NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Papa Pulang

Safira hari ini pergi berbelanja bahan-bahan makanan di mal. Mengisi kulkas dan dapur yang kehabisan isi.

Hari ini dia memutuskan untuk membuat sop kikil untuk papa mertuanya.

Selesai berbelanja, Safira pulang ke rumah. Safira membuka pintu terkejut langsung menjatuhkan barang-barang di tangannya ke tanah.

Lukas segera memanggil salah seorang membantunya mengambil barang belanjaan Safira yang berserakan di lantai.

“Selamat kembali, Nyonya. Semua ini diperintahkan oleh Bos untuk dikirim kepada Anda.” Lukas menyapa Safira menjelaskan.

Safira menatap deretan pakaian yang berada di gantungan baju. Semua pakaian itu terlihat cantik dan mahal. Ini tidak terlihat seperti rumah lagi, tapi toko pakaian mewah di pusat perbelanjaan.

“Semua pakaian ini untukku?” tanya Safira menunjuk gantungan pakaian di depannya.

“Nyonya bisa memilih pakaian yang Anda suka dan pelayan akan membawa pakaian itu ke kamar Anda. Mereka juga akan mencatat pakaian pilihan Anda dan mengirimkan pakaian terbaru setiap musimnya. Jika Nyonya tidak menyukainya, semua pakaian ini akan dikembalikan dan akan membawa pakaian yang lainnya,” ucap Lukas menjelaskan.

“Bolehkah aku memilih?” Safira masih tidak percaya. Dia tidak menyangka Amar mengingat perkataannya kemarin bahwa ia ingin membeli pakaian baru.

Hanya saja sepertinya tidak perlu seperti ini juga. Sampai-sampai membawa seluruh isi toko ke rumah. Dia bisa saja langsung ke mal untuk berbelanja.

Kehidupan orang kaya benar-benar boros.

Lukas mengangguk, mengarahkan tangannya untuk mempersilahkan Safira memilih.

Safira berjalan mendekat, melihat-lihat pakaian itu, dan memilih yang menurutnya bagus. Pelayan membantunya memegang pakaian yang dipilihnya dan membawanya ke kamar mandi. Safira mencoba semua pakaian itu di kamar mandi.

Semua pakaian yang dipilih Safira kemudian di bawa ke atas dan diletakkan di ruang ganti.

Sangat senang mendapat banyak pakaian baru, Safira tidak lupa memasak makan siang untuk Amar dan asistennya Lukas sebagai ucapan terima kasih.

Safira lalu memakai salah satu pakaian barunya dan membawa sup kikil yang telah di masaknya ke rumah sakit.

°°°°°

~Dati Grup.

Resepsionis yang melihat asisten Lukas berjalan dengan senyuman sambil membawa dua buah tas makanan merasa aneh. Asisten yang biasanya berwajah datar itu tiba-tiba tersenyum. Kira-kira ada apa gerangan?

Tapi, senyum sang asisten sangat tampan. Kedua resepsionis dibuat terpesona.

“Ah! Apakah Asisten Lukas tadi tersenyum kepadaku?” teriak salah satu karyawan kegirangan.

“Tidak. Bukan hanya kamu saja. Asisten Lukas tersenyum kepada semua orang. Apakah matahari terbit dari barat hari ini?” kata karyawan di sampingnya.

Lukas masuk ke lift dan menekan tombol 49 di mana kantor CEO berada. Tiba di lantai 49, Lukas keluar dari Lift dan menyingkirkan senyumannya berjalan ke ruang CEO.

Lukas sangat senang karena bisa mendapat kesempatan merasakan makanan nyonya bos secara langsung.

Lukas berhenti sejenak di depan ruangan sekretaris dan berjalan ke dalam.

“Asisten Lukas, ada yang bisa saya bantu?” tanya sekretaris.

“Bantu aku meletakkan makanan ku di mejamu sebentar. Aku akan mengambilnya setelah mengantarkan makanan bos,“ ucap Lukas meletakkan tas berwarna coklat di atas meja sekretaris.

Sekretaris mengangguk. ”Baik. Asisten Lukas. Saya akan menjaga makanan Anda.“

Lukas mengangguk dan melanjutkan perjalanan menuju kantor CEO.

‘Tok... tok... tok’ Lukas mengetuk pintu.

Setelah mengetuk pintu, Lukas langsung masuk dan melihat bosnya berkutat dengan komputer.

”Bos, saya membawa makan siang yang dibuat oleh nyonya,“ ucap Lukas.

Amar menghentikan gerakannya pada keyboard dan mendongak melihat Lukas.

”Makanan dari Safira?” tanya Amar.

“Iya, Bos,” jawab Lukas.

“Letakkan di meja kopi dan tolong tuangkan segelas air untukku.“ Pinta Amar.

”Baik Bos.“

Amar lalu berdiri, berjalan ke sofa untuk tamu dan duduk di sana.

Lukas meletakkan segelas air di depan Amar. ”Kalau begitu bisa saya keluar, Bos?” tanya Lukas.

Amar mengangkat tangannya dan mengarahkan Lukas untuk membiarkannya pergi. Lukas yang mendapat perintah segera berlari meninggalkan ruang CEO.

Amar mengeluarkan kotak makanan biru dari dalam tas yang senada dan melihat sebuah surat di dalamnya. Dia mengambil surat itu dan melihat tulisan di dalamnya.

Tulisannya terlihat ramping dan rapi, sama seperti penulisnya.

‘Terima kasih telah memberikan pakaian yang sangat banyak dan cantik untukku. Aku menyiapkan makan siang kesukaan mu.’

Amar meletakkan kembali kertas itu ke dalam tas dan membuka kotak makanan yang di dalamnya terdapat udang asam manis tanpa kulit dan sop kikil. Baunya tercium sangat harum dan menggugah selera.

Amar mengambil salah satu udang dengan sumpit dan mencicipi nya. Seperti yang dia duga rasanya sangat enak dan sepertinya keahlian memasak Safira meningkat lagi.

°°°°°

Seminggu kemudian Pak Chandra akhirnya bisa keluar dari rumah sakit. Amar dan Safira menjemput Pak Chandra dan membawanya ke kediaman utama Danapati.

“Selamat kembali ke rumah, Kak“ sambut Pak Gilbran memeluk Pak Chandra.

Istri Pak Gilbran juga tersenyum dan mengucapkan selamat datang.

Bibi Ratih juga senang dan memeluk Pak Chandra. Suami Bibi Ratih juga ikut memeluk Pak Chandra.

Ketiga sepupu Amar juga memeluk paman mereka bergantian.

Amar dan Safira tersenyum dan saling melirik melihat kebahagiaan semua orang.

”Aku sudah menyuruh dapur menyiapkan makanan kesukaan Kakak Pertama. Kakak pasti akan menyukainya,“ kata Bibi Shinta.

”Benarkah? Kalau begitu ayo kita makan bersama,“ kata Pak Chandra.

Mereka lalu menuju ke ruang makan dan duduk di kursi di depan meja makan.

Pak Chandra duduk di kursi bagian atas sebagai kepala keluarga. Amar duduk di sebelah kirinya dengan Safira di sampingnya. Sebelah kanan duduk Pak Gilbran dan istrinya, lalu Bibi Ratih dan suaminya. Di samping suami Bibi Ratih, Pak Firman adalah putranya Zidan. Dan di samping Safira duduk Azmi, kemudian Kayla.

Kayla adalah adik Zidan, putri Bibi Ratih dan Pak Firman yang saat ini berusia 15 tahun.

Setelah makan malam, Bibi Ratih dan keluarga pamit pulang. Pak Chandra juga harus beristirahat, jadi yang lainnya juga kembali ke kamar masing-masing.

Amar membawa Safira ke kamarnya. “ Kamu bisa istirahat lebih dulu. Aku akan ke ruang belajar terlebih dahulu. Masih ada beberapa hal yang harus aku kerjakan.” Amar membukakan pintu kamar untuk Safira.

“Emm,” gumam Safira.

Amar lalu berjalan menuju pintu di kamar sebelah yang merupakan ruang belajar.

Safira masuk ke kamar dan melihat isi ruangan. Kamar itu terlihat monoton hampir sama dengan kamar Amar di vila sebelumnya.

Berjalan ke dalam, dia melirik pajangan yang ada di lemari. Di sana terdapat beberapa foto dan piagam penghargaan milik Amar.

Ternyata Amar adalah orang yang sangat berprestasi. Bisa dilihat dari piagam yang di dapatkannya semuanya juara pertama.

Safira meraih salah satu foto yang sepertinya diambil saat Amar masih SMA. Amar rupanya sudah sangat tampan sejak dulu. Pasti ada banyak gadis yang mengejarnya saat SMA.

Dia jadi ingin tahu, apakah Amar pernah punya pacar sebelumnya?

Setelah melihat-lihat, Safira membuka lemari dan melihat deretan pakaian milik Amar yang digantung bersebelahan dengan pakaian wanita. Pakaian wanita ini pasti disiapkan untuknya.

Safira mengambil pakaian dan membawanya ke kamar mandi. Setelah mandi dan berganti pakaian, dia naik ke tempat tidur dan berbaring.

°°°°°

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!