Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak di anggap
"Aku masih sangat mencintaimu Ra" Ucap William sambil menatap foto Rara yang ada di ponselnya
Selama ini William memang masih sangat mencintai Rara. Karna hubungan mereka kandas bukan karna kemauan William dan Rara, Melainkan hanya karna permintaan dari kedua orang tua William yang mengatakan jika Rara tidak cukup pantas buat anak mereka satu-satunya.
"Seandainya waktu itu aku mau membawa kabur Rara lalu kita kawin lari. Mungkin saat ini aku sudah bisa hidup bahagia bersamanya. Dan sekarang aku hanya bisa menyaksikan Rara menjadi milik pria lain" Ucap William terdengar begitu pilu
DI KEDIAMAN LUIS
"Selamat siang tuan"
"Ada apa?" Tanya Luis pada seseorang yang baru saja menghadapnya
"Saya baru mendapatkan kabar jika putri tuan saat ini sudah menikah dengan seorang perwira yang bernama Argantara Nugraha. Salah satu anak dari tuan Nugraha" Ucap mereka
"Apa! Putriku menikah dengan Arga yang dingin dan angkuh itu. Cepat cari keberadaannya dan bawa putriku kemari" Ucap Luis pada orang suruhannya
Entah karna apa, Tapi yang pasti ada satu hal yang membuat Luis tidak menyukai seorang kapten militer yang bernama Argantara Nugraha.
Akankah ada sebuah penyesalan saat Rara sudah di bawa paksa oleh orang suruhan orang tua kandungnya.
"Berapa hari saya harus menunggu hasilnya pak?" Tanya Rara pada salah satu dosen disana
"Kurang lebih sekitar 1 minggu. Saya akan mengirim hasilnya lewat email yang sudah Anda tinggalkan"
"Baik pak terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Rara sopan
Setelah itu Rara keluar dari ruangan test. Kali ini Rara berencana untuk mencari pekerjaan yang bisa dia lakukan sambil kuliah.
Saat Rara sudah tiba di parkiran. Tiba-tiba ada seseorang yang tak sengaja menabrak tubuh Rara hingga membuatnya hampir terjatuh. Namun dengan sigap orang itu menahan tubuh Rara hingga jatuh dalam pelukannya
"William. Huuuh kamu lagi" Ucap Rara mendesah pelan
Melihat Rara ada dalam dekapannya membuat pria itu semakin mengeratkan pelukannya. William mencoba melepas semua rasa rindu yang selama ini dia tahan. Bertahun-tahun lamanya William harus menahan rindu yang semakin hari semakin membuatnya tersiksa
"Lepas" Ucap Rara dingin saat tersadar jika tubuhnya masih ada dalam pelukan William
"Ijinkan aku memelukmu Ra. Biarkan kita dalam posisi ini beberapa saat saja" Pinta William mengiba
"Lepas Wil. Aku sudah menikah, Ada suami yang harus aku hormati. Jadi tolong jangan seperti ini" Ucap Rara sambil mencoba melepaskan tangan William yang semakin erat
"Tidak Ra. Biarkan aku melepaskan rasa rindu ini. Aku benar-benar merindukanmu Ra.
"Aku mohon lepas Wi. Jangan sampai membuat orang lain salah paham"
Tanpa mereka sadari. Ternyata di sana ada Arga yang sedang di minta untuk menjaga kemanan di universitas itu. Karna hari ini Universitas Alingga sedang merayakan Annyversary yang ke-5
Tak sengaja Rara melihat ke arah Arga yang sedang menatapnya penuh dengan kebencian. Bukan hanya Arga yang ada di sana. Tapi juga Tomy dan beberapa anggota lainnya
Deg.
Melihat itu membuat Rara tertegun. Rara bisa melihat ada kebencian yang mendalam dari kedua sorot mata suaminya.
"Astagfirullah" Batin Rara
Arga masih tetap menatap tajam Rara hingga dia melewati Rara dan William yang masih dalam keadaan intim seperti itu.
"Beginikah wanita pilihan mana!" Batin Arga
Saat melewati Rara. Arga seperti tidak mengenal wanita itu. Seolah-olah mereka adalah dua orang asing yang tak pernah bertemu apalagi memiliki sebuah ikatan resmi
Entah kenapa melihat Rara di peluk oleh pria lain membuat hati Arga terasa begitu panas. Ada rasa tidak suka sekaligus tidak rela dalam hatinya. Namun Arga terlalu gengsi untuk sekedar mengutarakan kata sayang
Jam terus berputar. Arga langsung pulang ke rumahnya tanpa mau kembali ke markas terlebih dahulu. Bayangan Rara ada dalam pelukan pria lain masih bisa teringat jelas dalam bayangannya.
"Bisa-bisanya wanita itu pelukan bersama pria lain di depan umum. Kalau sampai mama tau, Pasti dia akan sangat kecewa dengan kelakuan menantu yang selalu dia banggakan" Ucapnya dengan amarah yang sudah naik ke ubun-ubun
1 jam kemudian. Arga sudah tiba di depan rumahnya. Pria itu langsung turun dan berjalan sedikit berlari agar bisa segera tiba ke dalam rumahnya
Namun saat sudah tiba di dalam rumah. Arga tidak bisa melihat keberadaan Rara di sana. Arga sudah mengira jika Rara pasti ada di dalam kamarnya. Pria itu naik ke atas dan langsung membuka pintu kamar Rara tanpa mau mengetuk pintu terlebih dahulu
"K...kak Arga, Ngapain kak Arga masuk ke kamar aku" Ucap Rara saat Arga tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya
"Apa yang sudah kamu lakukan wanita murahan. Sok kecantikan. Peluk-pelukan dengan pria lain di depan umum. Sengaja mau mempermalukan keluarga besar ku!" Ucap Arga dengan nada tinggi
"Maaafkan aku kak. Aku tidak bermaksud seperti itu" Ucap Rara sambil menundukkan wajahnya
"Kamu sudah benar-benar mau mempermalukan keluargaku Ra. Kamu harus di beri pelajaran!" Ucapnya sambil menarik kasar tubuh Rara
"Kak Arga mau ngapain" Tanya Rara saat Arga mendorong tubuhnya hingga terjatuh di atas ranjang kamarnya
"Kamu bilang kamu cinta kan sama saya. Kalau begitu kamu harus buktikan semua yang sudah kamu ucapkan!"
"A...apa maksud kamu kak?" Tanya Rara dengan kedua mata yang sudah mulai basah
"Akan saya ajarkan bagaimana menyikapi seorang istri'2 dqdbqek yang tidak tau diri seperti kamu"
"Aawaa sakit kak. Tolong jangan seperti ini" Ucap Rara saat Arga menarik keras rambutnya
"Biar kamu tau siapa saya sebenarnya" Ucap Arga dingin
Arga membuka paksa baju Rara dengan menarik baju itu hingga sobek di beberapa bagian. Setelah itu Arga mencium ganas bibir Rara sambil menggigitnya hingga keluar darah dari bibir bawahnya
"S.....sakit kak. Hiks...hiks..."
Namun Arga tidak memperdulikan suara pilu Rara. Pria itu masih terus memainkan dua benda kenyal milik Rara hingga membuat Rara mendesah tanpa sadar.
Setelah itu, Arga pergi meninggalkan Rara yang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Namun, Sebelum itu, Arga membisikkan sesuatu yang mampu melukai perasaan Rara
"Jangan pernah berharap saya mau melakukan hal yang lebih dari itu. Saya sudah tidak sudih lagi setelah melihat kamu di peluk oleh pria lain. Benar-benar wanita murahan" Ucapnya dingin
Mendengar itu membuat Rara memejamkan kedua matanya. Rasanya benar-benar sakit saat di katakan wanita murahan oleh suaminya sendiri.
Rara menatap dirinya yang begitu menyedihkan. Wanita itu menatap kepergian Arga dengan penuh luka.
"Sampai kapan kamu tidak menganggap aku kak!" Ucap Rara di sela isak tangisnya
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????