pada Allah Ta'ala Bu. Hanya dia pemilik segalanya didunia ini, termasuk putra kita itu. Kita do'akan saja yang terbaik untuknya" ucap Pak Budi dengan sangat bijaksana pada istrinya.
"Iya Pak, kita serahkan semuanya pada Allah Ta'ala. Semoga saja Allah memberikan jalan terbaik untuk kita semua. Amiin" ucap Ibu Nining yang menyetujui ucapan dari suaminya.
Pantas saja Adji menjadi pribadi yang baik-baik dan sangat pengertian juga dewasa dalam segala hal. Karena didikan kedua orang tuanya yang sangat baik dan selalu memberikan dukungan serta do'a untuk putranya.
Apa Tuan Nadi dan Nyonya Dania salah mendidik anaknya? Mungkin saja iya, karena beliau terlalu memanjakan putrinya hingga dia tidak bisa dan tidak mau berusaha sendiri dalam melakukan keinginan nya. Bahkan dia sampai bersikap kasar juga arrogant pada semua orang. Makanya, kita sebagai orang tua harus bisa mengimbangi semuanya. Ada kalanya memanjakan anak-anak kita dan ada kalanya untuk memberitahukan pada mereka tentang pentingnya menghargai seseorang.
dan semoga sehat selalu buat penulis nya❤️
gk tahu krn sikapmu membuat ortumu khawatir n km jg jd menderita di luar sana
ortu mu pasti akan mengerti keputusan mu